semua orang melihat ke arah Wina tak terkeculi Alicia
"terima kasih Ayah dan terima kasih ibu atas kejujuran hatimu, setelah ini saya janji akan lebih semangat dan kuat lagi menghadapi dunia " sahut Alicia memberanikan diri buka suara, ia menatap ayah dan ibu mertuanya bergantian dengan tersenyum manis seolah olah ia baru saja mendapat pujian "selamat malam semuanya" lanjutnya kemudian bangkit dari duduknya pergi dari ruang keluarga lebih tepatnya ruangan pengintimidasian atas dirinya.
Alicia sungguh muak dengan kenyataan satu itu 'anak perempuan penggoda' yang bahkan ia tidak tau jalan cerita yang sebenarnya. tapi biarlah toh mamanya juga sudah meninggalkannya seorang diri tanpa bukti apa apa. bahkan ia tidak tau rupa mama kandungnya seperti apa. selembar fotopun ia tak punya.
"kamu kuat Elis kamu kuat, ini bukan apa apa Elis, kaadaan yang lebih mengerikan sudah biasa bukan untukmu" bermonolog menyemangati dirinya namun bibirnya tetap bergetar menahan tangisannya, matanya sudah buram karna air mata yang membendung di pelupuk mata sepersekian detik selanjutnya air matanya luruh begitu saja dari mata bulat hitam pekatnya yang tak mampu lagi membendung air matanya
sungguh tragis nasibnya keluar dari kandang macan namun terjebak dalam kandang singa
tidak mau tenggelam dalam kesedihannya ia memilih tidur lebih baik. masih ada hari esok yang akan menyambutnya entah masalah apa lagi tapi ia sudah siap menghadapinya.
Alicia masuk kamar, menuju lemari mencari selimut kemudian mengambil sebuah bantal untuk ia pakai tidur di sofa, ya iya tidur di sofa karna ia cukup tau diri akan statusnya yang hanya menumpang jadi ia akan berusaha untuk tidak mengusik atau menganggu kenyamanan orang lain karna kehadirannya.
tidak membutuhkan waktu lama Alicia terlelap dengan damai di sofa, meski agak sempit tapi sofa itu cukup empuk dan nyaman baginya dari pada harus tidur di lantai.
tidak lama setelahnya Daniel memasuki kamar, pandangannya menyapu kamar mencari sesuatu, dan bola matanya berhenti pada sebuah sofa dimana ada sebuah gundukan di balut selimut sepenuhnya disana yang menyerupai kepompong raksasa.
Daniel melangkah pelan mendekat, setelah sampai di sofa dengan sekali tarikan, selimut itu terlepas dari tubuh Alicia dan berhasil membuat Alicia terjingkat kaget kemudian terjatuh ke lantai. sikunya membentur ujung meja kaca sampai darah segar keluar dari sana dan bokongnya nyeri akibat benturan di lantai tiba tiba.
"Awww" pekiknya karna kaget juga karna kesakitan
Daniel menatapnya datar, ia tidak peduli dengan kesakitan Alicia.
"Apa maumu"setelah menetralkan emosinya Alicia mendongak menatap tajam mata Daniel
"berani sekali menatapku dengan tatap itu HAH" bentak Daniel mencengkeram kuat rahang Alicia sampai bibir Alicia terbuka dan maju kedepan (kek donal bebek)
Alicia tersentak, ia gemetaran, ia takut melihat Daniel dengan tatapan memangsanya. yang bisa ia lakukan hanya mengalihkan pandangannya menghindari mata Daniel
"maaf" cicitnya, lagi lagi kata yang tidak pernah absen ia ucapkan setiap hari itu. setiap hari ia selalu salah meski ia tidak tau kesalahan apa yang ia lakukan
Daniel menghempas kasar tangannya dari wajah Alicia hingga belakang kepala Alicia membentur lengan bawah pinggiran sofa
Daniel melangkah ke arah nakas dan mengambil map coklat disana, kemudian ia berbalik lagi ke arah sofa dan melempar map disana
"baca dan pahami" desisnya. ia menghemoaskan bokongnya di sofa dan bersedekap dada
Alicia meraih map dan membukanya dengan perasaan was was. itu adalah surat perjanjian yang ia tanda tangani tadi pagi sebelum resmi jadi istri Daniel. sekitar beberapa lembar ia pun mulai membacanya
**perjanjian pernikahan
Pihak pertama \= Daniel Prasetio
Pihak kedua \= Alicia Adara Dinata**
lembar pertama
**1. pihak pertama adalah aturan yang wajib bagi pihak kedua
pihak pertama adalah aturan yang wajib bagi pihak kedua
hingga nomor 15
pihak pertama adalah aturan yang wajib bagi pihak kedua**
*what the hell? dengan kalimat yang sama hanya nomor yang berbeda* batin Alicia bingung, ia menoleh ke arah Daniel meminta penjelasan, namun yang ditatap tak memberi respon apa apa, Alicia hanya menghela napas pelan ia tidak punya pilihan lain selain melanjutkan membaca isi perjanjian
lembar ke dua
**pihak kedua wajib melaksanakan aturan dari pihak pertama
2 hingga nomor 15
pihak kedua wajib melaksanakan aturan dari pihak pertama**
*lagi?* batinnya lagi melirik ke arah Daniel yang terduduk dengan tenang di sofa.
saat ini Alicia masih duduk dilantai untung saja disana ada karpet bulu yang tebal dan halus hingga bokongnya tidak kedinginan bertemu langsung dengan lantai marmer. Alicia terus membaca meski ia sudah tau kalau inti perjanjiannya itu hanya satu hanya saja kata katanya yang di rubah
lembar ke 3
1. pihak pertama tidak menerima penolakan dalam bentuk apapun dari pihak kedua
2 sampai no 15 (kalimat yang sama)
*kan* meski malas Alicia terus melanjutkan karna mata seseorang terus mengawasinya.
lembar ke 4
1. pihak kedua tidak akan menolak segala aturan dari pihak pertama(hingga nomor 15)
bahkan adila tak lagi membaca no 2 sampai no 14. ia hanya akan membaca no 1 dan langsuk ke no 15, toh isinya tetap sama
lembar ke 5
**1. pihak pertama wajib mengatur apapun tentang pihak kedua
pihak pertama wajib mengatur apapun tentang pihak kedua**
Alicia menghela napas panjang kemudian menaruh lagi lembar perjanjian itu kedalam map
"sudah? lalot sekali! hanya membaca lembaran segitu sampai memakan waktu beberapa detik. harusny 2 detik beres" serunya mengolok
Alicia menipiskan bibirnya, hal semacam begini sudah tidak mempan melukai harga dirinya, setelah menutup map tersebut Alicia kembali menegakan tubuhnya untuk mendengar yang akan Daniel katakan selanjutnya. cukup lama keheningan terjadi diantara keduanya hingga siulan Daniel membuat Alicia menoleh ke arahnya
pandangan mata mereka saling bertubrukan, mengunci bola mata masing masing, tidak bertahan lama karna Daniel mengendingkan dagunya ke arah sofa menyiratkan Alicia untuk bangkit dan duduk di sana.
Alicia melirik kearah sofa, ia mengerti maksud Daniel hanya saja ia bergeming karna lagi lagi ia tau diri kalau ia tak pantas duduk berdampingan dengan suaminya, jadi masih duduk anteng di karpet lantai
"Lalot ya tetap lalot" sinisnya karna Alicia tidak bergerak sama sekali, ia kira Alicia tidak mengerti maksudnya
"Saya tau posisi saya makanya saya tetap di tempat" sahutnya acuh
"Cih" Daniel berdecih mendengarnya
*Dasar bodoh* batin Daniel melirik Alicia memindai dari kaki hingga kepala
"baguslah. jadi?" katanya seolah meminta penjelasan
Alicia dibuat bingung, ia menunggu untuk menerima peraturan selanjutnya namun kenapa malah ia yang dimintai penjelasan?. ia mengerjap berusaha menyimpulkan maksud tuan suaminya. ia tidak yakin namun ia tetap akan berbicara
"Perintah tuan akan saya lakukan tidak peduli apapun itu" jelasnya mantap namun ada banyak keraguan dalam hatinya
"Bagus" Daniel langsung berdiri dan melangkah memasuki ruang ganti
Alicia menghela napas kasar, mungkin memang takdirnya jadi pelayan tak peduli dari mana ia berasal. ia hanya akan menambah kesabaran lagi hidup jadi seorang istri alih alih hanya seorang pelayan. semangat untuk dirinya
Bugh
sebuah baju bertengger di kepalanya.
Alicia tersentak kaget karna tiba tiba sebuah lemparan benda mengenai kepalanya dan yang tak lain pelakunya adalah si tuan suami
"siapkan baju tidur ku bodoh!" seru Daniel dengan mata melotot dan berhasil membuat Alicia kocar kacir berlari menuju ruang ganti
"Dasar lelet" umpatnya saat Alicia melewati tubuhnya
#####
Happy Reading readers kuh
mon maap banyak typo nya ye
Salam Mickey Mouse 24
dari Dunia halu
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 238 Episodes
Comments
Renie Antieka
pernah bca tp lupa sudh dibab brp..jd baca dr awal lg
2024-04-18
0
Borahe 🍉🧡
hanya numpang? padahal sdh jd istri 😭
2023-11-21
1
Rose_Queen
kau sudah meneteskan air mataku thor.😭😭😭 tanggung jawab noh.
2023-05-04
0