Kehebohan di dapur

Mars tengah mengecek laporan perusahaannya di ruang kerja miliknya. Kaca mata baca bertengger di hidung mancung nya. Pria berusia matang itu terlihat fokus menatap layar laptopnya tanpa mengalihkan pandangannya.

Cklek!

"Istrimu masih istirahat? Jam berapa ini?" Mars di kejutkan dengan kedatangan Julia. Pria itu mengangkat pandangannya dan menatap sang mama yang berjalan menghampirinya.

"Aurora mungkin lelah Ma, biarkan saja." Ucap Mars.

"Ini jam enam sore Mars! Bangunkan dia, Mama mau masak." Titah Julia sebelum beranjak pergi

Mars menghela nafas pelan, ia melepaskan kaca mata bacanya dan memijat pangkal hidungnya. Cukup Mars akui, mamanya memang terbilang sangat cerewet dan tak suka di bantah. Mars pun biasanya tak ambil pusing, tapi sekarang posisinya sudah berbeda.

"Sudahlah, aku bangunkan saja dia sekarang." Gumam pria tampan itu

Mars kemudian keluar dari ruang kerjanya untuk membangunkan Aurora yang tidur di kamarnya. Sengaja Mars tidak membangunkan Aurora, karena berpikir gadis itu pasti merasa lelah apalagi karena pesta mereka kemarin. Tak apa membiarkannya beristirahat agar tak merasa tertekan bukan?

Cklek!

Mars memutar handle pintu kamarnya dan melangkah masuk ke dalam. "Aurora bangunlah, ini sudah ...." Langkah Mars terhenti, ia terkejut mendapati Aurora tengah telungkup di atas ranjang sembari memegangi ponselnya.

Melihat kedatangan Mars, senyuman Aurora luntur. Ia bergegas duduk dan membenahi rambutnya yang berantakan. "Kaget." Gumam Aurora sembari mengelus d4d4nya.

"Dari tadi kamu enggak tidur siang?!" Tanya Mars dengan nada penuh penekanan.

Aurora mengg4ruk kepalanya yang tak gatal, "Drama favoritku sudah riliis, jadi aku menontonnya dulu. Tadinya mau satu ep1sode, nanggung ... jadi sekalian sampai selesai." Jawabnya, gadis itu meringis kecil melihat tatapan datar dan dingin Mars padanya.

Sejenak, Mars memejamkan matanya. Mengontrol kekesalan yang melanda hatinya. Tak lama, ia kembali membuka matanya dan menatap dingin ke arah Aurora yang memasang raut wajah tak bersalah.

"Sekarang, temani mama memasak sebelum dia memarahimu." Titah Mars.

"Heum!" Aurora mengangguk tegas, ia segera mengisi daya ponselnya dan berlari kecil menyusul Mars.

Melihat dress yang Aurora kenakan, membuat Mars mematung melihatnya. Tatapannya terlihat sangat lekat, seolah yang ia tatap saat ini bukanlah Aurora melainkan sosok perempuan lain. Yaitu, mendiang istrinya.

"Olivia." Gumam Mars yang mana membuat Aurora mengerutkan keningnya heran.

Tersadar dari lamunannya, Mars segera mengerjapkan matanya. Ia menatap Aurora yang menatap heran padanya. Karena perkataannya tadi, Mars terlihat salah tingkah.

"Ayo, aku antar ke dapur." Ajak Mars dan berjalan lebih dulu.

Aurora mengangguk walau bingung, tapi ia tetap mengikuti langkah Mars yang membawanya menuju dapur. sembari jalan menuju dapur, Aurora melihat ke sekitar. Rumah Mars terbilangnya cukup besar, terdapat banyak sekali ruangan yang Aurora belum tahu itu ruangan apa.

Sesampainya di dapur, Aurora langsung bertatapan dengan ibu mertuanya. Melihat tatapan Julia yang tajam padanya, tentu membuatnya gugup. Ia lalu melirik Mars sembari meneguk kasar lud4hnya.

"Aurora, kemari." Titah Julia dan kembali fokus pada sayuran yang tengah dia potong.

Aurora mengangguk kaku, ia melirik Mars seolah meminta tolong pada pria itu untuk membawanya pergi. Namun, Mars tampak cuek dan berlalu pergi. Meninggalkan Aurora yang berdiri mematung di sana.

"Tunggu apa? Ayo kemari! Kamu mau diam disitu sampai jamuran huh?" Desis Julia.

"Gak Tuan Planet, gak mama nya, ngomongnya judes semua. Emang turunan apa yah? Tapi, Arkan terlalu manis untuk menjadi keturunan keluarga ini." Batin Aurora sembari melangkah mendekati Julia.

Di dapur tak hanya ada mereka berdua, ada tiga maid yang membantu Julia memasak. Sebenarnya, Aurora cukup heran. Banyak Maid di rumah Mars tapi kenapa majikan masih turun tangan memasak?

"Kamu bisa masak apa aja?" Tanya Julia tanpa mengalihkan pandangannya.

"Masak ... air, minyak, terus ...."

Julia menghentikan kegiatannya, ia mengangkat pandangannya dan beralih menatap Aurora dengan tatapan tak percaya. "Itu bukan memasak, tapi memanaskan. Apa kamu bisa masak yang mudah? Semisal goreng ayam, telur atau ...,"

"Telur! Aku bisa memasak telur!" Seru Aurora di sertai senyuman mengembang. Julia mengangguk paham, ia menyerahkan teflon dan juga telur pada Aurora. Melihat itu, Aurora mengerutkan keningnya heran.

"Ambillah! Masak telur mata sapi, suamimu sangat suka telur mata sapi." Titah Julia.

"O-oh, iya ... oke." Sahut Aurora. Kemudian ia meletakkan teflon itu di atas kompor. Julia membantu menuangkan minyak sedikit, dan membiarkan Aurora melanjutkan tugasnya.

"Ini ... cara nyalain kompornya gimana?" Tanya Aurora yang bingung karena tak menemukan kenop kompor seperti yang ada di rumah pamannya.

Julia menghela nafas pelan, ia pun menyalakan kompor. Ternyata, hanya tinggal di sentuh saja. Melihat hal itu, Aurora merasa takjub bukan main. Tak ada kenopnya, tapi bisa di nyalakan.

"Bukan hanya ponsel yang touchscreen, kompor juga ada." Batin Aurora dengan tatapannya yang terlihat berbinar terang.

"Pecahkan telurnya, jangan biarkan teflon terlalu panas. Nanti, minyaknya bisa kena ke tanganmu." Titah kembali Julia.

Aurora mengangguk, ia mengikuti arahan Julia. Saat Aurora memecahkan telur itu, ia terlalu mengangkatnya tinggi. Hingga menyebabkan minyak memercik ke tangannya.

"AAUWW!" Aurora mengusap lengannya, ia menatap telur yang sudah berhasil ia pecahkan.

"Hati-hati, baru juga di bilangin." Tegur Julia kembali.

Aurora mengerucutkan bibirnya sebal, ia membuang cangkang telur tadi dan lanjut fokus menatap telur yang ada di dalam teflon itu. Memasak telur saja banyak sekali peraturannya, Aurora jadi tambah tak suka memasak.

Merasa ada yang tidak beres, Julia beralih menatap menantunya itu. "Aurora! Perhatikan telurnya, balik cepat! Jangan sampai gosong!" Seruan Julia memancing perhatian para maid yang sedang memasak. Mereka langsung menatap apa yang sedang Aurora lakukan.

"Loh, katanya telur mata sapi." Ujar Aurora yang bingung.

"Emang iyaaa! Cepat balik, keburu gosong!"

Aurora mengg4ruk pelipisnya yang tak gatal, "Mata sapinya ... mana?"

Julia meng4nga tak percaya, ia tak mengira jika Aurora berpikir jika telur mata sapi adalah telur yang di tambah mata sapi. Ketiga maid yang ada di sana menahan tawa melihat tatapan frustasi Julia.

"Astagaaa! Itu namanya telur bentuk mata sapiii! Bukan telur pakai mata sapii!" Seru Julia.

"O-oh gitu, terus ini gimana?" Tanya Aurora yang gugup, ia jadi serba salah saat ini.

Julia mengusap keningnya yang terasa berkeringat, karena menghadapi tingkah menantunya itu sangat menguras tenaga. Sejenak, ia mengambil nafas dan menghembuskannya dengan lembut. Setelah tenang, ia kembali mengambil pisau dan memotong bawang yang tersisa.

"Balikkan cepat, keburu gosong." Titah Julia dengan nada rendah.

"Balikkan?" Gumam Aurora, keningnya mengerut dalam seolah ia tengah berpikir keras.

Perlahan, Aurora memegang gagang teflon. Lalu, ia membalikkan teflon itu hingga membuat Julia yang melihatnya memekik histeris. Pasalnya, telur itu jadi tumpah ke atas kompor. Tentunya, minyak yang tersisa akan mengenai api kompor itu dan membuat nya terbakar.

"TELUUURRNYAAA! BUKAN TEFLONNYAAA! ASTAGAAA!"

Julia langsung mematikan kompor, sebab khawatir api membesar karena minyak yang tumpah tadi. Nafas Julia terdengar memburu, tatapannya langsung menusuk tajam ke arah Aurora yang menggigit jarinya. Tatapannya terlihat bersalah, ia melirik Julia dengan takut.

"Kamuu! Tidak bisa memasak yah!"

"Iyaaa, aku tidak bisa memasak! Aku tidak suka memasak!" Aurora memekik keras sembari memejamkan matanya. Ia tak suka di salahkan tapi ia selalu membuat kesalahan sejak tadi.

Aurora kembali membuka matanya, ia kembali menatap Julia dengan tatapan memelas. "Memasak tidak menyenangkan, aku tidak memiliki seorang ibu yang dapat mengajarkanku cara memasak. Maafkan aku, tapi bisakah aku belajar memasak denganmu Nyonya?"

Tatapan Julia berubah, hatinya merasa sesuatu yang aneh saat ini. Secepatnya, ia merubah ekspresi wajahnya. Emosinya sudah terkontrol, Julia akan mencoba sabar menghadapi menantunya itu.

"Cuci sayur itu, biar maid saja yang memasak." Titah Julia.

.

.

.

Arkan baru saja selesai mandi, ia sudah siap dengan piyama tidurnya. Dengan riang nya, bocah menggemaskan itu keluar kamar sembari memeluk mainan miliknya. Ia berlari kecil ke segala ruangan, seolah tengah mencari seseorang. Yah, seseorang yang ia temui siang tadi.

"Arkan, cari siapa?" Tanya Evano yang melihat cucunya itu seolah tengah kebingungan.

"Opa, ibu tili na Alkan mana? Papa bawa pulang ibu tilina Alkan kan? Nda di tinggal di lesto kan?" Tanya anak itu, tatapan terlihat sangat menggemaskan.

"Ibu tiri? Mommy Aurora?" Tebak Evano.

Mata Arkan membulat sempurna, mulutnya pun turut membulat seolah tengah takjub melihat sesuatu.

"Ooo Aulolaaaa, iya! Mommy Lolaaaa! Mana Mommy Lola na Alkan?"

___

Gak bisa masak tinggal beli, apa susah. Iya gak kawan😆 Cuman biasa laki-laki tuh cintanya dari perut naik ke hati, iya gaaak😆

Arkan: "Ngalaaang othoool ini loh!"

Terpopuler

Comments

Alistalita

Alistalita

Kak.Menikah itu membangun Rumah tangga bukan Rumah makan. Tapi sebelum menikah alangkah baiknya banyak belajar tentang ilmu Rumah tangga. Disini Aurora serba dadakan jadi gak bisa masak gak masalah, lagi pula mereka horang kayaa. Banyak maid atau tinggal jajan di restoran sajaahh.. Wkwkwk

Aurora dan Olivia dua orang yang berbeda yah, jangan disamakan mau persis sekalipun no. Udah nikah dadakan sama duda genit pula, Jangan ya dek jangan. Beruntunglah keluarga Mars dapat Aurora, kalau enggak mungkin sekarang dah menanggung rasa malu.

Telur mata sapi. Telurnya sudahh mata sapi nya mana. 😭🤣 tapi jujur habis itu ikut sedih, karena secara tidak langsung Tante julia mengingatkan Aurora pada ibu kandungnya. Dan Mars gak melindungi Aurora gak peka sama tinglah Aurora, malah fokus sama pekerjaanya😒

Yang harus kalian salahkan keluarga Aurora Renia, Aurora Naomi disini juga korban. Mentang2 horangg kaya malah bertindak semaunya.

2024-11-10

39

Noona Han

Noona Han

Wkwkkwkw duh rora lucunya emg cocok jd temannya arkan 🤣

untung doi pengertian, kalau gak suka gak bisa masak gpp tinggal beli, gak suka beres² rumah gpp nanti dibantuin kalau capek suruh doa biar punya rejeki lebih bisa sewa art 🤣 yg penting jgn suka ngomel² dan bawel ntat klo keliar aku gak diajak 🤣 tau ayangnya gak bisa ditinggal suka ngikut kemana bae

2024-11-10

3

nuraeinieni

nuraeinieni

kwkwkw,,,tdk apa rora,itu pembelajaran,sedikit kamu mengetahui karakter ibu mertuamu,syukurx kamu jujur pada ibu mertuamu kalau kamu tdk tau masak walaupun sedikit melo mengingatkan mu pada mendiang ibumu,,,tetap semangat rora lambat laun kamu jg akan mahir memasak.

2024-11-11

2

lihat semua
Episodes
1 Situasi yang berbeda
2 Tak ada pilihan
3 Hati yang terikat
4 Dia sudah menjadi istri saya!
5 Si gadis pecicilan
6 Alkan nda mau punya ibu tiliii!
7 Rasa kecewa seorang putri
8 Kakak tantik, ibu tili Alkan?!
9 Panggil Mars! Jangan Planet!
10 Kehebohan di dapur
11 Jangan memasak, jika kamu akan terluka
12 Aku tidak suka!
13 Kucing nakal!
14 Tidak mau di jandakan
15 Drama Arkan di pagi hari
16 Mulai posesif
17 Aku akan menjaganya
18 Dunia saya yang baru adalah kamu ~Mars
19 Cerita Arkan
20 Kedatangan adik ipar
21 Minta ponakan baru~
22 Perasaan yang mulai tumbuh
23 Tingkah Aurora
24 Ujian menantu
25 Demam dadakan
26 Ego seorang ayah
27 Perhatian yang di impikan
28 Gara-gara martabak
29 Diam nya Mars
30 Bahagiakan dia!
31 Saran adik ipar
32 Terjebak rencana sendiri
33 Jual aja, Mommy!
34 Kepedulian seorang anak
35 Bubuuul
36 Sulit menebak
37 Manjanya Aurora
38 Langkah yang Mars ambil
39 Ada yang harus kamu tahu~
40 Tak ingin kehilangan lagi
41 Kejailan Arkan
42 Jailnya Aurora
43 Nda enak pelacaan Alkan ini
44 Hadiah dari suami
45 Salah sangka
46 Memberikan hakmu
47 Tanda cinta
48 Tamu bulanan
49 Manjanya seorang putri
50 Kehebohan Arkan
51 Menciptakan momen berdua
52 Tingkah istri kecil Tuan Mars
53 Isi Paket Aurora
54 Kebahagiaan sederhana Arkan
55 Cemburunya Mars
56 Adek balu nya kapan?
57 Bulan madu 1
58 Bulan madu 2
59 Bulan Madu 3
60 Orang yang sama?
61 Terlupakan
62 Nda enaaaak!
63 Selesainya masa kebebasan Arkan
64 Kebahagiaan manis keluarga kecil
65 Berpisah sementara
66 Tak sengaja
67 Bangganya Mars
68 Perhatiannya mama mertua
69 Kedatangan yang tak di harapkan
70 Sikap tegas Aurora
71 Kehebohan Zeeya
72 Pembelaan mertua
73 Kamu tidak tahu seberapa bar-bar nya aku!
74 Acara Tuan Mark
75 Kata cinta yang sangat berarti
76 Mual~
77 Aku mengenalnya!
78 Rahasia besar yang di sembunyikan
79 Tak mudah percaya
80 Rekaman kenangan
81 Arkan, si bocah hobi jajan
82 Cinta bertepuk sebelah tangan
83 Tertangkap juga
84 Cucu kesayangan kakek Ansel
85 Lari pagi
86 Hasil yang tak sesuai harapan
87 Keterkejutan Evano & Julia
88 Alkan lapal
89 Hamil?
90 Kehamilan Aurora
91 Drama ngidamnya Mars
92 Perhatian mertua
93 Kekasih Denzel?
94 Membujuk istri
95 Alkan mau potong lambut!
96 Pintar VS cerdik
97 Ledekan Jimmy
98 Sidang penetapan hukuman
99 Dia sangat meratukanku
100 Jemput Arkan
101 Bukan suami yang sempurna
102 Nda boleh lebut mommy tili olang!
103 Kedatangan Denzel
104 Di labraak
105 Ke lumah kakeeeek!
106 Berharap tak pernah tahu
107 Salah lagi
108 Titipan yang salah
109 Tragedi
110 Putraku atau putramu?
111 Terbongkar!
112 Si belok!
113 Kebijakan Aurora
114 Kembar
115 Susu hamil
116 Mood ibu hamil
117 Ngidamnya bumil
118 Kesepakatan
119 Teloooong!
120 Duda baru
121 Harus menerima
122 Pasrahnya Mars menghadapi mood bumil
123 Pinjam Mommy
124 Mendadak Operasi
125 Lahirnya si kembar
126 Bayi kembar yang di nanti
127 Pulang
128 Ci kembal
129 Begadang
130 Tingkah Arkan
131 Sama-sama jaaiil
132 Tuan Mark
133 Kesenangan Arkan
134 Mommy nya gak rindu?
135 Kejailan Aurora
136 Ada apa?
137 Perasaan Zeeya
138 Terlambat
139 Tingkah memggemaskan si kembar
140 Menerima
141 Si kembar yang menggemaskan
142 Adek lagi?
143 Lamaran Zeeya
144 Happy End
145 Bonus Chapter
146 Bonus Chapter
147 UNDANGAN!
148 Bonus Chapter
149 Bonus Chapter
150 Bonus Chapter
151 Bonus Chapter
152 Bonus chapter
153 Bonus Chapter
154 Bonus Chapter
155 Bonus Chapter
156 Bonus Chapter
157 Bonus Chapter
158 Bonus Chapterr
159 Bonus Chapter
160 Bonus Chapter
161 Bonus Chapter
162 Bonus Chapter
163 Bonus Chapter
164 Bonus Chapter
165 Bonus Chapter
166 Bonus Chapter
167 Bonus Chapter
168 BONCHAP HABIS
169 Cinta yang kamu pilih~
Episodes

Updated 169 Episodes

1
Situasi yang berbeda
2
Tak ada pilihan
3
Hati yang terikat
4
Dia sudah menjadi istri saya!
5
Si gadis pecicilan
6
Alkan nda mau punya ibu tiliii!
7
Rasa kecewa seorang putri
8
Kakak tantik, ibu tili Alkan?!
9
Panggil Mars! Jangan Planet!
10
Kehebohan di dapur
11
Jangan memasak, jika kamu akan terluka
12
Aku tidak suka!
13
Kucing nakal!
14
Tidak mau di jandakan
15
Drama Arkan di pagi hari
16
Mulai posesif
17
Aku akan menjaganya
18
Dunia saya yang baru adalah kamu ~Mars
19
Cerita Arkan
20
Kedatangan adik ipar
21
Minta ponakan baru~
22
Perasaan yang mulai tumbuh
23
Tingkah Aurora
24
Ujian menantu
25
Demam dadakan
26
Ego seorang ayah
27
Perhatian yang di impikan
28
Gara-gara martabak
29
Diam nya Mars
30
Bahagiakan dia!
31
Saran adik ipar
32
Terjebak rencana sendiri
33
Jual aja, Mommy!
34
Kepedulian seorang anak
35
Bubuuul
36
Sulit menebak
37
Manjanya Aurora
38
Langkah yang Mars ambil
39
Ada yang harus kamu tahu~
40
Tak ingin kehilangan lagi
41
Kejailan Arkan
42
Jailnya Aurora
43
Nda enak pelacaan Alkan ini
44
Hadiah dari suami
45
Salah sangka
46
Memberikan hakmu
47
Tanda cinta
48
Tamu bulanan
49
Manjanya seorang putri
50
Kehebohan Arkan
51
Menciptakan momen berdua
52
Tingkah istri kecil Tuan Mars
53
Isi Paket Aurora
54
Kebahagiaan sederhana Arkan
55
Cemburunya Mars
56
Adek balu nya kapan?
57
Bulan madu 1
58
Bulan madu 2
59
Bulan Madu 3
60
Orang yang sama?
61
Terlupakan
62
Nda enaaaak!
63
Selesainya masa kebebasan Arkan
64
Kebahagiaan manis keluarga kecil
65
Berpisah sementara
66
Tak sengaja
67
Bangganya Mars
68
Perhatiannya mama mertua
69
Kedatangan yang tak di harapkan
70
Sikap tegas Aurora
71
Kehebohan Zeeya
72
Pembelaan mertua
73
Kamu tidak tahu seberapa bar-bar nya aku!
74
Acara Tuan Mark
75
Kata cinta yang sangat berarti
76
Mual~
77
Aku mengenalnya!
78
Rahasia besar yang di sembunyikan
79
Tak mudah percaya
80
Rekaman kenangan
81
Arkan, si bocah hobi jajan
82
Cinta bertepuk sebelah tangan
83
Tertangkap juga
84
Cucu kesayangan kakek Ansel
85
Lari pagi
86
Hasil yang tak sesuai harapan
87
Keterkejutan Evano & Julia
88
Alkan lapal
89
Hamil?
90
Kehamilan Aurora
91
Drama ngidamnya Mars
92
Perhatian mertua
93
Kekasih Denzel?
94
Membujuk istri
95
Alkan mau potong lambut!
96
Pintar VS cerdik
97
Ledekan Jimmy
98
Sidang penetapan hukuman
99
Dia sangat meratukanku
100
Jemput Arkan
101
Bukan suami yang sempurna
102
Nda boleh lebut mommy tili olang!
103
Kedatangan Denzel
104
Di labraak
105
Ke lumah kakeeeek!
106
Berharap tak pernah tahu
107
Salah lagi
108
Titipan yang salah
109
Tragedi
110
Putraku atau putramu?
111
Terbongkar!
112
Si belok!
113
Kebijakan Aurora
114
Kembar
115
Susu hamil
116
Mood ibu hamil
117
Ngidamnya bumil
118
Kesepakatan
119
Teloooong!
120
Duda baru
121
Harus menerima
122
Pasrahnya Mars menghadapi mood bumil
123
Pinjam Mommy
124
Mendadak Operasi
125
Lahirnya si kembar
126
Bayi kembar yang di nanti
127
Pulang
128
Ci kembal
129
Begadang
130
Tingkah Arkan
131
Sama-sama jaaiil
132
Tuan Mark
133
Kesenangan Arkan
134
Mommy nya gak rindu?
135
Kejailan Aurora
136
Ada apa?
137
Perasaan Zeeya
138
Terlambat
139
Tingkah memggemaskan si kembar
140
Menerima
141
Si kembar yang menggemaskan
142
Adek lagi?
143
Lamaran Zeeya
144
Happy End
145
Bonus Chapter
146
Bonus Chapter
147
UNDANGAN!
148
Bonus Chapter
149
Bonus Chapter
150
Bonus Chapter
151
Bonus Chapter
152
Bonus chapter
153
Bonus Chapter
154
Bonus Chapter
155
Bonus Chapter
156
Bonus Chapter
157
Bonus Chapter
158
Bonus Chapterr
159
Bonus Chapter
160
Bonus Chapter
161
Bonus Chapter
162
Bonus Chapter
163
Bonus Chapter
164
Bonus Chapter
165
Bonus Chapter
166
Bonus Chapter
167
Bonus Chapter
168
BONCHAP HABIS
169
Cinta yang kamu pilih~

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!