Namun saat di ambang pintu, Daniel sempat menengok karna tak mendengar gerakan apapun dari kolam air
bola mata Daniel membola sempurna saat melihat Alicia sudah terapung di atas air tak bergerak sama sekali
Daniel berlari menuju kolam renang, saat ia berada di tepi Daniel menghentikan aksinya untuk turun ke dalam kolam air dingin itu, ia pikir Alicia hanya pura pura agar ia masuk jebakan Alicia dan juga merasakan dinginnya air kolam itu sesubuh ini.
"ya!! lo pikir gue akan ketipu. hahahah" teriak daniel dan tertawa bangga di akhir kalimatnya
lama Daniel tertawa namun tak juga ada pergerakan dari Alicia, Daniel mengerjap bingung, hatinya bergemuruh takut jika Alicia tak bercanda
sepersekian detik selanjutnya Daniel melompat kedalam, segera meraih tubuh lemah Alicia yang sudah tak sadarkan diri
Daniel menggendong tubuh Alicia dan membaringkannya di lantai untuk di berinya pertolongan pertama
"hei, bangun bodoh" Daniel menepuk nepuk pipi tembem Alicia yang dingin dan pucat seperti mayat itu.
Daniel kelimpungan, ia bingung akan berbuat apa, ia kedinginan namun bukan itu yang membuatnya gemetar, tapi gadis bodohnya yang tak kunjung bergerak di bawahnya ini, didasar hatinya Daniel takut terjadi apa apa dengan Alicia
bukan takut kehilangannya namun takut jika Alicia benar benar meninggal karna ulah jahilnya
jari telunjuknya ia letakan di bawah lubang hidung Alicia untuk mengecek napasnya, Daniel menelan ludah susah payah karna tak merasakan napas Alicia
kemudian Daniel menekan dada Alicia berulang ulang dengan kedua telaoak tangannya ,namun tak juga kunjung mendapat respon
tanpa pikir panjang Daniel menyatukan bibirnya dengan bibir Alicia guna memberinya napas buatan
sekali tiup, tak ada respo
dua kali, masih sama
tiga kali
"uhuk uhuk uhuk" Alicia mengeluarkan banyak air dalam mulutnya
"Ah" Daniel terduduk lemas saat kesadaran Alicia kembali, sungguh ia sangat takut. lututnya bahkan masih gemetaran. Daniel takut jadi pembunuh.
Namun Alicia kembali tak bergerak setelah mengeluarkan air kolam dari mulutnya
Daniel menoel noel lengannya untuk mengecek kesadaran Alicia
Daniel kembali panik saat melihat ternyata Alicia kembali tak sadarkan diri
buru buru Daniel mengendong Alicia ala bridestile keluar menuju kamar utama
"panggilkan dokter Rahmat sekarang!" titahnya pada mide yang sudah menjalankan tugasnya pagi ini
Daniel dengan wajah paniknya berlari membawa Alicia, pak Wis yang melihatnya segera menyusul Daniel ke kamar utama
"maaf tuan, apa yang terjadi dengan nyonya? " tanya pak Wis takut takut
"tercebur di kolam"
pak wis segera memutar badan melangkah menjauh
Daniel meletakan tubuh basah Alicia di ranjangnya dengan hati hati.
kepanikannya membuat Daniel tak sadar apa yang ia lakukan, dengan cepat ia masuk ke dalam walk in closet mengambil pakaian ganti Alicia
saat Daniel hendak membuka pakaian Alicia, pak Wis datang dengan dua orang mide wanita dibelakangnya tidak lama sekertaris Ali juga bergabung
pak Wis mengetok pintu sebelum masuk, meski pintu tak sempat Daniel tutup tadi, tapi pak Wis tetap mengetuk sebagai sopan santun
Daniel menoleh
"oh kalian, tolong ganti pakaian nyonya muda" pinta Daniel masih dengan tangan gemetarnya pada 2 orang mide
sekertaris Ali mengerjap dengan kalimat Daniel, bukan tentang ganti pakaian tapi ini tentang kata tolong
seorang manusia arogan, dingin dan sok berkuasa seperti Daniel itu mengucapkan kata tolong? tidak salahkan pendengaran Ali
Selama mengenal Daniel, ini adalah pertama kali Ali mendengar bosnya itu mengucap kata tolong, bahkan jika ia menginginkan sesuatu Daniel tidak akan pernah mengatakan kata memohon itu, bahkan dengan ke dua orang tuanya pun Daniel tak pernah mengatakan tolong, sebab ayahnya lah, tuan Prasetio, yang mendoktrinnya bahwa seorang penguasa tak pernah memohon pertolongan mengenai apapun itu.
dan hari ini, kata itu berhasil keluar dari mulut bos angkuhnya itu demi seorang istri penggantinya, Alicia.
Daniel menyingkir saat mide mengambil alih pakaian Alicia dan dengan telaten para mide itu mengganti pakaian nyonya mudanya
tidak lama setelahnya seorang pria dengan rambut acak acakan dan muka kusut namun tetap terlihat gagah dengan pakaian jubah putihnya serta tas jinjingnya memasuki kamar tanpa permisi. Ia adalah Rahmat dokter pribadi Daniel sekaligus sahabat Daniel
"aist, drama apa lagi sih" seru Rahmat di ambang pintu
Rahmat tak tahu kejadian yang sebenarnya, ia pikir Daniel sedang bermain main dengannya
semua orang menengok ke arah Rahmat
Rahmat mengerjap salah tingkah saat semua mata tertuju padanya
"khem" Rahmat berdehem untuk mengurangi rasa canggungnya
segera Rahmat melangkah lebar ke arah Daniel dan langsung menempelkan telapak tangannya ke dahi Daniel
"sakit karna di tinggal liburan tunangan ini mah" ujarnya bercanda dengan menampilkan jejeran gigi putihnya
Daniel segera menepis kasar tangan Rahmat di dahinya
mata Daniel menatap Rahmat tajam seolah akan membunuh Rahmat saat ini juga
Rahmat menelan ludah kasar melihat respon Daniel
*ada apa ini ? sepertinya beneran serius* batin Rahmat, matanya menatap satu persatu orang yang ada di kamar, dan matanya seketika membola saat bola mata hitamnya menangkap sosok wanita pucat yang ada di ranjang king size Daniel, ia adalah Alicia
tanpa mengucap sepatah kata lagi dengan langkah mantap Rahmat mendekat ke arah Alicia
Rahmat memeriksa nadi Alicia, kemudian segera merogoh peralatan medisnya yang ada di tas jinjingnya
tak lama kemudian Rahmat selesai dengan kegiatannya. ia kembali menaruh peralatannya
"bagaimana? " itu suara Daniel
Daniel sedari tadi resah akan keadaan Alicia.
"siapa dia?" tanya balik Rahmat mengendikan dagunya ke arah Alicia
ya, Rahmat tidak tahu perihal Alicia karna waktu pernikahan Daniel dulu Rahmat sedang mengikuti seminar kedokteran di luar negeri, dan ia juga tak tahu menahu jika Daniel telah menikah karna memang pernikahan Daniel tertutup yang di hadiri hanya keluarga besar dari keduanya, yang Rahmat tahu tunangan Daniel, Maureen saat ini masih liburan di luar negeri karna Rahmat sempat melihat Maureen saat ia berada di luar negeri
Daniel mengetatkan rahangnya saat pertanyaannya dijawab dengan pertanyaan
Rahmat kembali menelan ludah kasar mengerti kemarahan Daniel
"oke oke" Rahmat mengangkat kedua telapak tangan kesisi bahunya pertanda minta maaf
"sebaiknya lo bawa dia ke rumah sakit, keadannya tidak baik setelah dia menelan air kolam yang banyak apalagi dia.. " ucapan Rahmat menggantung bingung akan menjelaskan dari mana
Daniel mengangkat sebelah alisnya pertanda menuntut penjelasan Rahmat
"ini hanya dugaanku, sepertinya gadis malang ini hanya memiliki satu ginjal dan itu akan memperparah keadaannya jika ia tak segera dirawat intensif setelah air masuk ke dalam tubuhnya secara paksa" jelas Rahmat.
DEG
jantung Daniel memompa keras,matanya membola sempurna mendengar penjelasan Rahmat
begitu juga dengan pak Wis dan ke dua mide wanita itu, berbeda dengan Ali yang tampaknya biasa saja seperti sudah mengetahui kebenarannya
#####
yeeyy triple up dong
tapi gaje sih. hahahah
yang episode 17 itu sedari siang aku up tapi reviewnya lama deh
happy Reading readers
Salam Mickey Mouse 24
dari dunia halu
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 238 Episodes
Comments
Aishyandra Junia
pdhal baca yang ke 2x nya ttep aja sedih
2024-03-26
3
Ayuna Kamelia
Gatega sm alicia😭
si kudanil apa kagak tau kehidupan alicia gmn si ko setega itu
2024-01-15
0
Elisanoor
kasian bgt sumpah
2024-01-13
1