Episode 11
Hamzah
Kamu harus bertahan
Hamzah
Tolong lebih cepat lagi
perawat C
(berlari keluar)
Hamzah
Siapkan peralatannya
Dokter jaga
Kenapa pasien ini?
Perawat
Sepertinya jatuh pingsan
Alisa
Nggak seharusnya kamu berada di IGD
Alisa
Ini bukan tugas kamu
Hamzah
Sebaiknya kamu kembali saja ke tempatmu
Dokter jaga
Biar saya yang menanganinya Dok
Hamzah
Saya yang akan menanganinya langsung
Hamzah
Kamu fokus saja ke pasien lain
Nabila
Kak Ayisha gimana ya keadaannya?
Zayn
Kak Ayisha akan baik-baik saja
Ardan
(berjalan mondar-mandir)
Ardan
Aku khawatir dengan keadaan Ayisha
Zayn
Kita juga khawatir disini
Zayn
Jadi, nggak usah terlalu baper
Naufal
Tunggu saja apa kata dokter
Naufal
(fokus dengan ponselnya)
Ardan
Bagaimana keadaan Ayisha?
Hamzah
Sebaiknya kalian pulang
Hamzah
Ayisha baik-baik saja
Zayn
Apakah separah itu penyakitnya?
Hamzah
Biarkan pihak rumah sakit yang menanganinya lebih lanjut
Hamzah
Nabila dan Naufal pasti lelah
Ardan
Apa-apaan sikapnya tadi?
Abi
Apa yang terjadi dengan Ayisha?
Hamzah
Ini hal yang serius
Hamzah
Kita harus segera melakukan tindakan operasi untuk Ayisha
Abi
Apakah penyakitnya separah itu?
Hamzah
Jika operasi tidak dilakukan secepatnya
Hamzah
Hamzah takut tumor yang ada pada otaknya akan menjadi ganas
Hamzah
Karena keadaan tumor ini berbeda dengan tumor yang dialami Ibu Sarah
Abi
Apakah semacam cancer?
Hamzah
Tumor otak merupakan kondisi yang ditandai dengan tumbuhnya sel-sel abnormal di dalam atau di sekitar otak. Sel-sel abnormal itu tumbuh tak wajar dan tidak terkendali. Namun, tumor di dalam otak ini tidak selalu berubah menjadi tumor ganas atau kanker.
Hamzah
Tingkatan tumor otak terbagi dari tingkat 1 sampai 4. Pengelompokannya berdasarkan perilaku tumor tersebut. Misalnya, dinilai dari kecepatan pertumbuhan dan cara penyebarannya.
Abi
Lakukan yang terbaik untuk anak saya
Hamzah
Besok siang saya akan melakukan tindakan untuk putri Om
Ayisha
(menatap Abi yang tertidur pulas di sofa)
Abi
Lho, sayang kamu sudah sadar
Abi
(berjalan menghampiriku)
Ayisha
Kenapa Ayisha bisa ada di rumah sakit?
Abi
Dokter Hamzah mengatakan jika kamu jatuh pingsan saat sedang berada di galeri buku Ardan
Ayisha
(mengingat kejadian)
Abi
Dan besok dokter Hamzah akan melakukan tindakan operasi untukmu sayang
Ayisha
Kenapa Ayisha harus di operasi?
Abi
Jangan terlalu dipikirkan
Abi
Yang terpenting anak Abi ini sembuh
Ayisha
Kenapa Abi nggak bisa jelasin ke Ayisha?
Perawat
Selamat pagi Mba Ayisha
Perawat
Saatnya mencukur rambut kepala Mba Ayisha dulu
Perawat
(melangkah ke arahku)
Ayisha
Apakah suster tahu tentang penyakit saya?
Perawat
Penyakit Mba Ayisha tidak parah kok
Perawat
Hanya butuh penyembuhan saja
Ayisha
Kenapa suster juga menyembunyikannya dari saya?
Perawat
Nanti setelah selesai operasi, dokter Hamzah akan menjelaskan semuanya kepada Mba Ayisha
Perawat
Saya tidak ada hak untuk menyampaikan tentang penyakitnya Mba Ayisha
Abi
Sayang jangan gugup, mengerti
Perawat
Mba Ayisha sudah siap?
Perawat
Kita ke ruang operasi sekarang
Perawat
Bapak bisa menunggunya di ruang tunggu
Perawat
(melangkah keluar)
Hamzah
Kamu akan baik-baik saja Ayisha
Ayisha
Apakah dokter yakin?
Ayisha
(mataku perlahan mulai redup)
Ayisha
Apakah ini adalah awal atau akhir kehidupanku?
Ayisha
(berkata dalam hati)
Abi
(menatap tulisan papan layar)
Abi
Operasinya sudah dimulai
Ardan
(berlari menghampiri)
Abi
Dia sedang berada di ruang tindakan
Ardan
(menatap jam dinding)
Perawat
Untuk sementara obat biusnya belum sepenuhnya hilang
Perawat
Jadi, biarkan Mba Ayisha istirahat
Perawat
(melangkah keluar)
Ardan
Sekali lagi Ardan minta maaf
Ardan
Sudah membuat perasaan Ayisha terluka
Abi
Yang berlalu biarlah berlalu
Abi
(mengambil segelas air)
Abi
Bagaimana keadaan Ayisha sekarang?
Ayisha
Kepala Ayisha masih sedikit sakit
Ayisha
(menatap ke arah pintu)
Ayisha
Kenapa Ardan bisa disini?
Abi
Dia dari tadi menemani Abi menunggu kamu hingga operasi selesai
Hamzah
Bagaimana keadaan kamu sekarang Ayisha?
Ayisha
In syaa Allah akan segera membaik
Hamzah
Untuk sementara kamu jangan terlalu berpikir keras dulu
Hamzah
Biarkan otakmu istirahat sementara waktu
Ayisha
Terima kasih dokter Hamzah
Ayisha
Sudah menjadi dokter yang baik untukku
Hamzah
Itu sudah menjadi tugas saya sebagai dokter
Abi
Terima kasih nak Hamzah
Abi
Sekarang perasaan Om sedikit lega
Hamzah
Kalau begitu Hamzah permisi dulu
Hamzah
(berbalik menatapku)
Ayisha
Saya menerima lamaran dokter
Hamzah
Terima kasih Ayisha
Hamzah
Mulai sekarang saya akan menjadi perantara kedua setelah Ayah kamu untuk menjagamu dengan baik
Abi
Apakah perasaan anak Abi ini sekarang sedang bahagia?
Abi
Kedua matamu nggak bisa berbohong sayang
Ardan
Apakah dokter tadi benar-benar melamar Ayisha?
Ardan
Ardan ikut senang mendengarnya
Tepat acara pertemuan dua keluarga berlangsung
Ibu tiri Hamzah
Kenapa keluarga gadis pilihanmu belum juga datang?
Ibu tiri Hamzah
(menatap Hamzah)
Ayah Hamzah
Apakah kamu tidak mengerti keinginan Ayah itu?
Ayah Hamzah
Ayah ingin kamu fokus dulu dengan klinik barumu
Ayah Hamzah
Jangan berpikir tentang pernikahan dulu
Hamzah
Apakah Ayah pernah bertanya tentang keinginan Hamzah?
Hamzah
Tidak pernah bukan?
Hamzah
Pernikahan termasuk ke dalam keinginan Hamzah
Ayah Hamzah
Hanya kamu harapan satu-satunya Ayah setelah Hasan menikah
Ayah Hamzah
Sekarang kamu ingin seperti Kakakmu?
Hamzah
Silakan duduk Om, Tante, dan ...
Hamzah
(menarik salah satu kursi)
Ayisha
Terima kasih dokter Hamzah
Ibu tiri Hamzah
Jadi, kamu yang bernama Ayisha itu?
Ibu tiri Hamzah
(menatapku)
Ibu tiri Hamzah
Saya nggak menyangka selera Hamzah ternyata jauh dibawah ekspektasi saya
Hamzah
Jangan merendahkan siapa pun di hadapan saya, termasuk Ayisha dan keluarganya
Ibu tiri Hamzah
Saya bicara fakta bukan bermaksud merendahkan
Hamzah
Saya sudah mengenal Anda cukup lama dan saya tahu kemana arah pembicaraan Anda tadi
Ayah Hamzah
Jaga tata kramamu di hadapan tamu kita sekarang
Ayah Hamzah
Dan jangan berkata dengan nada tinggi di hadapan Ibumu
Hamzah
Siapa yang Ayah maksud disini?
Hamzah
Selama ini Hamzah takut menganggap dia sebagai Ibu Hamzah
Hamzah
Karena kesalahan Ayah yang menurut Hamzah tidak pantas dimaafkan
Abi
Dengarkan perkataan Ayahmu
Hamzah
Maafkan saya Om, Tante, Ayisha
Umma
Tidak apa-apa nak Hamzah
Ibu tiri Hamzah
(menatap dingin kedua orang tuaku)
Acaranya pun berjalan dengan baik
Namun, satu hal yang masih membuat Ayisha ragu
Dimana Ayah Hamzah terlihat tidak suka dengan pernikahan Hamzah yang akan segera terjadi
Hamzah
Jaga kesehatanmu dengan baik
Hamzah
Selama satu minggu aku akan berada di luar kota untuk menjalankan tugasku
Hamzah
Aku harap kamu bisa menjaga dirimu dengan sebaik-baiknya
Hamzah
Begitu juga denganku
Hamzah
Aku akan menjaga hatiku ini selama satu minggu itu
Hamzah
Jadi, serahkan semuanya kepada Allah
Hamzah
Apapun yang terjadi setelah satu minggu, itulah keputusan-Nya
Hamzah
Kita saling percaya hanya untuk Allah
Hamzah
Dan aku harap rencana baik kita akan terjadi atas ridha-Nya
Ayah Hamzah
Kita pergi sekarang
Ayisha
Hati-hati dokter Hamzah
Ayisha
(menatap punggungnya yang mulai pudar)
Abi
Sayang, ayo kita pulang
Ayisha
(menatap keluar jendela)
Ayisha
Aku harap Allah mempermudah rencana baik ini
Ayisha
(berkata dalam hati)
Comments