Episode 13
Rumah kedua orang tua Hamzah
Hasan
Maksud Anda bicara seperti itu apa?
Ibu tiri Hamzah
Saya hanya bicara fakta
Ibu tiri Hamzah
(menatap Hasan)
Ibu tiri Hamzah
Selama kamu dan istrimu menetap di rumah ini
Ibu tiri Hamzah
Banyak masalah yang terjadi disini
Ibu tiri Hamzah
Termasuk kedatangan Alisa saat itu
Hamzah
Anda selalu mengungkit masa lalu seseorang
Hamzah
Apakah Anda layak dipanggil Ibu?
Ayah Hamzah
Dia adalah Ibumu
Hamzah
Hamzah nggak pernah menganggap dia sebagai Ibu
Hamzah
Ibu Hamzah hanya satu dan tidak pernah bisa tergantikan oleh siapa pun termasuk istri kedua Ayah
Hamzah
(menggenggam salah satu tanganku)
Ibu tiri Hamzah
Itu lebih baik untuk saya
Ayisha
Minta maaflah kepada Ayah dan Ibumu
Hamzah
Kamu membela mereka?
Ayisha
Aku nggak membela siapa pun disini
Ayisha
Sikapmu sudah keterlaluan tadi
Hamzah
Aku bersikap seperti itu karena Ayah selalu membelanya
Hamzah
Padahal Ayah tahu sendiri bagaimana sikapnya itu
Ayisha
Itu adalah urusan Ayahmu dan Ibumu
Ayisha
Sikapmu tadi salah Hamzah
Ayisha
Mau bagaimana pun juga
Ayisha
Mereka tetap kedua orang tuamu
Hamzah
Kalau kamu masih ingin berada disini
Ayisha
Aku nggak akan pulang
Ayisha
Sebelum kamu minta maaf dengan Ayah dan Ibumu
Hamzah
(masuk ke dalam mobil)
Sementara itu hujan tiba-tiba menyapa mereka
Hamzah yang masih menatap Ayisha dari dalam mobil pun segera berlari ke arahnya
Hamzah
Kamu masih ingin tetap berada disini?
Hamzah
Hujannya semakin lebat
Ayisha
Keputusanku tidak bisa berubah
Hamzah
Aku akan minta maaf kepada Ayah dan istri keduanya itu
Hamzah
Aku akan menepati ucapanku
Ayisha
Aku akan ikut denganmu menemui mereka kembali
Ayah Hamzah
(menatap ke arah pintu)
Hamzah
(melangkah menghampirinya)
Hamzah
Hamzah minta maaf dengan semua perkataan Hamzah tadi
Ayah Hamzah
Untuk apa kamu melakukan ini?
Ayah Hamzah
Kamu adalah anak kesayangan Ayah
Ayah Hamzah
Ayah paham betul sikapmu tadi
Hamzah
Hamzah tidak akan mengulangi kesalahan Hamzah lagi
Ayah Hamzah
Ayah memaafkanmu
Hamzah
(menatap ke arah Ibu tirinya)
Hamzah
Hamzah juga minta maaf atas semua perkataan Hamzah tadi
Hamzah
Hamzah tidak akan mengulanginya lagi
Ibu tiri Hamzah
Apakah kamu baru menyadari kesalahanmu itu sekarang?
Ibu tiri Hamzah
Jika kamu akhirnya sadar
Hamzah
Kamu harus bisa menahan emosimu Hamzah
Hamzah
(berkata dalam hati)
Hamzah
Sekali lagi Hamzah benar-benar minta maaf atas semua yang sudah terjadi
Hamzah
Apapun keputusan Kak Hasan sekarang, Hamzah akan berusaha menerimanya
Hamzah
Kalau begitu Hamzah pamit pulang dulu
Hamzah
Maaf sudah mengganggu
Ayah Hamzah
Menginaplah disini malam ini
Ayah Hamzah
Di luar hujan deras
Ayah Hamzah
Apakah kamu tidak kasihan dengan istrimu?
Ayah Hamzah
(menatap ke arahku)
Hamzah
Aku akan mengambilkan handuk untukmu
Ayisha
Wah, ini semua medalimu?
Ayisha
(menatap ke arah dinding)
Ayisha
Ternyata selain kamu adalah seorang dokter
Ayisha
Dulu kamu adalah seorang atlet panah juga
Hamzah
Aku sudah siapkan air hangat
Hamzah
Aku akan mengambil beberapa pakaian di butik untukmu
Ayisha
Di rumah ini ada butiknya?
Ayisha
(berkata dalam hati)
Ayisha
(menatap kain yang menutupi sebuah benda)
Hamzah
Itu adalah kenangan terakhir bersama Ibuku
Ayisha
Apakah ini rahasia?
Hamzah
(memberikan setumpuk pakaian padaku)
Ayisha
Kamu mengambil semua ini untukku?
Hamzah
Pilih saja yang kamu suka
Ayisha
Kamu mau kemana lagi?
Hamzah
Ayah ingin bicara denganku
Ayisha
(mencuci beberapa sayuran)
Babysister
Lho, Ibu sudah di dapur saja jam segini?
Babysister
Dia masih tidur Bu
Ayisha
Makanan kesukaannya?
Babysister
Kebetulan Affan suka sekali dengan Nasi goreng dan telur rebus
Babysister
Apakah Ibu akan memasak?
Babysister
Banyak pembantu di rumah ini Bu
Babysister
Sebaiknya ibu tunggu saja di kamar
Ayisha
Lalu, dimana mereka?
Ayisha
Jam segini belum datang
Babysister
Sebenarnya nyonya membuat aturan baru di rumah ini
Babysister
Semua pembantu bekerja dimulai pukul 07.00 dan selesai pukul 19.00, untuk juru masak bekerja dimulai pukul 06.00
Ayisha
Bukankah itu terlalu kesiangan?
Ayisha
Bagaimana jika Affan sudah mulai sekolah?
Babysister
Ibu tunggu saja di kamar
Babysister
Jika nyonya mengetahui dapurnya diambil alih
Babysister
Beliau bisa marah dengan ibu
Hasan
(memperhatikan dari balik dinding)
Ayisha
Beliau akan suka dengan masakan saya
Babysister
Baiklah jika itu keputusan ibu
Babysister
Saya harus kembali ke kamar Affan
Babysister
(melangkah pergi)
Hamzah
Sedang apa kamu disini?
Hamzah
(melangkah menghampiriku)
Ayisha
Selamat pagi suamiku tercinta
Hamzah
Kamu baik-baik saja?
Ayisha
Alhamdulillah sangat baik untuk hari ini
Hamzah
Nggak biasanya aku mendengar kalimat aneh itu
Hamzah
Biar aku membantumu
Ayisha
(tersenyum menatap Hamzah)
Hamzah
Banyak pembantu di rumah ini
Hamzah
Maka dari itu aku bertanya apa yang kamu lakukan disini
Ayisha
Membuat sarapan untuk kalian semua
Ayisha
Termasuk untuk Affan dan suamiku tercinta
Hamzah
Dua kali kamu mengatakan kalimat itu
Hamzah
Apakah kamu sedang sangat bahagia hari ini?
Ayisha
Bahagialah jika itu membuat hatimu nyaman
Hamzah
Aku beruntung bisa memilikimu Ayisha
Hamzah
Sejak Ibuku pergi meninggalkanku selamanya, hanya kamu satu-satunya tempat ternyaman untukku saat ini
Ayisha
Aku juga beruntung memilikimu sebagai tujuanku
Ayisha
Karena saat bersamamu aku merasa tenang
Hasan
(masih berdiri dibalik dinding)
Ayisha
Assalamu'alaikum Ibu
Ibu tiri Hamzah
Kamu sudah bangun?
Ayisha
Alhamdulillah sejak sebelum subuh tadi
Ibu tiri Hamzah
(menatap makanan di atas meja)
Ibu tiri Hamzah
Siapa yang memasak semua ini?
Ayisha
Alhamdulillah Ayisha yang memasak semua ini, Ibu
Ibu tiri Hamzah
Kamu mengambil alih dapur saya?
Ibu tiri Hamzah
Apakah Hamzah tidak mengatakan apapun tentang aturan di rumah ini?
Ayisha
Jika juru masak datang pukul 06.00
Ayisha
Kalian semua akan terlambat
Ibu tiri Hamzah
Kamu siapa di rumah ini?
Ibu tiri Hamzah
Berani sekali kamu mengubah aturan disini
Hamzah
(akan melangkah maju)
Ayisha
(menggenggam salah satu tangannya)
Hamzah
(melirik ke arahku)
Ayisha
(menatap Ibu tiri Hamzah)
Ayisha
Sekarang Ayisha adalah bagian dari keluarga ini
Ayisha
Dan Ayisha adalah menantu Ibu juga disini
Ayisha
Ayisha tidak mengubah aturan apapun di rumah ini
Ayisha
Hanya saja sedikit mengubah kebiasaan dalam rumah ini
Ibu tiri Hamzah
Baru semalam kamu menginap disini
Ibu tiri Hamzah
Sikapmu sudah kelewatan ya
Hamzah
Maksud Anda bicara seperti itu dengan istri saya apa?
Hamzah
(melepaskan genggaman tanganku)
Hamzah
Sudah cukup saya berusaha menahan emosi saya ini
Hamzah
Jika sikap Anda tetap sama
Ibu tiri Hamzah
Aktingmu sungguh hebat Hamzah
Ibu tiri Hamzah
Minta maafmu semalam tidak ada artinya untuk hari ini
Hamzah
Saya tulus meminta maaf dengan Anda semalam
Hamzah
Hari ini Anda sudah membuat saya marah
Ayah Hamzah
Pagi-pagi sudah ribut!
Ayah Hamzah
(melangkah menghampiri kami)
Ibu tiri Hamzah
Saya tidak akan ikut sarapan hari ini
Ibu tiri Hamzah
Saya pergi dulu
Ibu tiri Hamzah
(melangkah pergi)
Ayah Hamzah
Apa yang terjadi?
Ayah Hamzah
(menatapku dan Hamzah bergantian)
Hamzah
Ayah tanyakan saja dengan istri kedua Ayah itu
Ayisha
Ayah, Ayisha minta maaf
Ayisha
Sudah membuat masalah pagi ini
Hamzah
Kenapa kamu minta maaf?
Hamzah
Bukan kamu yang salah disini
Ayah Hamzah
Kita sarapan saja
Ayah Hamzah
(menarik salah satu kursi)
Hamzah
Kenapa masih berdiri?
Hamzah
(menarik salah satu kursi)
Affan
Kak Ayisha membuat makanan untuk Affan
Affan
Wah, nasi greng sama telur bus
Ayisha
Sekarang Affan duduk di kursi, lalu makan ya
Affan
(mengganggukan kepala)
Ayisha
Kak Ayisha ambilkan telur rebusnya
Ayisha
Terima kasih sayang
Hasan
Apakah kamu begitu sayang dengannya?
Ayisha
Affan sudah saya anggap seperti anak saya sendiri
Hasan
Kamu mengingatkanku dengan Marwa
Ayah Hamzah
Sebaiknya jangan bahas masa lalu disini
Affan
Affan suka dengan Kak Ayisha
Affan
Boleh ya, Affan panggil Kak Ayisha "Bunda"
Comments