13. Terulang Lagi

“Aku tahu,” potong Nadira, matanya semakin berkaca-kaca. “Tapi ini benar, Om. Aku… tidak pernah merasa begini pada seseorang.”

John terdiam, menatap Nadira yang menampilkan emosi tulus di depannya. Tanpa sadar, ia merasakan keinginan untuk mendekat pada Nadira, meskipun ia tahu ini mungkin tidak benar.

Nadira perlahan mendekatkan wajahnya ke arah John, menatap pria itu dengan sorot mata penuh rasa. "Om… aku jatuh cinta pada Om sejak pertama kali kita bertemu," ucapnya dengan suara pelan tapi sarat emosi. "Om adalah satu-satunya orang yang aku percayai di dunia ini." Tangannya terangkat, membelai lembut rahang John.

John terdiam, terpaku oleh pengakuan dan sentuhan Nadira. Hatinya campur aduk antara kaget, bingung, dan tak tahu harus bereaksi seperti apa. Ketika Nadira tiba-tiba mengalungkan lengannya di lehernya, ia merasa makin terkejut.

"Om Bule… kawin yuk!" ujar Nadira, suaranya terdengar khas orang mabuk, diselingi tawa kecil. "Miliki aku… seutuhnya." Tiba-tiba, Nadira mendorong John hingga pria itu jatuh terlentang di sofa, sementara Nadira menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh John, masih menatapnya penuh rasa. Jantung John berdetak cepat, apalagi saat ia merasakan kehadiran Nadira begitu dekat, lebih dari sebelumnya.

Dengan tatapan yang sedikit kabur dan senyum yang polos, Nadira mengangkat tangan, membelai wajah John. "Om Bule ganteng… mau, ya, nikah sama aku?" tanyanya, suaranya lirih namun terdengar dalam. "Aku akan memberikan semua yang aku punya… hanya untuk Om seorang."

John terdiam, tubuhnya terasa kaku, tak tahu harus bicara atau berbuat apa. Jantungnya berdetak semakin kencang saat Nadira mendekatkan wajahnya, dan sebelum sempat menahan diri, Nadira perlahan mencium bibirnya. Gerakan gadis itu masih terasa kaku, seakan ini hal yang baru, namun kehangatannya justru membuat tubuh John tersulut seketika, seperti api yang membakar perlahan.

Tanpa disadari, dorongan dalam dirinya menuntun John untuk membalasnya. Ciumannya semakin dalam, mengabaikan semua suara logika yang berusaha menahan. Saat ini, hanya ada mereka berdua, terjebak dalam momen yang menggantung antara kesalahan dan hasrat.

Ciuman dalam yang membawa mereka kembali ke dalam kehangatan yang membuat keduanya lupa sejenak akan batasan dan kendali. John membalikkan posisi mereka hingga kini ia yang ada di atas Nadira. Bibir dan jemari tangannya perlahan menjelajahi seluruh tubuh Nadira. Helai demi helai kain yang menempel di tubuh mereka berserakan di lantai.

"Ahh ..Om..." lenguh Nadira merasakan nikmat dan gelisah yang semakin menggelora. Setiap sentuhan John membuat darahnya mengalir semakin deras dan suhu tubuhnya semakin meningkat, ingin disentuh lebih dan lebih.

Hingga akhirnya, mereka berdua kembali terseret dalam momen one-night stand yang tak terelakkan, dipicu oleh kejujuran Nadira yang terungkap dalam keadaan mabuk.

Seperti saat pertama kali mereka melakukannya di hotel, kali ini pun bukan hanya sekali. Bahkan setelah mendapatkan pelepasan pertamanya, John membawa Nadira ke dalam kamarnya, melanjutkan sesi bercinta mereka yang penuh gelora, melalui malam panjang dalam kenikmatan yang membuat mereka semakin candu.

***

Pagi itu, sinar matahari yang menerobos jendela menyinari ruangan dengan lembut. John dan Nadira terbangun dari tidur mereka, masih berpelukan tanpa sekat di bawah satu selimut. Hening yang menyelimuti suasana mendadak terpecah oleh dering ponsel di atas nakas.

John mengerjap, setengah sadar, lalu meraih ponselnya. Sekilas ia melihat nama di layar dan segera menerima panggilan, suaranya masih berat dan sedikit parau saat menjawab. Sementara itu, Nadira mengamati John dari samping, perasaan bergejolak di dalam hatinya. Wajahnya memerah, tersipu malu ketika terlintas kembali ingatan semalam, saat ia mengungkapkan isi hatinya yang selama ini terpendam.

Ia memalingkan wajah, merasakan campuran antara kebahagiaan dan keraguan. Perasaannya bagaikan riak gelombang, masih sulit ia pahami, namun satu hal yang pasti, Nadira tahu bahwa malam itu adalah titik awal dari perubahan besar dalam hidupnya.

Setelah menutup panggilan telepon, John meletakkan ponselnya kembali di atas nakas, wajahnya masih serius dan belum sepenuhnya tenang. Ia menoleh, menatap Nadira yang terbaring di sampingnya.

"Aku harus pergi. Ada pekerjaan yang perlu kuselesaikan," ujarnya pelan.

Nadira tersenyum kecil, berusaha menyembunyikan perasaan malu yang masih bersemayam di hatinya. "Aku akan buatkan sarapan," katanya pelan.

John menatap Nadira sejenak, kemudian menggeleng. "Tidak perlu. Lebih baik kau istirahat saja," katanya lembut, menyentuh lengan Nadira agar tetap berbaring. "Kau pasti lelah... setelah tadi malam..." Kalimatnya terhenti, mengingat bagaimana malam itu berakhir, penuh keintiman yang membuat hubungan mereka terasa semakin rumit.

Nadira hanya menunduk, wajahnya merona. John menarik napas dalam, perasaan bersalah melintas di benaknya karena membiarkan hubungan ini berjalan sejauh ini. "Tidurlah lagi. Aku akan pesan makanan nanti," tambahnya, masih bimbang dengan perasaannya yang tak menentu.

Nadira mengangguk pelan, menerima sarannya. Tubuhnya memang masih terasa lelah. John lalu bangkit dari tempat tidur dan menuju kamar mandi. Nadira menatap punggungnya yang menjauh, hatinya dipenuhi rasa tak pasti. Pikirannya dipenuhi oleh pertanyaan yang selama ini belum pernah ia beranikan untuk ditanyakan. "Apa yang akan terjadi dengan kami setelah ini?"

John berdiri di bawah shower, membiarkan air mengucur deras membasahi dirinya. Ia menarik napas panjang, mencoba menenangkan hatinya yang berkecamuk. Mengambil keputusan ini ternyata tidak semudah yang ia kira.

Setelah membersihkan diri, ia kembali ke kamar, tatapannya tertuju pada Nadira yang kembali terlelap di bawah selimut karena kelelahan.

Kenangan semalam berkelebat di pikirannya. Sambil menatapnya, John bergumam pelan, “Apakah aku harus membuka hatiku untukmu, Nadira?” Perasaan ragu bercampur keinginan mulai menyelinap, tetapi ia masih tak yakin.

Sebelum pergi, John memastikan makanan yang ia pesan akan tiba segera, agar Nadira tidak perlu bangun dalam keadaan lapar. Dengan satu pandangan terakhir yang lembut, John meninggalkan apartemennya, siap menuju proyek investasi yang perlu ia tinjau, namun membawa bayang-bayang Nadira dalam benaknya.

***

Di lokasi proyek yang sedang ia tinjau, John berdiri memeriksa konstruksi sambil melihat-lihat pekerjaan para bawahannya. Namun, pikirannya tampak melayang-layang, tak sepenuhnya hadir di tempat itu.

Zion, sahabat yang telah dianggapnya seperti keluarga sendiri, mengamati ekspresi John yang tampak lebih gelisah dari biasanya. Ia menghampiri John dan menepuk bahunya.

"John, kenapa akhir-akhir ini kau terlihat seperti orang galau?" tanyanya sambil tersenyum, mencoba memecahkan ketegangan.

John menghela napas, sedikit tersenyum sebagai usaha untuk menyembunyikan kegundahannya. "Ah, nggak apa-apa. Cuma... banyak yang dipikirkan saja," jawabnya, berusaha terdengar santai.

Zion mengangkat alis, tidak yakin dengan jawaban itu. "Kau nggak bisa bohong sama aku, John. Aku tahu kalau ada yang mengganggu pikiranmu. Ini soal bisnis? Atau..." Zion berhenti sejenak, tersenyum penuh arti. "Soal wanita?"

John tertawa kecil, meski nadanya terdengar agak berat. "Kau benar-benar tahu apa saja," jawabnya akhirnya. "Hidup memang... semakin rumit belakangan ini."

Zion menatap John lebih dalam, menyadari ada sesuatu yang lebih besar dari yang John akui. "Kau tahu, kadang kita cuma butuh seseorang untuk mendengarkan," ucapnya pelan. "Jadi, kalau ada yang perlu diceritakan, aku selalu ada buatmu."

John tersenyum tipis, merasa sedikit lega. Ia tahu Zion selalu bisa diandalkan, tapi ia masih ragu untuk berbicara. Perasaannya pada Nadira begitu rumit, dan entah bagaimana harus diungkapkan.

"Mungkin nanti, Zion," jawab John pelan. "Tapi, terima kasih sudah selalu ada."

...🍁💦🍁...

.

To be continued

Terpopuler

Comments

Dwi Winarni Wina

Dwi Winarni Wina

Om John dan nadira kembali mengulang mlm panas lagi nadira dlm kondisi mabuk....
keduanya berhubungan intim tanpa status dan perasaan om John msh ragu apakah bener telah jatuh cinta sm nadira,,,,

Ayolah John curhat aja keziaon jgn malu2 krn Zion itu sudah anggap kayak saudara sendiri....
Coba jujur aja tentang nadira ke Zion pasti akan memberikan saran terbaiknya dan solusinya drpd kepikiran bikin pusing dan rumit John belajar membuka hatimu buat nadira sangat baik dan tulus....
perlahan2 lupakan masalalu yg menyakitkan melakukan kedepan bersama nadira akan bahagia....

2024-11-23

4

Anitha Ramto

Anitha Ramto

kamu sdh mulai ada rasa John sm Nadira ..bukalah hstimu utknya
cintai dia dgn tulus karena Nadira membutuhkanmu dia tdk punya sipa² lg

2024-11-24

2

kaylla salsabella

kaylla salsabella

ayo John cerita sama zion biar di kasih saran yang baik

2024-11-23

4

lihat semua
Episodes
1 1. Yang Pertama
2 2. Menunggu
3 3. Kebohongan
4 4. Sementara
5 5. Kepedulian Dibalik Sikap Dingin
6 6. Heran
7 7. Perasaan yang Terusik
8 8. Menahan Rasa
9 9. Tak Pernah Tega
10 10. Pria Misterius
11 11. Dibenci
12 12. Pengakuan
13 13. Terulang Lagi
14 14. Rasa Penasaran
15 15. Warna Baru
16 16. Sebuah Ancaman
17 17. Nekat
18 18. Benar-benar Cemburu
19 19. Gejolak Hati Dibalik Pelukan
20 20. Tantangan
21 21. Menemani
22 22. Membalikkan Keadaan
23 23. Gara-gara Baju Kotor
24 24. Ocehan Angga
25 25. Rencana Licik
26 26. Perasaan Campur Aduk
27 27. Sesuatu yang Membuat Penasaran
28 28. Aku Kalah
29 29. Dimanjakan
30 30. Pembuat Masalah
31 31. Semakin Iri
32 32. Gagal
33 33. Menjengkelkan Tapi Menyenangkan
34 34. Kejujuran John
35 35. Saran Sahabat
36 36. Lamaran
37 37. Tak Ingin Memaksa
38 38. Enggan Pulang
39 39. Sekadar Memberitahu
40 40. Sejak Semalam
41 41. Para Sahabat John
42 42. Kepribadian Rian yang Kontras
43 43. Manggil Apa?
44 44.Ingin Mengacau
45 45. Mengajukan Cuti
46 46. Staf administrasi
47 47. Momen Bahagia
48 48. Pesta Spesial
49 49. Menonton
50 50. Malam Setelah Janji Suci
51 51.Memasang Umpan
52 52. Kejutan
53 53. Tak Percaya
54 54. Sasha Akan Beraksi
55 55. Celah
56 56. Sebuah Kebetulan
57 57. Curiga
58 58. Diskusi
59 59. Menyembunyikan
60 60. Nadira ke Kantor John
61 61. Hadiah
62 62. Nadira Tahu
63 63. Tanpa Solusi
64 64. Nadira Pulang
65 65. Tak Mampu Berkata
66 66. Rahasia yang Terkuak
67 67. Rencana John dan Para Sahabatnya
68 68. Ingin Mengambil Kembali
69 69. Perang Strategi
70 70. Ditangkap
71 71. Kesempatan
72 Dosa yang Kucintai
Episodes

Updated 72 Episodes

1
1. Yang Pertama
2
2. Menunggu
3
3. Kebohongan
4
4. Sementara
5
5. Kepedulian Dibalik Sikap Dingin
6
6. Heran
7
7. Perasaan yang Terusik
8
8. Menahan Rasa
9
9. Tak Pernah Tega
10
10. Pria Misterius
11
11. Dibenci
12
12. Pengakuan
13
13. Terulang Lagi
14
14. Rasa Penasaran
15
15. Warna Baru
16
16. Sebuah Ancaman
17
17. Nekat
18
18. Benar-benar Cemburu
19
19. Gejolak Hati Dibalik Pelukan
20
20. Tantangan
21
21. Menemani
22
22. Membalikkan Keadaan
23
23. Gara-gara Baju Kotor
24
24. Ocehan Angga
25
25. Rencana Licik
26
26. Perasaan Campur Aduk
27
27. Sesuatu yang Membuat Penasaran
28
28. Aku Kalah
29
29. Dimanjakan
30
30. Pembuat Masalah
31
31. Semakin Iri
32
32. Gagal
33
33. Menjengkelkan Tapi Menyenangkan
34
34. Kejujuran John
35
35. Saran Sahabat
36
36. Lamaran
37
37. Tak Ingin Memaksa
38
38. Enggan Pulang
39
39. Sekadar Memberitahu
40
40. Sejak Semalam
41
41. Para Sahabat John
42
42. Kepribadian Rian yang Kontras
43
43. Manggil Apa?
44
44.Ingin Mengacau
45
45. Mengajukan Cuti
46
46. Staf administrasi
47
47. Momen Bahagia
48
48. Pesta Spesial
49
49. Menonton
50
50. Malam Setelah Janji Suci
51
51.Memasang Umpan
52
52. Kejutan
53
53. Tak Percaya
54
54. Sasha Akan Beraksi
55
55. Celah
56
56. Sebuah Kebetulan
57
57. Curiga
58
58. Diskusi
59
59. Menyembunyikan
60
60. Nadira ke Kantor John
61
61. Hadiah
62
62. Nadira Tahu
63
63. Tanpa Solusi
64
64. Nadira Pulang
65
65. Tak Mampu Berkata
66
66. Rahasia yang Terkuak
67
67. Rencana John dan Para Sahabatnya
68
68. Ingin Mengambil Kembali
69
69. Perang Strategi
70
70. Ditangkap
71
71. Kesempatan
72
Dosa yang Kucintai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!