Alicia berlari kecil keluar gerbang, ia terlihat sedang buru buru.
seseorang di ruang olahraga yang tak sengaja melihat Alicia, mengangkat sebelah alis bingung
*mau kemana dia di hari minggu? bukannya kampusnya libur* tanya Daniel dalam hati, ya seseorang itu adalah Daniel yang sedang melakukan rutinitas paginya setiap hari minggu
Daniel yang memiliki tanggung jawab besar atas perusahaan sebesar Prasetio corp sekarang ini sangat sibuk hingga dirinya hanya sibuk dengan berkas, meeting, rapat, deadline, kantor, bahkan di rumah pun kadang ia masih saja sibuk dengan tumpukan kertas di ruang kerjanya, waktu istirahatnya bahkan kurang apalagi ditambah saat ini pekerjaan barunya yaitu membuat Alicia terusik dan tidak nyaman berada disisinya
semua kesibukannya itu membuat ia jarang berolahraga setiap hari jadi ia hanya melalukan olahraga setiap hari minggu di ruangan olahraga di mansion minimal 2 jam.
kedua mata Daniel masih memperhatikan Alicia yang mulai menjauh dari rumah utama, hingga Alicia hilang dibalik gerbang mansion yang menjulang tinggi itu dan Daniel baru sadar waktu olahraganya terbuang sia sia gara gara memperhatikan istri penggantinya itu.
"ah waktuku" desah Daniel kemudian kembali melanjutkan aktifitasnya
sedangkan Alicia menghela napas panjang, mengatur nafasnya yang memburu saat ia sudah di luar gerbang dan bertemu sang sahabat yang sudah menunggu Alicia untuk mengantarya bekerja ke coffee shop
"selamat pagi nyonya Prasetio" goda Filda
Alicia hanya mendungus untuk menanggapi dan meraih helm segera memakainya
"berangkat! " serunya semangat.
Alicia akan menjalani seharin ini dengan penuh semangat karna ia yakin saat pulang ke mansion nanti pasti akan ada musibah lagi yang akan ia hadapi, mengingat ia pergi tanpa meminta izin pada tuan suami
sebenarnya ia akan meminta izin pada Daniel untuk keluar namun saat sehabis sarapan tadi, Daniel tak kembali lagi ke kamar, dan Alicia sudah menunggunya sampai jam 9 pagi namun Daniel tak kunjung muncul
bukan ia tak tahu Daniel kemana, ia tahu. berkat buku tebal hitam itu, ia sampai hapal hal hal mengenai Daniel. hanya saja ia tak tahu letak ruang olahraga itu dimana.
masa ia harus mengelililingi mansion yang berhektar hektar ini untuk mencari ruang olahraga
Alicia juga sudah bertanya kepada para mide yang bertugas hari ini di mana letak ruang olahraga, namun entah mengapa mide itu hanya menunduk hormat tak memberi jawaban
*hei hei aku bertanya butuh sebuah jawaban bukan untuk penghormatan* batin Alicia kesal
tak menyerah, Alicia mencari pak Wis untuk ditanyainya namun pak Wis juga tak terlihat sejak acara sarapan tadi
Kemudian ia juga kepikiran dengan makhluk dingin lainnya, yang biasanya selalu mengekor di belakang Daniel namun tampaknya sedari tadi ia tak terlihat yang biasanya selalu stay di lantai bawah saat Daniel akan berangkat kekantor, orang yang dimaksud tak lain adalah sekertaris Ali.
"ah pantesan gak nongol, inikan hari minggu pasti ia liburan" pikir Alicia
Alicia mencari di ruang makan, ruang keluarga, luar pintu utama namun 2 orang yang di carinya juga tak kunjung terlihat. bahkan ia beberapa kali keluar masuk kamar, naik turun tangga hanya untuk mencari mereka, namun mereka tak juga menampakan diri
hah! hanya mencari di 3 tempat itu? hell!
mau gimana lagi, yang ia tahu hanya kamar utama, ruang makan, ruang keluarga juga pintu utama yang setiap hari di laluinya itu.
mau meminta izin via pesan pun tidak bisa toh mereka tak saling berbagi kontak.
ini adalah minggu pertamanya Alicia menjadi keluarga Prasetio, namun ia belum tahu tata letak ruang ruangan mansion.
bagaimana mau tahu, ia tak pernah diberitahu dan ia memang tak berniat tahu toh ini hanya sementara jadi untuk apa capek capek keliling mansion jika akan ditinggalkannya nanti, dan itu mungkin sebentar lagi jika sang pemilik sudah kembali
Alicia mendesah kasar saat usahanya meminta izin keluar tak menemui titik terang, namun ia tak mungkin tak masuk kerja mengingat Alicia sangat butuh pekerjaan itu dan juga ia menemukan kesenangannya disaat bekerja
pasrah, Alicia akan menerima hukuman apapun itu, intinya ia harus bekerja
"ah lagian dia gak peduli juga kan apa yang aku lakukan yang penting tidak merugikannya" gumam Alicia mengingat buku tebal itu
"lo ngomong sesuatu El? " seru Filda di balik kemudi
"eh, enggak beb" jawab Alicia tersadar dari lamunan
Daniel baru saja menyelesaikan aktifitas olahraganya, ia duduk di sebuah sofa ruang olahraga, di sampingnya sekertaris Ali dan pak Wis berdiri menunggu tuannya
pantas saja Alicia tak menemukan salah satu dari mereka
ah orang orang ini! Alicia mencari kalian tahu
"tuan siang ini ada undangan makan siang dari menteri ekonomi di hotel Qwe" ucap Ali memberitahu
"hm" jawab Daniel
\=\=\=\=\=
saat perjalanan menuju Hotel Qwe, tepat di lampu merah, sepasang mata Daniel tak sengaja menangkap sosok mungil yang sedang sibuk kesana kemari dengan baki di tangannya di sebuah coffee shop yang ramai pengunjung itu.
sejenak ia berfikir, sosok mungil itu tampak tak asing baginya, Daniel semakin memperhatikannya dan saat ia yakin siapa orang itu Daniel mendengus saat tahu kalau sosok mungil itu adalah istri kecilnya.
*ngapain ia ada disana? dan pakaiannya?! * Daniel bertanya tanya dalam hati, saat melihat seragam yang dikenakan Alicia tak seperti pakaian yang ia gunakan tadi saat keluar dari mansion
\=\=\=\=
Hetel Qwe
"terimaksih tuan Daniel bersedia meluangkan waktunya untuk jamuan makan siang sederhana ini" ucap pak menteri Ekonomi sopan
Daniel tersenyum tipis menanggapi
sifat Daniel yang dingin itu sudah biasa bagi orang orang yang mengenalnya di dunia bisnis begitu juga dengan para pejabat negara yang pernah bertemu dengannya dan menjalin kerja sama dengan perusahaan Prasetio.
dari awal hingga acara makan siang selesai Daniel tak banyak merespon basa basi menteri ekonomi yang memiliki maksud terselubung itu, Daniel hanya menanggapi yang menurutnya memiliki keuntungan untuk dirinya dan tentunya untuk perusahaan.
juga sepertinya pikiran Daniel tak sepenuhnya berada di acara perjamuan makan siang itu, ia sering melamun hingga pak menteri kadang mengulang ulang kalimatnya untuk mendengar tanggapan Daniel.
*jadi itu alasannya bepergian di hari minggu tanpa izin dariku* batin Daniel
*huh!! hukaman apa yang bagus untuk kucing kecil tak patuh sepertinya yah?*
*tapi itukan urusannya mau ngapain aja, apa peduli ku sih* Daniel mengerutkan dahi bingung dengan pemikirannya sendiri
*tapi,, aku tidak akan menyianyiakan kesempatan ini untuk memberinya hukuman* pikir finalnya di sertai seringai licik
ya saat ini Daniel sibuk dengan pikirannya yang di penuhi Alicia hingga ia mengacuhkan beberapa pertanyaan pak menteri
#####
Happy Reading readers ku
mon maap gaje
Salam Mickey Mouse 24
dari Dunia Halu
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 238 Episodes
Comments
Wiwin Susilowati
adanya orang jahat kayak mereka
2023-05-04
1
andi hastutty
pengen tabok lama2 Daniel
2023-03-01
0
lika
ini cerita koq y hukuman y....ntar endingnya bucin,g seru coba d kasi balasan bagi yg semena2...baru seru😁
2023-02-08
0