Dokter dan Perawat 17

" Dokter Eida, gimana Dokter Han. Beliau baik-baik aja kan?"

" Waah aku beneran pengen lihat Beliau. Kangen euy, padahal beliau suka galak. Tapi kalau nggak ada beneran sepi."

" Duuh kapan ya Dokter Han balik lagi. Kira-kira apa Doker Han bakalan bisa ngelihat lagi nggak ya?"

Ketika Eida masuk, beberapa dokter dan perawat yang sedang tidak menangani pasien langsung menghampirinya. Semua penasaran perihal keadaan Han.

Seperti yang dikatakan oleh salah satu personil departemen bedah tadi, bahwa adanya Han kadang membuat suasana semakin mencekam. Namun ketika kepala mereka tidak ada itu rasanya pun menjadi amat sangat sepi. Ya, mereka sungguh kehilangan sosok Han. Bukan hanya sekedar di bibir saja tapi sungguh dari hati.

" Beliau baik dan ada kabar bagus, beliau mengizinkan kita buat jenguk ke rumah."

" Woaah serius, yeaaay."

Merek bersorak senang. Sudah dari lama mereka ingin mendatangi kediaman Han. Setidaknya mereka juga ingin menghibur Han yang tengah dalam kondisi terpuruk seperti ini.

" Apa yang kalian lakuin! Kembali ke pos masing-masing!"

Drap drap drap

Bubar, semua orang langsung membubarkan diri ketika sebuah suara datang menegur mereka. Dia adalah Hasim, wakil kepala departemen bedah yang sekarang menjabat sebagai kepala pelaksana sementara selama Haneul tidak ada.

" Eida, kamu ini sudah senior di sini. Seharusnya memberi contoh yang baik. Malah kamu jadi pelopor ngumpul-ngumpul nggak jelas begini. Kalau ada berita atau apapun kan bisa diomongin pas istirahat. Kalian juga punya grub WA, nah gunain itu. Jangan pas lagi kerja gini."

Tangan Eida mengepal erat. Tangan yang ia sembunyikan di belakang tubuhnya itu menunjukkan rasa kesal nya kepada Hasim. Namun tentu wajahnya tidak demikian. Ya wajah Eida terus berusaha untuk tersenyum.

" Baik Dok, maafin saya. Tadi saya hanya seneng aja karena Dokter Han mengizinkan kami untuk datang ke rumah."

Tap

Hasim menepuk bahu Eida. Dia bukannya atasan yang kaku. Hasim hanya ingin personilnya itu tahu posisi dan tugasnya dengan baik.

" Iya tadi aku denger kok. Kamu pasti sangat kangen sama Dokter Han, secara kamu yang sering sama dia. Tapi aku harap yang begini nggak di ulang ya. Omongin hal di luar kerjaan ya pas lagi nggak kerja. Ya udah kalau gitu, kembali lagi kerja."

" Baik Dok."

Hasim tersenyum, lalu dia meninggalkan Eida yang masih berdiri di tempatnya tadi. Tapi agaknya Eida masih kesal. Wajah tersenyum nya di depan Hasim kini berubah mengeras. Tatapan tajam yang hampir membuat matanya keluar itu sungguh menakutkan.

" Dokter Eida, ada pasien."

" Aah ya, ayo kesana."

Ekspresi Eida langung berubah ketika ada seseorang yang memanggilnya. Dia lalu berlari menuju pasien yang dikatakan oleh perawat tadi.

Eida sungguh pandai menyembunyikan mimik wajahnya. Apa yang dirasakan tidak ditampilkan pada wajahnya. Akan tetapi Eida agaknya tidak menyadari bahwa ekspresi yang ia buat tadi, ekspresi yang menakutkan tadi telah diketahui oleh seseorang.

" Woaah, menarik. Ini beneran menarik sih. Kayaknya perlu dilihat tuh bocah. Hmmm."

Sreee

Tap tap tap

Setelah mengamati sesaat terhadap departemen bedah, orang yang baru saja melihat ekspresi wajah Eida langung pergi dari sana. Orang itu tersenyum penuh arti, seolah dia memiliki sesuatu yang akan ia lakukan kedepannya.

" Aku nggak akan bilang dulu sama Han. Lagian orang-orang yang aku tandai masih abu-abu semua," gumamnya lirih. Meskipun ia berkata ingin acuh, tapi ternyata tidak bisa. Dia tetap mencoba mencari titik terangnya. Walau seandainya pun dugaannya benar, itu pasti akan menyakitkan bagi Han.

Sementara itu Han saat ini sedang bersama dengan Dokter Wisang dan Dokter Arsya. Arsya adalah dokter oftalmologi atau dokter spesialis mata.

Jika Wisang adalah dokter senior, maka Arsya memiliki usia yang tidak terlalu jauh dengan Han. Dan mereka adalah teman baik juga.

" Hmmm, ini beneran hal yang luar biasa Han. Sekarang apa yang lo rasain. Apa lo bisa lihat wajah gue dengan jelas.

" Nggak atau tepatnya belum Sya. Gue belum bisa lihat secara jelas. Gue hanya bisa lihat sosok lo, lo tahu kan kayak gambar buram tuh lo."

Arsya menganggukkan kepalanya. Ia paham betul maksud dari ucapan temannya itu. Hanya saja ini tetap harus dilakukan tes agar lebih jelas lagi bagaimana kondisi mata Han yang sebenarnya.

" Kata Dokter Wisang, lo nggak mau ngasih tahu keluarga lo dulu."

" Iya, gue mohon lo rahasiain ini ya. Ini juga masih belum yakin, dan ada yang harus gue lakuin lagi. Ntar gue cerita ke lo Sya."

Arsya mengerti, dia mengenal Han sudah lama. Dan jika Han sudah bicara demikian maka pasti ada sesuatu yang benar-benar dia lakukan.

Tapi Arsya berharap ada seseorang yang bisa mendampingi Han. Kondisi Han saat ini bisa dibilang belum stabil. Masih banyak pemeriksaan yang harus dilakukan. Jika Han tidak ingin memberitahu keluarganya maka dia harus mencari orang lain yang bisa ia percaya untuk bisa melakukan itu.

" Lo harus punya orang kepercayaan Han," ucap Arsya tiba-tiba.

" Iya gue tahu, tapi gue harus mastiin dulu. Ada satu orang yang bisa gue jadiin alat bantu. Tapi gue harus tahu lenih lanjut dulu gimana orang itu."

Mengingat kecelakaan yang terjadi pada dirinya kemungkinan adalah dilakukan oleh orang yang dikenalnya, mala dari itu Han benar-benar harus hati-hati saat memilih orang yang akan berdiri di sisinya.

Saat ini satu-satunya kandidat adalah Gista, perawat barunya. Akan tetapi itu pun dia harus lebih memastikannya. Apakah Gista memang bisa dipercaya atau tidak.

Sejauh ini gadis itu masih aman, dan tidak mudah menyerah meskipun Han sudah bersikap kasar dan menjengkelkan. Tapi itu tidak cukup, dia harus menjadi lebih keras dan menyebalkan lagi untuk bisa melihat reaksi Gista.

" Ya udah Han, gue pamit dulu. Ada janji sama pasien sejam lagi."

" Oke Sya, thank you. By the way gimana cem-cem an lo."

Arsya tertawa keras. Yang dimaksud oleh cem-ceman di sini adalah gebetan. Tapi agaknya Arsya pun tidak berani mengatakan bahwa itu adalah gebetannya. Bagi anak muda memiliki orang yang di suka adalah hal yang wajar. Dan Han memang selalu suka meledek temannya itu.

" Jangan aneh-aneh lo Han."

" Hahaha, heh Arsya, cucunya Mbah Abinawa sama Mbah Lagford masa iya sih nggak bisa ngejar.

" Kampret, diem lo Han. Gue tampol baru rasa. Jangan bawa-bawa Mbah gue woy."

Han kembali tertawa lepas. Ia sungguh sangat senang jika bicara seperti itu dengan teman sekaligus sepupu jauhnya itu. Dan Han juga baru sadar, semenjak dirinya tertimpa musibah baru kali ini dia tertawa dengan lepas.

" Tunggu, tunggu aja. Aku yakin semuanya bakalan terungkap. Dan Gista, apa kamu akan sesuai dengan ekspektasi ku? Aku harap sih iya."

TBC

Terpopuler

Comments

💗 AR Althafunisa 💗

💗 AR Althafunisa 💗

Makanya kubilang susah ditebak kaya ini nih si Eida, bisa jadi orang yg paling baik di depan paling peduli nyatanya itu kamuflase 😬 siapakah dia, yang bilang ini bocah menarik? Alex kah? atau tadi yg wakil tapi dari arogannya sih kaya Alex 🤭

2025-02-11

0

dewi rofiqoh

dewi rofiqoh

Siapa ya yang sebenarnya iri hati dan berusaha menyakiti haneul?

2024-12-05

1

💗 AR Althafunisa 💗

💗 AR Althafunisa 💗

Ga bisa ketebak siapa pelakunya, sekali mau duga orang itu seakan terbantahkan 😅

2025-02-11

0

lihat semua
Episodes
1 Dokter dan Perawat 01
2 Dokter dan Perawat 02
3 Dokter dan Perawat 03
4 Dokter dan Perawat 04
5 Dokter dan Perawat 05
6 Dokter dan Perawat 06
7 Dokter dan Perawat 07
8 Dokter dan Perawat 08
9 Dokter dan Perawat 09
10 Dokter dan Perawat 10
11 Dokter dan Perawat 11
12 Dokter dan Perawat 12
13 Dokter dan Perawat 13
14 Dokter dan Perawat 14
15 Dokter dan Perawat 15
16 Dokter dan Perawat 16
17 Dokter dan Perawat 17
18 Dokter dan Perawat 18
19 Dokter dan Perawat 19
20 Dokter dan Perawat 20
21 Dokter dan Perawat 21
22 Dokter dan Perawat 22
23 Dokter dan Perawat 23
24 Dokter dan Perawat 24
25 Dokter dan Perawat 25
26 Dokter dan Perawat 26
27 Dokter dan Perawat 27
28 Dokter dan Perawat 28
29 Dokter dan Perawat 29
30 Dokter dan Perawat 30
31 Dokter dan Perawat 31
32 Dokter dan Perawat 32
33 Dokter dan Perawat 33
34 Dokter dan Perawat 34
35 Dokter dan Perawat 35
36 Dokter dan Perawat 36
37 Dokter dan Perawat 37
38 Dokter dan Perawat 38
39 Dokter dan Perawat 39
40 Dokter dan Perawat 40
41 Dokter dan Perawat 41
42 Dokter dan Perawat 42
43 Dokter dan Perawat 43
44 Dokter dan Perawat 44
45 Dokter dan Perawat 45
46 Dokter dan Perawat 46
47 Dokter dan Perawat 47
48 Dokter dan Perawat 48
49 Dokter dan Perawat 49
50 Dokter dan Perawat 50
51 Dokter dan Perawat 51
52 Dokter dan Perawat 52
53 Dokter dan Perawat 53
54 Dokter dan Perawat 54
55 Dokter dan Perawat 55
56 Dokter dan Perawat 56
57 Dokter dan Perawat 57
58 Dokter dan Perawat 58
59 Dokter dan Perawat 59
60 Dokter dan Perawat 60
61 Dokter dan Perawat 61
62 Dokter dan Perawat 62
63 Dokter dan Perawat 63
64 Dokter dan Perawat 64
65 Dokter dan Perawat 65
66 Dokter dan Perawat 66
67 Dokter dan Perawat 67
68 Dokter dan Perawat 68
69 Dokter dan Perawat 69
70 Dokter dan Perawat 70
71 Dokter dan Perawat 71
72 Dokter dan Perawat 72
73 Dokter dan Perawat 73
74 Dokter dan Perawat 74
75 Dokter dan Perawat 75
76 Dokter dan Perawat 76
77 Dokter dan Perawat 77
78 Dokter dan Perawat 78
79 Dokter dan Perawat 79
80 Dokter dan Perawat 80
81 Dokter dan Perawat 81
82 Dokter dan Perawat 82
83 Dokter dan Perawat 83
84 Dokter dan Perawat 84
85 Dokter dan Perawat 85
86 Dokter dan Perawat 86
87 Dokter dan Perawat 87
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Dokter dan Perawat 01
2
Dokter dan Perawat 02
3
Dokter dan Perawat 03
4
Dokter dan Perawat 04
5
Dokter dan Perawat 05
6
Dokter dan Perawat 06
7
Dokter dan Perawat 07
8
Dokter dan Perawat 08
9
Dokter dan Perawat 09
10
Dokter dan Perawat 10
11
Dokter dan Perawat 11
12
Dokter dan Perawat 12
13
Dokter dan Perawat 13
14
Dokter dan Perawat 14
15
Dokter dan Perawat 15
16
Dokter dan Perawat 16
17
Dokter dan Perawat 17
18
Dokter dan Perawat 18
19
Dokter dan Perawat 19
20
Dokter dan Perawat 20
21
Dokter dan Perawat 21
22
Dokter dan Perawat 22
23
Dokter dan Perawat 23
24
Dokter dan Perawat 24
25
Dokter dan Perawat 25
26
Dokter dan Perawat 26
27
Dokter dan Perawat 27
28
Dokter dan Perawat 28
29
Dokter dan Perawat 29
30
Dokter dan Perawat 30
31
Dokter dan Perawat 31
32
Dokter dan Perawat 32
33
Dokter dan Perawat 33
34
Dokter dan Perawat 34
35
Dokter dan Perawat 35
36
Dokter dan Perawat 36
37
Dokter dan Perawat 37
38
Dokter dan Perawat 38
39
Dokter dan Perawat 39
40
Dokter dan Perawat 40
41
Dokter dan Perawat 41
42
Dokter dan Perawat 42
43
Dokter dan Perawat 43
44
Dokter dan Perawat 44
45
Dokter dan Perawat 45
46
Dokter dan Perawat 46
47
Dokter dan Perawat 47
48
Dokter dan Perawat 48
49
Dokter dan Perawat 49
50
Dokter dan Perawat 50
51
Dokter dan Perawat 51
52
Dokter dan Perawat 52
53
Dokter dan Perawat 53
54
Dokter dan Perawat 54
55
Dokter dan Perawat 55
56
Dokter dan Perawat 56
57
Dokter dan Perawat 57
58
Dokter dan Perawat 58
59
Dokter dan Perawat 59
60
Dokter dan Perawat 60
61
Dokter dan Perawat 61
62
Dokter dan Perawat 62
63
Dokter dan Perawat 63
64
Dokter dan Perawat 64
65
Dokter dan Perawat 65
66
Dokter dan Perawat 66
67
Dokter dan Perawat 67
68
Dokter dan Perawat 68
69
Dokter dan Perawat 69
70
Dokter dan Perawat 70
71
Dokter dan Perawat 71
72
Dokter dan Perawat 72
73
Dokter dan Perawat 73
74
Dokter dan Perawat 74
75
Dokter dan Perawat 75
76
Dokter dan Perawat 76
77
Dokter dan Perawat 77
78
Dokter dan Perawat 78
79
Dokter dan Perawat 79
80
Dokter dan Perawat 80
81
Dokter dan Perawat 81
82
Dokter dan Perawat 82
83
Dokter dan Perawat 83
84
Dokter dan Perawat 84
85
Dokter dan Perawat 85
86
Dokter dan Perawat 86
87
Dokter dan Perawat 87

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!