Episode 5
Ayisha
Apakah kamu mengikutiku kemari?
Ardan
Kebetulan aku lewat sini
Ayisha
Dua kali kamu mengatakan kalimat yang sama
Ardan
Baiklah aku akan jujur
Ardan
Aku mengikutimu kemari
Ardan
Untuk memastikan keadaanmu benar-benar sudah membaik
Ardan
Apakah sudah membaik?
Ayisha
Berhenti untuk peduli denganku lagi
Ayisha
Aku nggak mau ada yang salah paham disini
Ardan
Siapa yang salah paham?
Ayisha
Kamu akan menikah dengannya bukan?
Ardan
Apakah Olivia mengatakan semuanya padamu?
Ayisha
Dia memberikan undangan pernikahan kalian berdua
Ayisha
Mungkin kita sudah saling mengenal sejak kita masih kecil
Ayisha
Sekarang kita sudah dewasa dan tahu mana yang benar dan salah
Ayisha
Jadi, aku harap mulai sekarang
Ayisha
Mulai detik ini, tepat hari ini, di tempat ini, berhenti untuk mencari cara mendekatiku lagi
Ayisha
Terima kasih sudah mengobati lukaku
Ardan
(berkata dalam hati)
Sepanjang perjalanan melewati hamparan daun kering, langkahnya semakin ingin berlari. Namun, sadar bahwa itulah kenyataan yang harus dirinya lewati.
Air mata dan rasa sesak dalam hatinya tak kunjung pergi hari itu juga
Hingga sosoknya yang tak asing hadir kembali tepat di jam sepuluh langkahnya berhenti
Ayisha
Ke-kenapa? Rasanya sesak sekali.
Ayisha
(berkata dalam hati)
Ayisha
Ardan, kenapa kamu tidak bisa pergi dari pikiranku?!!
Ayisha
(berkata dalam hati)
Ayisha
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَ ذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَا ضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّـقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَا دٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّاۤ اِلٰهَ اِلَّاۤ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ
"Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, "Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 87)
Ayisha
(menatap seseorang yang berdiri tak jauh dariku)
Zayn
(melangkah menghampiriku)
Zayn
Bagaimana? Sudah sedikit tenang perasaanmu sekarang
Ayisha
Sejak kapan kamu berdiri disana?
Zayn
Sejak kamu terlihat terengah-engah saat berjalan
Zayn
Apakah Ardan membuat perasaanmu terluka lagi?
Zayn
Bagaimana masakanku kemarin?
Zayn
Apakah kamu menyukainya?
Zayn
Aku senang mendengarnya
Zayn
Kebetulan kedatanganku kemari untuk bertemu kamu
Zayn
Besok adalah pembukaan restoran pertamaku di daerah sini
Zayn
Aku harap kamu datang
Zayn
Yang terpenting pesanku sudah tersampaikan padamu
Zayn
Kalau begitu aku pergi dulu
Zayn
Jangan lupa pukul 08.00 di daerah sini tepat di gedung berwarna coklat muda
Ayisha
Kenapa dia percaya sekali bahwa besok aku pasti datang dalam acaranya?
Ayisha
(berkata dalam hati)
Ayisha
Istighfar 3x Ayisha
Ayisha
Untuk kejadian hari ini
Gedung berwarna cokelat muda
Ayisha
Atau aku pulang saja?
Olivia
(melambaikan tangan)
Olivia
(berlari menghampiri)
Olivia
Kamu diundang juga sama Zayn?
Olivia
Ternyata dia nggak melupakan kita ya
Olivia
Setelah pulang dari sini, kamu mau nggak temani aku ke butik?
Olivia
Ayisha, kenapa kamu diam dari tadi?
Ayisha
Aku ada acara lain setelah ini
Olivia
Nanti aku bisa minta bantuan Ardan
Zayn
Lho, kok nggak masuk?
Olivia
Ini mau masuk ke dalam kok
Olivia
(merangkul salah satu lenganku)
Olivia
Hari ini ada rapat di kantornya
Olivia
Kenapa kamu terlihat senang jika Ardan nggak datang hari ini?
Zayn
Setidaknya dia tidak buat masalah disini
Olivia
(memberikan undangan kepada Zayn)
Olivia
Jangan lupa datang ya
Zayn
(menatap undangan itu)
Zayn
Ardan akan menikah dengan kamu?
Olivia
Kalian berdua kok kompak banget sih
Olivia
(menatapku dan Zayn bergantian)
Olivia
Apakah ada yang salah dengan undanganku?
Zayn
Bukan undangannya yang salah
Zayn
Pikirannya yang salah
Zayn
Kalian berdua bisa duduk di salah satu kursi
Zayn
Sekali lagi terima kasih sudah datang kemari
Olivia
Kita juga berterima kasih
Olivia
Kamu nggak melupakan kita berdua
Olivia
Bukan begitu Ayisha
Zayn
(meletakkan beberapa hidangan pembuka, main course, dan dessert)
Olivia
Ini semua untuk kita?
Zayn
Kalian berdua beri nilai dan masukan untuk semua hidangan ini dalam buku yang sudah staf kami bagikan
Zayn
Jika kamu tidak suka dengan makanannya bilang saja
Olivia
Sepertinya ada aroma cinta nih dalam masakannya
Olivia
(menatapku dan Zayn bergantian)
Olivia
Kalian berdua nggak ada rencana serius ke depannya?
Zayn
Maksud kamu apa bicara seperti itu?
Olivia
Aku lihat kamu suka dengan Ayisha
Olivia
(sekilas menatap Zayn)
Ayisha
Semua hidangan buatan kamu layak dapat apresiasi
Zayn
Tunggu sebentar Ayisha
Zayn
Ada sesuatu dari Eyang kamu
Zayn
(mengambil sebuah kotak)
Zayn
(memberikan kotaknya kepadaku)
Zayn
Sebelum aku berangkat kemari
Zayn
Eyang kamu menitipkan kotak itu padaku
Olivia
Sebelum ada seseorang yang menyapa hatinya
Olivia
Nggak ada salahnya-kan kamu jujur tentang perasaanmu kepada Ayisha
Ardan kecil
Aku ingin kamu menyimpan semua ini
Ardan kecil
Karena setelah aku pergi nanti, aku akan mengambil kembali semua milikku ini
Ayisha
Aku harus mengembalikan semua ini kepada pemiliknya
Ardan
Sejak kapan kamu disini?
Ayisha
Kedatanganku kemari untuk mengembalikan semua barang dari masa lalumu
Ayisha
Eyang memberikannya kepadaku
Ardan
Kenapa Eyang masih menyimpannya?
Ayisha
Kalau begitu aku pergi
Ayisha
Kebetulan di dalam kotak itu ada beberapa surat juga
Ayisha
Sepertinya bukan untukku
Abi
*Sayang, Umma masuk rumah sakit*
Abi
*Sekarang Umma sedang berada di ruang IGD*
Ayisha
(berlari ke arah halte)
Ayisha
Kenapa Umma bisa masuk rumah sakit?
Abi
Sepertinya penyakitnya kambuh, sayang
Abi
Kita tunggu kabar dari dokter jaga
Dokter jaga
Apakah Anda keluarga dari pasien?
Abi
Bagaimana keadaan istri saya, dok?
Dokter jaga
Sebaiknya istri Bapak harus ditangani lebih lanjut di rumah sakit ini
Ayisha
Umma saya dirawat disini?
Dokter jaga
Karena beliau juga harus ditangani oleh dokter spesialis
Dokter jaga
Ada beberapa hasil medis yang serius disini
Dokter jaga
(menunjukkan laporan medis Umma)
Abi
Sayang, Abi urus administrasi dulu
Dokter jaga
Itu sudah menjadi tugas saya
Dokter jaga
(melangkah masuk)
Hamzah
(menatapku dari kejauhan)
Hamzah
Sedang apa dia duduk disana?
Hamzah
(berkata dalam hati)
Hamzah
(melangkah menghampiriku)
Hamzah
Sedang apa kamu disini?
Hamzah
Di ruang tunggu IGD
Ayisha
Umma saya sakit dok
Ayisha
Dokter jaga mengatakan, jika Umma harus dirawat di rumah sakit ini
Hamzah
(melangkah masuk ke ruang IGD)
Ayisha
(menatapnya yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan itu)
Hamzah
Saya sudah melihat hasil laporan medis Umma kamu
Hamzah
Sepertinya beliau sudah lama menyembunyikan penyakitnya dari kamu dan juga Ayah kamu
Comments