Cerita Arkan

Entah mengapa, Aurora rasanya ingin terbang melayang saat Mars mengatakan akan menjadikan dia dunianya. Pipi gadis itu bersemu merah, ia mengalihkan pandangannya saat wajah Mars justru semakin dekat ke arahnya. Melihat kegugupan Aurora, Mars menghela nafas pelan. Ia menarik lembut tangan Aurora dan mengelusnya.

"Kamu menikahi seorang duda, sudah pasti memiliki masa lalu. Perlahan, saya akan mencoba untuk mencintaimu seutuhnya. Aurora Naomi, maukah kamu menunggu cinta itu datang?"

Aurora kembali menatap ke arah Mars, kedua tatapan mereka bertemu. Waktu terus berputar, keduanya seolah berada di dunia dengan waktu yang terhenti. Tatapan mereka begitu dalam, seakan-akan tengah berbagi apa yang keduanya rasakan saat ini.

"Tapi perasaanmu masih tetap pada Mommy Arkan. Buktinya, kamu yakin menikah denganku karena mimpi itu. Jika tidak mimpi, mana yakin kamu menikah denganku." Desis Aurora.

"Saya minta maaf, saya bukan pangeran berkuda yang langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Tapi, saya akan mencoba untuk menjadi pangeran impianmu. Saya berharap, kamu juga mencoba untuk membuka hatimu untuk saya. Kita sama-sama saling membuka hati dan saling mengerti. Katakan apapun yang tidak kamu sukai dari saya, dan apa yang kamu sukai. Jika marah, katakan. Jangan kabur seperti anak kecil, mengerti?"

Aurora tadinya terharu, tapi di akhir kalimat ia di buat kesal lagi oleh pria itu. Aurora menarik kembali tangannya dan melirik Mars dengan kesal. Baru saja dia mau melayang tinggi, tapi pria itu seolah menjatuhkannya dari ketinggian.

"Aku gak suka dari kamu, semuaaa! Semuanya! Sifat dingin kamu, cuek, galak! Aku gak suka di bentak, karena paman tak pernah membentakku. Ayah, boro-boro membentak, dia saja sangat jarang bicara padaku. Jadi, jangan meninggikan suaramu Tuan Planet!" Aurora melipat tangannya di depan d4da, lalu ia melengoskan wajahnya saat Mars justru tersenyum padanya.

"Baiklah, maafkan saya. Mau bekerja sama demi keutuhan rumah tangga kita? Dan ... bisakah kamu tidak memanggil saya Tuan Planet lagi? Itu terdengar sangat mengesalkan." Pinta Mars sembari menyodorkan tangannya berharap Aurora menyambutnya.

Aurora melirik ke arah tangan Mars, ia lalu melirik wajah pria itu dengan lirikan tajam. "Situ juga panggilnya saya kamu, berasa jadi orang asing." Sindir Aurora.

Mars menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan pelan. "Oke, maafkan aku sayang."

"Sa-sayang?! Kamu memanggilku sayaaaang?!" Pekik Aurora dengan mata membulat sempurna.

Mars mengangguk kaku, "Ya, apa ada yang salah? Bukannya normal aku memanggil sayang pada istriku sendiri?"

Aurora mengerjapkan matanya, ia lalu turun dari ranjang dengan tergesa-gesa. "Aku ... kebelet!" Aurora berlari masuk ke kamar mandi sembari mengempakkan tangannya. Melihat itu, Mars tertawa kecil.

Brak!

Aurora menutup pintu kamar mandi dengan kasar, ia beralih menatap cermin di sampingnya yang sedang menampakkan wajah merahnya seperti kepiting rebus. Mengingat kembali tentang panggilan Mars padanya tadi, membuat Aurora senang bukan main.

"Sayaaaang? Di panggil sayang sama Tuan Planet!" Aurora meloncat girang sembari menutup mulutnya yang akan berteriak histeris.

"Ih, ternyata seseneng ini di panggil sayang sama pasangan." Gumam Aurora.

.

.

.

Mars dan Aurora kembali menjemput Arkan di sekolahnya. Keduanya berdri di depan gerbang, menanti Arkan keluar. Tak lama, muncullah Arkan bersama para teman-temannya. Melihat kehadiran Aurora, Arkan segera berlari menghampirinya.

"Mommy!" Aurora sedikit merendahkan tubuhnya, ia lalu meraih Arkan dalam gendongannya. Bocah gembul menggemaskan itu langsung bersandar ria di bahu sang Mommy.

"Capek yah? Kasihan, pulang kita beli jajan yuk." Aurora mengusap kening Arkan yang berkeringat, lalu ia berbalik masuk ke dalam mobil. Mars yang lagi-lagi di abaikan hanya bisa menghela nafas pelan.

"Aku yang suaminya, kenapa merasa di jadikan yang kedua." Gumam Mars. Ia merengut kesal, dan berbalik masuk ke dalam mobil menyusul istri dan anaknya.

Sepanjang jalan, Arkan menceritakan tentang apa yang terjadi di sekolahnya. Aurora menjadi pendengar yang baik, sesekali dia menyahuti apa yang Arkan ceritakan. Berbeda dengan Mars yang merasa di abaikan. Apalagi, saat ini Arkan berada di pangkuan Aurora dengan manja.

"Iyaaa, teman-teman Alkan tanya teluus. Alkan, beli Mommy nya dimana? Alkan bilang, Alkan udah punya Mommyy cekalang. Mommy tili Alkan nda jahat, baik kali Mommy tili Alkan. Alkan nda beli Mommy, tapi Alkan dapet Mommy tili pas kabul." Seru Arkan menceritakan tentang apa yang terjadi di sekolahnya.

Mendengar cerita putranya, Mars memutar bola matanya malas. Dia yang menikahi Aurora dan menjadikan gadis itu istrinya, kenapa putranya seolah-olah dialah yang menemukan Mommy tirinya? Rasanya gerah mendengarkan celotehan putranya, Mars pun mengambil botol air miliknya dan meminumnya.

"Meleka mau tukelan Mommy, Alkan bilang nda mauuu. Alkan culuh lah meleka minta Mommy tili cama daddy meleka!"

"Apa?!"

"UHUK! UHUK!"

Aurora dan Mars sama-sama kaget, bahkan Mars sampai tersedak air yang sedang dia minum. Aurora segera menepuk punggung Mars, berharap pria itu sedikit lega.

Mars menutup mulutnya dengan lengannya, matanya terlihat merah karena sakit di tenggorokannya. Lalu, ia melirik ke arah Arkan yang menatapnya dengan tatapan melongo. Mulut kecil bocah menggemaskan itu sampai terbuka.

"Arkan, lain kali jangan kayak gitu. Gak semuanya bisa punya ibu tiri, mengerti?" Tegur Aurora, ia khawatir akan menjadi masalah kedepannya.

Arkan beralih menatap polos ke arah Mommy nya, "Emang kenapa? Alkan tanya, emang kenapa? Nda calah punya Mommy tili, Alkan aja bica punyaaa. Maca teman Alkan nda boleh?"

Mars mengusap wajahnya dengan tisu, ia lalu menatap putranya itu. "Arkan, yang bisa punya Mommy tiri cuman dia yang ibunya sudah tidak tinggal serumah. Seperti Arkan, Mommy Oliv sekarang di rumah barunya sendiri. Jadi, Daddy bisa menikah lagi. Mengerti?"

Arkan mengangguk pelan, tapi di otaknya banyak sekali pertanyaan yang ingin dia ajukan. "Ooo, kalau lagi nda celumah belalti boleh minta Mommy tiliii."

"Bu ...." Mars terdiam, bagaimana ia menjelaskannya.

Aurora menahan tawa melihat tatapan frustasi suaminya itu, ia lalu meraih tangan Arkan dan mengenggamnya dengan lembut.

"Intinya, Arkan gak boleh lagi suruh teman Arkan minta Mommy tiri. Arkan sama mereka beda, Arkan spesial seperti martabak telur spesial."

"Mal ... maltabak? Apa itu? Mall balu?"

"Eh?! Arkan gak tahu apa itu martabak?!" Pekik Aurora yang kaget karena putra sambungnya tak mengerti nama makanan itu.

Arkan menggeleng pelan, ia menatap Mars yang mengalihkan pandangannya. Aurora pun turut menatap Mars, ia menyenggol lengan pria itu.

"Kamu gak pernah makan martabak juga?" Tebak Aurora. Mars menggeleng pelan sembari menatap istrinya itu.

Aurora melongo, ia menatap tak percaya pada suaminya itu. "BELUUUM PERNAAAAH?!"

"Iya, be ...,"

"Kamu manusia apa bukan hah?" Sela Aurora yang membuat suasana menjadi hening.

___

Terpopuler

Comments

Alistalita

Alistalita

Sudah jelas Mars bukan manusia biasa Ra, diakan planet temannya Alien.
Maknya otakknya kadang miring dikit😂✌

Otor gak suka banyak drama, tapi buat Reader mikir jauh😫🤣 Emang hati manusia siapa tahu, kalau pake logika.
Menikah dengan seorang duda, otomatis membuka hati lagi. Mungkin part yang bikin emosi, Mars tidak memahami posisi Aurora dan Masalalu yang jadi masalahnya.

Aurora belum pernah merasakan jatuh cinta, Dan sekalinya jatuh cinta langsung sama suaminya sendiri. percayalah Aurora belum paham sama perasannya tapi sudah dipastikan cinta,Walaupun dia tidak mendapatkan cinta dan kasih sayang dari orang tuanya,ternyata tidak sulit untuk Aurora mencintai orang baru.

Aurora lebih bijaksana dalam bertindak, Dan sekarang Mars mulai memahami posisinya. Soal perasaan bisa menyusul belakangan, Asal mau membuka hati dan berdamai dengan keadaan. mungkin rumah tangga mereka bisa berjalan dengan semestinya.

2024-11-14

38

Aluna_21

Aluna_21

Huhuhu itu juga yang buat aku sakit,, sudah tak mendapat kasih sayang orang tua,, tpi dirawat baik oleh keluarga ayah,, eh malah dibentak" sama orang baru😒

2024-11-14

5

Aluna_21

Aluna_21

aku pernah kabur,, berarti kaya anak kecil dong🥲🤧

2024-11-14

4

lihat semua
Episodes
1 Situasi yang berbeda
2 Tak ada pilihan
3 Hati yang terikat
4 Dia sudah menjadi istri saya!
5 Si gadis pecicilan
6 Alkan nda mau punya ibu tiliii!
7 Rasa kecewa seorang putri
8 Kakak tantik, ibu tili Alkan?!
9 Panggil Mars! Jangan Planet!
10 Kehebohan di dapur
11 Jangan memasak, jika kamu akan terluka
12 Aku tidak suka!
13 Kucing nakal!
14 Tidak mau di jandakan
15 Drama Arkan di pagi hari
16 Mulai posesif
17 Aku akan menjaganya
18 Dunia saya yang baru adalah kamu ~Mars
19 Cerita Arkan
20 Kedatangan adik ipar
21 Minta ponakan baru~
22 Perasaan yang mulai tumbuh
23 Tingkah Aurora
24 Ujian menantu
25 Demam dadakan
26 Ego seorang ayah
27 Perhatian yang di impikan
28 Gara-gara martabak
29 Diam nya Mars
30 Bahagiakan dia!
31 Saran adik ipar
32 Terjebak rencana sendiri
33 Jual aja, Mommy!
34 Kepedulian seorang anak
35 Bubuuul
36 Sulit menebak
37 Manjanya Aurora
38 Langkah yang Mars ambil
39 Ada yang harus kamu tahu~
40 Tak ingin kehilangan lagi
41 Kejailan Arkan
42 Jailnya Aurora
43 Nda enak pelacaan Alkan ini
44 Hadiah dari suami
45 Salah sangka
46 Memberikan hakmu
47 Tanda cinta
48 Tamu bulanan
49 Manjanya seorang putri
50 Kehebohan Arkan
51 Menciptakan momen berdua
52 Tingkah istri kecil Tuan Mars
53 Isi Paket Aurora
54 Kebahagiaan sederhana Arkan
55 Cemburunya Mars
56 Adek balu nya kapan?
57 Bulan madu 1
58 Bulan madu 2
59 Bulan Madu 3
60 Orang yang sama?
61 Terlupakan
62 Nda enaaaak!
63 Selesainya masa kebebasan Arkan
64 Kebahagiaan manis keluarga kecil
65 Berpisah sementara
66 Tak sengaja
67 Bangganya Mars
68 Perhatiannya mama mertua
69 Kedatangan yang tak di harapkan
70 Sikap tegas Aurora
71 Kehebohan Zeeya
72 Pembelaan mertua
73 Kamu tidak tahu seberapa bar-bar nya aku!
74 Acara Tuan Mark
75 Kata cinta yang sangat berarti
76 Mual~
77 Aku mengenalnya!
78 Rahasia besar yang di sembunyikan
79 Tak mudah percaya
80 Rekaman kenangan
81 Arkan, si bocah hobi jajan
82 Cinta bertepuk sebelah tangan
83 Tertangkap juga
84 Cucu kesayangan kakek Ansel
85 Lari pagi
86 Hasil yang tak sesuai harapan
87 Keterkejutan Evano & Julia
88 Alkan lapal
89 Hamil?
90 Kehamilan Aurora
91 Drama ngidamnya Mars
92 Perhatian mertua
93 Kekasih Denzel?
94 Membujuk istri
95 Alkan mau potong lambut!
96 Pintar VS cerdik
97 Ledekan Jimmy
98 Sidang penetapan hukuman
99 Dia sangat meratukanku
100 Jemput Arkan
101 Bukan suami yang sempurna
102 Nda boleh lebut mommy tili olang!
103 Kedatangan Denzel
104 Di labraak
105 Ke lumah kakeeeek!
106 Berharap tak pernah tahu
107 Salah lagi
108 Titipan yang salah
109 Tragedi
110 Putraku atau putramu?
111 Terbongkar!
112 Si belok!
113 Kebijakan Aurora
114 Kembar
115 Susu hamil
116 Mood ibu hamil
117 Ngidamnya bumil
118 Kesepakatan
119 Teloooong!
120 Duda baru
121 Harus menerima
122 Pasrahnya Mars menghadapi mood bumil
123 Pinjam Mommy
124 Mendadak Operasi
125 Lahirnya si kembar
126 Bayi kembar yang di nanti
127 Pulang
128 Ci kembal
129 Begadang
130 Tingkah Arkan
131 Sama-sama jaaiil
132 Tuan Mark
133 Kesenangan Arkan
134 Mommy nya gak rindu?
135 Kejailan Aurora
136 Ada apa?
137 Perasaan Zeeya
138 Terlambat
139 Tingkah memggemaskan si kembar
140 Menerima
141 Si kembar yang menggemaskan
142 Adek lagi?
143 Lamaran Zeeya
144 Happy End
145 Bonus Chapter
146 Bonus Chapter
147 UNDANGAN!
148 Bonus Chapter
149 Bonus Chapter
150 Bonus Chapter
151 Bonus Chapter
152 Bonus chapter
153 Bonus Chapter
154 Bonus Chapter
155 Bonus Chapter
156 Bonus Chapter
157 Bonus Chapter
158 Bonus Chapterr
159 Bonus Chapter
160 Bonus Chapter
161 Bonus Chapter
162 Bonus Chapter
163 Bonus Chapter
164 Bonus Chapter
165 Bonus Chapter
166 Bonus Chapter
167 Bonus Chapter
168 BONCHAP HABIS
169 Cinta yang kamu pilih~
Episodes

Updated 169 Episodes

1
Situasi yang berbeda
2
Tak ada pilihan
3
Hati yang terikat
4
Dia sudah menjadi istri saya!
5
Si gadis pecicilan
6
Alkan nda mau punya ibu tiliii!
7
Rasa kecewa seorang putri
8
Kakak tantik, ibu tili Alkan?!
9
Panggil Mars! Jangan Planet!
10
Kehebohan di dapur
11
Jangan memasak, jika kamu akan terluka
12
Aku tidak suka!
13
Kucing nakal!
14
Tidak mau di jandakan
15
Drama Arkan di pagi hari
16
Mulai posesif
17
Aku akan menjaganya
18
Dunia saya yang baru adalah kamu ~Mars
19
Cerita Arkan
20
Kedatangan adik ipar
21
Minta ponakan baru~
22
Perasaan yang mulai tumbuh
23
Tingkah Aurora
24
Ujian menantu
25
Demam dadakan
26
Ego seorang ayah
27
Perhatian yang di impikan
28
Gara-gara martabak
29
Diam nya Mars
30
Bahagiakan dia!
31
Saran adik ipar
32
Terjebak rencana sendiri
33
Jual aja, Mommy!
34
Kepedulian seorang anak
35
Bubuuul
36
Sulit menebak
37
Manjanya Aurora
38
Langkah yang Mars ambil
39
Ada yang harus kamu tahu~
40
Tak ingin kehilangan lagi
41
Kejailan Arkan
42
Jailnya Aurora
43
Nda enak pelacaan Alkan ini
44
Hadiah dari suami
45
Salah sangka
46
Memberikan hakmu
47
Tanda cinta
48
Tamu bulanan
49
Manjanya seorang putri
50
Kehebohan Arkan
51
Menciptakan momen berdua
52
Tingkah istri kecil Tuan Mars
53
Isi Paket Aurora
54
Kebahagiaan sederhana Arkan
55
Cemburunya Mars
56
Adek balu nya kapan?
57
Bulan madu 1
58
Bulan madu 2
59
Bulan Madu 3
60
Orang yang sama?
61
Terlupakan
62
Nda enaaaak!
63
Selesainya masa kebebasan Arkan
64
Kebahagiaan manis keluarga kecil
65
Berpisah sementara
66
Tak sengaja
67
Bangganya Mars
68
Perhatiannya mama mertua
69
Kedatangan yang tak di harapkan
70
Sikap tegas Aurora
71
Kehebohan Zeeya
72
Pembelaan mertua
73
Kamu tidak tahu seberapa bar-bar nya aku!
74
Acara Tuan Mark
75
Kata cinta yang sangat berarti
76
Mual~
77
Aku mengenalnya!
78
Rahasia besar yang di sembunyikan
79
Tak mudah percaya
80
Rekaman kenangan
81
Arkan, si bocah hobi jajan
82
Cinta bertepuk sebelah tangan
83
Tertangkap juga
84
Cucu kesayangan kakek Ansel
85
Lari pagi
86
Hasil yang tak sesuai harapan
87
Keterkejutan Evano & Julia
88
Alkan lapal
89
Hamil?
90
Kehamilan Aurora
91
Drama ngidamnya Mars
92
Perhatian mertua
93
Kekasih Denzel?
94
Membujuk istri
95
Alkan mau potong lambut!
96
Pintar VS cerdik
97
Ledekan Jimmy
98
Sidang penetapan hukuman
99
Dia sangat meratukanku
100
Jemput Arkan
101
Bukan suami yang sempurna
102
Nda boleh lebut mommy tili olang!
103
Kedatangan Denzel
104
Di labraak
105
Ke lumah kakeeeek!
106
Berharap tak pernah tahu
107
Salah lagi
108
Titipan yang salah
109
Tragedi
110
Putraku atau putramu?
111
Terbongkar!
112
Si belok!
113
Kebijakan Aurora
114
Kembar
115
Susu hamil
116
Mood ibu hamil
117
Ngidamnya bumil
118
Kesepakatan
119
Teloooong!
120
Duda baru
121
Harus menerima
122
Pasrahnya Mars menghadapi mood bumil
123
Pinjam Mommy
124
Mendadak Operasi
125
Lahirnya si kembar
126
Bayi kembar yang di nanti
127
Pulang
128
Ci kembal
129
Begadang
130
Tingkah Arkan
131
Sama-sama jaaiil
132
Tuan Mark
133
Kesenangan Arkan
134
Mommy nya gak rindu?
135
Kejailan Aurora
136
Ada apa?
137
Perasaan Zeeya
138
Terlambat
139
Tingkah memggemaskan si kembar
140
Menerima
141
Si kembar yang menggemaskan
142
Adek lagi?
143
Lamaran Zeeya
144
Happy End
145
Bonus Chapter
146
Bonus Chapter
147
UNDANGAN!
148
Bonus Chapter
149
Bonus Chapter
150
Bonus Chapter
151
Bonus Chapter
152
Bonus chapter
153
Bonus Chapter
154
Bonus Chapter
155
Bonus Chapter
156
Bonus Chapter
157
Bonus Chapter
158
Bonus Chapterr
159
Bonus Chapter
160
Bonus Chapter
161
Bonus Chapter
162
Bonus Chapter
163
Bonus Chapter
164
Bonus Chapter
165
Bonus Chapter
166
Bonus Chapter
167
Bonus Chapter
168
BONCHAP HABIS
169
Cinta yang kamu pilih~

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!