"Apa ini?" tanya Alicia melihat sebuah amplop berwarna coklat yang baru saja di lempar oleh lelaki di depannya
"surat perjanjian" jawabnya acuh, ia mengalihkan pandangan ke luar jendela kamar enggan melihat gadis didepannya yang akan menjadi istrinya beberapa menit lagi.
Alicia tahu pasti ini akan terjadi mengingat ia hanya sebagai pengantin pengganti untuk kakaknya. tak mau membuang buang waktu Alicia segera mengambil surat perjanjian beberapa lembar itu dan segera menorehkan tanda tangannya tanpa mau repot repot membacanya. ia sungguh muak akan semua ini.
bola mata Daniel meliriknya, mengangkat sebelah alisnya takjub dengan apa yang dilakukan gadis di depannya.
*setuju begitu saja! bahkan ia tak membaca isi perjanjiannya, sebegitu frustasinya kah dia* batin Daniel miris
"saya akan tetap melanjutkan kuliah selebihnya saya akan menuruti isi perjanjiannya terkecuali.. kecuali yang berhubungan dengan.. kon.. kontak fisik" cicitnya terbata di akhir kalimat " itu persyaratan dari saya" tambahnya
"heh, jangan berfikir terlalu jauh nona" ujar Daniel sinis kemudian melangkah keluar.
Alicia menghela napas kasar, berusaha menahan gejolak dalam hatinya
"Semangat Elis!! kamu pasti bisa! " bermonolog menyemangati diri sendiri. bahkan di detik detik ia akan melepas masa lajangnya tak ada seorangpun yang menemaninya untuk meredakan rasa gugupnya.
tak seperti pengantin pengantin wanita lainya yang di dampingi oleh ibu pihak wanita atau ibu pihak pria serta saudara atau sahabat sahabatnya. itu tidak berlaku untuk Alice mengingat semua orang menganggapnya hanya sebuah boneka, Usang. tak berharga dan tak penting.
oh iya Filda dan Darius, sahabat Alice tidak mengetahui kalau sahabatnya akan menikah hari ini, mengingat pernikahan mereka tertutup dan hanya di hadiri keluarga terdekat dari kedua belah pihak
"Setidaknya kamu bisa keluar dari neraka yang berbentuk istana itu" terus bermonolog menyemangati dirinya
"Tapi kamu harus mempersiapkan diri menuju pintu penyiksaan lainnya" menghela napas berat setelah tersadar bahwa ia hanya di pindah tugaskan untuk memasuki istana lainnya namun akan ada neraka di dalamnya
tidak lama setelahnya datanglah seorang maid untuk membantu menuntun Alicia menuju ke arah Daniel suaminya.
biasanya jika momen pengantin wanita menghampiri pengantin pria para tamu akan antusias dengan raut bahagia namun ini tidak, semua orang tampak cuek dan sibuk dengan urusannya masing masing bahkan beberapa keluarga Dinata menatap sinis dan tak suka dengan Alicia
"Yah aku ke kamar dulu, mengantuk" bisik seorang wanita paru baya yang tak lain adalah Ibu Daniel, Wina Tan
"tetap di tempat bu. mau di taro dimana muka Ayah kalau ibu pergi begitu saja sedangkan acara baru akan dimulai" bisik tuan Prasetio geram dengan tingkah sang istri. Alicia baru saja akan sampai didekat Daniel namun istrinya sudah mau pergi tidur.
"Malas yah, gak penting" jawabnya acuh
"IBU" sentaknya, suaranya sedikit tinggi tak sadar. bahkan sebagian yang berada di dekatnya mengarahkan pandangan kepada pasangan yang baru saja menyandang status sebagai mertua
"Ayah berani membentak ibu demi gadis si*lan itu" marah balik Wina
"jaga ucapan kamu Wina, dia istri Daniel menantu kita" Prasetio berusaha menahan emosi
"aku tidak sudi mengakuinya, menantuku hanya Maureen"
"Hehehe, buka matamu, menantu yang kau harap itu tidak menginginkan anakmu" Prasetio dibuat terkekeh tak mengerti jalan pikiran Wina
"Ia mencintai Daniel hanya saja ia belum siap" desis Wina melirik ke arah Daniel dan Alice yang sudah duduk berdampingan hendak memasangkan cincin masing masing
Tuan prasetio hanya bisa geleng geleng kepala melihat sikap istrinya
"Ah sudahlah tak ada gunanya ngomong sama kamu" Wina langsung berdiri dan melangkah lebar meninggalkan acara itu.
Malam harinya, keluarga Prasetio tengah menikmati makan malam yang dimana anggotanya bertambah 1 orang yaitu Alicia.
setelah selesai makan malam tuan Prasetio mengajak mereka bersantai di ruang keluarga, ia juga akan menyampaikan beberapa hal
dan disinilah mereka sekarang, diruang keluarga dengan Tuan Prasetio duduk di sofa tunggal, nyonya Wina dan Daniel bersebelahan sedangkan Alicia duduk di seberang mereka.
Hening
"Ayah dan Ibu akan ke Jepang untuk mengurus perusahaan cabang disana" Prasetio membuka suara
"Oh kapan?" tanggapan Daniel biasa aja toh ia sudah terbiasa dengan kesibukan sang ayah
"besok pagi" jawab Prasetio "mungkin ayah akan beberapa bulan disana atau mungkin satu tahun, ayah akan membuka cabang lain disana nantinya" lanjutnya
"tapi kalau nanti Elis melahirkan nanti ayah sama ibu akan menyempatkan untuk pulang berkunjung" tambah Prasetio melihat ke arah Alice yang sedari tadi hanya menunduk
Alicia mengerjap tak percaya apa yang telinganya dengar namun ia masih setia menunduk menatap lantai marmer,
Daniel menatap ayahnya jengah kemudian melirik Alicia dengan senyum menyeringai jahil
sedangkan Wina membola dengan apa yang suaminya katakan. tidak ia tidak mau jika Alicia mengandung cucunya. tak pantas. pikirnya
"Aduh ayah apa-apaan sih, gak usah buru buru sayang, nikmati masa muda mu. lagian ibu belum siap jadi seorang nenek" mengelus lembut lengan putranya berusaha menampilkan senyuman padahal hatinya bergemuruh muak
"kamu belum siap tapi aku siap" sergah Prasetio "oh ya kalau kamu sudah memberikan seorang cucu untuk ayah semua saham yang ayah punya akan berpindah tangan atas namamu" rayu Prasetio menatap lekat sang putra
"siap yah" balas Daniel mantap tanpa pikir panjang. bagaimana mau menolak, jika ia sudah menjadi CEO dan pemilik saham terbesar di Prasetio Corp. muda baginya untuk bertindak sesukanya.
"TIDAK" teriak Wina seketika. semua orang menoleh padanya. Wina yang ditatap tidak gentar menyampaikan penolakannya "Aku hanya mau cucu dari Maureen bukan dari wanita pembawa sial sepertinya" lanjutnya, menunjuk dengan muka jijik ke arah Alicia
"Jaga ucapan mu" desis Prasetio menatap nyalang ke arah istrinya "dia yang kau puja tidak seperti yang terlihat" mata Prasetio sirat akan kekecewaan terhadap sikap istrinya.
"dia hanya belum siap ayah, aku pastikan dia akan menjadi menantu kita sebentar lagi, biarkan dia menikmati sedikit kebebasannya sebelum terikat oleh keluarga kita" masih kekeh dengan kemauan nya
"terserah padamu bu, jika hari itu tiba siap siap kehancuran yang putramu peroleh " geram Prasetio
"apa maksud ayah? yang ada dialah pembawa kehancuran dalam keluarga kita" menunjuk ke arah Alicia
"Niel, keputusan ada padamu, jika kamu mau bermain main ayah akan ladeni. tapi ingat satu hal, penyesalan selalu datang belakangan" ingatnya pada putranya, ia tidak peduli dengan penolakan istrinya
Daniel hanya diam menunduk menatap lantai entah apa yang ia pikirkan namun ia tak mau mengatakan apapun pada ayah dan ibunya saat ini. ia juga malas meladeni perdebatan kedua orang tuanya yang sudah melahirkannya ke dunia ini 28 tahun lalu. toh yang menjalani dirinya, jadi dia yang paling tau akan seperti apa kedepannya
sedangkan Alicia dia lagi lagi dihadapkan dengan penolakan atas dirinya secara terang terangan, ia menangis? tidak. ia marah? tidak, ia bersedih? mungkin, namun tampaknya raut wajahnya datar, ia sudah terbiasa dengan penolakan, ini bukan apa apa di banding ayah kandungnya sendiri yang rela menjualnya di rekan bisnisnya, mengingat itu samar samar ia tersenyum miris mengingat hidupnya tak berarti bagi siapapun.
Alicia masih duduk diam tanpa pergerakan dengan wajahnya yang masa bodoh situasi saat ini, sesekali Daniel melirik ke arahnya, Daniel menaikan satu alisnya melihat Alicia tanpa reaksi apapun. biasanya wanita akan lari dan menangis jika mendapat penolakan tapi wanita di depannya sungguh di luar dugaannya
*segitu tidak punya harga diri kah dia* batinnya menatap Alicia
Kembali hening
Hening, hingga
"Dia hanya anak yang lahir dari perempuan penggoda" desis Wina menatap nyalang ke arah Alicia, tujuannya adalah memperingatkan status Alicia di keluarga Dinata
######
Happy Reading readers
lagi lagi moon maaf kalau banyak typo ye atau penulisan kalimat rada rada mumet. karna memang aku tidak pandai merangkai kata menjadi kalimat
aku bukan pujangga yang pandai merangkai kata. asiiek
Salam Mickey Mouse 24
dari Dunia Halu
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 238 Episodes
Comments
𝙵𝚑𝚊𝚗𝚒𝚊 🦂🦂 🦂
kamu slah Alicia, itu semua kerjaan ibu tiri mu dan ayahmu yg selalu menyelamatkan kmu😭😭😭
2024-04-28
0
𝙵𝚑𝚊𝚗𝚒𝚊 🦂🦂 🦂
betul sekali.. bahkan dia keluar negri itu untuk menggugurkan kandungannya.. hiiihh.. jd tdk sbar baca part dmna si Wina yg angkuh tau semua keburukan Mauren
2024-04-28
0
𝙵𝚑𝚊𝚗𝚒𝚊 🦂🦂 🦂
iya Alicia, itulah tujuan Ayahmu menyodorkan mu jd pengantin pengganti jg agar ad yg melindungi mu
2024-04-28
0