Mentari pagi merangsek ke permukaan bumi, cahayanya menelusup masuk lewat celah celah gorden jendela kaca, menyinari ruangan yang memiliki pencahayaan redup, disana ada sebuah kepompong besar masih setia dengan kegiatannya di sebuah sofa, bulu matanya yang lentik masih saling merekat enggan untuk terlepas seolah olah jika dipisahkan bumi akan kiamat saat itu juga, dengan suara dengkuran halusnya menandakan ia masih berada dalam dunia bahagianya, alam mimpi.
Wajahnya begitu damai, tenang, seolah olah ia adalah makhluk hidup yang tak pernah memiliki permasalahan hidup.
Ia terlihat begitu cute dengan alis agak tebal, hidung mungil dan bibir merona yang tidak terlalu tipis tanpa hiasan apapun. Siapapun yang melihatnya tidak akan tega membangunkannya.
Semua itu tak terlepas dari sepasang mata yang menatapnya, seseorang itu menelan ludahnya kasar ia tak tega menyentuh kepompong besar ini, untuk yang kesekian kali orang itu menoleh kebelakang. Disana dibelakangnya ada seorang mahluk lagi yang duduk menyander di kepala ranjang menatap tajam ke arah kepompong besar itu juga. Aura iblisnya terlihat jelas dari caranya menatap, kemudian ia menjentikan ibu jari dan tengahnya hingga menghasilkan bunyi, dan sepersekian detik selanjutnya
Byuurrr
Kempompong malang itu basah kuyup. Ia tersentak, gelagapan mendudukan dirinya yang susah payah mengumpulkan nyawanya yang sebagian masih berada dalam dunia mimpinya. Kepompong malang itu tak lain ialah Alicia Adara Dinata, eh salah deng, ia adalah Alicia Adara Prasetio
"Maaf membangunkan mu nyonya, tuan akan berangkat kekantor dan ia belum mandi" kata si pelaku penyiram, di tangannya ember yang berisikan air tadi kini sudah kosong masih ia pegang dengan santai seolah tak merasa bersalah atas perlakuannya, ia tak lain adalah si sekertaris Ali tangan kanan si tuan suami, Daniel, si pemberi perintah atas insiden penyiraman itu.
Alicia susah payah mengatur napasnya, ia kaget bukan main, wajahnya kebas terkena seember air tiba tiba dan lagi hidungnya terasa perih kemasukan air.
Semua itu tak terlepas dari mata Daniel dan disana ia sudah terbahak bahak memegang perutnya menyaksikan tontonan menarik yang di perankan istri dan sekertarisnya.
Setelah tersadar Alicia menatap sekertaris Ali bingung dengan maksud perkataannya tadi, Alicia mengabaikan makhluk yang masih terbahak disana. Karna ia tau kalau yang jadi bahan tertawaan Daniel tak lain dan tak bukan adalah dirinya yang menyedihkan. Dan itu sudah biasa baginya, penderitaannya jadi bahan kebahagiaan orang lain
"ini sudah kepagian nyonya, tuan akan telat nanti" jelas Sekertaris Ali melihat kebingungan istri tuannya.
Alicia memicingkan matanya melirik sekilas ke arah Daniel kemudian menatap lagi Sekertaris Ali meminta penjelasan yang jelas, perkataan sekertaris Ali yang ke dua tidak juga ia paham
*terus kenapa kalau kepagian, kenapa ia tidak berangkat saja, apa hubungannya denganku sih, sampai tega pakai siram siram segala * batinya bergemuruh
* toh kami juga bukan suami istri sungguhan, jadi tak perlu harus mengantar suami ke mobil terus mencium tangannya kan* batinya lagi. ingin sekali ia berteriak menyuarakan isi hatinya namun ia tak punya cukup keberanian, mengingat ia lah yang selalu salah dimana dan bagaimanapun kondisinya. alhasil ia hanya diam.
"Ah sudah lah Ali, dia memang lalot tak ada gunanya ia hidup" seru Daniel dari ranjang menyaksikan kebingungan gadis bodoh di sana kemudian ia melesat ke kamar mandi.
Namun saat berada di ambang pintu Daniel berbalik
"Ali beritahu padanya mengenai tugas tugasnya secara detail jangan ada yang ketinggalan se incipun mengingat dia itu manusia lelet terbodoh di dunia" cemohnya panjang lebar kemudian masuk kedalam kamar mandi
*apa tuan sangat marah sampai ia berbicara panjang lebar begitu * batin sekertaris Ali merasa awas
Sekertaris Ali kemudian mengeluarkan buku tebal warna hitam dari tas jinjingnya seperti buku skripsi yang juga sudah terjilid dengan judul +Tugas Nyonya Muda Prasetio+ beratus halaman itu
"baiklah nyonya, tolong pelajari ini, ini adalah tugas tugas nyonya menjadi istri tuan Daniel" menyerahkan buku fiksi yang terlihat seperti buku ilmiah itu.
Alicia mengambil buku itu, membaca sampulnya, ia memiringkan kepalanya kemudian tidak lama ia terbahak
"Hahahah jangan bercanda!" tawanya terlepas begitu saja, ini sangat konyol pikirnya. Bukankah ia hanya istri pengganti ? Yang kapan saja ia bisa di tendang keluar dari istana ini, bisa besok, lusa atau bahkan nanti siang saat kakaknya Maureen sudah siap mengambil posisinya kembali.
Sekertaris Ali tercengang dengan gadis di depannya, ia tahu betul kalau gadis ini hanya istri pengganti namun alih alih menolak, gadis ini dengan suka rela melakukan pengorbanan, padahal ia juga nona muda dari keluarga Dinata. Dan sekarang gadis ini tertawa seolah ini lucu baginya padahal baru saja ia mendapatkan penganiayaan yang sialnya itu, ia lah pelaku penganiayaan tersebut.
Alicia tidak peduli dengan lelaki di depannya, tawanya lepas begitu saja. Ia merasa lucu dengan semunya, tentang garis hidupnya yang hanya bisa jadi boneka bagi orang orang yang disayanginya.
Dan sekarang apalagi ini, ia harus belajar jadi istri yang baik katanya? What the hell. Buang buang waktu saja.
"saya tidak bercanda nyonya. Sebaiknya anda menurut kalau anda tidak mau kejadian seperti tadi terulang lagi" Sahut sekertaris Ali tegas.
"hei hei. Ini hanya akan buang buang waktu. Kau tau itu dengan pasti" menatap Sekertaris Ali setelah tawanya reda "lagian saya sudah tau tugas saya selama menjani peran ini, saya sudah menandatangani kontrak pernikahannya tau!" sunggutnya
"saya tahu. Dan baguslah kalau nyonya sudah tau tugas nyonya, Tapi melihat kejadian barusan saya ragu kalau nyonya hanya berguarau" menyunggingkan senyuman mengejek membalas tatapan Alicia "untuk saat ini yang harus saya pastikan adalah kemauan tuan Daniel harus terlaksana" lanjutnya dengan suara dingin,
Alicia mengerjap dan menelan ludahnya kasar mendapat tatapan dingin sekertaris Ali
*gak tuan gak sekertaris sama sama manusia pencabut nyawa* Alicia membatin, ia sadar akan situasinya
"baiklah baiklah. Saya akan membacanya dan kalau bisa saya akan mengambil referensi disini untuk skripsi saya nanti" Pasrah Alicia, ia menimbang nimang buku tebal itu.
"good. Kalau gitu saya permisi nyonya" sekertaris Ali pamit undur diri sedikit membungkuk kan kepalanya ke Alicia
Alicia mendengus kesal di buatnya.
Namun saat sekertaris Ali hendak berbalik ia teringat sesuatu
"Mulai lah tugasmu nyonya muda, jangan hanya duduk diam disana" kemudian berbalik hendak keluar
"Nyonya nyonya, aku bukan nyonya! Aku nona!! " seru Alicia sebal dengan panggilan nyonya itu
"Anda memang nyonya, nyonya muda. Setidaknya untuk pagi ini anda nyonya muda Prasetio, ntah kalau pagi selanjutnya" balas sekertaris Ali tanpa berbalik dan melangkah lebar meninggalkan Alicia yang menyedihkan itu.
"Ya ya ya serah mu" teriak Alicia jengkel menendang nendangkan kakinya kedepan seolah ada sekertaris Ali dan si tuan suami Daniel disana
"khem!"
Alicia seketika mematung, matanya mengerjap beberapa kali, kaki kanannya yang mengantung perlahan ia tarik untuk kembali ke sisi kaki kirinya kemudian ia berbalik ke arah suara dan sontak matanya membulat sempurna dengan pemandangan di depannya
*Aaiiisshh * batinnya merutuki nasibnya
####
Yuhuuu balik lagi aku
update 02.10 malam dong, weww mataku lagi kambuh tak mau terpejam dia
Happy Reading readers kuh
lagi lagi mon maap banyak typo,
juga dengan penulisan kata dan kalimat yang rada rada amburadul. maapin ya
Salam Mickey Mouse 24
Dari Dunia Halu
#hanya penulis abal abal
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 238 Episodes
Comments
Vina Dwi
Novel judulnya apa ya yg pemerannya namanya Kenan lupa aku mungkin ada yg tau
2024-11-09
2
Elisanoor
kebangetan bgt
2024-01-13
0
Nonna Mel
gg suka kasar bgt banguninnya pake air
mending dijitak gg sii daripada disiram
daniel orkay tapi norak
2023-12-23
0