Dokter dan Perawat 19

" Aaah akhirnya dia balas pesanku juga," ucap seorang wanita dengan begitu ceria. Dan tampaknya dia sengaja berkata seperti itu dengan suara keras.

Saat ini wanita itu tengah berada di kantin, dan seolah ingin menunjukkan sesuatu, dia pun bersikap sedikit berlebihan terhadap balasan pesa yang dia dapat.

" Waah Dokter Sintia, kayaknya lagi seneng nih?"

" Iya dong, Dokter Han bales pesen aku. Kemarin kita sempet bersitegang gitu dikit, tapi see sekarang udah nggak?"

" Ohh dibales pesannya, kirain diterima cintanya. Kalau soal dibales pesan mah, saya juga iya kok. Malah Dokter Han ngizinin kami buat dateng ke rumah."

Degh!

Wajah Sintia menjadi pucat seketika mendengar ucapan Eida. Ya saat ini Eida dan beberapa rekannya dari departemen bedah tengah makan siang di kantin rumah sakit.

Mereka tentu tahu kalau Sintia menyukai han dan selalu mengejarnya, Namun mereka juga tahu bahwa pemimpin mereka tidak menyukai Sintia. Bahkan Han tidak sedikitpun menanggapi perasaan Sintia.

" Bukannya Dokter Han sudah menolak Dokter Sintia ya?"

" Jaga omonganmu!"

Meskipun pelan, tapi Sintia membuat penekanan dalam ucapannya itu. Tapi Eida tidak takut sama sekali karena apa yang dikatakan memang benar adanya. Han sudah menolak Sintia seharusnya Sintia berhenti untuk membuat kegaduhan.

" Hal ini lah yang Dokter Han tidak suka dari Anda Dokter Sintia. Seharusnya Anda masih bisa berteman baik dengan beliau, tapi dari semua tindak tanduk Anda, membuat diri Anda jauh dengan sendirinya. Yuk ah temen-temen, kita selesaikan kerjaan. Kan kita mau jenguk dokter Han."

Sintia menjadi tidak berkutik dengan perkataan dari Eida. Sebenarnya apa yang dikatakan oleh Eida itu benar adanya. Dia masih bisa membina hubungan pertemanan dengan Han. Namun keinginannya untuk menjadi kekasih membuatnya sedikit serakah.

Sintia jelas tidak bisa hanya sekadar menjadi teman, dia tetap ingin mendapatkan posisi yang spesial di sisi Han.

" Sialan, cewek itu beneran berani ngomong kayak gitu ke aku. Mentang-mentang dia anak kesayangan Han. Huh, aku beneran pengen ngruwes mulutnya. Eh iya, selama ini kan Han nggak pernah bales whatsapp ya, kok sekarang bales. Bukannya dia nggak bisa lihat, terus yang bales siapa dong?"

Rupanya Sintia baru berpikir kesana sekarang. Saking senangnya pesannya dibalas, dia lapa suatu hal yang penting yakni tentang siapa yang memegang ponsel Haneul.

Seketika itu juga Sintia teringat kata-kata Alex bahwa di sisi Han terdapat seorang wanita yang mana adalah perawat.

Sintia lalu membuka instagram miliknya dan mencar nama Alex. Ia ingat Alex mengunggah sebuah foto.

" Ini cewek yang dibilang Alex tempo hari. Sialan cewek ini cantik," gumam Sintia dengan perasaan yang geram.

Dari kabar yang ia dengar, selama ini Han selalu bisa mengusir semua perawat yang bekerja padanya. Dan mereka paling lama hanya bertahan selama seminggu. Sintia pun penasaran apakah gadis yang ada di foto itu sudah berhasil dikeluarkan dari kediaman Daneswara atau masih berada di sana.

" Kayaknya gue harus mastiin sendiri. Aah iya gue ikutin aja tuh mereka ke rumah Han."

Sintia nampak bersemangat, selain mencari tahu soal perawat baru milik Han, yang lebih membuatnya senang adalah bertemu dengan Han kembali.

Wanita itu sungguh tidak sadar, padahal ketika Han di rumah sakit dia sudah berkata demikian, namun tampaknya Sintia tidak akan mundur dengan mudah.

Sedangkan itu di tempat lain tepatnya di departemen bedah, suasananya sedikit lebih tenang karena tidak banyak pasien di sana. Semua itu karena semalam operasi sudah dilakukan jadi saat ini adalah masa istirahat bagi seisi departemen bedah.

" Jadi kalian nanti mau ke rumah Dokter Han?"

 " Eh Dokter Hasim, iya Dok. Kami sudah izin dan Dokter Han memberi kami izin."

Hasim seperti sedang mempertimbangkan sesuatu. Eida melihat itu secara seksama. Selama ini meskipun hubungan Hasim dan Han baik tapi mereka tidak terlalu akrab.

Tentu saja kerja sama antara pimpinan dan wakil pimpinan berlangsung dengan sangat baik dan bersinergi. Akan tetapi baik Han maupun Hasim tidak tampak dekat di luar pekerjaan.

" Apa Dokter Hasim mau ikut kami?"

" Ehmm, maaf kayaknya nggak bisa. Istriku ingin aku pulang cepet hari ini. Udah janji soalnya. Coba kalau rencana ke rumah Dokter Han nggak dadakan mungkin aku bakalan ikut. Nitip salam aja ya sama Dokter Han."

" Iya Dok, siap."

Setelah membicarakan itu, Hasim melenggang pergi menuju ke ruangannya. Hal itu tampak aneh bagi beberapa orang yang ada di sana.

" Apa harus gitu istri dijadiin alesan?"

" He'em bener banget. Setiap kita ada acara pasti dia bilangnya istrinya ini lah itu lah. Haah, masa ya nggak ada peduli-pedulinya barang sedikit sama temen."

" Bener, aneh deh. Dia kayak tenang-tenang aja tuh Dokter Han kena musibah. Kayak yang seneng gitu lho. Ya gue bukannya apa-apa sih, kayaknya tuh ya setelah Dokter Han kecelakaan, dia tuh kayak yang tenang, nggak ada khawatir-khawatirnya gitu."

Ketika Hasim masuk ke dalam ruangannya dan menghilang dari departemen bedah, beberapa perawat dan dokter lain membicarakannya. Mereka tidak suka dengan sikap Hasim yang seolah-olah tidak punya empati terhadap rekan. Dimana posisi Han adalah pimpinan, tapi Hasim nampak acuh.

" Dia kan pas kita ada ada acara keluar waktu itu juga nggak ikut kan. Eh iya itu ngepasin pas Dokter Han kecelakaan kan?"

" Eh iya, bener juga. Jangan-jangan."

" Stop, jangan berburuk sangka. Kejadian Dokter Han tuh musibah. Jangan dikait-kaitin sama hal yang sama sekali nggak jelas. Jatuhnya fitnah tahu. Mungkin memang benar Dokter Hasim itu ada hal lain yang lebih penting. Mungkin istrinya memang pribadi yang sulit jika ditinggal lama-lama. Udah jangan bicara ngaco ayo balik kerja."

Eida melerai omongan yang mulai melantur. Dia sebagai senior tidak bisa membuat keadaan departemen bedah menjadi memanas dan timbul rumor yang tidak berdasar seperti itu.

Semuanya pun menurut dengan Eida, mereka membubarkan diri dan kembali pada pekerjaan masing-masing.

Pun dengan Eida, dia juga kembali melakukan pekerjaannya. Akan tetapi salah satu sudut bibirnya terangkat. Eida seperti tersenyum, namun senyuman tipis itu tidaklah lama. Eida kembali ke mode serius dan kembali sibuk.

Namun ada satu hal yang Eida tidak sadari, seseorang melihat dan mendengar semuanya itu. Orang itu juga melihat senyum tipis dari bibir Eida. Dimana orang tersebut langsung pergi dari sana setelah mengetahui beberapa hal yang menarik baginya.

" Hmmm sungguh sesuatu yang nggak di duga ya. Pandai pandai, eiih kok logat gue macam Kak Ros marahi Upin Ipin. Whatever lah, yang jelas gue nemu sesuatu yang menarik sekarang."

TBC

Terpopuler

Comments

GiZaNy

GiZaNy

Sintia, Eida, Hasim.. semua mencurigakan... kira2 bakal ada nama baru nggak ya....? we'll see 😁😁

2024-12-07

4

༄ 👑💗 яυκмαиα ρтħš αям༄ 👑💗

༄ 👑💗 яυκмαиα ρтħš αям༄ 👑💗

menarik ini untuk mengetahui siapa musuh sebenarnya.

2024-12-07

2

Upi Raswan

Upi Raswan

jadi siapa ini yang pantas dicurigai...kayak lagi nonton pilm ditektip gak sih hihi

2024-12-07

1

lihat semua
Episodes
1 Dokter dan Perawat 01
2 Dokter dan Perawat 02
3 Dokter dan Perawat 03
4 Dokter dan Perawat 04
5 Dokter dan Perawat 05
6 Dokter dan Perawat 06
7 Dokter dan Perawat 07
8 Dokter dan Perawat 08
9 Dokter dan Perawat 09
10 Dokter dan Perawat 10
11 Dokter dan Perawat 11
12 Dokter dan Perawat 12
13 Dokter dan Perawat 13
14 Dokter dan Perawat 14
15 Dokter dan Perawat 15
16 Dokter dan Perawat 16
17 Dokter dan Perawat 17
18 Dokter dan Perawat 18
19 Dokter dan Perawat 19
20 Dokter dan Perawat 20
21 Dokter dan Perawat 21
22 Dokter dan Perawat 22
23 Dokter dan Perawat 23
24 Dokter dan Perawat 24
25 Dokter dan Perawat 25
26 Dokter dan Perawat 26
27 Dokter dan Perawat 27
28 Dokter dan Perawat 28
29 Dokter dan Perawat 29
30 Dokter dan Perawat 30
31 Dokter dan Perawat 31
32 Dokter dan Perawat 32
33 Dokter dan Perawat 33
34 Dokter dan Perawat 34
35 Dokter dan Perawat 35
36 Dokter dan Perawat 36
37 Dokter dan Perawat 37
38 Dokter dan Perawat 38
39 Dokter dan Perawat 39
40 Dokter dan Perawat 40
41 Dokter dan Perawat 41
42 Dokter dan Perawat 42
43 Dokter dan Perawat 43
44 Dokter dan Perawat 44
45 Dokter dan Perawat 45
46 Dokter dan Perawat 46
47 Dokter dan Perawat 47
48 Dokter dan Perawat 48
49 Dokter dan Perawat 49
50 Dokter dan Perawat 50
51 Dokter dan Perawat 51
52 Dokter dan Perawat 52
53 Dokter dan Perawat 53
54 Dokter dan Perawat 54
55 Dokter dan Perawat 55
56 Dokter dan Perawat 56
57 Dokter dan Perawat 57
58 Dokter dan Perawat 58
59 Dokter dan Perawat 59
60 Dokter dan Perawat 60
61 Dokter dan Perawat 61
62 Dokter dan Perawat 62
63 Dokter dan Perawat 63
64 Dokter dan Perawat 64
65 Dokter dan Perawat 65
66 Dokter dan Perawat 66
67 Dokter dan Perawat 67
68 Dokter dan Perawat 68
69 Dokter dan Perawat 69
70 Dokter dan Perawat 70
71 Dokter dan Perawat 71
72 Dokter dan Perawat 72
73 Dokter dan Perawat 73
74 Dokter dan Perawat 74
75 Dokter dan Perawat 75
76 Dokter dan Perawat 76
77 Dokter dan Perawat 77
78 Dokter dan Perawat 78
79 Dokter dan Perawat 79
80 Dokter dan Perawat 80
81 Dokter dan Perawat 81
82 Dokter dan Perawat 82
83 Dokter dan Perawat 83
84 Dokter dan Perawat 84
85 Dokter dan Perawat 85
86 Dokter dan Perawat 86
87 Dokter dan Perawat 87
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Dokter dan Perawat 01
2
Dokter dan Perawat 02
3
Dokter dan Perawat 03
4
Dokter dan Perawat 04
5
Dokter dan Perawat 05
6
Dokter dan Perawat 06
7
Dokter dan Perawat 07
8
Dokter dan Perawat 08
9
Dokter dan Perawat 09
10
Dokter dan Perawat 10
11
Dokter dan Perawat 11
12
Dokter dan Perawat 12
13
Dokter dan Perawat 13
14
Dokter dan Perawat 14
15
Dokter dan Perawat 15
16
Dokter dan Perawat 16
17
Dokter dan Perawat 17
18
Dokter dan Perawat 18
19
Dokter dan Perawat 19
20
Dokter dan Perawat 20
21
Dokter dan Perawat 21
22
Dokter dan Perawat 22
23
Dokter dan Perawat 23
24
Dokter dan Perawat 24
25
Dokter dan Perawat 25
26
Dokter dan Perawat 26
27
Dokter dan Perawat 27
28
Dokter dan Perawat 28
29
Dokter dan Perawat 29
30
Dokter dan Perawat 30
31
Dokter dan Perawat 31
32
Dokter dan Perawat 32
33
Dokter dan Perawat 33
34
Dokter dan Perawat 34
35
Dokter dan Perawat 35
36
Dokter dan Perawat 36
37
Dokter dan Perawat 37
38
Dokter dan Perawat 38
39
Dokter dan Perawat 39
40
Dokter dan Perawat 40
41
Dokter dan Perawat 41
42
Dokter dan Perawat 42
43
Dokter dan Perawat 43
44
Dokter dan Perawat 44
45
Dokter dan Perawat 45
46
Dokter dan Perawat 46
47
Dokter dan Perawat 47
48
Dokter dan Perawat 48
49
Dokter dan Perawat 49
50
Dokter dan Perawat 50
51
Dokter dan Perawat 51
52
Dokter dan Perawat 52
53
Dokter dan Perawat 53
54
Dokter dan Perawat 54
55
Dokter dan Perawat 55
56
Dokter dan Perawat 56
57
Dokter dan Perawat 57
58
Dokter dan Perawat 58
59
Dokter dan Perawat 59
60
Dokter dan Perawat 60
61
Dokter dan Perawat 61
62
Dokter dan Perawat 62
63
Dokter dan Perawat 63
64
Dokter dan Perawat 64
65
Dokter dan Perawat 65
66
Dokter dan Perawat 66
67
Dokter dan Perawat 67
68
Dokter dan Perawat 68
69
Dokter dan Perawat 69
70
Dokter dan Perawat 70
71
Dokter dan Perawat 71
72
Dokter dan Perawat 72
73
Dokter dan Perawat 73
74
Dokter dan Perawat 74
75
Dokter dan Perawat 75
76
Dokter dan Perawat 76
77
Dokter dan Perawat 77
78
Dokter dan Perawat 78
79
Dokter dan Perawat 79
80
Dokter dan Perawat 80
81
Dokter dan Perawat 81
82
Dokter dan Perawat 82
83
Dokter dan Perawat 83
84
Dokter dan Perawat 84
85
Dokter dan Perawat 85
86
Dokter dan Perawat 86
87
Dokter dan Perawat 87

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!