Episode 12
Ayisha
Nggak apa-apa sayang
Nabila
Dari tadi Nabila perhatikan
Zayn
Aku butuh bantuan kamu
Nabila
Sepertinya Kak Ayisha nggak dengar
Nabila
(berbisik ke arah Zayn)
Zayn
(duduk tak jauh dariku)
Zayn
Keadaan kamu baik-baik saja-kan?
Zayn
Apakah Ardan mengganggumu lagi?
Zayn
Apakah ini tentang Dokter itu?
Ayisha
(sekilas menatap Zayn)
Zayn
Ada masalah apa kamu dengan dokter itu?
Zayn
Kenapa kamu bersikap seperti ini?
Ayisha
Aku sedang menikmati alam saja
Ayisha
Udara disini sangat sejuk
Zayn
Apakah kamu bisa membantuku membawa keranjang-keranjang itu?
Ayisha
(menatap ke arah belakang)
Zayn
Aku akan memanen strawberry disana
Zayn
(menunjuk ke arah kebun yang tak jauh dari tempat kami berada)
Zayn
Lho, terus yang membantuku membawa keranjangnya siapa?
Zayn
Jangan sayang, ini bukan tugas kamu
Ayisha
Berapa banyak yang kamu butuhkan?
Zayn
Ambil sesuai jumlah keranjang saja
Zayn
Apakah kamu mendengarku?
Zayn
Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan padamu
Zayn
Sebenarnya aku sudah menyimpan lama satu kalimat ini
Zayn
Dan sudah sejak lama aku suka dengan kamu Ayisha
Ayisha
(sekilas menatap Zayn)
Ayisha
Apa yang tadi kamu ucapkan?
Zayn
Aku suka dengan kamu Ayisha
Zayn
Maaf membuatmu terkejut
Zayn
Aku nggak butuh jawaban kamu kok
Zayn
Aku lega sudah mengatakannya padamu
Ayisha
Sudah ada seseorang yang sedang aku tunggu
Ayisha
Dan dia sudah melamarku
Zayn
Aku senang mendengarnya
Zayn
Berarti perasaanmu sudah sangat membaik
Zayn
Kita tetap berteman-kan
Ayisha
Biarkan waktu yang menjawabnya
Ayisha
(menatap keluar jendela)
Ayisha
Apakah sikapku terlalu dingin dengan Zayn?
Ayisha
(berkata dalam hati)
Arloji dalam genggamannya berlari begitu cepat
Hingga satu minggu itu terlewat tanpa harus menunggu
Ayisha
(melangkah keluar dari Bus)
Ayisha
(terkejut menatap sosok yang tak asing)
Hamzah
Apakah aku tiba di waktu yang salah?
Ayisha
(menatap tak percaya)
Hamzah
Satu minggu rasanya seperti satu tahun untukku
Hamzah
Apakah aku membuatmu terkejut?
Hamzah
Karena aku tidak mengabarimu
Ayisha
Aku nggak punya kata-kata untuk diungkapkan
Ayisha
Aku hanya bisa mengatakan "lega"
Ayisha
Sebenarnya beberapa waktu lalu ada satu kejutan untukku
Ayisha
Aku sudah mengatakan kepadanya bahwa ada seseorang yang sedang aku tunggu
Ayisha
Terima kasih dokter sudah kembali
Ayisha
Dan menepati perkataan dokter satu minggu yang lalu
Hamzah
Terima kasih juga Ayisha
Hamzah
Sudah menungguku dalam satu minggu itu
Hamzah
Aku akan fokus dengan acara penting kita
Hamzah
Setelah itu, aku akan mempertimbangkan kembali keputusanku saat berada di luar kota
Ayisha
Apakah dokter akan pergi lagi?
Hamzah
Jika waktu tidak mengubah jalan kita
Hamzah
Jangan terlalu dipikirkan
Hamzah
Aku tahu mana yang penting dan jauh lebih penting untukku
Hari dimana yang paling dinantikan oleh semua pasangan, kini berada tepat dihadapan Ayisha
Semua mata tertuju padanya
Hingga suara lembut yang dikenalnya menyapa
Affan
(teriak Affan berlari)
Ayisha
Terima kasih sayang
Affan
Affan nggak mau dokter mzah pergi
Hamzah
(menggendong Affan)
Hamzah
(ponselnya berdering)
Hamzah
Dokter Hamzah mau menelpon dulu
Ayisha
Ada apa dokter Hamzah?
Hamzah
(tersenyum bahagia)
Ayisha
Kita kesana sekarang
Mereka berdua pun memutuskan untuk pergi ke rumah sakit setelah acara pernikahan mereka usai
Namun, ternyata kehadiran Hamzah di hadapan Kakaknya membuat dirinya semakin terpuruk dengan kejadian yang menimpa Kakaknya beberapa tahun lalu
Hasan
Pergi kamu dari sini sekarang juga!
Hasan
Jangan harap Kakak memaafkan kesalahanmu!
Ayisha
(menatap dari balik pintu)
Ayah Hamzah
Hamzah sebaiknya kamu pergi dulu
Ayah Hamzah
Biarkan Kakakmu tenang
Ayisha
Kamu baik-baik saja?
Hamzah
(duduk di salah satu kursi)
Hamzah
Ternyata apa yang aku takutkan terjadi
Hamzah
Kak Hasan tidak bisa menerima kejadian itu begitu saja
Ayisha
Sekarang dokter tidak sendiri lagi
Ayisha
Ada aku disini yang akan selalu bersama dokter
Hamzah
Terima kasih Ayisha
Suara keributan terdengar melewati mereka
Hamzah pun segera masuk kembali ke dalam ruang rawat Kakaknya
Ayah Hamzah
Hentikan Hasan!
Ayah Hamzah
Pecahkan saja semua yang ada di sekitarmu
Ayah Hamzah
Jika itu membuatmu tenang
Hasan
Ayah pasti pernah merasakan bukan
Hasan
Bagaimana Ayah kehilangan sosok orang yang dicintai dalam hidup Ayah selamanya?
Hasan
Begitulah perasaan Hasan sekarang
Hasan
Tapi berbeda dengan Ayah
Hasan
Ayah lebih memilih menikah lagi dengan wanita itu dan melupakan Ibu selamanya
Ayah Hamzah
(menampar Hasan)
Ayah Hamzah
(menatap Hamzah)
Hamzah
Kak Hasan baru saja pulih
Hasan
Untuk apa kamu membela Kakak?
Hasan
Apakah kamu bisa mengembalikan yang hilang dari Kakak?
Hasan
Jadi, cukuplah pura-pura bersikap baik dengan Kakak
Hasan
Kakak nggak akan percaya apapun yang kamu ucapkan lagi Hamzah
Babysister
Tadi Affan minta menyusul Bapak
Affan
(menarik salah satu tangannya)
Ayah Hamzah
Biarkan Affan pulang dengan Ayah
Ayah Hamzah
Kalian berdua butuh waktu untuk liburan bukan setelah menikah
Hasan
(menatap serius Affan)
Ayah Hamzah
Dia adalah cucu angkat Ayah
Ayah Hamzah
Ayah mengadopsinya saat masih bayi
Hamzah
Kenapa Ayah berbohong?
Hamzah
(berkata dalam hati)
Ayah Hamzah
Ayah sudah sewakan satu vila untuk kalian berdua
Ayah Hamzah
Berliburlah disana
Ayah Hamzah
Gunakan masa cutimu dengan baik
Affan
(masih menggenggam salah satu tangan Hamzah)
Ayah Hamzah
(menatap Affan)
Ayah Hamzah
Ayo kita pulang
Affan
(bersembunyi dibalik Hamzah)
Hamzah
Biarkan Affan pulang dengan kami
Hamzah
Ayah masih butuh waktu dengan Kak Hasan
Hamzah
(menggendong Affan)
Hasan
Anak itu terlihat nggak asing untukku
Hasan
Bisakah dia tetap disini?
Ayah Hamzah
Kamu harus banyak istirahat
Ayah Hamzah
Keadaanmu masih lemah
Hasan
Hasan nggak butuh kepedulian dari Ayah
Hamzah
Dokter Hamzah ada acara hari ini
Hamzah
Jadi, Affan disini dulu bersama Eyang
Affan
(menggelengkan kepala)
Hamzah
Dokter Hamzah akan kembali setelah acara dokter selesai
Hamzah
(menurunkun Affan dari pelukannya)
Hamzah
Tolong jaga Affan dengan baik
Hamzah
Hamzah dan Ayisha pergi dulu
Ayah Hamzah
Wa'alaikumussalam
Ayisha
Apakah kamu benar-benar tidak apa-apa dokter?
Ayisha
Aku sudah hadir dalam kehidupan dokter
Hamzah
(menghentikan mobilnya)
Ayisha
(menatap ke arah Hamzah)
Hamzah
Sekarang kita adalah suami istri
Hamzah
Dan aku sangat bahagia bisa bersamamu
Hamzah
Jadi, jangan merasa bersalah lagi
Hamzah
Jangan panggil aku dengan sebutan dokter lagi
Hamzah
Sekarang aku adalah suamimu
Hamzah
Panggil saja sesuai dengan kata hatimu
Mereka berdua pun melanjutkan perjalanan selama tiga minggu itu berlalu
Dimana Ayisha sudah menjadi bagian dari keluarga Hamzah
Rumah kedua orang tua Hamzah
Ayah Hamzah
Hari ini Ayah sangat bahagia
Ayah Hamzah
Karena kedua anak Ayah sudah kembali
Ayah Hamzah
Ayah berharap kedepannya kita bisa saling kerja sama
Ibu tiri Hamzah
Bukankah Maudy juga anakmu?
Ayah Hamzah
Tapi untuk saat ini kepulangan mereka berdua kembali ke rumah ini adalah hal terindah
Ibu tiri Hamzah
(menatap dingin Hamzah dan Hasan)
Hamzah
Kehadiran Hamzah dan Ayisha kemari
Hamzah
Bukan untuk menetap di rumah ini
Hamzah
Untuk menghargai acara makan malam yang Ayah buat untukku dan Kak Hasan
Ibu tiri Hamzah
Jika kamu dan istrimu tidak tinggal disini
Ibu tiri Hamzah
Karena saya tidak ingin ada drama lagi di rumah ini
Ibu tiri Hamzah
Seperti kejadian beberapa tahun lalu itu
Ibu tiri Hamzah
(menatap ke arah Hasan)
Comments