Kucing nakal!

Arkan merasakan suasana yang tidak nyaman di dalam mobil yang sedang ia dan kedua orang tuanya tumpangi. Pria kecil itu melirik Mars yang duduk di sebelah kanannya. Sang daddy memasang raut wajah dingin dan datar. Kemudian, tatapannya beralih menatap Aurora yang berada di sebelah kirinya. Mommy nya itu justru memasang raut wajah kesal.

"Ini olang pada kenapa? Melenguuut telus. Catu maju bibilna, catu maju matana. Helan," ujar Arkan dalam hatinya.

Setelah drama di kamar tadi, terpaksa Aurora mengganti pakaiannya dengan dress yang lebih tertutup. Jika tidak, Mars mengancam akan berbuat lebih padanya, ia merasa takut dan segera menggantinya.

Sesampainya di Mall yang di tuju, Aurora langsung turun dan menggandeng tangan Arkan masuk ke dalam Mall. Meninggalkan Mars yang bertambah kesal karena sikap istri kecilnya itu.

"Kucing kecil itu benar-benar memancing emosiku." Geram Mars dan bergegas mengejar langkah Aurora.

Aurora dan Arkan sama-sama menatap ke sekitar, keduanya tersenyum lebar saat melihat ada badut yang sedang berdiri di depan salah satu toko pakaian. Senyuman keduanya merekah, mereka tampak riang. Mars hanya bisa menatap keduanya tanpa ekspresi.

"Kita beli baju dulu." Ajak Mars dan meraih Arkan dalam gendongannya.

Aurora merubah ekspresinya, senyumannya jadi luntur. "Yaudah, jalan dulu sana!" Usir Aurora.

Mars tak mengindahkan perintah istrinya, ia justru meraih tangan Aurora dan menggenggamnya lembut. Melihat itu, Aurora panik. Ia segera melepaskan tangan Mars dari tangannya. Bukan Mars namanya jika pria itu menyerah. Ia kembali menggandeng tangan Aurora. Kali ini, genggaman tangannya lebih kencang dari yang tadi.

"Kan bisa gak usah pegang-pegaaang!" Rengek Aurora.

"Kamu mau saya pegang wanita disini hah?!" Kesal Mars.

"Iya, pegang aja tuh kunti behelan satu yang liatin kamu terus!" Sindir Aurora sembari menatap wanita yang terus menatap Mars dengan tatapan kagum.

"Kunti behelan?" Mars beralih menatap orang yang Aurora tatap. Melihat itu, Mars meringis. Dandanan wanita itu sangat men0r, belum lagi alisnya yang di sulam sangat tebal.

Tak ingin berlama-lama, Mars segera menarik tangan Aurora masuk ke dalam toko pakaian wanita. Di sana, ia meminta pramuniaga toko untuk memberikan beberapa pakaian yang pantas untuk Aurora kenakan. Mereka tentu langsung mencarikannya dan menawarkan beberapa pakaian yang cocok untuk Aurora.

"Ih, aku gak mau. Terlalu lebay, gak suka. Paling cuman di rumah doang." Tolak Aurora saat melihat beberapa dress cantik dan anggun.

"Ini bagus di pakai olehmu, warnanya juga tidak mencolok."

"Tapi itu sangat lebaaay! Sudah, biar aku milih sendiri aja!" Balas Aurora, ia menolak bujukan rayu suaminya itu. Lalu, tatapannya beralih menatap pakaian remaja yang tak jauh darinya. Dengan senyum mengembang, Aurora menghampiri pakaian itu dan mengambil salah satunya.

"Yang ini, bagus kan? Bagian bahunya juga tidak terlalu terbu ...,"

"Enggak!"

"Iiih, ini bagus loh! Kekinian banget!" Rengek Aurora.

Mars menggeleng, ia lalu beralih menatap pramuniaga toko yang terlihat bingung dengan perdebatan keduanya. "Saya beli yang tadi, semuanya."

"Baik Tuan." Mereka segera menyiapkan pesenan Mars.

Aurora langsung menatap Mars dengan tatapan tak terima.

"Tuan Planet! Di bilangin aku gak mau juga!" Pekik Aurora dengan kesal.

Mars memandang datar Aurora yang merengek kesal padanya. Ia sudah biasa menghadapi tingkah Arkan yang merengek. Sekarang, ia harus menghadapi istri kecilnya itu. Sangat keras kepala dan tidak mau mendengarkan apa katanya dan keinginannya. Seorang Mars di bantah? Jangan salah, ia bisa berbuat apapun agar keinginannya terpenuhi.

"Kamu mau baju yang terbuka seperti itu kan? Ayo sini!" Mars menurunkan Arkan dan menarik tangan Aurora pergi. Arkan yang di tinggalkan begitu saja hanya bisa mengerjapkan matanya pelan.

"Di tinggal? Alkan ini balang atau anakna? Di taluh cembalangan, kalau di di ambil olang balu tau laca." Gumam bocah menggemaskan itu.

Mars menarik tangan Aurora menuju tempat yang membuat Aurora terkejut bukan main. Raut wajah Aurora sampai pucat pasi melihat berbagai macam pakaian yang sangat terbuka. Yah, ling3rie. Berbagai macam model ada di sana.

"Ayo, pilih yang kamu suka. sangat terbuka, kamu bisa memakainya di depan saya. Mau jadi kucing nakal? Ada, itu di sana lengkap dengan bandonya! Mau pakai seragam penjaga? Ada juga, mau apalagi? Laba-laba? Ada, mau semua? Saya belikan!" Seru Mars menantang balik istri nakalnya itu.

Aurora meneguk kasar lud4hnya, ia meringis melihat ling3rie yang sangat terbuka. Tentu saja, itu adalah pakaian para istri jika di depan suami. Aurora tentu tahu dari sosial media. Tapi, ia justru merasa ge.li dengan pakaian itu.

"Maksudku bukan yang kayak gini." Cicit Aurora sembari melirik Mars yang memasang wajah datar.

"Yang seperti apa? Tadi terbuka, ini juga terbuka. Bedanya dimana? Cepat pilih, mau beli semua? Saya yang bayar! Pakai malam ini di depan saya!" Balas Mars tanpa ragu.

Aurora memegang lengan Mars, ia melirik malu ke arah pramuniaga toko yang tengah menahan tawanya. Gadis itu pun berbisik lirih di samping suaminya.

"Enggak, enggak jadi. Udah, yang tadi di pilihin kamu aja." Bisik Aurora.

Satu sudut bibir Mars terangkat, pria itu menyeringai dalam melihat istri kecilnya yang ketakutan. Ia lalu membatin, "Kucing nakal, kamu ketakutan bukan? Baiklah, akan saya buat kamu tahu siapa yang sedang kamu kerjai."

"Tolong, saya ingin membeli model ini, ini dan ini. Gabung dengan yang tadi,"

"TUAN PLANEEET! BUKAN ITU MAKSUD KUU!" Teriak Aurora, ia sungguh terkejut dengan apa yang suaminya katakan tadi.

Mars berdehem sejenak, pria itu lalu memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya. Kemudian, ia sedikit merendahkan tubuhnya dan menatap Aurora tepat di kedua mata istri cantiknya itu.

"Kenapa? Jika besok kamu mau memakai baju setengah jadi seperti tadi pagi, saya akan menyuruhmu memakai ini. Jadi, jangan macam-macam. Kamu bisa bertingkah, saya pun bisa bertindak! Paham, gadis pecicilan?!" Desis Mars sebelum menegakkan tubuhnya dan menyerahkan kartu hitam miliknya pada pramuniaga toko untuk membayar belanjaannya tadi.

Selepas belanja, Mars menyerahkan paper bag belanjaannya pada bodyguard yang mengikuti mereka. Sedangkan ia kembali berjalan santai dengan menggendong Arkan yang sudah lelah berjalan. Aurora? Gadis itu merajuk dan berjalan lebih dulu. Ia tak ingin berbarengan dengan suami tampannya.

"Paaa, mau es klim! Mau es kliiim!" Rengek Arkan saat melihat toko es krim.

"Baiklah, ayo kita beli. Aurora, kamu mau ikut?"

"ENGGAK!" Jawab Aurora dengan ketus.

Mars menaikkan bahunya acuh, "Oke, ayo Arkan kita beli es krim." Ajak Mars.

Aurora memilih menunggu mereka, ia di temani oleh bodyguard Arkan yang berdiri tak jauh darinya. Sembari menunggu ayah dan anak itu, Aurora memilih memainkan ponselnya sejenak. Ternyata, banyak pesan dari temannya yang belum sempat ia balas. Saat akan membalasnya, tiba-tiba seorang pria datang menghampirinya.

"Aurora, kamu disini juga?"

Aurora mengangkat pandangannya, "Kak Lingga." Gumamnya, tatapannya terlihat sangat terkejut.

"Ya, aku. Apa yang kamu lakukan disini?"

"Aku ...." Aurora melirik ke arah Mars yang membelakanginya. Suaminya itu belum menyadari kehadiran pria bernama Lingga itu di sana. Karena, fokusnya masih pada Arkan.

___

Triple hari ini yah🤗 sampai ketemu besok🤓

Terpopuler

Comments

~Ni Inda~

~Ni Inda~

Jgn macam² Ra...nurut napa
Susah loh dapetin Sugar Daddy macam begini
Yg ngantri bnyk...tp yg dipilih kamu
Jgn disia²in kesempatan ini
Akan sgt bnyk keinginanmu yg bs terkabulkan

2024-11-11

5

mery harwati

mery harwati

Mars berasa punya anak dua ya Mars 🤣 semangat Mars 💪 Aurora hati² hukuman dari Mars sudah menantimu di rumah, apalagi sudah ada "atribut" penunjang hukuman Mars untuk Aurora🤣🤣

2024-11-11

5

Nandi Ni

Nandi Ni

nah loh mo jawab ape kucing nakal,apa jangan-jangan liat Lingga mo berencana kabur,secara dia kan lom tahu kamu dah nikah.
jangan sampe tuh si planet kamu ada rasa ama Lingga,bisa-bisa diemut kamu ntar🥰

2024-11-12

3

lihat semua
Episodes
1 Situasi yang berbeda
2 Tak ada pilihan
3 Hati yang terikat
4 Dia sudah menjadi istri saya!
5 Si gadis pecicilan
6 Alkan nda mau punya ibu tiliii!
7 Rasa kecewa seorang putri
8 Kakak tantik, ibu tili Alkan?!
9 Panggil Mars! Jangan Planet!
10 Kehebohan di dapur
11 Jangan memasak, jika kamu akan terluka
12 Aku tidak suka!
13 Kucing nakal!
14 Tidak mau di jandakan
15 Drama Arkan di pagi hari
16 Mulai posesif
17 Aku akan menjaganya
18 Dunia saya yang baru adalah kamu ~Mars
19 Cerita Arkan
20 Kedatangan adik ipar
21 Minta ponakan baru~
22 Perasaan yang mulai tumbuh
23 Tingkah Aurora
24 Ujian menantu
25 Demam dadakan
26 Ego seorang ayah
27 Perhatian yang di impikan
28 Gara-gara martabak
29 Diam nya Mars
30 Bahagiakan dia!
31 Saran adik ipar
32 Terjebak rencana sendiri
33 Jual aja, Mommy!
34 Kepedulian seorang anak
35 Bubuuul
36 Sulit menebak
37 Manjanya Aurora
38 Langkah yang Mars ambil
39 Ada yang harus kamu tahu~
40 Tak ingin kehilangan lagi
41 Kejailan Arkan
42 Jailnya Aurora
43 Nda enak pelacaan Alkan ini
44 Hadiah dari suami
45 Salah sangka
46 Memberikan hakmu
47 Tanda cinta
48 Tamu bulanan
49 Manjanya seorang putri
50 Kehebohan Arkan
51 Menciptakan momen berdua
52 Tingkah istri kecil Tuan Mars
53 Isi Paket Aurora
54 Kebahagiaan sederhana Arkan
55 Cemburunya Mars
56 Adek balu nya kapan?
57 Bulan madu 1
58 Bulan madu 2
59 Bulan Madu 3
60 Orang yang sama?
61 Terlupakan
62 Nda enaaaak!
63 Selesainya masa kebebasan Arkan
64 Kebahagiaan manis keluarga kecil
65 Berpisah sementara
66 Tak sengaja
67 Bangganya Mars
68 Perhatiannya mama mertua
69 Kedatangan yang tak di harapkan
70 Sikap tegas Aurora
71 Kehebohan Zeeya
72 Pembelaan mertua
73 Kamu tidak tahu seberapa bar-bar nya aku!
74 Acara Tuan Mark
75 Kata cinta yang sangat berarti
76 Mual~
77 Aku mengenalnya!
78 Rahasia besar yang di sembunyikan
79 Tak mudah percaya
80 Rekaman kenangan
81 Arkan, si bocah hobi jajan
82 Cinta bertepuk sebelah tangan
83 Tertangkap juga
84 Cucu kesayangan kakek Ansel
85 Lari pagi
86 Hasil yang tak sesuai harapan
87 Keterkejutan Evano & Julia
88 Alkan lapal
89 Hamil?
90 Kehamilan Aurora
91 Drama ngidamnya Mars
92 Perhatian mertua
93 Kekasih Denzel?
94 Membujuk istri
95 Alkan mau potong lambut!
96 Pintar VS cerdik
97 Ledekan Jimmy
98 Sidang penetapan hukuman
99 Dia sangat meratukanku
100 Jemput Arkan
101 Bukan suami yang sempurna
102 Nda boleh lebut mommy tili olang!
103 Kedatangan Denzel
104 Di labraak
105 Ke lumah kakeeeek!
106 Berharap tak pernah tahu
107 Salah lagi
108 Titipan yang salah
109 Tragedi
110 Putraku atau putramu?
111 Terbongkar!
112 Si belok!
113 Kebijakan Aurora
114 Kembar
115 Susu hamil
116 Mood ibu hamil
117 Ngidamnya bumil
118 Kesepakatan
119 Teloooong!
120 Duda baru
121 Harus menerima
122 Pasrahnya Mars menghadapi mood bumil
123 Pinjam Mommy
124 Mendadak Operasi
125 Lahirnya si kembar
126 Bayi kembar yang di nanti
127 Pulang
128 Ci kembal
129 Begadang
130 Tingkah Arkan
131 Sama-sama jaaiil
132 Tuan Mark
133 Kesenangan Arkan
134 Mommy nya gak rindu?
135 Kejailan Aurora
136 Ada apa?
137 Perasaan Zeeya
138 Terlambat
139 Tingkah memggemaskan si kembar
140 Menerima
141 Si kembar yang menggemaskan
142 Adek lagi?
143 Lamaran Zeeya
144 Happy End
145 Bonus Chapter
146 Bonus Chapter
147 UNDANGAN!
148 Bonus Chapter
149 Bonus Chapter
150 Bonus Chapter
151 Bonus Chapter
152 Bonus chapter
153 Bonus Chapter
154 Bonus Chapter
155 Bonus Chapter
156 Bonus Chapter
157 Bonus Chapter
158 Bonus Chapterr
159 Bonus Chapter
160 Bonus Chapter
161 Bonus Chapter
162 Bonus Chapter
163 Bonus Chapter
164 Bonus Chapter
165 Bonus Chapter
166 Bonus Chapter
167 Bonus Chapter
168 BONCHAP HABIS
169 Cinta yang kamu pilih~
Episodes

Updated 169 Episodes

1
Situasi yang berbeda
2
Tak ada pilihan
3
Hati yang terikat
4
Dia sudah menjadi istri saya!
5
Si gadis pecicilan
6
Alkan nda mau punya ibu tiliii!
7
Rasa kecewa seorang putri
8
Kakak tantik, ibu tili Alkan?!
9
Panggil Mars! Jangan Planet!
10
Kehebohan di dapur
11
Jangan memasak, jika kamu akan terluka
12
Aku tidak suka!
13
Kucing nakal!
14
Tidak mau di jandakan
15
Drama Arkan di pagi hari
16
Mulai posesif
17
Aku akan menjaganya
18
Dunia saya yang baru adalah kamu ~Mars
19
Cerita Arkan
20
Kedatangan adik ipar
21
Minta ponakan baru~
22
Perasaan yang mulai tumbuh
23
Tingkah Aurora
24
Ujian menantu
25
Demam dadakan
26
Ego seorang ayah
27
Perhatian yang di impikan
28
Gara-gara martabak
29
Diam nya Mars
30
Bahagiakan dia!
31
Saran adik ipar
32
Terjebak rencana sendiri
33
Jual aja, Mommy!
34
Kepedulian seorang anak
35
Bubuuul
36
Sulit menebak
37
Manjanya Aurora
38
Langkah yang Mars ambil
39
Ada yang harus kamu tahu~
40
Tak ingin kehilangan lagi
41
Kejailan Arkan
42
Jailnya Aurora
43
Nda enak pelacaan Alkan ini
44
Hadiah dari suami
45
Salah sangka
46
Memberikan hakmu
47
Tanda cinta
48
Tamu bulanan
49
Manjanya seorang putri
50
Kehebohan Arkan
51
Menciptakan momen berdua
52
Tingkah istri kecil Tuan Mars
53
Isi Paket Aurora
54
Kebahagiaan sederhana Arkan
55
Cemburunya Mars
56
Adek balu nya kapan?
57
Bulan madu 1
58
Bulan madu 2
59
Bulan Madu 3
60
Orang yang sama?
61
Terlupakan
62
Nda enaaaak!
63
Selesainya masa kebebasan Arkan
64
Kebahagiaan manis keluarga kecil
65
Berpisah sementara
66
Tak sengaja
67
Bangganya Mars
68
Perhatiannya mama mertua
69
Kedatangan yang tak di harapkan
70
Sikap tegas Aurora
71
Kehebohan Zeeya
72
Pembelaan mertua
73
Kamu tidak tahu seberapa bar-bar nya aku!
74
Acara Tuan Mark
75
Kata cinta yang sangat berarti
76
Mual~
77
Aku mengenalnya!
78
Rahasia besar yang di sembunyikan
79
Tak mudah percaya
80
Rekaman kenangan
81
Arkan, si bocah hobi jajan
82
Cinta bertepuk sebelah tangan
83
Tertangkap juga
84
Cucu kesayangan kakek Ansel
85
Lari pagi
86
Hasil yang tak sesuai harapan
87
Keterkejutan Evano & Julia
88
Alkan lapal
89
Hamil?
90
Kehamilan Aurora
91
Drama ngidamnya Mars
92
Perhatian mertua
93
Kekasih Denzel?
94
Membujuk istri
95
Alkan mau potong lambut!
96
Pintar VS cerdik
97
Ledekan Jimmy
98
Sidang penetapan hukuman
99
Dia sangat meratukanku
100
Jemput Arkan
101
Bukan suami yang sempurna
102
Nda boleh lebut mommy tili olang!
103
Kedatangan Denzel
104
Di labraak
105
Ke lumah kakeeeek!
106
Berharap tak pernah tahu
107
Salah lagi
108
Titipan yang salah
109
Tragedi
110
Putraku atau putramu?
111
Terbongkar!
112
Si belok!
113
Kebijakan Aurora
114
Kembar
115
Susu hamil
116
Mood ibu hamil
117
Ngidamnya bumil
118
Kesepakatan
119
Teloooong!
120
Duda baru
121
Harus menerima
122
Pasrahnya Mars menghadapi mood bumil
123
Pinjam Mommy
124
Mendadak Operasi
125
Lahirnya si kembar
126
Bayi kembar yang di nanti
127
Pulang
128
Ci kembal
129
Begadang
130
Tingkah Arkan
131
Sama-sama jaaiil
132
Tuan Mark
133
Kesenangan Arkan
134
Mommy nya gak rindu?
135
Kejailan Aurora
136
Ada apa?
137
Perasaan Zeeya
138
Terlambat
139
Tingkah memggemaskan si kembar
140
Menerima
141
Si kembar yang menggemaskan
142
Adek lagi?
143
Lamaran Zeeya
144
Happy End
145
Bonus Chapter
146
Bonus Chapter
147
UNDANGAN!
148
Bonus Chapter
149
Bonus Chapter
150
Bonus Chapter
151
Bonus Chapter
152
Bonus chapter
153
Bonus Chapter
154
Bonus Chapter
155
Bonus Chapter
156
Bonus Chapter
157
Bonus Chapter
158
Bonus Chapterr
159
Bonus Chapter
160
Bonus Chapter
161
Bonus Chapter
162
Bonus Chapter
163
Bonus Chapter
164
Bonus Chapter
165
Bonus Chapter
166
Bonus Chapter
167
Bonus Chapter
168
BONCHAP HABIS
169
Cinta yang kamu pilih~

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!