Mulai posesif

Aurora memegangi kepalanya yang terasa berdenyut sakit saat menghadapi dua orang pria berbeda usia itu. Bagaimana tidak? Bukan hanya anaknya yang ingin di pasangkan pakaian, tapi juga suaminya. Aurora heran, apa Mars tidak malu dengannya? Secara, dia seorang perempuan. Untungnya, dia langsung kabur dengan alasan sakit perut.

"Mommy cakit kepalanya? Kalna daddy Alkan yah?" Ujar Arkan sembari memegang tangan Aurora yang memegangi kepalanya.

Aurora menarik tangannya, ia tersenyum pada Arkan. Sementara Mars, ia hanya melirik istrinya itu dan kembali fokus pada ipadnya untuk mengecek pekerjaannya. Seolah, di mobil kini hanya ada Arkan dan Aurora. Karena sejak tadi keduanya lah yang berbicara.

"Enggak sayang, Mommy cuman ngantuk sedikit." Terang Aurora seraya mengelus lembut kepala Arkan.

"Cedikit cegini?" Tanya Arkan kembali sambil memperlihatkan jari telunjuk dan ibu jarinya yang di adukan.

"Betul, segitu." Jawab Aurora.

Perjalanan ke sekolah Arkan tak memakan waktu banyak, hanya butuh sepuluh menit saja mereka sampai di sekolah Arkan. Setibanya di sana, supir pun langsung mengambil tempat untuk menghentikan mobil.

"Mommy, mommy antal Alkan campe dalem yah!" Seru Arkan dengan tatapan berbinar terang.

"Oke, mommy antar sampai dalam kelas Arkan." Sahut Aurora tak kalah semangat.

Arkan tersenyum, ia segera turun setelah Aurora membantunya turun. Dengan riang, bocah menggemaskan itu menggandeng tangan Aurora memasuki sekolahnya. Sementara Mars, hanya mengikutinya dari belakang dan memperhatikan kedua orang yang ada di hadapannya itu.

Sesampainya di depan kelas, Arkan masih menggandeng tangan Aurora seolah enggan melepasnya. Pria kecil itu justru mengajak Aurora masuk ke dalam kelasnya. Kedatangan Arkan yang di antar oleh perempuan yang masih terlihat muda tentu membuat teman-tekannya memperhatikannya.

"Arkan sudah berangkat yah, di antar sama kakaknya?" Tanya seorang anak perempuan dengan rambutnya yang di kepang dua.

Senyuman Arkan luntur, ia menatap temannya itu dengan tatapan tak suka. "Bukaaan, ini Mommy na Alkan!"

Para teman Arkan menatap ke arah Aurora dengan tatapan melongo, seolah mereka terkejut melihat perempuan yang masih terlihat sangat muda itu adalah ibu dari Arkan. Sebab, biasanya Arkan datang sendiri. Paling tidak bersama Mars, tapi pria itu hanya mengantarnya sampai depan sekolah saja.

Aurora berj0ngkok, ia meraih kedua bahu Arkan dan mengelusnya dengan lembut.

"Arkan belajar yang baik yah, Mommy pulang dulu. Nanti pulang, Mommy jemput lagi."

Arkan tersenyum lebar, ia melirik para temannya sembari membatin. "Dengaaaal kalian? Mommy! Alkan ada Mommy cekalang."

"Oke mommy!" Seru Arkan sebelum memeluk Aurora.

Setelah keduanya berpelukan, Aurora sempat meng3cup kening Arkan lalu beranjak berdiri. Ia melambaikan tangannya pada Arkan dan keluar dari kelas. Di depan kelas, Mars sudah menunggunya. Pria itu sengaja tak masuk dan membiarkan Aurora mengantar putranya.

"Sudah kan? Ayo." Ajak Mars dan menggandeng tangan Aurora. Aurora menarik tangannya, ia melirik ke sekitar guna memastikan sesuatu.

Mars mengerutkan keningnya heran, ia menatap tangannya yang baru saja menggenggam tangan sang istri. "Kenapa?" Tanya Mars dengan tatapan dingin.

"Eh Tuan Mars, selamat datang. Apa anda baru saja mengantar Arkan?" Seorang guru perempuan tiba-tiba datang dan menyapa Mars.

Merasa aura yang negatif dari wanita di hadapannya itu membuat Aurora waspada, ia segera meraih tangan Mars dan merangkul nya dengan posesif. Melihat apa yang Aurora lakukan, guru itu terlihat heran dan menatap Mars untuk bertanya.

"Anda datang bersama kakak sepupu Arkan yah." Ujar guru itu sembari tersenyum.

Raut wajah Mars bertambah masam, apakah wajahnya setua itu untuk di sandingkan dengan istri kecilnya? Ia memang akui, wajah istrinya terlihat seperti anak remaja. sangat imut, tingginya juga hanya sebatas pertengahan antara perut dan d4danya saja.

"Maaf, saya istrinya. Aurora Naomi," ujar Aurora sembari mengulurkan tangannya.

"Istri?!" Kaget wanita itu.

"Kenapa? Apa ada yang salah?" Tanya gadis cantik itu dengan tatapan polosnya.

"O-oh enggak, salam kenal Nona. Anda masih sangat muda untuk menjadi istri Tuan Mars, saya pikir anda adalah kakak sepupu Arkan atau keponakan Tuan Mars." Wanita itu menyambut uluran tangan Aurora. Ia tertawa hambar dan terlihat salah tingkah.

"Honey, ayo kita pulang." Ajak Aurora dengan panggilan mesra untuk Mars.

Mendengar nama panggilan baru yang enak di dengar di telinganya, membuat Mars sedikit menyunggingkan senyumannya. Pria itu menarik lengannya dari rangkulan tangan sang istri dan langsung meraih pinggang istri kecilnya itu. Sontak, Aurora terkejut saat tubuhnya sedikit tersentak ke arah Mars.

"Kami harus pergi, sampai jumpa." Pamit Mars dan membawa istrinya pergi, meninggalkan wanita itu yang masih menatap kepergian mereka.

"Astaga, aku pikir keponakannya. Masih sangat muda sekali kelihatannya, dia pakai skincare apa yah bisa awet begitu." Gumam guru itu sembari memegang wajahnya.

Sedetik kemudian, dia tersadar akan hal yang ia lihat tadi.

"Eh tapi, bukannya Mommy nya Arkan sudah meninggal? Apa jangan-jangan tadi ... istri baru nya?! Astagaa ... memang yah, perempuan muda sekarang lebih suka pria matang. Pria matang juga lebih suka daun muda."

Wanita itu lalu menghela nafas pelan," Terus ... perawan tua kayak aku ini sama siapa dong." Lirihnya.

.

.

.

Di mobil, Aurora sedang berusaha lepas dari rangkulan tangan Mars di pinggang nya. Ia sudah berusaha sekuat tenaga, tetapi pria itu justru semakin kuat merangkul nya. Ia sudah berusaha menarik dirinya, tapi Mars seolah tak ingin tahu kesulitannya.

"Engap tahu enggaaaak! Tuan Planet!" Desis Aurora dengan kesal.

Mars menunduk, ia mendekatkan wajahnya pada Aurora yang mana membuat istrinya itu reflek memundurkan wajahnya. Aurora sampai menahan nafas di buatnya karena sikap suaminya itu yang membuat jantungnya tak aman.

"Panggil aku seperti tadi." Titah Mars, tatapannya terlihat sangat dalam dan lekat.

"Tuan planet? Bukan? Mister Planet? Bukan juga? Duda ge ...,"

Mars menarik dagu Aurora mendekat padanya, bibir keduanya hampir bersentuhan. Jantung Aurora berdegup kencang, nafasnya terdengar memburu. Sedekat itu, membuat Aurora sulit menggerakkan tubuhnya. Ia tiba-tiba merasa lemas, apalagi saat tatapannya dan Mars sangat dekat seperti ini.

"Honey, bukankah kamu memanggil saya seperti itu tadi, kucing nakal?"

Deghh!!

"Hiii, apaan siiih!" Aurora mendorong d4da Mars, ia langsung bergerak menjauhi pria itu.

Mars santai, ia menegakkan tubuhnya dan membenarkan kemejanya yang sedikit berantakan. Aurora mengalihkan pandangannya ke luar jendela, sembari ia menormalkan degup jantungnya yang tak beraturan.

"Kamu akan mengantarku pulang ke rumah dulu?" Tanya Aurora tanpa menatap ke arah Mars.

"Tidak, saya ingin mengajak mu bertemu ayah mertua." Aurora tadinya mengangguk kecil, tapi tak lama ia sadar dengan perkataan Mars. " A-ayah mertua?! Ayahku?! Atau ayah mertua mendiang istrimu?!"

Mars melirik santai ke arah istrinya, "Tentu saja ayah mu."

"APA?!"

____

Maaf kesiangan munculnya, othor ada urusan tadi🤓 hari ini triple yah🤗

Terpopuler

Comments

Dewi @@@♥️♥️

Dewi @@@♥️♥️

Aurora dah ada rasa cemburu dan waspada ya suaminya d dekati ulat bulu,,

2024-11-13

3

Mulaini

Mulaini

Arkan hatinya senang banget di antar sekolah sama mommy Aurora dan memamerkannya ke teman² sekelasnya.

2024-11-13

1

Saefuroh Zt

Saefuroh Zt

ko bab 17 TDK bisa ke buka ya

2024-11-13

0

lihat semua
Episodes
1 Situasi yang berbeda
2 Tak ada pilihan
3 Hati yang terikat
4 Dia sudah menjadi istri saya!
5 Si gadis pecicilan
6 Alkan nda mau punya ibu tiliii!
7 Rasa kecewa seorang putri
8 Kakak tantik, ibu tili Alkan?!
9 Panggil Mars! Jangan Planet!
10 Kehebohan di dapur
11 Jangan memasak, jika kamu akan terluka
12 Aku tidak suka!
13 Kucing nakal!
14 Tidak mau di jandakan
15 Drama Arkan di pagi hari
16 Mulai posesif
17 Aku akan menjaganya
18 Dunia saya yang baru adalah kamu ~Mars
19 Cerita Arkan
20 Kedatangan adik ipar
21 Minta ponakan baru~
22 Perasaan yang mulai tumbuh
23 Tingkah Aurora
24 Ujian menantu
25 Demam dadakan
26 Ego seorang ayah
27 Perhatian yang di impikan
28 Gara-gara martabak
29 Diam nya Mars
30 Bahagiakan dia!
31 Saran adik ipar
32 Terjebak rencana sendiri
33 Jual aja, Mommy!
34 Kepedulian seorang anak
35 Bubuuul
36 Sulit menebak
37 Manjanya Aurora
38 Langkah yang Mars ambil
39 Ada yang harus kamu tahu~
40 Tak ingin kehilangan lagi
41 Kejailan Arkan
42 Jailnya Aurora
43 Nda enak pelacaan Alkan ini
44 Hadiah dari suami
45 Salah sangka
46 Memberikan hakmu
47 Tanda cinta
48 Tamu bulanan
49 Manjanya seorang putri
50 Kehebohan Arkan
51 Menciptakan momen berdua
52 Tingkah istri kecil Tuan Mars
53 Isi Paket Aurora
54 Kebahagiaan sederhana Arkan
55 Cemburunya Mars
56 Adek balu nya kapan?
57 Bulan madu 1
58 Bulan madu 2
59 Bulan Madu 3
60 Orang yang sama?
61 Terlupakan
62 Nda enaaaak!
63 Selesainya masa kebebasan Arkan
64 Kebahagiaan manis keluarga kecil
65 Berpisah sementara
66 Tak sengaja
67 Bangganya Mars
68 Perhatiannya mama mertua
69 Kedatangan yang tak di harapkan
70 Sikap tegas Aurora
71 Kehebohan Zeeya
72 Pembelaan mertua
73 Kamu tidak tahu seberapa bar-bar nya aku!
74 Acara Tuan Mark
75 Kata cinta yang sangat berarti
76 Mual~
77 Aku mengenalnya!
78 Rahasia besar yang di sembunyikan
79 Tak mudah percaya
80 Rekaman kenangan
81 Arkan, si bocah hobi jajan
82 Cinta bertepuk sebelah tangan
83 Tertangkap juga
84 Cucu kesayangan kakek Ansel
85 Lari pagi
86 Hasil yang tak sesuai harapan
87 Keterkejutan Evano & Julia
88 Alkan lapal
89 Hamil?
90 Kehamilan Aurora
91 Drama ngidamnya Mars
92 Perhatian mertua
93 Kekasih Denzel?
94 Membujuk istri
95 Alkan mau potong lambut!
96 Pintar VS cerdik
97 Ledekan Jimmy
98 Sidang penetapan hukuman
99 Dia sangat meratukanku
100 Jemput Arkan
101 Bukan suami yang sempurna
102 Nda boleh lebut mommy tili olang!
103 Kedatangan Denzel
104 Di labraak
105 Ke lumah kakeeeek!
106 Berharap tak pernah tahu
107 Salah lagi
108 Titipan yang salah
109 Tragedi
110 Putraku atau putramu?
111 Terbongkar!
112 Si belok!
113 Kebijakan Aurora
114 Kembar
115 Susu hamil
116 Mood ibu hamil
117 Ngidamnya bumil
118 Kesepakatan
119 Teloooong!
120 Duda baru
121 Harus menerima
122 Pasrahnya Mars menghadapi mood bumil
123 Pinjam Mommy
124 Mendadak Operasi
125 Lahirnya si kembar
126 Bayi kembar yang di nanti
127 Pulang
128 Ci kembal
129 Begadang
130 Tingkah Arkan
131 Sama-sama jaaiil
132 Tuan Mark
133 Kesenangan Arkan
134 Mommy nya gak rindu?
135 Kejailan Aurora
136 Ada apa?
137 Perasaan Zeeya
138 Terlambat
139 Tingkah memggemaskan si kembar
140 Menerima
141 Si kembar yang menggemaskan
142 Adek lagi?
143 Lamaran Zeeya
144 Happy End
145 Bonus Chapter
146 Bonus Chapter
147 UNDANGAN!
148 Bonus Chapter
149 Bonus Chapter
150 Bonus Chapter
151 Bonus Chapter
152 Bonus chapter
153 Bonus Chapter
154 Bonus Chapter
155 Bonus Chapter
156 Bonus Chapter
157 Bonus Chapter
158 Bonus Chapterr
159 Bonus Chapter
160 Bonus Chapter
161 Bonus Chapter
162 Bonus Chapter
163 Bonus Chapter
164 Bonus Chapter
165 Bonus Chapter
166 Bonus Chapter
167 Bonus Chapter
168 BONCHAP HABIS
169 Cinta yang kamu pilih~
Episodes

Updated 169 Episodes

1
Situasi yang berbeda
2
Tak ada pilihan
3
Hati yang terikat
4
Dia sudah menjadi istri saya!
5
Si gadis pecicilan
6
Alkan nda mau punya ibu tiliii!
7
Rasa kecewa seorang putri
8
Kakak tantik, ibu tili Alkan?!
9
Panggil Mars! Jangan Planet!
10
Kehebohan di dapur
11
Jangan memasak, jika kamu akan terluka
12
Aku tidak suka!
13
Kucing nakal!
14
Tidak mau di jandakan
15
Drama Arkan di pagi hari
16
Mulai posesif
17
Aku akan menjaganya
18
Dunia saya yang baru adalah kamu ~Mars
19
Cerita Arkan
20
Kedatangan adik ipar
21
Minta ponakan baru~
22
Perasaan yang mulai tumbuh
23
Tingkah Aurora
24
Ujian menantu
25
Demam dadakan
26
Ego seorang ayah
27
Perhatian yang di impikan
28
Gara-gara martabak
29
Diam nya Mars
30
Bahagiakan dia!
31
Saran adik ipar
32
Terjebak rencana sendiri
33
Jual aja, Mommy!
34
Kepedulian seorang anak
35
Bubuuul
36
Sulit menebak
37
Manjanya Aurora
38
Langkah yang Mars ambil
39
Ada yang harus kamu tahu~
40
Tak ingin kehilangan lagi
41
Kejailan Arkan
42
Jailnya Aurora
43
Nda enak pelacaan Alkan ini
44
Hadiah dari suami
45
Salah sangka
46
Memberikan hakmu
47
Tanda cinta
48
Tamu bulanan
49
Manjanya seorang putri
50
Kehebohan Arkan
51
Menciptakan momen berdua
52
Tingkah istri kecil Tuan Mars
53
Isi Paket Aurora
54
Kebahagiaan sederhana Arkan
55
Cemburunya Mars
56
Adek balu nya kapan?
57
Bulan madu 1
58
Bulan madu 2
59
Bulan Madu 3
60
Orang yang sama?
61
Terlupakan
62
Nda enaaaak!
63
Selesainya masa kebebasan Arkan
64
Kebahagiaan manis keluarga kecil
65
Berpisah sementara
66
Tak sengaja
67
Bangganya Mars
68
Perhatiannya mama mertua
69
Kedatangan yang tak di harapkan
70
Sikap tegas Aurora
71
Kehebohan Zeeya
72
Pembelaan mertua
73
Kamu tidak tahu seberapa bar-bar nya aku!
74
Acara Tuan Mark
75
Kata cinta yang sangat berarti
76
Mual~
77
Aku mengenalnya!
78
Rahasia besar yang di sembunyikan
79
Tak mudah percaya
80
Rekaman kenangan
81
Arkan, si bocah hobi jajan
82
Cinta bertepuk sebelah tangan
83
Tertangkap juga
84
Cucu kesayangan kakek Ansel
85
Lari pagi
86
Hasil yang tak sesuai harapan
87
Keterkejutan Evano & Julia
88
Alkan lapal
89
Hamil?
90
Kehamilan Aurora
91
Drama ngidamnya Mars
92
Perhatian mertua
93
Kekasih Denzel?
94
Membujuk istri
95
Alkan mau potong lambut!
96
Pintar VS cerdik
97
Ledekan Jimmy
98
Sidang penetapan hukuman
99
Dia sangat meratukanku
100
Jemput Arkan
101
Bukan suami yang sempurna
102
Nda boleh lebut mommy tili olang!
103
Kedatangan Denzel
104
Di labraak
105
Ke lumah kakeeeek!
106
Berharap tak pernah tahu
107
Salah lagi
108
Titipan yang salah
109
Tragedi
110
Putraku atau putramu?
111
Terbongkar!
112
Si belok!
113
Kebijakan Aurora
114
Kembar
115
Susu hamil
116
Mood ibu hamil
117
Ngidamnya bumil
118
Kesepakatan
119
Teloooong!
120
Duda baru
121
Harus menerima
122
Pasrahnya Mars menghadapi mood bumil
123
Pinjam Mommy
124
Mendadak Operasi
125
Lahirnya si kembar
126
Bayi kembar yang di nanti
127
Pulang
128
Ci kembal
129
Begadang
130
Tingkah Arkan
131
Sama-sama jaaiil
132
Tuan Mark
133
Kesenangan Arkan
134
Mommy nya gak rindu?
135
Kejailan Aurora
136
Ada apa?
137
Perasaan Zeeya
138
Terlambat
139
Tingkah memggemaskan si kembar
140
Menerima
141
Si kembar yang menggemaskan
142
Adek lagi?
143
Lamaran Zeeya
144
Happy End
145
Bonus Chapter
146
Bonus Chapter
147
UNDANGAN!
148
Bonus Chapter
149
Bonus Chapter
150
Bonus Chapter
151
Bonus Chapter
152
Bonus chapter
153
Bonus Chapter
154
Bonus Chapter
155
Bonus Chapter
156
Bonus Chapter
157
Bonus Chapter
158
Bonus Chapterr
159
Bonus Chapter
160
Bonus Chapter
161
Bonus Chapter
162
Bonus Chapter
163
Bonus Chapter
164
Bonus Chapter
165
Bonus Chapter
166
Bonus Chapter
167
Bonus Chapter
168
BONCHAP HABIS
169
Cinta yang kamu pilih~

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!