8. Menahan Rasa

Kembali pada saat ini...

Suara John yang tenang dan penuh keyakinan masih terngiang jelas di telinganya, “Kau baik-baik saja? Jangan takut, kau sudah aman. Sudah, sudah... Aku di sini sekarang. Tidak ada yang akan menyakitimu lagi,” Kata-kata itu terucap dengan tulus, seperti angin sejuk yang menenangkan jiwa yang terluka.

John yang memeluknya, memberi rasa aman yang seumur hidup belum pernah ia rasakan. Saat Nadira menatap mata John, ada sesuatu di sana, keteduhan, perlindungan, dan mungkin, rasa kasih sayang yang membuatnya merasa lebih baik.

"Apa karena itu aku menyukainya?" batinnya, bingung dan terjebak dalam perasaan yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Nadira menunduk sambil tersenyum tipis, tersadar bahwa mungkin itulah alasannya, atau mungkin juga ada sesuatu yang lebih dalam yang membuatnya tak bisa jauh dari pria itu.

Usia sarapan, John menatap Nadira, lalu berkata, “Nadira, aku sudah mencari tempat aman untukmu. Ada beberapa pilihan, seperti rumah singgah atau apartemen sementara yang bisa kamu tinggali. Aku bisa membantu biaya sewa sampai kamu punya rencana.”

Nadira tampak terkejut, ia menggigit bibirnya dan melihat John dengan tatapan kecewa. “Om… kenapa tidak boleh di sini saja?"

John menghela napas, berusaha bersikap sabar namun tetap tegas. “Nadira, tempatku ini bukan tempat yang tepat buat kamu tinggal untuk jangka panjang. Aku hanya ingin kamu bisa berdiri di atas kakimu sendiri.”

Nadira menatap John dengan tatapan memelas mengundang iba. “Aku hanya merasa lebih tenang di sini, Om… Please, izinkan aku tetap tinggal di sini, ya?”

John terdiam, dalam hati berkata, "Aku tak boleh lemah karena wajahnya yang memelas. Kalau aku biarkan dia di sini, lama-lama aku akan terlalu terikat… aku tak bisa membiarkan itu terjadi" Ia menghela napas panjang. “Dengar, Nadira. Ini yang terbaik untukmu… dan juga untukku. Aku harap kamu bisa mengerti.”

“Om, aku ingin selamanya bersamamu...” gumam Nadira dengan suara kecil dan nada penuh harap, hampir seperti bisikan. Matanya mengarah pada sosok pria di depannya, yang meski menampilkan ekspresi datar, tetap memberi kesan hangat dan aman yang selama ini tak pernah ia rasakan dari keluarganya. Ia meremas jemarinya sendiri, menahan debar di dadanya, seolah takut permintaan itu akan segera ditolak.

Sejenak, John terdiam mendengar kalimat yang baru saja keluar dari mulut Nadira. Rasa kaget dan bingung berbaur, namun wajahnya tetap mempertahankan ekspresi tenang. Dalam hatinya, ia merasakan sesuatu yang aneh, sebuah dorongan untuk menghibur Nadira, tetapi ia tidak ingin memberikan harapan yang mungkin akan ia sesali.

“Nadira…” John akhirnya menjawab, suaranya terdengar lebih berat dari biasanya. “Kau tahu, hidup tidak selalu seperti yang kita harapkan.”

Nadira menatapnya, sepasang mata penuh harap itu mulai berkaca-kaca. “Tapi… aku merasa aman di sini, Om. Lebih aman daripada di mana pun.”

John menarik napas panjang, mencoba menahan perasaan yang terus berkecamuk dalam dirinya. Ia menyadari betapa rapuh gadis itu, betapa ia sangat mendambakan tempat di mana ia bisa merasa diinginkan dan terlindungi. Tapi John tahu, menjaga jarak adalah pilihan terbaik, terutama bagi Nadira.

“Kau butuh waktu untuk sembuh, Nadira. Untuk merasakan apa itu kemandirian,” katanya akhirnya, berusaha terdengar bijaksana. “Dan mungkin… akan ada tempat yang lebih baik untukmu daripada di sini.”

Mendengar itu, Nadira menunduk, berusaha menyembunyikan kekecewaan yang terpancar dari matanya. Meski tak bisa menahan rasa sedih, ia mengangguk perlahan, berusaha menerima kata-kata John meski hatinya masih berbisik sebaliknya.

***

Di ruang keluarga rumah besar itu, Beno, ayah Nadira, tampak gelisah, duduk dengan raut wajah tegang sambil mengetukkan jari-jarinya di sandaran kursi. Tatapannya tajam, penuh amarah yang tertahan, mengarah pada salah seorang pelayan yang berdiri di hadapannya dengan gugup.

“Di mana Nadira?” tanyanya dengan nada dingin namun menekan, seolah setiap kata bisa memicu ledakan emosi yang tak tertahan.

Pelayan itu menggigit bibir, tampak ragu untuk menjawab. “Maaf, Tuan, saya tidak melihat Nona Nadira sejak kemarin malam. Nona… dia tidak kembali ke kamarnya.”

Beno mendengus kasar, matanya menyipit penuh amarah. Di sampingnya, seorang perempuan anggun namun berwajah sinis, ibu tiri Nadira, Sandra, menyeringai tipis sambil melipat tangan di dadanya.

“Sia-sia saja kita membesarkan anak itu,” desisnya tajam. “Jika dia bahkan tidak bisa memberi manfaat untuk keluarga ini. Kalau begini, untuk apa dia ada di sini?”

Tak jauh dari mereka, Sasha, kakak tiri Nadira, ikut angkat bicara, menyisipkan komentar dengan nada meremehkan. “Iya, Pa, kita harus segera menemukan dia sebelum semuanya terlambat. Rekan bisnis Papa sudah setuju dengan rencana itu. Apa jadinya kalau Nadira kabur begitu saja?”

Beno menatap Sasha sejenak, rahangnya mengeras. “Aku tahu, Sasha. Kita tidak punya waktu banyak. Gadis itu sudah membuat kita menunggu terlalu lama!” Suaranya terdengar semakin geram.

Ia berdiri, berjalan mondar-mandir sejenak, tampak berpikir keras. Kemudian, ia menghadap kembali ke pelayan yang tampak ketakutan. "Panggil Romi kemari!" Pelayan itu hanya bisa mengangguk cepat, kemudian mundur perlahan dan pergi untuk melaksanakan perintah.

Tak lama kemudian seorang pria bertubuh kekar menghadap Beno. "Apa ada tugas untuk saya, Tuan?" tanyanya.

“Kau, cari Nadira! Pergi ke semua tempat yang mungkin ia datangi. Tidak ada alasan untuk kembali sebelum kau menemukannya. Mengerti?” perintah Beno dengan nada dingin.

Romi mengangguk patuh. "Baik, Tuan." Pria itu bergegas pergi melaksanakan perintah Beno.

Sementara itu, Sasha dan Sandra tersenyum penuh arti, seolah menantikan hasil dari pencarian itu.

Beno menghela napas dalam, mencoba menahan amarahnya yang memuncak. Dalam hatinya, ia tahu bahwa ini adalah satu-satunya cara untuk mempertahankan hubungan bisnisnya. Dan jika itu berarti harus “mengorbankan” Nadira, maka ia akan melakukannya tanpa ragu.

“Kita akan menemukan dia,” gumam Beno pada dirinya sendiri, tekad di matanya tampak begitu kuat. “Dan memastikan dia tidak akan kabur lagi.”

"Selama ini kita tidak mendisiplinkannya, jadi dia tumbuh menjadi liar di luar sana. Pergi pagi-pagi, pulang larut malam. Apa itu perilaku yang pantas untuk seorang anak perempuan?" Sandra berucap dengan nada kecewa, melipat tangannya di depan dada.

Sasha, yang duduk di sebelah ibunya, segera menimpali, "Benar kata Mama. Papa seharusnya membiarkan kami mendidiknya. Karena Papa tidak mengizinkan, dia jadi seperti ini."

Beno menghela napas panjang, menatap kedua wanita itu dengan tatapan lelah. "Bagaimanapun juga, harta yang aku miliki sekarang, enam puluh persen adalah milik ibunya," katanya, berusaha mempertahankan nada tenang meskipun suaranya terdengar penuh beban.

Sandra mendengus kesal. "Apa kamu bersimpati padanya? Karena ibunya? Kita harus menjalin hubungan diam-diam selama bertahun-tahun hanya demi wanita itu! Dia tahu kita saling mencintai, tapi tetap memilih tidak menolak perjodohanmu."

Beno terdiam, menundukkan kepala saat suara Sandra terus menggema di ruangan itu. Sementara itu, Sasha menyeringai kecil, setuju dengan ibunya.

"Kalau saja dari awal Papa tidak terlalu lunak pada anak itu, semuanya tidak akan seperti ini," Sasha menambahkan, menatap ayahnya dengan pandangan penuh tuntutan.

Beno kembali menghela napas, kali ini lebih berat. Kata-kata mereka adalah pengingat pahit dari masa lalu yang tak bisa ia ubah, dan tanggung jawab yang tak pernah berhenti membebani dirinya.

...🍁💦🍁...

To be continued

Terpopuler

Comments

Dwi Winarni Wina

Dwi Winarni Wina

John Ijinkan nadira tinggal bersamamu kasian hidup nadira sangat menderita tinggal bersama ayahnya dan ibu tirinya dan nadira dijual oleh ayah tuk melancarkan bisnisnya....

Nadira sangat aman dan nyaman tinggal bersama John merasa dilindungi dan tinggal bersama ayahnya dan ibu tirinya merasa terancam dan tidak nyaman...

John terus menyakinkan nadira agar mau pindah dr apartemennya dan nadira sangat kecewa sm keputusan John tdk mengijinkan tinggal bersama...
John tetep kekeh pd pendiriannya tidak mau terikat sm seorang wanita dan sll membentengi dirinya...

John tega bingit kasian nadira mau dijual ayahnya sm rekan bisnisnya...
Ayolah John berusahalah melupakan masa lalumu yg sangat menyakitkan berusahalah membuka hatimu wanita lain...

lanjut thor semangat sll dan sehat sll.....

2024-11-20

5

Anitha Ramto

Anitha Ramto

Bapaknya Nadira sdh terhasut oleh dua ular betina itu sehingga mengorbankan anak kandungnya sendiri demi melancarkan Kecewa

Kecewa dengan sikap John yang menyuruh Nadira pergi dari tempatnya,jgn menyesal John jika Nadira tertangkap oleh irg suruhan Bapakny dan akan di jadikan unpan...

2024-11-21

2

Dewi S Ayunda

Dewi S Ayunda

aelah pak beno. lembek amat jadi Ayah. mentang² gk suka sm ibunya nadira. km jari semena mena sm darah daging sndri, nyesel baru tau rasa. anak yg kmu banggakan si Sahsa bisa bisa cm bawa petaka alias bawa pengaruh buruk

2024-11-21

2

lihat semua
Episodes
1 1. Yang Pertama
2 2. Menunggu
3 3. Kebohongan
4 4. Sementara
5 5. Kepedulian Dibalik Sikap Dingin
6 6. Heran
7 7. Perasaan yang Terusik
8 8. Menahan Rasa
9 9. Tak Pernah Tega
10 10. Pria Misterius
11 11. Dibenci
12 12. Pengakuan
13 13. Terulang Lagi
14 14. Rasa Penasaran
15 15. Warna Baru
16 16. Sebuah Ancaman
17 17. Nekat
18 18. Benar-benar Cemburu
19 19. Gejolak Hati Dibalik Pelukan
20 20. Tantangan
21 21. Menemani
22 22. Membalikkan Keadaan
23 23. Gara-gara Baju Kotor
24 24. Ocehan Angga
25 25. Rencana Licik
26 26. Perasaan Campur Aduk
27 27. Sesuatu yang Membuat Penasaran
28 28. Aku Kalah
29 29. Dimanjakan
30 30. Pembuat Masalah
31 31. Semakin Iri
32 32. Gagal
33 33. Menjengkelkan Tapi Menyenangkan
34 34. Kejujuran John
35 35. Saran Sahabat
36 36. Lamaran
37 37. Tak Ingin Memaksa
38 38. Enggan Pulang
39 39. Sekadar Memberitahu
40 40. Sejak Semalam
41 41. Para Sahabat John
42 42. Kepribadian Rian yang Kontras
43 43. Manggil Apa?
44 44.Ingin Mengacau
45 45. Mengajukan Cuti
46 46. Staf administrasi
47 47. Momen Bahagia
48 48. Pesta Spesial
49 49. Menonton
50 50. Malam Setelah Janji Suci
51 51.Memasang Umpan
52 52. Kejutan
53 53. Tak Percaya
54 54. Sasha Akan Beraksi
55 55. Celah
56 56. Sebuah Kebetulan
57 57. Curiga
58 58. Diskusi
59 59. Menyembunyikan
60 60. Nadira ke Kantor John
61 61. Hadiah
62 62. Nadira Tahu
63 63. Tanpa Solusi
64 64. Nadira Pulang
65 65. Tak Mampu Berkata
66 66. Rahasia yang Terkuak
67 67. Rencana John dan Para Sahabatnya
68 68. Ingin Mengambil Kembali
69 69. Perang Strategi
70 70. Ditangkap
71 71. Kesempatan
72 Dosa yang Kucintai
Episodes

Updated 72 Episodes

1
1. Yang Pertama
2
2. Menunggu
3
3. Kebohongan
4
4. Sementara
5
5. Kepedulian Dibalik Sikap Dingin
6
6. Heran
7
7. Perasaan yang Terusik
8
8. Menahan Rasa
9
9. Tak Pernah Tega
10
10. Pria Misterius
11
11. Dibenci
12
12. Pengakuan
13
13. Terulang Lagi
14
14. Rasa Penasaran
15
15. Warna Baru
16
16. Sebuah Ancaman
17
17. Nekat
18
18. Benar-benar Cemburu
19
19. Gejolak Hati Dibalik Pelukan
20
20. Tantangan
21
21. Menemani
22
22. Membalikkan Keadaan
23
23. Gara-gara Baju Kotor
24
24. Ocehan Angga
25
25. Rencana Licik
26
26. Perasaan Campur Aduk
27
27. Sesuatu yang Membuat Penasaran
28
28. Aku Kalah
29
29. Dimanjakan
30
30. Pembuat Masalah
31
31. Semakin Iri
32
32. Gagal
33
33. Menjengkelkan Tapi Menyenangkan
34
34. Kejujuran John
35
35. Saran Sahabat
36
36. Lamaran
37
37. Tak Ingin Memaksa
38
38. Enggan Pulang
39
39. Sekadar Memberitahu
40
40. Sejak Semalam
41
41. Para Sahabat John
42
42. Kepribadian Rian yang Kontras
43
43. Manggil Apa?
44
44.Ingin Mengacau
45
45. Mengajukan Cuti
46
46. Staf administrasi
47
47. Momen Bahagia
48
48. Pesta Spesial
49
49. Menonton
50
50. Malam Setelah Janji Suci
51
51.Memasang Umpan
52
52. Kejutan
53
53. Tak Percaya
54
54. Sasha Akan Beraksi
55
55. Celah
56
56. Sebuah Kebetulan
57
57. Curiga
58
58. Diskusi
59
59. Menyembunyikan
60
60. Nadira ke Kantor John
61
61. Hadiah
62
62. Nadira Tahu
63
63. Tanpa Solusi
64
64. Nadira Pulang
65
65. Tak Mampu Berkata
66
66. Rahasia yang Terkuak
67
67. Rencana John dan Para Sahabatnya
68
68. Ingin Mengambil Kembali
69
69. Perang Strategi
70
70. Ditangkap
71
71. Kesempatan
72
Dosa yang Kucintai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!