Episode 17
Ayah Hamzah
Jika kamu mengatakan hal seperti itu lagi, lebih baik kembali saja dengan keluargamu
Ayah Hamzah
(melangkah pergi)
Ibu tiri Hamzah
Ini semua karena kedua kakakmu!
Ibu tiri Hamzah
(melangkah pergi)
Hasan
Istirahatlah pasti kamu lelah
Ayisha
Bunda antar ke kamar ya
Affan
(menganggukan kepala)
Ayisha
Aku temani Affan di kamarnya dulu
Affan
Bacain dongeng untuk Affan ya
Affan
Hidung bunda berdarah
Ayisha
Bunda baik-baik saja sayang
Ayisha
Affan jangan beritahu dokter Hamzah tentang ini ya
Ayisha
Karena Bunda nggak mau membuat dokter Hamzah khawatir
Affan
(menganggukan kepala)
Hamzah
(membuka kamar Affan)
Hamzah
Kenapa wajah mereka berdua terlihat hampir mirip ya?
Hamzah
(menatapku dan Affan yang masih tertidur pulas)
Hamzah
(mendekat ke arahku)
Hamzah
Apakah aku harus membangunkannya?
Hamzah
Kita shalat subuh dulu, setelah itu pulang
Ayisha
Aku baik-baik saja Hamzah
Hamzah
Aku hanya menjagamu saja
Rian
Kenapa setelah menikah, peri jarang datang kemari?
Ayisha
Kak Rian, aku punya nama
Rian
Bagaimana keluarga Hamzah?
Rian
Pasti kamu nggak nyaman tinggal disana?
Ayisha
Tujuanku kemari hanya ingin mengembalikan beberapa buku ini
Rian
(menatap setumpuk buku)
Ayisha
Aku baru sempat mengembalikan bukunya hari ini
Ayisha
Kalau begitu aku pergi dulu
Rian
Tunggu dulu kutu buku
Ayisha
Ada apa lagi Kak Rian?
Ayisha
(berbalik ke arahnya)
Rian
Bagaimana kamu bisa nyaman tinggal bersama ibu tiri Hamzah?
Rian
Setahuku Ibu tiri Hamzah ingin menguasai seutuhnya rumah Ayahnya
Ayisha
Nggak boleh ghibah pagi-pagi
Rian
Aku hanya peduli padamu
Rian
Karena aku tahu betul sifat semua anggota keluarga Hamzah, apalagi Ibu tirinya itu
Ayisha
Ayisha pergi dulu Kak
Ayisha
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّ ۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًا ۗ اَ يُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُ ۗ وَا تَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ تَوَّا بٌ رَّحِيْمٌ
"Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang."
(QS. Al-Hujurat 49: Ayat 12)
Zayn
(menatap dari kejauhan)
Ayisha
Apakah keadaanmu sudah membaik?
Ayisha
(sekilas menatap Zayn)
Ayisha
Aku sudah bersikap dingin padamu waktu itu
Zayn
Aku sudah melupakannya
Zayn
Jadi, jangan merasa bersalah padaku
Ayisha
Tetap saja, aku salah
Zayn
Aku sudah memaafkanmu Ayisha
Zayn
Apapun yang kamu bicarakan, aku selalu menerimanya dengan baik
Zayn
Bagaimana keadaanmu sekarang?
Zayn
Alhamdulillah, aku senang mendengarnya
Ayisha
Busnya sudah tiba, aku pergi sekarang
Sepanjang perjalanan Ayisha terus menatap keluar jendela
Perasaannya terus mengingat setiap kejadian yang menyapa dirinya
Entah sejak kapan air matanya mulai menghiasi kedua pipinya
Bahkan notifikasi Hamzah hanya terlintas tak terbalas olehnya
Ayisha
(menatap Hamzah yang sudah berdiri di depan rumah)
Ayisha
Kenapa kamu pulang lebih awal?
Hamzah
Rian mengatakan padaku jika kamu datang ke tempatnya
Ayisha
Aku tidak memberitahumu langsung dan hanya mengirim pesan
Hamzah
Apakah terjadi sesuatu padamu?
Ayisha
(menggelengkan kepala)
Hamzah
Aku harus kembali ke klinik
Ayisha
Hanya itu saja yang ingin kamu bicarakan
Hamzah
Saat Rian memberitahuku, aku segera pulang untuk memastikan keadaanmu
Ayisha
Sudah mengkhawatirkanku
Ayisha
Aku masuk ke dalam dulu
Hamzah
Jika keadaanmu tidak baik-baik saja, bicarakan padaku
Hamzah
Jangan ada yang kamu sembunyikan dariku
Ayisha
(mengingat kejadian di kamar Affan)
Hamzah
Kesehatanmu sangat penting untukku
Affan
Affan nggak mau masuk ruangan itu
Affan
(menunjuk ke arah ruang kemoterapi)
Ayisha
Affan ingin sembuh-kan?
Affan
(menganggukan kepala)
Ayisha
Nah, Affan harus ikuti apa kata dokter Hamzah
Ayisha
Bunda juga ada disini bersama Affan
Hasan
Sepertinya Affan begitu sayang denganmu daripada Ayahnya sendiri
Hasan
Tiga tahun itu sangat lama untukku, begitu juga untuk Affan sendiri
Hasan
Dimana dirinya harus tumbuh selama tiga tahun itu bersama Hamzah dan Eyangnya
Hasan
Dan sekarang aku baru sadar
Hasan
Jika dirinya bukan hanya membutuhkan seorang Ayah saja melainkan seorang Ibu yang selalu ada bersamanya setiap waktu
Hasan
Apakah kamu tahu Ayisha?
Hasan
Sejak kedatanganmu dalam hidup Affan, aku bisa merasakan kebahagiaan terpancar dari wajahnya
Hasan
Aku merasa gagal menjadi seorang Ayah untuk Affan
Ayisha
Affan sangat sayang dengan Kakak
Ayisha
Bahkan Affan pernah bercerita dengan Ayisha bahwa dirinya ingin seperti Ayahnya
Ayisha
Dan Affan sendiri bangga memiliki Ayah seperti Kak Hasan
Affan
Ayah temani Affan ke dalam ruangan itu ya
Affan
(menunjuk ke arah ruangan yang sama)
Perawat
Saatnya ganti pakaian dulu ya
Affan
(menganggukan kepala)
Hasan
Apakah dokter Hamzah akan kemari?
Perawat
Kebetulan dokter Hamzah sedang ada kepentingan dengan dokter Nay
Ayisha
(berdiri di balik pintu)
Hamzah
Apakah penyakitnya akan berpengaruh kepada janinnya?
Dokter Nay
Apapun yang terjadi sudah menjadi ketetapan Allah
Dokter Nay
Semua sudah tertulis dalam catatan-Nya
Dokter Nay
Jadi, kita sebagai hamba-Nya
Dokter Nay
Hanya perlu berikhtiar dan berharap yang terbaik datang dari-Nya
Dokter Nay
Tidak perlu khawatir
Dokter Nay
Kamu adalah seorang dokter, begitu juga saya
Dokter Nay
Pasti kamu juga pernah melewati berbagai pertanyaan dari keluarga pasien bukan?
Ayisha
Sudah menjadi seseorang yang sangat berarti untukku
Hamzah
Apakah kamu mendengar semuanya?
Ayisha
(menggelengkan kepala)
Ayisha
Maaf aku sengaja datang kemari untuk mengetahui apa yang kalian berdua bicarakan
Ayisha
Kamu mengkhawatirkanku
Ayisha
Bahkan saat operasi waktu itu, aku tahu kamu menahan air matamu untukku
Ayisha
Terima kasih dokter Hamzah
Ayisha
Sudah menjadi bagian dalam hidupku
Hamzah
Jangan terluka untuk kedua kalinya
Ayisha
Sebagai pasienmu, aku akan berusaha untuk mendengarkan setiap ucapanmu
Ayisha
Dan sebagai istrimu aku akan berusaha untuk menjalankan setiap perintah baikmu
Hamzah
Semua ucapanmu selalu membuatku tenang Ayisha
Comments