Episode 15
Hamzah
(menatap ke arah pintu)
perawat C
Ini hasil rekam medis atas nama Ayisha Safa
perawat C
(memberikan berkas)
perawat C
(melangkah pergi)
Ayisha
(menatap Hamzah dari balik pintu)
Ayisha
Apakah aku mengganggumu?
Ayisha
Aku datang kemari untuk mengantar bekal
Ayisha
(meletakannya di atas meja)
Ayisha
Apa yang sedang kamu lakukan?
Ayisha
Sepertinya banyak tugas hari ini
Hamzah
Selesai jam praktekku disini, aku harus kembali ke rumah sakit
Ayisha
(menatap nama yang tertera di salah satu berkas)
Hamzah
Apakah kamu sudah sarapan?
Hamzah
Aku lupa memberitahumu
Hamzah
Aku berangkat pagi karena harus menyelesaikan beberapa tugas disini
Ayisha
Kalau begitu aku pulang dulu
Hamzah
Aku akan sewa sopir untukmu
Hamzah
Jadi, kamu tidak perlu naik bus atau taksi lagi
Hamzah
Karena kamu tahu sendiri bagaimana pekerjaanku
Hamzah
Aku tidak selalu berada didekatmu
Ayisha
Apakah karena penyakitku?
Hamzah
Keadaanmu sudah membaik
Hamzah
Aku hanya khawatir saja
Ayisha
Jika kamu mengatakan keadaanku sudah membaik
Ayisha
Lalu, kenapa kamu masih menyelidiki berkas hasil rekam medisku?
Ayisha
Kamu tidak bisa menjawabnya bukan?
Nabila
(berlari ke arahku)
Ayisha
Kak Ayisha juga kangen
Ayisha
Nggak biasanya kamu duduk disini
Nabila
Naufal menunggu Kakak tahu
Ayisha
Terima kasih ya Pangeran Naufal sudah menunggu Kak Ayisha
Ayisha
Dan terima kasih juga hadiahnya kemarin
Naufal
Bagaimana keadaan Kak Zayn?
Naufal
Apakah Kak Ayisha sudah menikah?
Ayisha
Alhamdulillah sudah
Naufal
Sebenarnya sebelum Kak Zayn pulang, dia memberikan ini padaku
Naufal
(menunjukkan sebuah surat)
Ayisha
(membuka surat itu)
Ayisha,
Maaf untuk semua pengakuan perasaanku. Aku tahu ini salah, karena pada akhirnya bukan kamulah tujuanku. Aku hanya ingin kamu bahagia, itu sudah cukup untukku.
Zayn
Halaman depan rumah Hamzah
Hamzah
(berjalan ke arahku)
Hamzah
Kenapa kamu nggak membalas pesanku dan mengabaikan panggilanku?
Hamzah
Apakah kamu masih marah denganku?
Hamzah
Kenapa kamu diam saja?
Ayisha
Seharusnya pernikahan kita nggak terjadi
Hamzah
Kenapa tiba-tiba kamu bicara seperti itu?
Ayisha
(berdiri dari balik pintu)
Ayah Hamzah
Apakah kamu tidak ingin melanjutkan impianmu pergi ke Jepang?
Ayah Hamzah
Hanya karena alasan pernikahanmu itu?
Hamzah
Pernikahan bukanlah sebuah alasan Ayah
Hamzah
Tapi sebuah komitmen Hamzah
Ayah Hamzah
Seharusnya hari itu kamu bisa berangkat, tapi kamu lebih memilih pernikahan itu daripada impianmu dari dulu
Ayisha
Aku kembali ke klinikmu untuk minta maaf padamu
Ayisha
Aku mendengar semua perkataan Ayahmu
Hamzah
Impianku sekarang adalah membangun kebahagiaan bersamamu
Hamzah
Dan perkataan Ayah itu hanyalah emosinya
Ayisha
Seharusnya kamu mengejar impianmu dulu dan setelah itu kamu bisa berpikir tentang pernikahan
Hamzah
Jika aku berangkat saat itu, mungkin kita tidak akan bertemu lagi
Hamzah
Karena tujuan Ayah adalah membuatku menetap disana
Ayisha
Itu lebih baik daripada kamu bersama denganku sekarang
Ayisha
Kamu hanya fokus dengan keadaanku
Hamzah
Aku seperti itu karena-
Ayisha
Karena kamu kasihan denganku
Ayisha
Penyakitku yang mungkin masih menyapa ini
Ayisha
Tidak akan bisa mengubah apapun
Ayisha
(mempercepat langkahku)
Hamzah
(menatap ke arah kamar)
Ayisha
(membuka pintu kamar)
Ayisha
Kenapa dia tidur di atas meja makan?
Ayisha
Dan kenapa makanannya masih rapi?
Ayisha
(berkata dalam hati)
Ayisha
Pasti dia sangat lelah
Ayisha
Bahkan tidurnya sampai tidak nyaman begitu
Ayisha
(menyelipkan bantal di kepalanya)
Ayisha
Kamu berhak bahagia, tapi mungkin bukan denganku
Ayisha
(kembali menuju kamar)
Hamzah
(menggenggam salah satu tanganku)
Hamzah
Bahagiaku adalah kamu, Ayisha
Ayisha
(berbalik menatap Hamzah)
Hamzah
Apakah perasaanmu sudah membaik?
Hamzah
Kesehatanmu sangat penting untukku
Ayisha
Aku masih masih belum lapar
Ayisha
Kamu makan duluan saja, jangan menungguku
Hamzah
Jika kamu tidak makan
Hamzah
Aku juga tidak akan makan apapun hingga pagi
Ayisha
(menghentikan langkah)
Hamzah
Apakah ada yang ingin kamu bicarakan?
Ayisha
Aku minta maaf sudah membuatmu kesal, kecewa, dan tidak menghargai sikapmu semalam
Hamzah
Aku bersikap seperti itu, karena aku peduli dengan kesehatanmu
Hamzah
Bahkan pagi ini aku tidak akan makan sebelum kamu memulainya
Ayisha
Kita sarapan sekarang
Hamzah
Jangan marah denganku lagi
Ayisha
Aku tidak marah, hanya saja aku butuh waktu saat itu
Hamzah
Sudah berapa kali kamu minta maaf?
Hamzah
Aku sangat bersalah padamu
Hamzah
Jadi, aku benar-benar minta maaf yang sebesar-besarnya padamu
Ayisha
Hari ini kita saling memaafkan
Ayisha
Seperti anak kecil saja
Hamzah
Apakah kamu bahagia?
Hamzah
Aku jadi tenang sekarang
Ayisha
Apakah kamu juga bahagia hari ini?
Hamzah
Karena istriku bahagia
Hamzah
Kalau begitu aku berangkat sekarang
Hamzah
Jika terjadi apa-apa segera menghubungiku
Hamzah
Dan jika kamu ingin pergi kemana pun jangan lupa untuk-
Hamzah
Kebetulan hari ini aku akan pulang terlambat
Hamzah
Jadi, jangan menungguku dan tidurlah
Hamzah
(melangkah ke arahku)
Hamzah
Aku hanya ingin satu saja darimu
Hamzah
(menggenggam kedua tanganku)
Hamzah
Jangan terluka lagi
Hamzah
Karena aku tidak ingin hal buruk terjadi padamu
Hamzah
Hanya kamulah tempat bahagiaku Ayisha
Hamzah
Aku akan selalu ada untukmu sebagai perantara tempat ceritamu
Ayisha
Terima kasih semua pesanmu Hamzah
Ayisha
Aku akan selalu mengingatnya
Ayisha
(menatap jam dinding)
Ayisha
Apakah pekerjaannya sangat banyak?
Ayisha
(berkata dalam hati)
Ayisha
(melangkah ke arah pintu)
Hamzah
Aku sudah bilang bukan, jangan menungguku
Ayisha
Aku belum mengantuk
Hamzah
Kebetulan aku akan melanjutkan pekerjaanku dari rumah
Hamzah
Kamu bisa temani aku menyelesaikan pekerjaanku
Ayisha
(menganggukan kepala)
Ayisha
(meletakkan secangkir teh jahe)
Hamzah
Terima kasih sayang
Ayisha
Apakah sebanyak itu pekerjaanmu?
Ayisha
(menatap ke arah laptop)
Hamzah
Besok aku harus menghadiri dua pertemuan
Hamzah
Apakah kamu sudah makan?
Ayisha
Alhamdulillah sudah
Hamzah
Kamu mengingat pesanku dengan baik
Hamzah
Kebetulan aku sudah makan di kantin rumah sakit
Ayisha
Apakah ada yang bisa aku bantu?
Hamzah
Berdo'a saja agar presentasiku besok berhasil
Ayisha
(tertidur di atas sofa)
Hamzah
Kamu pasti lelah seharian mengurus rumah
Hamzah
(meletakkan selimut untukku)
Hamzah
Nggak biasanya Ayisha masih tertidur jam segini
Hamzah
(menatap jam dinding)
Hamzah
Apakah dia sangat lelah?
Hamzah
(mengompres dahiku)
Hamzah
Ayisha apakah kamu mendengarku?
Ayisha
Suara Hamzah terdengar jelas, tapi kenapa wajahnya nggak terlihat jelas?
Ayisha
(berkata dalam hati)
Hamzah
Alhamdulillah kamu sudah sadar
Ayisha
Apa yang terjadi denganku?
Hamzah
Kamu sempat pingsan sesaat
Hamzah
Badanmu sangat panas dan denyut nadimu lemah
Hamzah
Sekarang kamu sudah sedikit membaik
Ayisha
(berkata dalam hati)
Ayisha
Kenapa kepalaku pusing sekali
Ayisha
(berkata dalam hati)
Ayisha
Dan kenapa sekitarku mulai redup?
Ayisha
(jatuh tepat dipelukan Hamzah)
Hamzah
Ayisha, bertahanlah
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
اَلرِّجَا لُ قَوَّا مُوْنَ عَلَى النِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ اللّٰهُ بَعْضَهُمْ عَلٰى بَعْضٍ وَّبِمَاۤ اَنْفَقُوْا مِنْ اَمْوَا لِهِمْ ۗ فَا لصّٰلِحٰتُ قٰنِتٰتٌ حٰفِظٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللّٰهُ ۗ وَا لّٰتِيْ تَخَا فُوْنَ نُشُوْزَهُنَّ فَعِظُوْهُنَّ وَاهْجُرُوْهُنَّ فِى الْمَضَا جِعِ وَا ضْرِبُوْهُنَّ ۚ فَاِ نْ اَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوْا عَلَيْهِنَّ سَبِيْلًا ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَا نَ عَلِيًّا كَبِيْرًا
"Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dari hartanya. Maka perempuan-perempuan yang saleh, adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka). Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz, hendaklah kamu beri nasihat kepada mereka, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan (kalau perlu) pukullah mereka. Tetapi jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari alasan untuk menyusahkannya. Sungguh, Allah Maha Tinggi, Maha Besar."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 34)
Comments