18. Benar-benar Cemburu

Nadira mengambil pakaiannya, lalu dengan langkah hati-hati, menyelinap ke kamar John. Tanpa suara, ia masuk ke kamar mandi John dan mulai berendam di bathtub, merasa yakin ini akan jadi kejutan yang tak bisa diabaikan.

Nadira membenamkan tubuhnya lebih dalam ke air hangat di bathtub, kepulan uap menyelimuti wajahnya yang tampak tenang. Ia mendongak, menatap langit-langit dengan senyum kecil yang penuh ironi.

"Aku benar-benar nekat dan mungkin sudah menjadi gila," gumamnya pelan, diiringi tawa kecil yang terdengar lebih seperti olok-olok pada dirinya sendiri. Jemarinya bermain-main dengan air, menciptakan riak kecil yang memecah keheningan di sekitarnya.

Namun, sesaat kemudian nada bicaranya berubah lembut, seperti berbicara pada hatinya sendiri. "Biarlah aku menjadi gila, asal aku bisa tetap berada di sisi orang yang aku suka. Orang yang membuat aku merasa aman... dan nyaman."

Tatapannya kembali lurus ke depan, tapi kali ini ada cahaya tekad di matanya. Meski sadar bahwa pilihannya mungkin tidak benar, Nadira tak bisa memungkiri kebahagiaan yang dirasakannya saat bersama John dan tak ingin semuanya berakhir.

Sementara itu, John masih duduk di ruang tamu, merenung. "Kenapa aku masih di sini?" gumamnya, menggeleng pelan. "Gadis itu akan bertingkah gila lagi kalau aku tidak segera menghindar..."

Akhirnya, ia memutuskan kembali ke kamarnya. Saat membuka pintu kamar mandi, ia terperanjat mendapati Nadira sudah berada di dalam bathtubnya, berendam dengan santai, dikelilingi buih-buih sabun.

"Nadira?! Apa yang kau lakukan di sini?" John membelalakkan mata, terkejut dan bingung. Nadira hanya menatapnya sambil tersenyum penuh percaya diri.

"Air di kamarku mati. Jadi aku mandi di kamar Om," ucapnya, sambil memutar-mutar busa di tangannya, tatapannya penuh godaan yang membuat John semakin bingung harus bereaksi bagaimana.

"Cepat selesaikan mandimu! Setelah itu kita bicara," ucap John dengan nada tegas, kemudian menutup pintu kamar mandi dengan cepat.

Begitu berada di luar, ia mengusap wajahnya kasar, mencoba menenangkan pikirannya yang semakin tak karuan. "Gadis ini..." geramnya dalam hati. "Apa dia tidak tahu, aku sudah berusaha keras menahan diri untuk tidak menerkamnya? Tapi dia malah terus menggodaku, seolah sengaja menguji batas kesabaranku."

John menghela napas panjang, berjalan mondar-mandir di kamarnya, mencoba mengalihkan pikirannya dari bayangan Nadira yang tadi ada di depan matanya. Namun, semakin ia mencoba, semakin jelas bayangan itu. Ia merasakan jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya, perasaannya berkecamuk antara marah dan terpesona.

"Selesaikan mandimu cepat, Nadira," ucap John sekali lagi, ingin gadis itu segera pergi dari kamarnya, tak ingin tembok yang ia bangun diantara ia dan Nadira runtuh.

John mendengar suara menggoda Nadira dari dalam kamar mandi, "Kenapa? Om sudah tak sabar menungguku?" Nadira bertanya, nadanya yang manis membuat dadanya berdesir. Tapi ia hanya menghela napas, mencoba mengabaikan pertanyaan itu.

la memejamkan mata sejenak, menenangkan gejolak yang sejak tadi mengganggunya. Kenapa Nadira harus bertingkah seperti ini? Nadira bukan sekadar gadis yang ia kenal, ia berbeda. Dua kali bersama dalam momen intim itu, ia merasakan hal yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Tak seperti wanita lain, Nadira menatapnya dengan pandangan yang penuh cinta, seolah ia adalah satu-satunya bagi gadis itu. Itulah yang justru membuat segalanya semakin sulit baginya.

John membuka matanya, menghela napas berat, berusaha menenangkan diri sebelum ia benar-benar terseret oleh perasaannya sendiri. "Nadira," gumamnya, nyaris tanpa suara.

Nadira keluar dari kamar mandi dengan wajah cerianya dan bergegas mendekati John yang duduk di tepi ranjang. "Om bule, aku sudah wangi," ucapnya dengan berani kembali duduk di pangkuan John dan memeluk John.

John mendesah pelan, mencoba menahan diri ketika Nadira tiba-tiba duduk di pangkuannya, wangi sabun yang segar dari tubuhnya menusuk hidungnya, membuatnya semakin sulit untuk berpura-pura tidak terpengaruh.

"Nadira, cepat turun! Kau tidak seharusnya seperti ini," kata John dengan nada dingin, meski hatinya sendiri sedang berkecamuk, berusaha untuk tetap tenang.

Namun Nadira malah merapatkan diri lebih erat, tatapannya penuh penolakan. "Nggak mau!" Nadira memeluknya erat dengan wajah cemberut, pandangan matanya seakan menuntut penjelasan."Om Bule malah mau-mau saja disentuh perempuan di luar sana, tapi selalu berusaha menghindar dariku!" ucap Nadira dengan nada kesal.

John mengernyitkan kening, bingung dengan tuduhan itu. "Apa maksudmu? Perempuan mana?" tanyanya, mencoba mengingat apa yang sebenarnya Nadira bicarakan.

Nadira menggembungkan pipinya, ekspresinya semakin kesal. "Aku lihat Om tadi siang di pinggir jalan! Mobil Om mogok, 'kan? Terus ada perempuan yang dengan centilnya menyeka keringat Om." Nadira menatap John penuh dengan rasa cemburu yang jelas terpancar dari matanya. "Om kelihatan menikmati sekali. Dia dekat banget sama Om, dan Om malah diam saja. Kesenengan banget ya, dilayani perempuan lain! Tapi kenapa kalau sama aku selalu menghindar?" Suaranya sedikit bergetar, jelas tersirat kekecewaan.

John menghela napas panjang, berusaha keras untuk menahan senyum yang nyaris muncul. la menyadari bahwa Nadira benar-benar cemburu. "Dengar, Nadira. Perempuan itu adalah sekretarisku yang selalu membantu aku. Dia tidak lebih dari itu," jelas John dengan suara yang lembut namun tegas, berusaha meredakan perasaan cemburu Nadira. Namun sesaat kemudian, dalam hati ia bergumam, "Kenapa aku repot-repot memberikan penjelasan padatnya? Apa hubungan kami?"

Nadira malah mengerucutkan bibirnya, masih merasa tidak puas dengan jawaban itu. “Tetap saja, sekretaris atau bukan, tetap saja Om terlihat menikmati itu! Tapi sama aku malah dingin dan berusaha menghindar. Aku nggak suka melihat Om dekat dengan perempuan lain. Pokoknya, Om Bule milikku!" Nadira menatap John dengan tatapan yang tulus namun penuh tekad.

John menatap Nadira dengan mata menyipit, raut wajahnya menunjukkan ketidaksenangan. “Hei, kenapa kamu mengatur hidupku?” tanyanya dengan nada yang lebih tajam dari biasanya. “Ada hak apa kamu melarang aku dekat dengan wanita lain? Dan sejak kapan aku jadi milikmu?”

Nadira tampak terkejut, namun hanya sekejap. Senyum kecil terulas di wajahnya, seolah tak gentar dengan ketegasan John. “Aku mungkin nggak punya hak, Om, tapi... aku nggak suka melihat Om bersama orang lain,” jawabnya, suara yang lirih namun penuh kejujuran.

John mendesah panjang, frustasi. “Dengar, Nadira. Aku bukan milik siapa pun, apalagi milikmu. Jangan bertindak seolah-olah kita punya hubungan khusus.”

Nadira menatap John dengan mata yang sedikit berkaca-kaca, kecewa tersirat jelas di wajahnya. "Kita sudah tinggal bersama dan pernah dua kali tidur bersama, Om. Apa ini masih bisa dibilang kita tak punya hubungan?" tanyanya pelan namun penuh penekanan.

John kembali menghela napas panjang, mencoba meredakan perasaan bingung yang berkecamuk. "Dira, aku sudah bilang dari awal… aku tidak ingin punya hubungan romantis," ucapnya akhirnya, meski terdengar lebih seperti pembelaan diri.

Nadira menatap John lebih dalam, seolah mencari jawaban yang berbeda di balik kata-kata itu. "Kalau begitu… apa sebenarnya arti kehadiranku buat Om?" gumam Nadira lirih, suara dan tatapannya penuh harap yang membuat John semakin kebingungan.

...🍁💦🍁...

.

To be continued

Terpopuler

Comments

Dwi Winarni Wina

Dwi Winarni Wina

Om john berusaha membentengi dirinya agar tidak luluh hatinya pdhal nadira berusaha menggodanya dan merayunya...

Nadira om john pernah gagal dlm percintaannya dan merasa trauma mau menjalin hubungan lagi,,,,

Nadira hrs sabar meluluhkan hati om john dan jgn menyerah berjuanglah mendapatkan hatinya om bule ganteng....

2024-11-26

3

abimasta

abimasta

nadira terus aja goda si om bule sampai hatinya luluh

2024-11-25

3

Far~ hidayu❤️😘🇵🇸

Far~ hidayu❤️😘🇵🇸

kasihan Nadira... udah lah cuekin aja dia..atau hamil dan kamu pergi

2024-11-25

2

lihat semua
Episodes
1 1. Yang Pertama
2 2. Menunggu
3 3. Kebohongan
4 4. Sementara
5 5. Kepedulian Dibalik Sikap Dingin
6 6. Heran
7 7. Perasaan yang Terusik
8 8. Menahan Rasa
9 9. Tak Pernah Tega
10 10. Pria Misterius
11 11. Dibenci
12 12. Pengakuan
13 13. Terulang Lagi
14 14. Rasa Penasaran
15 15. Warna Baru
16 16. Sebuah Ancaman
17 17. Nekat
18 18. Benar-benar Cemburu
19 19. Gejolak Hati Dibalik Pelukan
20 20. Tantangan
21 21. Menemani
22 22. Membalikkan Keadaan
23 23. Gara-gara Baju Kotor
24 24. Ocehan Angga
25 25. Rencana Licik
26 26. Perasaan Campur Aduk
27 27. Sesuatu yang Membuat Penasaran
28 28. Aku Kalah
29 29. Dimanjakan
30 30. Pembuat Masalah
31 31. Semakin Iri
32 32. Gagal
33 33. Menjengkelkan Tapi Menyenangkan
34 34. Kejujuran John
35 35. Saran Sahabat
36 36. Lamaran
37 37. Tak Ingin Memaksa
38 38. Enggan Pulang
39 39. Sekadar Memberitahu
40 40. Sejak Semalam
41 41. Para Sahabat John
42 42. Kepribadian Rian yang Kontras
43 43. Manggil Apa?
44 44.Ingin Mengacau
45 45. Mengajukan Cuti
46 46. Staf administrasi
47 47. Momen Bahagia
48 48. Pesta Spesial
49 49. Menonton
50 50. Malam Setelah Janji Suci
51 51.Memasang Umpan
52 52. Kejutan
53 53. Tak Percaya
54 54. Sasha Akan Beraksi
55 55. Celah
56 56. Sebuah Kebetulan
57 57. Curiga
58 58. Diskusi
59 59. Menyembunyikan
60 60. Nadira ke Kantor John
61 61. Hadiah
62 62. Nadira Tahu
63 63. Tanpa Solusi
64 64. Nadira Pulang
65 65. Tak Mampu Berkata
66 66. Rahasia yang Terkuak
67 67. Rencana John dan Para Sahabatnya
68 68. Ingin Mengambil Kembali
69 69. Perang Strategi
70 70. Ditangkap
71 71. Kesempatan
72 Dosa yang Kucintai
Episodes

Updated 72 Episodes

1
1. Yang Pertama
2
2. Menunggu
3
3. Kebohongan
4
4. Sementara
5
5. Kepedulian Dibalik Sikap Dingin
6
6. Heran
7
7. Perasaan yang Terusik
8
8. Menahan Rasa
9
9. Tak Pernah Tega
10
10. Pria Misterius
11
11. Dibenci
12
12. Pengakuan
13
13. Terulang Lagi
14
14. Rasa Penasaran
15
15. Warna Baru
16
16. Sebuah Ancaman
17
17. Nekat
18
18. Benar-benar Cemburu
19
19. Gejolak Hati Dibalik Pelukan
20
20. Tantangan
21
21. Menemani
22
22. Membalikkan Keadaan
23
23. Gara-gara Baju Kotor
24
24. Ocehan Angga
25
25. Rencana Licik
26
26. Perasaan Campur Aduk
27
27. Sesuatu yang Membuat Penasaran
28
28. Aku Kalah
29
29. Dimanjakan
30
30. Pembuat Masalah
31
31. Semakin Iri
32
32. Gagal
33
33. Menjengkelkan Tapi Menyenangkan
34
34. Kejujuran John
35
35. Saran Sahabat
36
36. Lamaran
37
37. Tak Ingin Memaksa
38
38. Enggan Pulang
39
39. Sekadar Memberitahu
40
40. Sejak Semalam
41
41. Para Sahabat John
42
42. Kepribadian Rian yang Kontras
43
43. Manggil Apa?
44
44.Ingin Mengacau
45
45. Mengajukan Cuti
46
46. Staf administrasi
47
47. Momen Bahagia
48
48. Pesta Spesial
49
49. Menonton
50
50. Malam Setelah Janji Suci
51
51.Memasang Umpan
52
52. Kejutan
53
53. Tak Percaya
54
54. Sasha Akan Beraksi
55
55. Celah
56
56. Sebuah Kebetulan
57
57. Curiga
58
58. Diskusi
59
59. Menyembunyikan
60
60. Nadira ke Kantor John
61
61. Hadiah
62
62. Nadira Tahu
63
63. Tanpa Solusi
64
64. Nadira Pulang
65
65. Tak Mampu Berkata
66
66. Rahasia yang Terkuak
67
67. Rencana John dan Para Sahabatnya
68
68. Ingin Mengambil Kembali
69
69. Perang Strategi
70
70. Ditangkap
71
71. Kesempatan
72
Dosa yang Kucintai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!