Alicia menunduk pasrah dengan kejadian apa yang akan di lewatinya kali ini
Daniel bersiul
bersiul dua kali
bersiul tiga kali
"Ya!! budek lo!" teriaknya menatap nyalang Alicia yang tak kunjung mengangkat wajahnya padahal ia sudah bersiul beberapa kali memberi kode
Alicia mendongak kan wajahnya dan melihat ke arah Daniel
"berbicara dengan ku tuan" tanya polos Alicia
"gak!"
"oh" Alicia mengangguk dan kembali menunduk
"sama siapa lagi bodoh!" bersamaan dengan bantalan sofa mengenai kepala Alicia
Alicia gelagapan menangkap bantalan sofa hingga selimut dan bantal di tanggannya tadi terjatuh
"gue mau tidur di sofa malam ini" ucapnya pongah dan bersedekap dada
Alicia melongo mendengar ucapan Daniel. apa katanya? tidur di sofa yang sempit itu sedangkan ada ranjang king size disana tak berpenghuni. Wahh Alicia benar benar merasa takjub dengan sikap dominan yang dimiliki calon mantan suaminya ini.
"kenapa bengong bodoh, siniin selimut sama bantalnya" perintahnya
Alicia memungut selimut dan bantal dan melangkah mendekat memberikannya kepada Daniel
"sana lo" usir Daniel setelah mengambil selimut dan bantal
Alicia menghela napas panjang, tak apa, bahkan ia pernah semalaman tidur di depan pintu rumah ayahnya sewaktu kecil saat ia melakukan kesalahan dulu. jadi ini tak begitu berat untuknya
*semangat Elis* batinnya
Alicia memilih mengerjakan tugas kuliahnya untuk menghindari rasa kantuknya, ia duduk di sofa tunggal dekat jendela jauh dari pandangan Daniel
sementara Daniel, ia gelisah dengan posisi tidurnya yang tak nyaman. bagaimana tidak, panjang tubuhnya lebih panjang dari pada sofa, alhasil kakinya meringkuk tak nyaman sesekali ia mengantung kaki panjangnya di lengan sofa. sesekai ia menendang keras lengan sofa yang menganggu kenyamanan berbaringnya.
ia saja yang bodoh toh ada ranjang yang luas melintang disana teranggurin. entahlah yang bodoh ia atau Alicia sih. ck ck ck
tapi baginya selama bisa membuat Alicia tak nyaman ia akan saaangat dengan senang hati melakukannya. Kejam memang
"itu anak piatu loh yang lo jahatin Daniel" geram Author namun Daniel tak mendengarnya
jam menunjukan pukul 03:00, Daniel bangkit dari berbaringnya, badannya pegal. Ia sedari tadi belum juga bisa tertidur.
saat ia hendak menaiki ranjangnya matanya menangkap sosok mungil di sebuah sofa tunggal dekat jendela kaca, perlahan ia mendekat, karna tak ada pergerakan sama sekali ia memberanikan diri melangkah ke depan Alicia
Ia mendengus melihat ternyata Alicia sudah terlelap dan damai dalam tidurnya dengan posisi duduk bersandar di kepala sofa, buku di pangkuannya dan pulpen terselip di daun telinganya
"niat gue buat ngerjain dia malah gue yang tersiksa" gumamnya pelan
"apa dia enggak pegal tiduran di sofa sempit itu" Daniel memperhatikan tubuh Alicia dari kaki hingga kepala dan tatapan matanya terhenti di kening Alicia
"Dasar bodoh. dia nggak ngerasa sakit gitu sampai membiarkan lukanya begitu saja, kalau infeksi kan ribet" omelnya pelan. dan entah dorongan dari mana tangannya perlahan terangkat mengelus dengan seringan kapas luka di Alis Alicia yang terlihat tak ia obati.
Daniel melangkah ke arah lemari mencari sesuatu dan setelah mendapatkannya, pikirannya tiba tiba sadar
"Apa yang lo lakuin sih Daniel?"
Seketika ia menyimpan kotak obat p3k kembali di dalam lemari dan melangkah lebar menuju ranjangnya mengabaikan semuanya dan memilih tidur.
Jam 6 pagi Daniel sudah bangun, dan ia kembali emosi melihat gadis bodohnya masih tertidur dengan lelapnya di sofa tunggal itu.
Daniel meraih bantal dan melemparkannya ke arah Alicia namun tidak sampai sasaran
Bug
Bug
Bug
Bug
hingga lemparan bantal ke 4 pun hanya tergeletak di lantai jauh dari sasaran. Emosinya kian memuncak, menyingkap kasar selimutnya, bangun dan tergesa gesa melangkah ke arah Alicia
saat tangannya hendak menjambak rambut Alicia, ia tertegun melihat gadis malang di depannya yang tampak gelisa dalam tidurnya, bulir bulir keringat bercucuran di dahinya, badannya gemetar
telapak tangan Daniel spontan menyentuh dahi istrinya itu, mata Daniel membola merasakan suhu panas tubuh Alicia
belum sempat Daniel menguncang tubuh Alicia untuk membangunkan tangan Alicia menyentuh tangan Daniel di dahinya, dan matanya perlahan terbuka
"Kau! " pekik Alicia, matanya membola, segera ia menghempaskan tangan Daniel.
Daniel yang tidak terima di perlakukan demikian kembali emosi namun saat melihat Alicia meringis saat akan berdiri, Daniel juga ikut meringis di buatnya.
"Sshh"
"Lo ngak papa?" pertanyaan itulah yang akhirnya keluar
Alicia melirik tajam ke arah Daniel
"apa apa kalau tuan masih di situ" sinisnya
Kembali Daniel meringis dengan ucapan sinis Alicia barusan
*huh sia sia aku khawatir padanya padahal dia baik baik saja sepertinya, omongannya aja udah pedes gitu* Daniel membatin
"kamu saudaraan dengan panda yah? " tanya Daniel melihat keadaan Alicia
Alicia mengerutkan dahinya bingung dengan pertanyaan Daniel yang agak.. absurd gimana gitu.
"matamu mirip panda soalnya. HAHAHAH" terbahak keras
"tapi kembar kebo juga sih. Hahahah" ucapnya di sela sela tertawanya, tawa Daniel sampai membuat air mata keluar dari sudut matanya
Alicia melongo tak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya dan dilihatnya sekarang
benarkah Daniel Prasetio yang ada di hadapannya saat ini? jika iya, Wah sungguh keajaiban bisa melihat tingkah konyolnya saat ini.
bayangkan saja, Daniel tertawa sambil memegangi perutnya, sebelah tangannya menepuk nepuk pahanya keras dan terduduk di lantai tanpa sadar, padahal Alicia ada duduk tepat di hadapannya. posisinya saat ini seperti Alicia seorang Nyonya dan Daniel seorang pelayan.
kejadian yang sangat langkah bukan? tapi mana ada sih pelayan yang berani menertawakan majikannya di depanya langsung. hadehh.
mimpi aja lo Alicia!
"Khem" Daniel tersadar dari tingkah konyolnya, ia buru buru bangkit dan bergegas ke kamar mandi
jam 6:40
Alicia mengikuti langkah Daniel dari belakang, saat hendak membukan pintu kamar untuk Daniel, Daniel berdehem
"Khem"
"gak usah antar saya ke bawah" ucapnya menyingkirkan tangan Alicia dari hendel pintu.
Daniel melirik Alis, turun ke siku kemudian turun ke lutut Alicia yang memar, itu tak lain karna perbuatan Daniel kemarin yang iseng namun membuat celaka orang lain.
"Hari ini jangan keluar kamar selangkah pun" titahnya sebelum melangkah keluar meninggalkan Alicia
Alicia melongos di buatnya,
*sungguh tuan muda yang dominan*
Daniel turun dan di sambut oleh sekertaris Ali dan pak Wisnu juga beberapa Maid yang bertugas di sana hari ini.
"Selamat pagi tuan muda" membungkuk tanda hormat
"Hm" Daniel melangkah menuju meja makan
"Pak Wis antarkan sarapan nyonya muda kekamar" ucap Daniel setelah menduduki kursi
"baik tuan muda"
"juga suruh pelayan wanita membantunya mengobati lukanya"
"baik tuan muda"
"jangan biarkan ia keluar dari kamar hari ini"
"ya tuan muda"
Sekertaris Ali melirik Daniel, tatapan matanya sirat akan pertanyaan ada apa dengan istri tuan mudanya? hingga Daniel bisa mengeluarkan beberapa perintah hanya untuknya, mengingat kepribadian Daniel sangatlah irit bicara.
selesai sarapan Daniel berangkat kekantor dengan sekertaris Ali.
sedangkan dikamar utama, setelah pak Wisnu mengantarkan sarapan untuk Alicia, kini 2 orang maid tengah membantu Alicia mengobati lukanya namun sepertinya Alicia sangat geram dengan ke duanya.
"keluar! "
"saya bisa mengobatinya sendiri" bersedekap dada menatap jengah 2 orang maid di depannya
"maafkan kami nyonya muda tapi ini perintah langsung dari tuan muda" kata salah 1 maid dengan menunduk
*aku bahkan tidak tau harus bereaksi bagaimana saat orang lain membantu ku mengurusi lukaku sebab selama ini aku selalu sendiri* Batinnya Alicia
######
Balik lagi
Happy reading readers
maap kan banyak typo ye
Salam Mickey Mouse 24
Dari Dunia Halu
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 238 Episodes
Comments
xxʀᴀ372
klo gw di posisi alicia, mungkin gw udah depresi deh/Cry/
2024-02-17
1
xxʀᴀ372
emmm atau yatim piatu, karna kn dia udah kaya nggk di anggap anak oleh ayahnya. ayahnya kaya udah mati. /Frown/
2024-02-17
2
Elisanoor
kagak lucu govlok
2024-01-13
0