Episode 16
Dokter jaga
Dokter Hamzah?!
Dokter jaga
(melangkah menghampiri)
Dokter jaga
Kenapa dokter ada disini jam segini?
Hamzah
Jika pemeriksaan istri saya sudah selesai beritahu saya
Dokter jaga
(melangkah masuk)
Dokter jaga
Dokter Hamzah sedang keluar dok
Dokter Nay
Saya ingin memberitahu keadaan istrinya
Dokter Nay
Tolong suruh dia temui saya
Hamzah
Apakah dokter mencari saya?
Dokter Nay
Ini tentang keadaan istri kamu
Hamzah
Bagaimana keadaannya?
Dokter Nay
Alasan saya dipanggil ke ruang IGD untuk memeriksa istri kamu adalah ...
Dokter Nay
Selamat Hamzah, sebentar lagi kamu akan menjadi seorang Ayah
Hamzah
Lalu, sekarang istri saya sudah dipindahkan ke ruang rawat?
Dokter Nay
Sedang dalam proses pemindahan
Ayisha
Kenapa aku ada disini?
Hamzah
(membuka bekal makanan)
Ayisha
(menatap sikap aneh Hamzah)
Hamzah
Aku sengaja buatkan makanan ini untuk kamu
Hamzah
Makanlah yang banyak
Hamzah
(mengambil satu sendok untukku)
Ayisha
Apa yang terjadi denganku?
Hamzah
Kamu baik-baik saja
Ayisha
Lalu, kenapa tadi subuh aku bisa pingsan?
Hamzah
Apakah aku harus memberitahumu sekarang
Ayisha
(menganggukan kepala)
Hamzah
Selamat Ayisha, sebentar lagi kamu akan menjadi Ibu
Hamzah
Nah, sekarang makanlah yang banyak
Ayisha
Sudah membuatkan makanan ini untukku
Ayisha
Kenapa kamu masih disini?
Ayisha
(menatap jam dinding)
Ayisha
Lalu presentasi dan pertemuan kamu?
Ayisha
Kamu harus bertanggung jawab dengan pekerjaanmu
Ayisha
(menatap khawatir Hamzah)
Hamzah
Kamu tenang saja, pertemuan itu milik Ayahku
Hamzah
Aku sudah izin dengan beliau dan menjelaskan apa yang terjadi disini
Ayisha
Kenapa bisa milik Ayahmu?
Hamzah
Maaf aku lupa memberitahumu bahwa Ayahku adalah pemilik saham rumah sakit ini
Hamzah
Jangan dipikirkan lagi
Hamzah
Makanlah yang banyak
Umma
Umma bahagia sekali hari ini
Ayisha
Ayisha juga bahagia jika Umma bahagia
Umma
Abi sedang berada di luar kota, dia belum bisa menjengukmu sekarang
Umma
Umma juga membawakan makanan kesukaan kamu
Umma
(membuka beberapa bekal makanan)
Ayisha
(menatap makanan dihadapanku)
Umma
Mulai sekarang kamu harus makan yang banyak
Hamzah
Dengarkan kata Umma
Ayisha
Ayisha baru saja makan
Umma
Bukan untuk sekarang sayang
Umma
Untuk nanti jika kamu lapar, makanlah semua ini
Ayisha
(menatap ke arah Hamzah)
Ayisha
Kenapa kamu tertawa?
Umma
Hari ini adalah hari yang bahagia untuk Umma
Umma
Kalian berdua adalah anak kebanggaan Umma
Ayisha
Kapan aku bisa pulang?
Hamzah
Tunggu perintah dari dokter Nay
Hamzah
(fokus dengan laptopnya)
Ayisha
Apakah aku boleh keluar sebentar?
Hamzah
Aku akan menemanimu
Ayisha
Bukankah kamu sedang sibuk
Hamzah
Itu hanyalah pekerjaan kecil
Hamzah
Jangan terlalu dipikirkan
Hamzah
(mengambil kursi roda)
Ayisha
(menatap kursi roda)
Ayisha
Aku masih bisa jalan kok
Hamzah
(menahan salah satu tanganku)
Hamzah
Duduklah istriku sayang
Hamzah
Kamu nggak boleh kelelahan
Hamzah
(mendorong kursi roda)
Hamzah
Kenapa kamu menyembunyikan wajahmu?
Ayisha
Aku nggak mau nanti ada berita tentangmu disini
Hamzah
Satu rumah sakit ini juga sudah tahu kok
Hamzah
Jika istri dokter Hamzah dirawat disini
Ayisha
Bagaimana bisa mereka semua tahu?
Hamzah
Karena kamu adalah istri dari salah satu dokter di rumah sakit ini
Ayisha
Ternyata seterkenal itu dokter Hamzah di rumah sakit ini
Hamzah
Aku mendengar perkataanmu lho
Ayisha
Bunda baik-baik saja kok
Affan
(menatap kursi roda)
Ayisha
Kamu anak yang cerdas Affan
Ayisha
Bunda duduk di kursi roda karena dokter Hamzah yang menyuruh Bunda duduk disini
Hamzah
Bunda sekarang harus banyak istirahat
Hamzah
Karena Affan akan memiliki saudara nanti
Hamzah
Maksud dokter Hamzah, Affan akan memiliki teman baru
Babysister
Tadi ada pesan dari Nyonya
Babysister
Jika Bapak harus menjemput Nona Maudy di bandara
Babysister
Kebetulan sopir Tuan sedang mengantar Pak Hasan ke suatu tempat
Hamzah
Setelah dari sini, saya akan langsung ke bandara
Hamzah
Pukul berapa Maudy sampai?
Babysister
Setahu saya pukul 10.00
Hamzah
(menatap jam tangan)
Affan
Affan mau disini ya dengan Bunda
Babysister
Sayang, tadi-kan Eyang sudah mengatakan jika Affan harus segera ke tempat pelatihan
Affan
Affan mau sama Bunda
Affan
(menggenggam erat tanganku)
Ayisha
Affan ingin jadi anak kebanggaan keluarga atau nggak?
Affan
(menganggukan kepala)
Ayisha
Nah, Affan harus ikuti apa kata baik Eyang
Affan
Affan mau pergi ke tempat itu sama Bunda
Hamzah
Tadi-kan dokter Hamzah sudah mengatakan, jika Bunda harus banyak istirahat
Hamzah
Jadi, Affan ke tempat itu dengan sus Lisa dulu. Oke
Babysister
Ayo sayang, kita berangkat sekarang
Affan
Dadah Bunda, dokter mzah
Affan
(melambaikan tangannya)
Hamzah
Sekarang kamu mau kemana?
Ayisha
Karena kamu harus menjemput Maudy
Ayisha
Jadi, kita kembali saja
Maudy
(melambaikan tangan)
Maudy
(menghampiri Hamzah)
Maudy
Kenapa Kakak baru tiba?
Maudy
Aku menunggu disana tuh
Maudy
(menunjuk ke arah sudut pintu)
Hamzah
(membawakan koper Maudy)
Maudy
Kak, aku kangen tahu
Maudy
(merangkul lengan Hamzah)
Hamzah
(membuka pintu belakang mobil)
Hamzah
Kamu tunggu disini sebentar
Hamzah
Kakak mau jemput istri Kakak dulu
Ayisha
Salam kenal, aku Ayisha
Maudy
Dia istri Kak Hamzah?
Maudy
(berkata dalam hati)
Rumah kedua orang tua Hamzah
Maudy
Akhirnya sampai rumah juga
Maudy
(menutup pintu mobil)
Hamzah
Kamu bisa bawa koper sendiri-kan?
Maudy
Kakak nggak mau mampir dulu?
Maudy
(menatap mobil Hamzah yang semakin redup)
Ayisha
Kenapa kamu bersikap dingin dengan Maudy?
Hamzah
Sekarang dia sudah beranjak dewasa
Hamzah
Aku nggak ingin terlalu memanjakannya
Ayisha
Tapi-kan dia baru saja tiba dari Jepang
Ayisha
Pasti dia rindu dengan kedua Kakaknya termasuk kamu
Hamzah
Fokus saja dengan kesehatanmu
Hamzah
Jangan berpikir apapun dulu
Hamzah
Dan urusan keluargaku biar menjadi urusanku
Rumah kedua orang tua Hamzah
Ayah Hamzah
Istirahatlah dengan baik Ayisha
Ayah Hamzah
Kandunganmu masih lemah
Ayah Hamzah
Menginaplah disini malam ini
Ayah Hamzah
(menatap Hamzah)
Ayah Hamzah
Adik kamu-kan baru saja tiba
Ayah Hamzah
Apakah kamu nggak merindukannya?
Hamzah
Sekarang Hamzah sudah memiliki keluarga sendiri
Hamzah
Jadi, Hamzah nggak ingin merepotkan Ayah lagi
Ayisha
Biarkan malam ini kita menginap disini
Ayisha
Sepertinya adikmu benar-benar merindukanmu
Ayah Hamzah
Istrimu saja mengetahui perasaan adikmu
Hasan
Jika Hamzah tidak menginginkannya, biarkan saja dia memilih keputusannya sendiri
Ibu tiri Hamzah
Saran dari saya adalah kalian bertiga menjauh dari rumah ini
Ibu tiri Hamzah
(menatap Hasan, Hamzah, dan Affan)
Ayah Hamzah
Mereka juga keluargamu, kamu nggak berhak mengusir mereka dari rumah ini
Ibu tiri Hamzah
Mereka hanyalah beban dalam rumah ini
Ayah Hamzah
(menggebrak meja)
Comments