Episode 18
Alisa
Hasan, dengarkan aku kali ini saja
Alisa
(merangkul salah satu lengannya)
Hasan
Fokus dengan perkerjaanmu, jika tidak ingin dikeluarkan dari sini
Alisa
Aku nggak akan berhenti untuk mendapatkan hatimu lagi, Hasan!
Hamzah
Jangan terlalu dipikirkan apa yang baru saja kamu lihat
Hamzah
Alisa nggak akan pernah menyerah walaupun dirinya sudah memiliki suami
Ayisha
Aku bisa merasakan perasaannya
Hamzah
(menghentikan langkah)
Ayisha
Dia benar-benar belum bisa melupakan istrinya
Ayisha
Apakah kamu juga akan seperti Kakakmu, jika aku pergi?
Hamzah
Jangan bicara seperti itu lagi!
Hamzah
Tidak ada yang akan terjadi padamu
Hamzah
Sekarang aku akan mengantarmu pulang
Hamzah
(menelusuri setiap ruangan)
Hingga langkahnya terhenti tepat di mihrab, Ayisha terlihat diam dalam sujudnya
Hamzah pun segera menghampirinya dengan raut cemas
Hamzah
Maaf ya sayang, aku pulang terlambat
Ayisha
Itu sudah menjadi tugasmu sebagai dokter
Hamzah
Jangan terluka lagi Ayisha
Ayisha
(tersenyum dan menganggukan kepala)
Hamzah
Aku akan berusaha yang terbaik untuk kesehatanmu
Hamzah
(menggenggam erat kedua tanganku)
Suara ketukan pintu mengalihkan pandangan mereka
Hamzah
Kenapa kamu kemari jam segini?
Maudy
Wah, rumahnya Kak Hamzah nyaman juga
Maudy
(duduk di salah satu sofa)
Maudy
Maudy boleh ya menginap disini malam ini?
Hamzah
Kakak akan menelpon sopir ibumu untuk menjemputmu
Maudy
Aku sedang tidak ingin bertemu Bunda dulu malam ini
Ayisha
(berdiri di balik dinding)
Maudy
Bunda menyuruhku untuk kembali ke Jepang
Hamzah
Itu bagus dong, berarti Ibumu ingin yang terbaik untukmu
Maudy
Kak Hamzah sama saja dengan Bunda nggak pernah mengerti keinginan Maudy
Hamzah
Kamu bukan anak kecil lagi Maudy
Hamzah
Keputusan ada di tanganmu dan kamu bisa menjelaskan kepada Ibumu tentang keinginanmu
Maudy
Jika keinginan Maudy adalah Kak Hamzah, bagaimana?
Maudy
Maudy ingin Kak Hamzah seperti dulu
Maudy
Selalu memprioritaskan Maudy daripada yang lain
Hamzah
Itu dulu, saat kamu belum tahu mana yang benar dan salah
Hamzah
Sekarang Kak Hamzah sudah memiliki istri dan prioritas utama Kak Hamzah adalah dirinya
Maudy
Tetap saja, apapun yang Maudy ucapkan Kak Hamzah nggak akan mengerti
Hamzah
Kamu mau pergi kemana?
Maudy
Bukan urusan Kak Hamzah
Maudy
Maudy bukan anak kecil lagi
Ayisha
Sebaiknya kamu kejar Maudy dan antar dia pulang
Hamzah
Dia bisa menelpon sopir Ibunya
Ayisha
Maudy adalah adikmu Hamzah
Ayisha
Aku tahu dalam hatimu masih peduli dengannya
Ayisha
Antar adikmu pulang dan bantu dia untuk bicara dengan Ibunya
Hamzah
Karena permintaanmu aku akan pergi sekarang
Hamzah
Kenapa kamu tidur disini?
Ayisha
Kamu sudah antarkan Maudy?
Hamzah
Apakah kamu begitu peduli padanya?
Ayisha
(menganggukan kepala)
Ayisha
Karena dia adalah adikmu
Hamzah
Sejak kamu hadir dalam hidupku, aku banyak belajar darimu
Hamzah
Terima kasih sayang
Ayisha
(menatap semua makanan di meja)
Hamzah
Aku sengaja memasak untukmu pagi ini karena aku libur
Hamzah
Makanlah yang banyak
Hamzah
Kesehatanmu sangat penting untukku dan buah hati kita
Ayisha
Sepertinya rumah kita ada tamu pagi ini
Hamzah
Kenapa harus sekarang?
Hamzah
(berkata dalam hati)
Hamzah
Padahal hari ini adalah hari libur terbaikku
Hamzah
(berkata dalam hati)
Rian
Kamu ingin kita berdiri disini terus?
Olivia
(berlari memelukku)
Olivia
Bagaimana keadaanmu?
Zayn
Aku membawa makanan kesukaanmu
Zayn
(meletakkannya diatas meja)
Rian
Kamu nggak buatkan minuman untuk kita?
Rian
(duduk di salah satu sofa)
Ardan
Aku dengar dari Abimu, kamu sedang mengandung
Ardan
Aku harap keadaanmu baik-baik saja
Olivia
Bagaimana kalau hari ini kita piknik?
Rian
Kita-kan belum pernah piknik bersama, lagian ini adalah kejadian langka
Olivia
Aku setuju dengan Kak Rian
Olivia
Kebetulan kita sedang kumpul
Ayisha
Nggak apa-apa Hamzah
Ayisha
Kebetulan kita sedang kumpul, apa salahnya kita liburan
Rian
Aku sudah memutuskan tujuan liburan kita hari ini
Hamzah
Nggak bisa, itu terlalu jauh
Hamzah
Sebaiknya kalian liburan sendiri saja, nggak perlu ajak kami berdua
Rian
Bagaimana pendapatmu?
Ayisha
Bagaimana kalau liburannya di rumah Hamzah saja?
Ayisha
Kebetulan rooftop dirumah Hamzah belum pernah terpakai
Zayn
Apakah kamu akan baik-baik saja tinggal di luar?
Ayisha
Ini adalah momen terindah untukku
Rian
Lagian jika Ayisha sakit, ada suaminya sekaligus dokternya disini
Rian
Kita ke rooftop sekarang
Ayisha
Hamzah, aku baik-baik saja
Hamzah
Kamu nggak boleh naik tangga
Ardan
Seharusnya rumah sebesar ini ada elevatornya
Olivia
Jangan berkomentar di rumah orang, nggak baik
Ardan
Aku hanya sedang melihat situasi sekarang aja
Rian
Ternyata rumahmu bagus juga Zah
Hamzah
Seharusnya kalian nggak datang sepagi ini
Rian
Kebetulan hari ini kita semua libur
Rian
Apa salahnya kalau bertamu sepagi ini?
Ayisha
Kita harus mendekor rooftop kamu bukan?
Ayisha
Jadi, nanti malam kita bisa berkemah disini
Ardan
Aku akan mengambil perlengkapan untuk berkemahnya dulu
Olivia
(berlari mengikutinya)
Zayn
Entah kenapa aku sangat mengkhawatirkanmu hari ini
Ayisha
Aku baik-baik saja Zayn
Zayn
Tapi perasaanku mengatakan seperti itu
Rian
Sepertinya sebentar lagi cuaca akan berubah nih
Rian
(menatapku, Hamzah, dan Zayn)
Rian
Apakah Zayn selalu memperhatikanmu dari dulu?
Ayisha
Kenapa Kak Rian bertanya seperti itu?
Rian
Perasaanku mengatakan ada cinta tak terbalas disini
Hamzah
Daripada kamu diam saja disana
Hamzah
Lebih baik ambilkan tikar di gudang dalam rumahku
Hamzah
Jika kamu merasa pusing atau sesuatu terjadi padamu, beritahu aku
Ayisha
(menganggukan kepala)
Zayn
Ayisha beruntung memiliki suami sepertimu
Zayn
(memperhatikan Hamzah)
Zayn
Apalagi kamu adalah seorang dokter yang dua puluh empat jam selalu ada di dekatnya
Zayn
Aku sangat bahagia, Ayisha memilihmu
Hamzah
Lebih baik kita bersihkan halaman rooftopnya sekarang
Ayisha
Terima kasih sudah menjadi cerita dalam hidupku Hamzah, Zayn
Ayisha
(menatap ke arah mereka)
Ayisha
Kalian berdua adalah dua orang yang membuatku sadar akan sebuah cinta yang tulus
Ayisha
(berkata dalam hati)
Maudy
Kenapa Kak Hamzah nggak memberitahuku?
Maudy
(menatap ke arah Hamzah)
Rian
Maudy bisa nggak sih kalau lari jangan maraton?
Rian
(terengah-engah menatap Maudy)
Maudy
Maudy sedang bicara dengan Kak Hamzah
Hamzah
Kenapa kamu ada disini?
Maudy
Ayah menyuruhku mengantar buah ini untuknya
Hamzah
Kamu bisa menelpon Kakak untuk datang kesana
Maudy
Jika aku tidak datang kemari, aku tidak akan tahu akan ada acara disini
Rian
Acara ini bukan untukmu
Maudy
Maudy nggak butuh penjelasan apapun dari Kak Rian
Ayisha
Biarkan saja Maudy bergabung dengan kita
Ayisha
(menghampiri mereka)
Ayisha
Semakin banyak orang, semakin ramai tempat ini
Olivia
Lho kok pada diam saja di depan pintu?
Olivia
Ayo kita lanjutkan mendekornya
Olivia
Ardan sudah membawa perlengkapannya
Maudy
Mereka siapa Kak? Teman Kak Hamzah?
Rian
Mereka adalah teman Ayisha
Comments