Dokter dan Perawat 10

Hari berikutnya, Gista kembali datang ke kediaman Danewara untuk bekerja. Dia tidak memikirkan kejadian kemarin. Walaupun sedikit terkejut tapi Gista terus menepisnya. Gadis itu kembali ceria dan penuh semangat untuk mendapatkan cuan.

Ya bagi dia diteriaki atau mungkin suatu saat nanti dimaki tidak akan jadi soal. Karena saat ini uang diatas segalanya. Setidaknya tetap Tuhan lah yang nomor satu. Intinya uang yang ia dapatkan halalan toyyiban.

" Assalamu'alaikum, selamat pagi Mbak Yoona, mau berangkat kuliah kah? Pagi bener?"

" Waalikumsalam, Eh Mbak Gista. Iya nih, ada ketemu sama komunitas dulu di kampus. Mbak Gista, semangat ya."

Yoona melambaikan tangannya saat dirinya sudah menaiki ojek online langganannya. Gadis itu tersenyum cerah, dan Gista membalas senyuman dan lambaian tangan yang sama. Ia memiliki firasat yang bagus untuk hari ini. Ya setidaknya jika tidak baik maka Gista berniat untuk membuatnya baik.

" Mbak Gista udah datang."

" Oh Bi Mar, iya Bi. Bibi udah datang dari tadi?"

Bibi Mar adalah asisten rumah tangga milik keluarga Daneswara. Bi Mar tidak menginap di sana, dia hanya satang setiap pagi lalu pulang jika pekerjaannya sudah selesai.

" Iya, ini mau bawa sarapan buat Den Han. Bapak sama Ibu wong sudang pergi."

" Ooh gitu, aah ya udah sini Bi Mar biar aku aja yang bawa."

Bi Mar mengangguk, dia menyerahkan nampan yang berisi sarapan pagi untuk Haneul kepada Gista. Selepas itu Bi Mar kembali melalukan pekerjaan lain. Sedangkan Gista dia muali menaiki tangga satu persatu. Sembari mengatur nafasnya, ia kembali mempersiapkan diri untuk menghadapi Haneul, si pasien yang temperamental dan keras kepala.

Tok tok tok

" Pak Han, saya Gista. Saya bawa sarapan buat Pak Dokter Han."

Sunyi, tidak ada sahutan dari dalam kamar. Gista pun kembali mencoba mengetuk namun tetap saja tidak ada reaksi. Dia pun akhirnya memutuskan untuk masuk tanpa izin si pemilik kamar. Seandainya nanti dia diteriaki atau dilempar oleh barang, maka dia akan menerimanya dengan pasrah.

" Waktunya untuk sarapan dan minum obat Pak Han."

Tap tap tap

Gista berjalan menuju ke tempat tidur, tapi ternyata ia tidak menemukan Haneul di sana. Ia lalu memindai seisi kamar, namun sosok pria itu tidak terlihat sama sekali.

Grujuuk

Suara air dari arah kamar mandi membuat Gista lega. Karena itu berarti si pemilik kamar sedang ada di sana. Sambil menunggu Haneul yang mungkin tengah mandi, Gista melihat-lihat isi kamar itu. Dia baru sempat sekarang ini melihat sekeliling kamar, karena dua hari kemarin langsung terfokus dengan Haneul.

Kamar yang luasnya lebih luas dari ruang tamu di rumahnya membuat Gista takjub.

Kamar milik Haneul bernuansa putih tanpa design yang aneh-aneh. Disana ada sebuah dua buah rak buku besar berisi buku-buku tentang kesehatan. Sebuah kursi dan meja yang sepertinya difungsikan untuk meja kerja atau belajar di letakkan di depannya.

Tidak terlalu banyak barang di sana, atau mungkin sengaja di singkirkan. Tapi sofa panjang terletak di sudut lainnya. Ya hanya ada barang-barang utama saja, tanpa perabotan atau hiasan berlebih.

Cekleeek

" Siapa?"

" Saya Pak, mau saya ban~"

Gluph

Gista menelan saliva nya dengan susah payah ketika membalikkan tubuhnya untuk menjawab panggilan Haneul. Bukan tanpa alasan, sebagai seorang pasien tubuh Haneul benar-benar bagus, otot perutnya terlihat sempurna. Ya, Haneul keluar hanya mengenakan celana pendek, dimana tubuh bagian atasnya masih belum tertutup.

Rambut yang masih setengah basah, dan juga dada bidang milik Haneul yang masih terdapat sisa-sisa air setelah mandi, menambah kesan seksi.

" Buset deh itu roti sobek, bagus bener. Apa nih orang tetep ngelakuin workout ya. Gis, eling, kemana sih pikiranmu."

Gista memukul-mukul sendiri kepalanya agar kewarasannya kembali.

" Kok diem aja. Kamu bisa kan ngambilin bajuku?"

" Aah i-iya Pak. Saya ambilkan."

Gista menghampiri Haneul dan hendak menuntut pria itu untuk duduk di sofa tapi Haneul menampik tangan Gista. Gista hanya menghela nafasnya kasar. Ia tahu bahwa pasiennya itu tidak mudah ditangani. Dan dia tidak harus menyerah, ini balu permulaan. Ia yakin suatu saat nanti Haneul akan menerima dirinya.

" Aku bisa sendiri, jadi ambilkan saja bajuku."

" Siaaaap."

Sebenarnya ini baru kali pertama Gista mengambilkan baju. Karena biasanya ketika dia datang, Haneul sudah rapi. Jadi sungguh membuatnya sedikit merasa deg-degan. Akan tetapi dia mengembalikan prinsip dari pekerjaannya dalam merawat orang.

Ganti baju selesai, makan juga selesai, dan obat sudah diberikan juga. Sebenarnya Gista ingin membawa Haneul ke luar. Namun dia sedikit ragu karena penolakan Haneul waktu itu.

Gista juga semakin bingung, pasalnya Haneul diam seribu bahasa. Dan pada akhirnya Gista hanya duduk di kamar Haneul tanpa melakukan apapun.

Drtzzz

Ponsel Gista berbunyi. " Pak, saya izin angkat telpon ya?" ucap Gista.

" Terserah!"

Gista mengusap wajahnya kasar mendengar kata ketus yang keluar dari mulut pria tampan itu. Ya harus diakui memang Haneul begitu tampan, tapi kepribadiannya yang sekarang ini sungguh berbanding terbalik dengan parasnya. Gista jadi meragukan bahwa Haneul adalah dokter yang baik dan ramah.

" Halo Vic, ada apa?"

" Kagak, gue mau ngajak lo nonton ntar habis balik kerja. Giman?"

" Oob oke deh, gue ngikut."

Rupanya yang menelpon Gista adalah Victor, sahabatnya. Karena merasa bukan pembicaraan pribadi, Gista tetap berada di kamar Haneul. Dan tentu saja Haneul mendengarkan pembicaraan itu melalui telepon.

Haneul mengambil sebuah kesimpulan bahwa Gista adalah gadis yang aktif dan menyenangkan, namun dia tidak bisa serta merta memberikan kepercayaannya begitu saja.

" Apa kamu kerja di sini cuma buat telponan."

" Aah ooh iya maaf Pak, saya sudahi telponnya. Apa ada yang Bapak mau?"

" Bawa aku keluar."

" Ya? Oke Pak, ayo kita lets go!"

Awalnya Gista kaget, tiba-tiba Haneul mau ke luar dari kamarnya. Tapi dia senang karena pada akhirnya pria itu mau menghirup udara luar dan terkena sinar matahari.

Namun ternyata harapan Gista terlalu tinggi. 'Bawa aku keluar' yang dimaksud oleh Haneul itu hanya ke luar kamar dan bukannya keluar rumah.

" Haah kirain," keluh Gista.

" Kenapa, kamu keberatan!"

Gista menggelengkan kepalanya kuat, lupa kalau Haneul tidak melihat, lalu dia mengatakan bahwa dirinya tidak merasa keberatan sama sekali.

Tapi Gista sedikit bersyukur, akhirnya Haneul mau ke luar meskipun hanya di lantai bawah.

Tok! Tok! Tok!

Suara pintu di ketuk. Melihat Bi Mar yang masih sibuk di belakang, Gista berinisiatif untuk membukakan pintu. Tentu saja dia sudah izin dengan Haneul.

" Ya, mau nyari siapa ya?"

Sraak

Tanpa menjawab, orang itu menerobos masuk ke dalam rumah dan bahkan membuat tubuh Gista sedikit terhuyung. Gista pun berjalan cepat menyusul orang asing itu.

" Maaf apa yang Anda lakukan. Sungguh itu tidak sopan."

" Tck, pembantu aja sok-sokan. Ahaa, selamat pagi Dokter Haneul. Bagaimana kabar mu hari ini?"

Degh!

TBC

Terpopuler

Comments

Lilis mulyati

Lilis mulyati

dngan bgtu Han tau siapa orng itu hnya dngan suaranya aja dan smoga dech han scpatnya bsa melihat kembali dan smoga Han BSa mempercayai Gista buat slidikin tentang kecelakaan itu TPI AQ curiga klau yg berkunjung itu adlh biang keroknya.

2024-11-28

0

🌻Nie Surtian🌻

🌻Nie Surtian🌻

Siapa yach...?!? Apa jangan² orang yg buat Haneul kecelakaan? Datang untuk memastikan keadaan Haneul...🤔

2024-11-28

2

Aan Azzam

Aan Azzam

pagi² baca bab ini, trus diakhir di gantung dg orang yg baru dtng 😅ko rasanya tdk enakya😅😅😅lanjut Thor 🤭🤭

2024-11-29

0

lihat semua
Episodes
1 Dokter dan Perawat 01
2 Dokter dan Perawat 02
3 Dokter dan Perawat 03
4 Dokter dan Perawat 04
5 Dokter dan Perawat 05
6 Dokter dan Perawat 06
7 Dokter dan Perawat 07
8 Dokter dan Perawat 08
9 Dokter dan Perawat 09
10 Dokter dan Perawat 10
11 Dokter dan Perawat 11
12 Dokter dan Perawat 12
13 Dokter dan Perawat 13
14 Dokter dan Perawat 14
15 Dokter dan Perawat 15
16 Dokter dan Perawat 16
17 Dokter dan Perawat 17
18 Dokter dan Perawat 18
19 Dokter dan Perawat 19
20 Dokter dan Perawat 20
21 Dokter dan Perawat 21
22 Dokter dan Perawat 22
23 Dokter dan Perawat 23
24 Dokter dan Perawat 24
25 Dokter dan Perawat 25
26 Dokter dan Perawat 26
27 Dokter dan Perawat 27
28 Dokter dan Perawat 28
29 Dokter dan Perawat 29
30 Dokter dan Perawat 30
31 Dokter dan Perawat 31
32 Dokter dan Perawat 32
33 Dokter dan Perawat 33
34 Dokter dan Perawat 34
35 Dokter dan Perawat 35
36 Dokter dan Perawat 36
37 Dokter dan Perawat 37
38 Dokter dan Perawat 38
39 Dokter dan Perawat 39
40 Dokter dan Perawat 40
41 Dokter dan Perawat 41
42 Dokter dan Perawat 42
43 Dokter dan Perawat 43
44 Dokter dan Perawat 44
45 Dokter dan Perawat 45
46 Dokter dan Perawat 46
47 Dokter dan Perawat 47
48 Dokter dan Perawat 48
49 Dokter dan Perawat 49
50 Dokter dan Perawat 50
51 Dokter dan Perawat 51
52 Dokter dan Perawat 52
53 Dokter dan Perawat 53
54 Dokter dan Perawat 54
55 Dokter dan Perawat 55
56 Dokter dan Perawat 56
57 Dokter dan Perawat 57
58 Dokter dan Perawat 58
59 Dokter dan Perawat 59
60 Dokter dan Perawat 60
61 Dokter dan Perawat 61
62 Dokter dan Perawat 62
63 Dokter dan Perawat 63
64 Dokter dan Perawat 64
65 Dokter dan Perawat 65
66 Dokter dan Perawat 66
67 Dokter dan Perawat 67
68 Dokter dan Perawat 68
69 Dokter dan Perawat 69
70 Dokter dan Perawat 70
71 Dokter dan Perawat 71
72 Dokter dan Perawat 72
73 Dokter dan Perawat 73
74 Dokter dan Perawat 74
75 Dokter dan Perawat 75
76 Dokter dan Perawat 76
77 Dokter dan Perawat 77
78 Dokter dan Perawat 78
79 Dokter dan Perawat 79
80 Dokter dan Perawat 80
81 Dokter dan Perawat 81
82 Dokter dan Perawat 82
83 Dokter dan Perawat 83
84 Dokter dan Perawat 84
85 Dokter dan Perawat 85
86 Dokter dan Perawat 86
87 Dokter dan Perawat 87
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Dokter dan Perawat 01
2
Dokter dan Perawat 02
3
Dokter dan Perawat 03
4
Dokter dan Perawat 04
5
Dokter dan Perawat 05
6
Dokter dan Perawat 06
7
Dokter dan Perawat 07
8
Dokter dan Perawat 08
9
Dokter dan Perawat 09
10
Dokter dan Perawat 10
11
Dokter dan Perawat 11
12
Dokter dan Perawat 12
13
Dokter dan Perawat 13
14
Dokter dan Perawat 14
15
Dokter dan Perawat 15
16
Dokter dan Perawat 16
17
Dokter dan Perawat 17
18
Dokter dan Perawat 18
19
Dokter dan Perawat 19
20
Dokter dan Perawat 20
21
Dokter dan Perawat 21
22
Dokter dan Perawat 22
23
Dokter dan Perawat 23
24
Dokter dan Perawat 24
25
Dokter dan Perawat 25
26
Dokter dan Perawat 26
27
Dokter dan Perawat 27
28
Dokter dan Perawat 28
29
Dokter dan Perawat 29
30
Dokter dan Perawat 30
31
Dokter dan Perawat 31
32
Dokter dan Perawat 32
33
Dokter dan Perawat 33
34
Dokter dan Perawat 34
35
Dokter dan Perawat 35
36
Dokter dan Perawat 36
37
Dokter dan Perawat 37
38
Dokter dan Perawat 38
39
Dokter dan Perawat 39
40
Dokter dan Perawat 40
41
Dokter dan Perawat 41
42
Dokter dan Perawat 42
43
Dokter dan Perawat 43
44
Dokter dan Perawat 44
45
Dokter dan Perawat 45
46
Dokter dan Perawat 46
47
Dokter dan Perawat 47
48
Dokter dan Perawat 48
49
Dokter dan Perawat 49
50
Dokter dan Perawat 50
51
Dokter dan Perawat 51
52
Dokter dan Perawat 52
53
Dokter dan Perawat 53
54
Dokter dan Perawat 54
55
Dokter dan Perawat 55
56
Dokter dan Perawat 56
57
Dokter dan Perawat 57
58
Dokter dan Perawat 58
59
Dokter dan Perawat 59
60
Dokter dan Perawat 60
61
Dokter dan Perawat 61
62
Dokter dan Perawat 62
63
Dokter dan Perawat 63
64
Dokter dan Perawat 64
65
Dokter dan Perawat 65
66
Dokter dan Perawat 66
67
Dokter dan Perawat 67
68
Dokter dan Perawat 68
69
Dokter dan Perawat 69
70
Dokter dan Perawat 70
71
Dokter dan Perawat 71
72
Dokter dan Perawat 72
73
Dokter dan Perawat 73
74
Dokter dan Perawat 74
75
Dokter dan Perawat 75
76
Dokter dan Perawat 76
77
Dokter dan Perawat 77
78
Dokter dan Perawat 78
79
Dokter dan Perawat 79
80
Dokter dan Perawat 80
81
Dokter dan Perawat 81
82
Dokter dan Perawat 82
83
Dokter dan Perawat 83
84
Dokter dan Perawat 84
85
Dokter dan Perawat 85
86
Dokter dan Perawat 86
87
Dokter dan Perawat 87

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!