Episode 19
Hamzah
Apakah kamu ingin istirahat di dalam saja?
Ayisha
(menggelengkan kepala)
Ayisha
Langit malam ini indah
Hamzah
Udara disini semakin dingin
Rian
Makan malamnya sudah siap
Olivia
Masakan Zayn nggak diragukan lagi
Olivia
(menatap beberapa makanan di atas tikar)
Maudy
Maudy mau makan nasi goreng buatan Kakak
Hamzah
Banyak makanan yang lain disini
Maudy
Maudy ingin nasi goreng sekarang, bukan semua makanan ini
Maudy
(menatap ke arah makanan diatas tikar)
Hamzah
Kamu harus menghargai makanan yang sudah ada di hadapanmu
Ayisha
Mungkin Maudy rindu masakan buatanmu
Hamzah
Untuk kali ini aku nggak setuju dengan pendapatmu Ayisha
Hamzah
Maudy bukan seperti dulu lagi, aku nggak ingin terlalu memanjakannya
Zayn
Aku akan membuatkan nasi goreng untukmu
Maudy
Aku maunya Kak Hamzah yang memasak untukku
Hamzah
Terserah apa yang kamu ucapkan Maudy
Hamzah
Kakak nggak akan mengikuti semua keinginanmu lagi
Ayisha
Kamu mau kemana Maudy?
Ayisha
Acaranya belum selesai
Ayisha
Aku akan bicara dengannya
Hamzah
Biarkan saja dia berpikir
Zayn
Aku akan mencoba untuk bicara dengan Maudy
Rian
Sepertinya malam ini akan menjadi malam yang panjang
Olivia
Maksud Kak Rian apa?
Rian
Hanya aku sendiri yang berjuang sendiri untuk diriku sendiri
Rian
Kalian pasangan yang luar biasa
Zayn
Apakah kamu baik-baik saja?
Maudy
(terkejut menatap Zayn)
Maudy
Kamu sedang apa disini?
Zayn
Perasaanku juga sedang tidak baik-baik saja hari ini
Zayn
Sejak kecil aku selalu mengikuti keinginan kedua orang tuaku
Zayn
Bahkan pencapaianku sekarang hanyalah sebuah angin untuk mereka
Zayn
Kedua orang tuaku ingin aku menjadi penerus keluarga
Zayn
Keputusanku sendiri membuat mereka marah denganku
Zayn
Mereka tidak ingin aku menjadi seorang koki, melainkan mereka menginginkanku untuk menjadi penerus Ayah
Zayn
Ayahku adalah seorang tentara
Maudy
Kenapa Kakak nggak mengikuti keinginan mereka?
Maudy
Padahal itu profesi yang luar biasa
Zayn
Keputusan pertamaku membuat semuanya berantakan
Maudy
Nggak semua orang bisa memiliki keinginan yang hebat seperti Kakak
Maudy
Kesuksesan Kakak sekarang menjadi bukti nyata untuk kedua orang tua Kakak
Maudy
Aku bangga dengan Kakak
Zayn
Apakah Hamzah begitu penting untukmu?
Maudy
Kak Hamzah berbeda jauh dengan Kakak pertamaku
Maudy
Dia selalu ada untukku dan selalu menjadi perantara untukku
Maudy
Sejak dia sudah menikah, sikapnya benar-benar berubah
Maudy
Dan aku tidak suka itu
Maudy
Apalagi sejak Kak Hamzah begitu peduli dengan istrinya
Zayn
Itu sudah menjadi kewajiban Kakakmu sebagai seorang suami untuk peduli dengan istrinya bahkan lebih dari itu
Zayn
Kakakmu beruntung menikah dengan Ayisha
Zayn
Dia adalah gadis yang baik dan selalu peduli dengan perasaan semua orang di sekitarnya
Zayn
Keadaannya membuat Kakakmu berusaha keras untuk tetap berdiri disampingnya
Zayn
Bahkan aku bisa merasakan rasa sakitnya itu
Zayn
Setelah operasi, keadaanya sedikit membaik
Zayn
Sejak masih sekolah dulu Ayisha tidak pernah mengatakan apapun tentang penyakitnya itu
Maudy
Kakak satu sekolah dengannya?
Maudy
Aku sekarang mengerti
Maudy
Seharusnya sikapku tadi tidak melukai perasaannya
Zayn
Minta maaflah kepada seseorang yang membuatmu gelisah hari ini
Maudy
Sudah membuat perasaan Kakak terluka
Ayisha
Perasaan Kakak baik-baik saja Maudy
Maudy
Kakak selalu bersikap seperti ini-kan di hadapan semua orang?
Maudy
Karena Kakak peduli dengan perasaan mereka
Hamzah
Bicara apa saja kamu dengan Maudy?
Maudy
Sekali lagi Maudy minta maaf
Ayisha
Kakak sudah memaafkanmu
Maudy
Terima kasih Kakak iparku
Rian
Wah, sepertinya nasehatmu berpengaruh baik untuk Maudy
Olivia
Bagaimana kalau sekarang kita main game?
Ardan
Lebih baik kita semua istirahat
Olivia
Apa salahnya, sekali saja?
Rian
Aku sudah memutuskan untuk memberi pertanyaan kepada Hamzah
Rian
Karena ini adalah game kejujuran
Rian
Jadi, kejujuran sangat diutamakan
Hamzah
Nggak usah dilanjutkan game ini
Hamzah
Ini sudah larut malam
Rian
Satu saja kamu jawab pertanyaanku Zah
Rian
Apakah perasaanmu hanya untuk Ayisha sampai kapan pun?
Hamzah
Sudah aku jawab-kan, istirahatlah semuanya
Rian
Lalu bagaimana jika dia datang kembali ke dalam hidupmu?
Hamzah
(berbalik menatap Rian)
Hamzah
Satu pertanyaanmu sudah aku jawab
Hamzah
Jadi, jangan ada pertanyaan lain lagi
Maudy
Kak Rian kenapa bahas itu?
Rian
Lho, emangnya salah ya?
Maudy
Kak Hamzah sudah menikah Kak
Maudy
Nggak pantas Kakak mengatakan masa lalu Kak Hamzah
Maudy
Apalagi di hadapan mereka
Rian
(menatap Olivia, Ardan, dan Zayn)
Maudy
Minta maaflah dengan Kak Hamzah
Ayisha
Ini tentang perkataan Kak Rian tadi
Hamzah
Aku akan menjelaskan kepadamu
Hamzah
Saat masih kuliah dulu ada seseorang yang selalu mengirim surat untukku
Hamzah
Dia adalah teman satu angakatanku
Hamzah
Saat itu Rian yang menjadi perantarannya memberikan suratnya kepadaku
Hamzah
Tepat hari itu juga satu kampus mendukungku dan dia
Hamzah
Apakah kamu ingin mendengarnya hingga selesai?
Ayisha
(menganggukan kepala)
Hamzah
Saat itu juga aku ...
Ayisha
(menatap serius Hamzah)
Hamzah
Apakah kamu begitu lega mendengarnya?
Hamzah
Karena saat itu aku ingin fokus dengan kuliahku
Hamzah
Dan kebetulan juga perasaanku tidak terhubung untuknya
Hamzah
Terhubung untuk seseorang yang sekarang ada dihadapanku
Ayisha
(memalingkan wajah ke arah lain)
Hamzah
Kenapa pipimu merah?
Hamzah
Kelihatan merah itu pipimu
Olivia
Nggak terasa hari libur sudah terlewati
Olivia
Padahal ini adalah momen langka yang luar biasa untukku
Rian
Sejuknya udara pagi ini
Rian
(melangkah keluar tenda)
Rian
Wah, kalian berdua sudah bersiap pulang saja
Rian
(menatap Olivia dan Ardan)
Olivia
Emangnya Kak Rian sendiri nggak pulang?
Rian
Kebetulan hari ini aku berangkat siang
Rian
Jadi, santai dululah di rumah Hamzah
Hamzah
Nggak ada santai di rumahku
Hamzah
(melangkah keluar tenda)
Maudy
(membuka pintu rooftop)
Rian
Baiklah, aku akan ke ruang makan sekarang
Hamzah
Lalu yang bantu kita disini siapa?
Olivia
Selamat bertugas semuanya, aku ke dalam dulu
Olivia
Kalian berempat harus akur dan jangan ada yang bertengkar
Rian
Apaan sih? Siapa juga yang ingin bertengkar sepagi ini?
Ardan
Jika bukan karena Olivia, aku nggak ada niat buat bergabung dengan kalian disini
Rian
Sepertinya kita selesaikan sekarang saja
Olivia
Ini semua kamu yang memasak Ayisha?
Olivia
(menatap meja makan)
Maudy
Kak Ayisha memasaknya tadi pagi sehabis subuh
Olivia
Wah, calon ibu emang luar biasa
Maudy
Hidung Kakak berdarah
Olivia
Aku panggilkan Hamzah
Maudy
Kak Hamzah juga seorang dokter
Ayisha
Aku nggak ingin membuatnya khawatir
Maudy
Ternyata ucapan Kak Zayn benar
Comments