Alicia dan dua sahabatnya sedang makan siang di kantin kampus.
"mbak air mineral 1 lagi yah" pesan Filda pada penjaga kantin
"air lo belum habis fil" Darius mengangkat botol minum Filda yang masih tersisa setengah
"kurang banyak itu"
"ini dek" mbak kantinnya menyerahkan botol air mineral ke Filda
Filda menoleh kekiri kekanan, beruntung kantin sepi hanya ada mereka dan penjaga kantin disana. entahlah tumbenan hari ini katin sepi
Filda mengambil botol mineral dan segera membukanya
"habisin sat__" Ucapan Alicia terpotong saat wajahnya tiba tiba
Byurr
"FILDA!!" seru Darius saat Filda menyiram wajah Alicia dengan air mineral
kemarahan Darius pada Filda berubah jadi pertanyaan kepada Alicia saat Darius melihat foundation di dahi Alicia luntur dan nampak lah memar yang disamarkan Alicia tadi
"Dahi lo memar lagi El"
"oh, eh, ini__"
"oh ini apa?" potong Filda "lo mau bilang kecedot pintu lagi" tanya Filda emosi "udah basi alasan lo Elis" geram Filda
"Fil" mata Alicia sudah berkaca kaca atas ucapan sahabatnya
"El, ada yang mau lo ceritain ke kita? " tanya Darius mencoba mencairkan suasana
Alicia diam, ia menunduk, ia tak mungkin menceritakan kehidupannya yang sekarang ke sahabatnya, ia tak mau sahabatnya bersedih atas hidupnya
"Kenapa diam nona muda Alicia Adara Dinata" tanya Filda menekan setiap katanya
Alicia mendongak menatap Filda dan Darius bergantian
"iya kita tau" jawab Darius menjawab keterkejutan Alicia
"bagaimana__"
"Bagaiamana apa? bagaimana kita bersahabat tapi banyak yang lo sembunyiin dari kami? bagaimana lo banyak berbohong kepada kami? bagaimana persahabatan kita hanya sandiwara? " cercah Filda panjang lebar memotong ucapan Alicia
"Fil" lirih Alicia
"Fil udah, kita kasih kesempatan El untuk cerita" Ujar Darius menengkan sahabatnya yang sudah tersulut emosi
"ngak! dia itu gak akan cerita ke kita!" bantah Filda "dia itu cuman nganggap kita orang asing yang hanya bisa berbagi kebahagian tapi tidak dengan deritanya" lanjutnya menggebu
"Aku muak bersahabat sama dia" geram Filda beranjak dari duduknya namun Alicia segera meraih pergelangan tangannya
"Fil" lirih Alicia tanpa melihat wajah Filda
Filda bergeming, ia membuang muka kesamping, air matanya sudah luruh ke pipinya
tidak lama Alicia bangkit dan memeluk Filda dari samping
"jangan tinggalin gue" Ucap Alicia lirih "gue ngak punya siapa siapa selain kalian berdua di dunia ini" isakan Alicia terdengar. ia menangis memeluk erat sahabat baiknya
Isakan Filda pun tak dapat ia tahan lagi, ia berbalik dan membalas memeluk Alicia erat
"plis jangan menderita sendiri beb" ucap Filda di tengah tengah isakannya
"gue akan cerita, tapi tolong jangan tinggalin gue sendiri" Air mata Alicia sudah membasahi pundak Filda
"Bodoh! siapa yang mau ninggalin elo, El" seru Darius di tempat, ia terharu melihat ke dua sahabatnya berpelukan, matanya berkaca kaca namun ia menahan agar air mata itu tidak keluar. mau di taro dimana mukanya kalau ia sampai menangis di depan dua gadis tersayangnya ini yang menganggapnya sebagai superhiro mereka.
"Gue boleh ikut meluk gak" Darius pura pura memelas
"sini" ucap kedua gadis itu barengan
Darius kegirangan mendapat izin, segera ia bangkit dari duduknya, saat Darius merentangkan tangan hendak merangkul kedua sahabatnya tiba tiba 2 toyoran sekaligus bersarang ke kepalanya dan pelakunya tak lain adalah 2 gadis cantik di depannya
"Awww sakit girl" ringis Darius memegang dahinya
mereka terkekeh dengan tingkah Darius
\=\=\=
"Jadi" kembali Filda mengintrogasi Alicia
Alicia menghela napas, pandangannya menyapu keindahan taman kota.
ya tadi di kantin Alicia tak sempat bercerita karna mereka harus mengikuti bimbingan untuk magang semester depan, jadi mereka memutuskan untuk melanjutkan setelah kegiatan meteka selesai dan disini lah mereka, taman kota.
"Maaf" ucap Alicia menunduk, jari jarinya memilin milin ujung bajunya
"termaafkan" sahut Darius
"eh tunggu! bukannya gue yang harus bertanya dulu yah" sergah Alicia saat menyadari sesuatu
"mau tanya apaan lo, yang bohong siapa yang bertanya siapa" ucap Filda memutar bola mata malas
"iya iya maaf beb, tapi.. tapi dari mana lo tau status gue" Alicia memicingkan mata mentap Filda dan Darius bergantian
Filda dan Darius menghembuskan napas pelan
"gue atau lo yus yang mau cerita?" tanya Filda
"lo aja, lo kan.. eh jang deh, nanti banyak yang lo dramatis daramatisin lagi" jawab Darius
"apaan emang gue ibu ibu komplek apa" sungut Filda
"yee kan kebiasaan lo fil" seru Alicia
"lo mau gue cerita apa engga nih" sela Filda
"iya iya" Alicia memutar bola malas
"sekitar satu tahun lalu.. bergulirlah cerita Filda
Flashback on
saat itu Alicia berada di akhir semester 3, Ia yang sibuk mengerjakan tugas tugas kuliah, belajar persiapan semester juga jangan lupakan tugasnya jadi pembantu rumah tangga di mansion ayahnya sendiri, serta sasaran amukan saat ada masalah di keluarga Dinata.
Alicia yang habis dikurung di kamar mandi dan tak diberi makan harus berakhir sakit namun tak ada yang peduli padanya, para sahabatnya pun ia bohongi kalau ia hanya kecapekan karna mengerjakan tugas dan kurang istirahat makanya ia lemah dan sampai pingsan di kelas
namun siangnya ia tiba tiba mendapat tepon kalau ayahnya baru saja kecelakaan dan kehilangan banyak darah
Alicia bergegas ke rumah sakit yang sudah ia terima alamatnya dari asisten ayahnya
namun Alicia tak menyadari bahwa kedua sahabatnya ternyata mengikutinya
sebenarnya Filda dan Darius sudah menaruh curiga jauh jauh hari jika ada yang di sembunyiin Alicia, sahabat yang dikenalnya dari bangku SMA itu.
namun saat Alicia meyakinkan bahwa ia baik baik saja dan memang sudah risikonya mendapat berbagai memar di badannya tak lain karna Alicia lah yang ceroboh
namun kali ini Filda dan Darius ingin memastikan dan tak mau menerka nerka lagi, jadi dia mengikuti Alicia mengingat tidak ada larangan di rumah sakit berbeda di Mansion Dinata yang penjagaannya ketat tak sembarang orang bisa masuk
saat berhasil mengikuti Alicia sampai dirumah sakit betapa terkejutnya mereka akan fakta bahwa Alicia ternyata anak kandung dari Dinata
ya, mereka tak sengaja mendengar percakapan Alicia dan seorang wanita paru baya yang terlihat sangat anggun namun kata katanya kala itu sangat tidak manusiawi, wanita parubaya itu adalah Maria Rocpala, istri tuan Dinata
"donorkan darahmu untuk suamiku" paksa Maria kala itu, bahkan tangannya sudah mencengkeram leher Alicia
"tante deng..ar sen..diri tadikan kalau sa..ya tidak da..lam keadaan tid..ak bisa mend..donor" ucap Alicia susah payah
Alicia dengan senang hati ingin mendonorkan darahnya untuk ayahnya mengingat stok darah rumah sakit yang sama dengan Ayahnya kosong, hanya ia dan ke dua kakanya lah yang bisa mendonorkan darahnya untuk sang ayah mereka namun saat pemeriksaan kesehatan tubuh Alicia lemah bahkan dokter menyarankan Alicia untuk dirawat di rumah sakit mengingat demamnya sangat tinggi dan maag nya kambuh
dan kedua kakaknya beralasan kalau mereka takut jarum suntik jadi mereka tidak bisa, juga Maria tidak tega kalau ke dua anak gadisnya kesakitan jadi Maria tidak mengijinkan mereka berdonor, kan masih ada darah Alicia. persetan dengan kesehatan Alicia. pikir Maria
"saya tidak peduli, setidaknya itu sebagai balasan untuk ayahmu yang telah menampung anak tak berguna sepertimu selama ini " desis Maria di depan wajah Alicia cengkraman pada leher Alicia semakin erat
"nyonya anda bisa membunuhnya" sahut asisten pribadi Dinata yang sedari tadi hanya diam
"anak wanita murahan ini mati lebih bagus malah" Geram Maria ia menghempas tubuh Alicia hingga terjungkal kelantai
Deg
dua saudarinya hanya duduk diam sibuk memainkan ponsel masing masing tak peduli sekitarnya
Flashback of
#####
Happy Reading readers
Salam Mickey Mouse 24
dari Dunia halu
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 238 Episodes
Comments
Ayuna Kamelia
Sumpah bapaknya si alicia tu manusia apa bukan si
anak kandungnya disiksa gitu dibiarin
huh
2024-01-15
1
Borahe 🍉🧡
ah ge mewek Thor
2023-11-21
0
andi hastutty
sahabat yg tulus dan baik
2023-03-01
1