"Maafkan saya nyonya muda tapi tuan muda melarang anda keluar dari kamar hari ini"
"saya ada jadwal kuliah pak Wis, kalau saya tidak masuk nanti saya alpa"
"nyonya muda bisa menghubungi dosen nyonya untuk meminta cuti sakit"
*dikiranya menghubungi dosen gampang apa! kalau orang orang seperti tuan mudamu, kak Maureen dan kak Maura itu mah masalah gampang karna mereka punya kekuasaan, lah aku bisa apa? nama besar doang punya tapi kekuaasaan sama sekali nol* Alicia membatin menatap jengkel pak Wisnu
"saya tidak punya kontak dosen saya pak Wis" mohonnya *lebih tepatnya saya tidak punya apa apa untuk bisa menyogok mereka agar di beri izin mahasiswa miskin seperti ku ini yang hanya mengandalkan beasiswa* lanjutnya dalam hati
"Maafkan saya nyonya muda" Pak Wis menunduk hormat dan berpamitan
"Ya!! pak Wis tidak kah ini terlalu kejam"
Pak Wisnu menoleh dan kembali membungkuk dan keluar dari kamar utama
"Aish!"
Ceklek
Klik
Alicia buru buru melangkah ke arah pintu mendengar suara pintu terkunci
Klek
Klek
"dikunci beneran" gumamnya tak percaya
"ya!! pak Wisnu!! "
"buka pintunya!" teriak Alicia
Klek
Klek
"Pak Wisnu tua!"
"Aish"
Alicia menghela napas kasar
"aku melakukan kesalahan apa lagi sih sampai dikurung gini"
"Ya Allah bolehka aku menyerah akan hidupku"
"sungguh aku muak dianggap hanya sebuah mainan di mata mereka"
Ntah sejak kapan air mata itu sudah luruh di pipi mulusnya.
tring tring tring (bunyi panggilan masuk)
Alicia segera meraih telponnya dan melihat siapa yang menelponnya, seketika ia punya ide dalam otak cantiknya
"Beb, gue butuh bantuan lo dan Darius" Alicia menyerigai
\=\=\=\=\=\=
Seorang pria berparerawakan sempurna baru saja keluar dari mobil mewahnya disusul sekertarisnya dari belakang, mereka memasuki salah satu perusaahan terbesar di dunia, Prasetio Corp. dengan langkah tegap dan aura dingin
Para karyawan yang di lalui mereka langsung menunduk hormat tak berani bertatapan dengan 2 orang tersebut.
"selamat pagi presdir! selamat pagi sekertaris Ali!" seru mereka
Daniel Prasetio sang presdir dan sekertaris Ali sang tangan kanan presdir tak memberi respon apa apa, mereka hanya terus melangkah menuju lift khusus direktur tanpa peduli sapaan mereka. sombong! ya bisa jadi, toh mereka memang tidak suka berbasa basi dan aura dingin itu selalu mendominasi tempat apabila mereka berdua ada disana.
*sempurna nya ciptaan tuhan*
*dingin tapi menghangatkan*
*uh satu atap sama mereka saja sudah nikmat tak ternilai harganya*
*bisa jadi salah satu karyawannya saja udah besar kepala aku*
kira kira itulah kata hati para karyawati karyawati yang ada disana. mereka hanya bisa bersuara dalam hati sebab mereka takut mengeluarkan suara meski hanya sekedar bisik bisik mereka tak mampu.
"Dimana" setelah memasuki lift khusus presdir, Daniel membuka suara tanpa menoleh
"nona Maureen setelah kemarin dari Paris dengan teman temannya, saat ini ia ada di negara Korea berlibur namun sepertinya kali ini ia terlihat sendiri tidak bersama teman teman sosialitanya lagi" jelas Ali pada tuan mudanya
"biarkan dia berlibur sesukanya sampai ia puas" tegas Daniel
"baik tuan muda"
sebenarnya ada sesuatu yang Ali ingin sampaikan namun ia berpikir ini belum waktunya sebelum ia tahu dengan jelas kebenarannya. saat ini masih dalam proses penyelidikannya sendiri, tentu saja tidak berani memberitahu Daniel, bisa mati riwayatnya saat itu juga kalau ia dengan lancangnya bertindak tanpa persetujuan dari tuan mudanya. apalagi ini menyangkut dengan orang yang di cintainya.
"jangan mengganggunya" sahut Daniel tegas melirik kepada Ali
Ali menelan luda kasar, ia ketangkap basah kali ini.
"baik tuan muda" jawab ali tak kalah tegas
\=\=\=\=\=\=
"Aish"
"gak segampang yang gue pikir"
Alicia kesal bukan main, rencananya kabur melibatkan kedua sahabatnya gagal sudah.
Ia menghembuskan napas gusar, menatap kesal pada paket di depannya. hari ini adalah pertemuan terakhir dengan dosen matkul sebelum minggu depan ujian semester.
Pertemuan ini sangat penting namun ia tak punya kesempatan untuk mengikutinya.
Flashback on
"gue sama Darius udah di depan gerbang nih"
"ya udah masuk" seru Alicia dengan berbinar
"gak bisa oon, banyak penjaga pagar dan kami nggak di bolehin masuk. di tambah lagi ada bodyguard tuh lagi jalan kesini" lapor Filda
*oh iya gue lupa penjagaan mansion ini lebih ketat dari mansion ayah* batin Alicia tersadar
"El?"
"Elis, lo dengar gue kan?" seru Filda di seberang telpon
"eh iya gue dengar"
"gini deh, beralih ke rencana B. lo bilang ke mereka lo lagi anterin paket itu untuk nyonya muda dan harus menyerahkannya langsung"
"Darius udah ngomong gitu dari tadi tapi malah kami di tuduh yang enggak enggak" kesal Filda
"Lagian lo nggak ada takut takutnya nyeret nyeret nama nyonya muda lo? " lanjut Filda tak percaya dengan kelakuan Alicia
"eh, oh iya, nyonya muda gue baik soalnya" jawab Alicia terbata
"terus kenapa tidak minta bantuan nyonya muda lo aja buat keluar bentar, kan beres El" cecar Filda
"eh,, nyonya muda gue itu__"
"lo aneh deh, bukannya kemarin lo bilang kalau lo pembantu pengganti yang dapat keistimewaan yah" seru Filda memotong ucapan Alicia yang seperti orang kehabisan kata kata
"i iya, tapi gue itu habis ngelakuin kesalahan fatal sampai tuan muda rumah ini marah besar, jadi deh gue kena hukum" belanya yang memang kenyataan, namun ia tak tahu kesalahan apa yang ia lakukan hingga harus mendapat hukuman dan terkurung
"tapi lo enggak di apa apain kan? " tanya Filda khawatir
"eh, enggak kok, cuman di larang keluar seharian"
"syukur deh kalo lo enggak di apa apain"
"jadi gimana ini Fil? "
"Darius udah berusaha bujuk mereka tuh tapi gak berhasil" Filda mendesah "paket itu malah udah di rebut sama bodyguard datar itu" lanjutnya
"ya udah deh. gue alpa aja hari ini" pasrah Alicia
"Lo tenang aja beb, gue akan rekam pelajaran nanti kek biasanya"
"huhuh lo memang sahabat terbaik" histeris Alicia
"lebay lo" sela Filda "ya udah gue sama Darius kekampus dulu beb, ngeri lama lama berurusan sama om om muka datar disini" lanjut Filda menatap ngeri satu persatu panjaga gerbang dan bodyguard
Flashback of
"Tuhan apa salahku sih sampai nasibku begitu sial"
"aku hanya ingin kuliah dengan baik hingga aku bisa lulus dan mendapatkan kerja agar bisa berdiri sendiri tanpa harus bergantung lagi sama ayah"
"aku sungguh capek dengan semuanya"
"rasanya aku ingin pergi jauh dari kehidupan mereka"
"tapi aku ngak punya apa apa dan gak punya siapa siapa selain Ayah" Alicia menangkupkan kedua telapak tangannya di wajahnya dengan siku bertumpu pada lulutnya
Alicia terus bermonolog di dalam kamar luas dan megah milik tuan suami yang dengan kejam mengurungnya setelah memberinya beberapa luka di bagian tubuhnya.
sepertinya, takdir hidupnya memang menanggung sesuatu yang tidak ia lakukan. ia korban tapi malah jadi tersangka
#####
Happy reading readers kuh
lagi lagi mon maap banyak typo, ada kata yang gak nyambung
penulis abal abal ini. hahahah
Salam Mickey Mouse 24
Dari Dunia Halu
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 238 Episodes
Comments
𝙵𝚑𝚊𝚗𝚒𝚊 🦂🦂 🦂
kmu msh punya om dan kakek yg sedang mencari mu Elis, bersabar lah sedikit lg
2024-04-28
0
Elisanoor
goblok luh ,menyedihkan idup lu Daniel
2024-01-13
0
Shanty Chamidz
kena ya harus ada suara hati juga..mana memaki sama mengumpat lagi..jadi kesan sedihnya hilang..
2023-08-05
0