Episode 10
Ayisha
Kamu mengikutiku kemari?
Zayn
Kebetulan aku diundang Kakek Hanan untuk menjadi juru masak di tempatnya
Zayn
Karena kata beliau ada tamu
Pemilik rumah baca
Benar sekali
Zayn
Ternyata tamunya itu kamu
Ayisha
Kamu kenal dengan pemilik rumah baca ini?
Zayn
Sudah lama aku menjadi juru masak tetap di rumah baca milik Kakek Hanan
Pemilik rumah baca
Jadi, nak Zayn sudah mengenal nak Ayisha
Zayn
Sudah sangat lama Kakek
Pemilik rumah baca
Baguslah
Nabila
Kakak pacarnya Kak Ayisha ya?
Nabila
Soalnya dari tadi Nabila lihat
Nabila
Kakak memperhatikan Kak Ayisha dari kejauhan, saat Kak Ayisha baru saja tiba disini
Ayisha
(sekilas menatap Zayn)
Ayisha
Pacaran itu nggak baik
Ayisha
Dan Kakak ini bukan seperti apa yang Nabila ucapkan tadi
Ayisha
(menunjuk ke arah Zayn)
Ayisha
Iya nggak apa-apa sayang
Pemilik rumah baca
Kebetulan koki kita sudah tiba
Pemilik rumah baca
Hari ini kita akan makan enak
Zayn
(melangkah menuju dapur)
Ayisha
Cerita hari ini cukup sampai disini
Ayisha
Sepertinya makan siangnya sudah siap
???
*Apakah aku mengganggu kamu hari ini?*
Ayisha
Kenapa dia tahu nomorku?
Ayisha
(berkata dalam hati)
Hamzah
*Apakah kamu sibuk?*
Hamzah
*Kebetulan sore ini aku akan ke rumahmu bersama kedua orang tuaku*
Ayisha
(berkata dalam hati)
Hamzah
*Aku harap kamu mau bertemu dengan kedua orang tuaku*
Ayisha
*Aku sedang berada diluar*
Ayisha
*Sampai sore, aku tidak ada di rumah*
Hamzah
*Kamu pergi kemana?*
Ayisha
(berkata dalam hati)
Ayisha
Kenapa dia jadi ingin tahu urusanku?
Ayisha
(berkata dalam hati)
Ayisha
Kenapa dia menelpon?
Ayisha
(menutup ponselnya)
Zayn
Bagaimana masakan Kakak?
Pemilik rumah baca
Masakanmu selalu yang terbaik Zayn
Ayisha
(menatap makanan yang berada dihadapanku)
Zayn
Lalu, kenapa hanya dilihat saja makanannya?
Ayisha
Aku sedang nggak ingin makan
Ayisha
(menatap sosok yang tak asing)
Hamzah
(berjalan menghampiriku)
Hamzah
Apakah kamu menjadi relawan di tempat ini?
Ayisha
Kenapa dokter tahu aku disini?
Hamzah
Abimu memberitahuku
Ayisha
(sekilas menatap Zayn dan Hamzah bergantian)
Zayn
Nanti kamu bisa sakit
Ayisha
Aku sedang nggak ingin makan
Zayn
Kesehatan itu penting
Pemilik rumah baca
Lho, ada tamu lagi
Pemilik rumah baca
(menatap Hamzah)
Hamzah
Assalamu'alaikum Kakek
Pemilik rumah baca
Wa'alaikumussalam
Pemilik rumah baca
Sepertinya hari ini adalah hari yang baik
Pemilik rumah baca
(tersenyum)
Pemilik rumah baca
Mari silakan masuk
Pemilik rumah baca
Kakek baru pertama kali lihat kamu di daerah sini
Hamzah
Perkenalkan kek, saya Hamzah
Hamzah
Kebetulan saya juga seorang dokter
Pemilik rumah baca
Oh benarkah?
Pemilik rumah baca
Bagus sekali
Pemilik rumah baca
Apakah Kakek boleh meminta jasa kamu untuk menjadi relawan bersama kami disini?
Pemilik rumah baca
Alhamdulillah
Pemilik rumah baca
Jadi, Kakek tidak perlu jauh-jauh ke kota untuk mencari dokter
Nabila
Nabila nggak mau di suntik
Nabila
(bersembunyi dibalik Kakek Hanan)
Pemilik rumah baca
(tertawa renyah)
Pemilik rumah baca
Sayang, siapa yang mau menyuntik Nabila?
Nabila
(menunjuk ke arah Hamzah)
Pemilik rumah baca
Dokter Hamzah datang kemari sebagai tamu kita
Pemilik rumah baca
Bukan mau menyuntik Nabila
Naufal
(asyik menatap ponselnya)
Hamzah
Siapa anak lelaki itu?
Hamzah
(berbisik pelan ke arahku)
Ayisha
Dia adalah pangeran Naufal
Ayisha
Dia tidak ingin dipanggil hanya dengan namanya saja
Hamzah
Nama kamu Pangeran Naufal ya?
Pemilik rumah baca
Jika ada yang bertanya, jawablah
Hamzah
Apakah kamu selalu bermain dengan ponselmu setiap waktu?
Hamzah
Apakah kamu tidak bosan?
Hamzah
Ponsel bisa membuat otak dan matamu lelah
Hamzah
Jika kamu terus menatapnya tanpa henti
Ayisha
Dia emang seperti itu
Pemilik rumah baca
Sejak kedua orang tuanya pergi meninggalkan Naufal dan Nabila
Pemilik rumah baca
Naufal jadi lebih sering bermain dengan ponselnya
Hamzah
Jadi mereka berdua Kakak beradik
Pemilik rumah baca
Hanya selisih berapa bulan saja
Hamzah
Kedua orang tuanya pergi kemana?
Zayn
Mereka sudah berpisah
Pemilik rumah baca
Ceritanya sangat rumit nak Hamzah
Pemilik rumah baca
Kedua orang tuanya sudah memiliki keluarga masing-masing sekarang
Pemilik rumah baca
Iya Kakek juga berpikir sama sepertimu
Pemilik rumah baca
Ini sudah menjadi takdirnya mereka
Hamzah
Bagaimana dengan Ayah mereka berdua?
Hamzah
Apakah masih menafkahi Naufal dan Nabila?
Pemilik rumah baca
Alhamdulillah dia tidak pernah melupakan kewajibannya sebagai seorang Ayah
Pemilik rumah baca
Tapi sayangnya
Pemilik rumah baca
Akhir-akhir ini
Pemilik rumah baca
Ayahnya jarang sekali datang kemari
Pemilik rumah baca
Bahkan nomornya sudah tidak aktif lagi
Ayisha
Kenapa Hamzah terlihat khawatir sekali?
Ayisha
(berkata dalam hati)
Hamzah
Hamzah pernah merasakan hal serupa
Hamzah
Itu sangat menyakitkan
Hamzah
Sebenarnya Ayah Hamzah juga menikah lagi dengan seorang wanita yang sama sekali Hamzah tidak menyukainya
Hamzah
Bahkan kasih sayangnya semakin berkurang kepada Hamzah dan Kak Hasan
Hamzah
Sejak Ibu meninggalkan kami selamanya
Hamzah
Sikap Ayah jauh berbeda dari sebelumnya
Hamzah
Sekarang Hamzah bisa merasakan perasaan mereka berdua
Hamzah
(menatap Naufal dan Nabila)
Pemilik rumah baca
Kakek paham sekali dengan cerita nak Hamzah ini
Pemilik rumah baca
Nak Hamzah sudah menunjukkan yang terbaik untuk Ayahnya nak Hamzah
Pemilik rumah baca
Kakek juga bangga dengan pencapaian nak Hamzah sekarang
Pemilik rumah baca
Kalian bertiga sudah Kakek anggap seperti cucu Kakek sendiri
Pemilik rumah baca
(menatap kami)
Zayn
Kebetulan Zayn sudah menyimpan beberapa makanan di kulkas
Zayn
Nanti Kakek bisa menyuruh Mba Nurul menghangatkan makanannya untuk anak-anak dan Kakek sendiri
Pemilik rumah baca
Terima kasih banyak nak Zayn
Balai pertemuan pusat kota
Anak-anak
Wah, gedungnya besar banget
Nabila
Tempatnya seperti istana
Hamzah
Sebenarnya penulis yang mereka maksud itu siapa?
Ayisha
Kamu akan tahu sendiri?
Zayn
Apakah sehebat itu penulisnya?
Zayn
Penggemarnya banyak sekali
Ayisha
Iya itu menurut mereka
Anak-anak
Sepertinya dia penulisnya?
Anak-anak
(menunjuk ke arah kerumunan)
Asisten
Apakah kalian dari rumah baca Cahaya Ilmu?
Asisten
Silakan ikuti saya
Asisten
Kebetulan penulisnya sudah menunggu kalian di ruangannya
Zayn
Lho, kenapa di ruangannya?
Zayn
Bukankah kita akan bergabung bersama mereka juga
Zayn
(menunjuk ke arah beberapa penggemar yang mengantre)
Asisten
Karena ini undangan khusus untuk anak-anak dari rumah baca
Mereka pun menuju ke ruangan tersebut
Saat pintu ruangan terbuka lebar
Aroma buku tercium sangat pekat, sosoknya yang duduk di salah satu sofa pun menatap ke arah mereka
Anak-anak
Wah, ruangannya besar banget
Ayisha
Jika ini bukan karena anak-anak rumah baca
Ayisha
Aku nggak akan datang ke tempatmu ini
Ardan
Kita bisa bertemu lagi
Zayn
Sejak kapan kamu menjadi penulis?
Ardan
Sejak beberapa tahun lalu
Zayn
Jika aku tahu kamu penulis yang mereka maksud itu
Zayn
Aku nggak akan menemani mereka kemari
Ardan
Kamu masih nggak berubah Zayn
Ardan
Masih saja dingin denganku
Naufal
Apakah benar kamu penulis itu?
Naufal
(menatap ke arah Ardan)
Naufal
Seperti tidak meyakinkan
Ayisha
Dia adalah penulisnya
Naufal
Aku kenal betul setiap tulisannya
Naufal
Dan sikapnya tidak mencerminkan tulisannya itu
Ardan
Kakak bisa buktikan kok
Ardan
(Memberikan sketsa tulisannya)
Ardan
Kakak ingat semua apa yang tertulis dalam buku Kakak
Naufal
Aku akan berusaha percaya itu
Ayisha
Kenapa tiba-tiba penglihatanku kabur ya?
Ayisha
(menatap ulang tulisan di tangan Naufal)
Ayisha
Dan kenapa kepalaku tiba-tiba sakit?
Ayisha
(berkata dalam hati)
Zayn
Hidung kamu berdarah?!
Hamzah
(meletakkan lipatan tisu di hidungku)
Hamzah
Kamu baik-baik saja?
Ayisha
Apa yang Dokter Hamzah katakan?
Ayisha
(berkata dalam hati)
Ayisha
Kenapa suaranya nggak terlalu jelas?
Ayisha
(berkata dalam hati)
Comments