Tak ada pilihan

Aurora mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi, ia bahkan tak mengenakan helm. Dengan lincah, ia mendahului motor dan mobil yang melintas di hadapannya. Gadis itu pikir, ia akan cepat sampai di gedung acaranya. Namun ternyata salah, seorang polisi yang sedang bertugas menangkap kehadirannya.

Benar, hari apes tak tercatat di kalender. Polisi itu langsung menaiki mobilnya dan mengejar Aurora yang bahkan menerobos lampu merah. Sudah tidak memakai helm, menerobos lampu merah juga.

Aurora melihat ke arah kaca spion motornya, matanya membulat sempurna saat melihat mobil polisi yang tengah berada jauh di belakangnya. Bergegas, ia menambah laju kecepatan motornya.

"Aduh! Mana gak pake helm lagi! Arghh!! Harus apa dong? Kena tilang, tiga ratus ribu melayang!" Gumam Aurora dan memutar otak untuk mencari jalan keluar.

"Gak bakal bisa menghindari kejaran polisi dengan motor butut ini." Aurora berpikir keras. Bertepatan, tak jauh di depannya terlihat ada sebuah belokan. Aurora menyunggingkan senyumnya, ia langsung membelokkan motornya masuk ke jalan tersebut.

Saat matanya melihat ke arah spion motor, ia tak melihat adanya mobil polisi. Namun, ia khawatir mobil itu akan kembali mengejarnya. Selang beberapa saat, benar saja. Ia melihat mobil polisi berbelok ke arah jalannya.

"Aduh, alamat kena tilang ini." Gumam Aurora.

Matanya berbinar terang saat melihat janur kuning di hadapannya. Ia langsung membelokkan motornya dan masuk ke dalam gerbang sebuah gedung yang sedang di selenggarakan acara pernikahan. Dengan cepat, ia memarkirkan motornya dan berlari masuk ke dalam gedung itu.

Polisi itu menghentikan mobilnya di depan gedung acara, ia lalu menurunkan jendela kaca mobilnya dan mencari keberadaan Aurora. Namun, ia tak dapat menemukannya. Karena tak menemukan tanda-tanda keberadaan gadis tadi, akhirnya polisi itu kembali melajukan mobilnya pergi.

Sedangkan di dalam gedung acara, Aurora berlari masuk sembari memegang sisi gaunnya. Saat kakinya menginjak aula gedung, ia terlihat takjub melihat dekor pernikahan yang terlihat sangat mewah. Rasa takjubnya membuatnya tak menyadari, semua orang langsung menatap ke arahnya.

"Ini sangat hebat! Pernikahan impianku bersama Xu Kai!" Gumam Aurora.

Para tamu yang melihat kedatangan Aurora saling berbisik. Apalagi, gadis itu memakai gaun putih sebagai ciri khas pengantin wanita. Aurora tak menyadari, tatapan para tamu ke arahnya.

"Apa itu pengantin wanitanya? Kenapa dia baru datang?"

"Entah lah, aku juga tidak tahu. Kenapa dia datang seorang diri? Sangat aneh, tidak ada fotonya juga disini."

Tatapan Aurora jatuh pada seorang pria paruh baya yang melihat keberadaannya. Mata pria itu membulat sempurna, ia menoleh ke kanan dan ke kiri untuk memastikan keadaan. Lalu, ia berlari kecil menghampiri Aurora dengan melewati kerumunan para tamu.

"Aurora, apa yang kamu lakukan disini!" Seru Pria paruh baya itu yang mana membuat Aurora terkejut.

"Eh, Paman? Kok Paman ada disini juga?!" Kaget Aurora.

Herman menepuk keningnya, "Paman bertanya, kenapa kamu balik bertanya?! Kenapa kamu disini?! Bos Paman sedang mengadakan acara pernikahan, tentu saja Paman disini!" Kesal Herman.

Aurora mengg4ruk pipinya yang tak gatal, tatapannya terlihat sangat polos. "Maaf, tadi aku menghindari kejaran polisi karena tak memakai helm. Lagi pula aku tidak membawa SIM, aku gak mau di tilang." Jawab Aurora.

Interaksi keduanya tak lepas dari tatapan Tuan Mark. Ia langsung beranjak dari duduknya dan menyingkirkan tangan putranya yang memegangi bahunya. Perlahan, ia berjalan mendekati kedua orang berbeda usia itu. Tatapannya terlihat sangat lekat menatap Aurora yang tengah berdebat kecil dengan sang paman.

"Siapa dia?" Tanya Tuan Mark.

Herman terkejut, ia langsung merasa tak enak apalagi saat melihat tatapan atasannya itu. "Tuan besar, maaf kan keponakan saya. Dia tak sengaja masuk ke dalam cara ini. Saya, saya akan memintanya pulang." Herman langsung menatap ke arah Aurora.

"Pulanglah, kamu bisa pulang sendiri kan Aurora? Paman masih harus disini," ujar Herman yang mana membuat Tuan Mark langsung menatap ke arah Aurora.

"Siapa namanya tadi?" Tanya Tuan Mark

Aurora menatap sang paman, begitu pun sebaliknya. Dengan ragu, Aurora kembali menatap ke arah Tuan Mark yang masih menunggu jawabannya.

"Aurora Naomi." Jawab Aurora dengan singkat.

Tuan Mark terdiam sebentar, ia lalu kembali menatap Herman dan memberi isyarat mata padanya. "Kita bicara sebentar." Titahnya.

Herman merasa takut, ia khawatir pekerjaannya akan di taruhkan karena kedatangan keponakannya. Aurora pun menjadi merasa serba salah, ia tidak tahu jika sang paman ada di acara pernikahan ini. Apalagi, saat di depan pintu tadi ia tak di hadang oleh penjaga. Mungkin, apa karena ia memakai gaun?

"Di kira pengantinnya kali yah? Emang pengantinnya belum datang?" Gumam Aurora dan melihat sekitar mencari sosok pengantin.

Sementara itu, Tuan Mark membawa Herman berkumpul bersama keluarganya yang sedang mencari solusi di tengah masalah mereka. Kedatangan Tuan Mark, sontak membuat suasana menjadi bertambah tegang.

"Mars, kemari." Panggil Tuan Mark pada cucunya itu.

Mars menurut, ia mendekati kakeknya dan berdiri disisinya. Ia menatap bingung ke arah asisten kakeknya yang tengah memasang raut wajah takut. Apa ada masalah yang di buat? Kondisi keadaan saat ini sudah tidak berjalan dengan baik, apa ada tambahan masalah lagi?

"Mars, seperti yang kamu tahu ... pernikahan ini tidak bisa di lanjutkan tanpa adanya pengantin wanita. Calon istrimu, Aurora Renia sudah meninggalkan pernikahan. Dalam artian lain, dia menolak menikah denganmu. Kita tidak bisa membatalkan pernikahan, nama baik keluarga ini taruhannya."

"Inti dari semuanya apa?" Tanya Mars langsung pada intinya, ia tak suka berbelit-belit dan menebak apa yang kakeknya maksudkan.

Tuan Mark beralih menatap Herman, sosok pria yang menjadi asistennya selama puluhan tahun. Dari yang hanya seorang supir keluarga, Tuan Mark mengangkatnya menjadi asisten pribadinya. Yang selalu menemaninya ke setiap acara dan membantunya untuk menghandle jadwal pekerjaannya. Bahkan, menjadi orang kepercayaannya. Tuan Mark tahu seperti apa asistennya, tapi ia tidak pernah tahu bagaimana keluarga pria itu.

"Herman, kamu bekerja denganku sudah lama bukan? Apa kamu mengingat semua kebaikanku padamu dan keluargamu?" Pertanyaan Tuan Mark membuat semuanya bertambah bingung.

"Ya Tuan, tentu saja saya mengingatnya. Kebaikan anda, tidak akan pernah saya lupakan. Bahkan, anda sering sekali membantu keluarga saya dulu di tengah kesulitan ekonomi hingga seperti sekarang." Jawab Herman dengan tegas.

Tuan Mark menatap ke arah Aurora sejenak yang masih berdiri di tengah-tengah para tamu. Lalu, tatapannya beralih menatap asisten pribadinya yang tengah menunggunya kembali berbicara.

"Saya ingin, keponakanmu menikah dengan cucuku."

"APA?! TU-TUAN, ANDA SERIUS?!" Herman tentu saja terkejut, ia tak menyangka permintaan Tuan Mark sangat di luar dugaannya. Bukan hanya Herman, Mars dan orang tuanya juga sangat kaget sampai tak bisa berkata-kata.

"Pa, kita batalkan saja. Kita bisa pakai alasan lain mengapa pernikahan ini batal, tanpa harus menikahkannya dengan wanita lain. Orang juga akan tahu jika Mars menikah bukan dengan calon istrinya yang sebenarnya!" Seru Julia merasa keberatan.

Tuan menggeleng, "Nama baik keluarga kita di pertaruhkan! Perbuatan keluarga Andrew sangat merendahkan keluarga kita! Apa kalian mau muncul berita bu.ruk tentang Mars? Lagian, nama keponakan Herman sama dengan calon istri Mars yang kabur. Jadi, ikuti saja perintahku!" Sentak Tuan Mark.

Tatapan Mars tak sengaja menatap seorang gadis yang memakai gaun putih tengah tersenyum sembari menatap dekor acara pernikahannya. Senyuman dan tatapan berbinar gadis itu membuat Mars tak bisa mengalihkan perhatiannya.

"Apa dia orangnya?" Tanya Mars tanpa mengalihkan pandangannya. Tuan Mark dan yang lainnya turut menatap siapa yang Mars tatap.

"Ya, dia orangnya." Jawab Tuan Mark.

"Baiklah, aku mau menikah dengannya." Keputusan Mars membuat kedua orang tuanya terkejut.

"MARSS! pernikahan bukan main-main!" Sentak sang mama dengan ketakutannya.

"Aku tidak pernah main-main Ma, mama sendiri yang ingin aku menikah lagi kan? Sekarang, apa Pak Herman menerima jika keponakan anda menikah dengan saya?"

"Itu ....,"

Terpopuler

Comments

nuraeinieni

nuraeinieni

nasib mujur aurora,,,,takut di tilang sama polisi hingga tdk sengaja masuk dlm aula pernikahan mars,menjadikan aurora pengantin penganti dadakan.

2024-11-08

8

Alistalita

Alistalita

Hayo paman Herman, mau bilang apa sama Aurora. jadinya kaya KUTILANG KAU DENGAN BISMILLAH. Wkwkwk
Coba bilang ke aurora kalau mau nikah sama anak bosnya, nanti paman pertemukan kamu dengan xu kai🤣🤣

Eh, Cie babang planet jatuh cinta pada pandangan pertama. Dari mata jatuh ke hati, btw itu polis pada kemana ya, apa gak jadi nilang. atau ikutan makan parasmanan.. Wkwkwk

2024-11-08

41

Nurhidayati

Nurhidayati

gaskeun mars.. mumpung ada yg nyasar 🫢 makasih sdh up kak 🙏 tetap semangat dan sehat slalu 💪💪

2024-11-08

7

lihat semua
Episodes
1 Situasi yang berbeda
2 Tak ada pilihan
3 Hati yang terikat
4 Dia sudah menjadi istri saya!
5 Si gadis pecicilan
6 Alkan nda mau punya ibu tiliii!
7 Rasa kecewa seorang putri
8 Kakak tantik, ibu tili Alkan?!
9 Panggil Mars! Jangan Planet!
10 Kehebohan di dapur
11 Jangan memasak, jika kamu akan terluka
12 Aku tidak suka!
13 Kucing nakal!
14 Tidak mau di jandakan
15 Drama Arkan di pagi hari
16 Mulai posesif
17 Aku akan menjaganya
18 Dunia saya yang baru adalah kamu ~Mars
19 Cerita Arkan
20 Kedatangan adik ipar
21 Minta ponakan baru~
22 Perasaan yang mulai tumbuh
23 Tingkah Aurora
24 Ujian menantu
25 Demam dadakan
26 Ego seorang ayah
27 Perhatian yang di impikan
28 Gara-gara martabak
29 Diam nya Mars
30 Bahagiakan dia!
31 Saran adik ipar
32 Terjebak rencana sendiri
33 Jual aja, Mommy!
34 Kepedulian seorang anak
35 Bubuuul
36 Sulit menebak
37 Manjanya Aurora
38 Langkah yang Mars ambil
39 Ada yang harus kamu tahu~
40 Tak ingin kehilangan lagi
41 Kejailan Arkan
42 Jailnya Aurora
43 Nda enak pelacaan Alkan ini
44 Hadiah dari suami
45 Salah sangka
46 Memberikan hakmu
47 Tanda cinta
48 Tamu bulanan
49 Manjanya seorang putri
50 Kehebohan Arkan
51 Menciptakan momen berdua
52 Tingkah istri kecil Tuan Mars
53 Isi Paket Aurora
54 Kebahagiaan sederhana Arkan
55 Cemburunya Mars
56 Adek balu nya kapan?
57 Bulan madu 1
58 Bulan madu 2
59 Bulan Madu 3
60 Orang yang sama?
61 Terlupakan
62 Nda enaaaak!
63 Selesainya masa kebebasan Arkan
64 Kebahagiaan manis keluarga kecil
65 Berpisah sementara
66 Tak sengaja
67 Bangganya Mars
68 Perhatiannya mama mertua
69 Kedatangan yang tak di harapkan
70 Sikap tegas Aurora
71 Kehebohan Zeeya
72 Pembelaan mertua
73 Kamu tidak tahu seberapa bar-bar nya aku!
74 Acara Tuan Mark
75 Kata cinta yang sangat berarti
76 Mual~
77 Aku mengenalnya!
78 Rahasia besar yang di sembunyikan
79 Tak mudah percaya
80 Rekaman kenangan
81 Arkan, si bocah hobi jajan
82 Cinta bertepuk sebelah tangan
83 Tertangkap juga
84 Cucu kesayangan kakek Ansel
85 Lari pagi
86 Hasil yang tak sesuai harapan
87 Keterkejutan Evano & Julia
88 Alkan lapal
89 Hamil?
90 Kehamilan Aurora
91 Drama ngidamnya Mars
92 Perhatian mertua
93 Kekasih Denzel?
94 Membujuk istri
95 Alkan mau potong lambut!
96 Pintar VS cerdik
97 Ledekan Jimmy
98 Sidang penetapan hukuman
99 Dia sangat meratukanku
100 Jemput Arkan
101 Bukan suami yang sempurna
102 Nda boleh lebut mommy tili olang!
103 Kedatangan Denzel
104 Di labraak
105 Ke lumah kakeeeek!
106 Berharap tak pernah tahu
107 Salah lagi
108 Titipan yang salah
109 Tragedi
110 Putraku atau putramu?
111 Terbongkar!
112 Si belok!
113 Kebijakan Aurora
114 Kembar
115 Susu hamil
116 Mood ibu hamil
117 Ngidamnya bumil
118 Kesepakatan
119 Teloooong!
120 Duda baru
121 Harus menerima
122 Pasrahnya Mars menghadapi mood bumil
123 Pinjam Mommy
124 Mendadak Operasi
125 Lahirnya si kembar
126 Bayi kembar yang di nanti
127 Pulang
128 Ci kembal
129 Begadang
130 Tingkah Arkan
131 Sama-sama jaaiil
132 Tuan Mark
133 Kesenangan Arkan
134 Mommy nya gak rindu?
135 Kejailan Aurora
136 Ada apa?
137 Perasaan Zeeya
138 Terlambat
139 Tingkah memggemaskan si kembar
140 Menerima
141 Si kembar yang menggemaskan
142 Adek lagi?
143 Lamaran Zeeya
144 Happy End
145 Bonus Chapter
146 Bonus Chapter
147 UNDANGAN!
148 Bonus Chapter
149 Bonus Chapter
150 Bonus Chapter
151 Bonus Chapter
152 Bonus chapter
153 Bonus Chapter
154 Bonus Chapter
155 Bonus Chapter
156 Bonus Chapter
157 Bonus Chapter
158 Bonus Chapterr
159 Bonus Chapter
160 Bonus Chapter
161 Bonus Chapter
162 Bonus Chapter
163 Bonus Chapter
164 Bonus Chapter
165 Bonus Chapter
166 Bonus Chapter
167 Bonus Chapter
168 BONCHAP HABIS
169 Cinta yang kamu pilih~
Episodes

Updated 169 Episodes

1
Situasi yang berbeda
2
Tak ada pilihan
3
Hati yang terikat
4
Dia sudah menjadi istri saya!
5
Si gadis pecicilan
6
Alkan nda mau punya ibu tiliii!
7
Rasa kecewa seorang putri
8
Kakak tantik, ibu tili Alkan?!
9
Panggil Mars! Jangan Planet!
10
Kehebohan di dapur
11
Jangan memasak, jika kamu akan terluka
12
Aku tidak suka!
13
Kucing nakal!
14
Tidak mau di jandakan
15
Drama Arkan di pagi hari
16
Mulai posesif
17
Aku akan menjaganya
18
Dunia saya yang baru adalah kamu ~Mars
19
Cerita Arkan
20
Kedatangan adik ipar
21
Minta ponakan baru~
22
Perasaan yang mulai tumbuh
23
Tingkah Aurora
24
Ujian menantu
25
Demam dadakan
26
Ego seorang ayah
27
Perhatian yang di impikan
28
Gara-gara martabak
29
Diam nya Mars
30
Bahagiakan dia!
31
Saran adik ipar
32
Terjebak rencana sendiri
33
Jual aja, Mommy!
34
Kepedulian seorang anak
35
Bubuuul
36
Sulit menebak
37
Manjanya Aurora
38
Langkah yang Mars ambil
39
Ada yang harus kamu tahu~
40
Tak ingin kehilangan lagi
41
Kejailan Arkan
42
Jailnya Aurora
43
Nda enak pelacaan Alkan ini
44
Hadiah dari suami
45
Salah sangka
46
Memberikan hakmu
47
Tanda cinta
48
Tamu bulanan
49
Manjanya seorang putri
50
Kehebohan Arkan
51
Menciptakan momen berdua
52
Tingkah istri kecil Tuan Mars
53
Isi Paket Aurora
54
Kebahagiaan sederhana Arkan
55
Cemburunya Mars
56
Adek balu nya kapan?
57
Bulan madu 1
58
Bulan madu 2
59
Bulan Madu 3
60
Orang yang sama?
61
Terlupakan
62
Nda enaaaak!
63
Selesainya masa kebebasan Arkan
64
Kebahagiaan manis keluarga kecil
65
Berpisah sementara
66
Tak sengaja
67
Bangganya Mars
68
Perhatiannya mama mertua
69
Kedatangan yang tak di harapkan
70
Sikap tegas Aurora
71
Kehebohan Zeeya
72
Pembelaan mertua
73
Kamu tidak tahu seberapa bar-bar nya aku!
74
Acara Tuan Mark
75
Kata cinta yang sangat berarti
76
Mual~
77
Aku mengenalnya!
78
Rahasia besar yang di sembunyikan
79
Tak mudah percaya
80
Rekaman kenangan
81
Arkan, si bocah hobi jajan
82
Cinta bertepuk sebelah tangan
83
Tertangkap juga
84
Cucu kesayangan kakek Ansel
85
Lari pagi
86
Hasil yang tak sesuai harapan
87
Keterkejutan Evano & Julia
88
Alkan lapal
89
Hamil?
90
Kehamilan Aurora
91
Drama ngidamnya Mars
92
Perhatian mertua
93
Kekasih Denzel?
94
Membujuk istri
95
Alkan mau potong lambut!
96
Pintar VS cerdik
97
Ledekan Jimmy
98
Sidang penetapan hukuman
99
Dia sangat meratukanku
100
Jemput Arkan
101
Bukan suami yang sempurna
102
Nda boleh lebut mommy tili olang!
103
Kedatangan Denzel
104
Di labraak
105
Ke lumah kakeeeek!
106
Berharap tak pernah tahu
107
Salah lagi
108
Titipan yang salah
109
Tragedi
110
Putraku atau putramu?
111
Terbongkar!
112
Si belok!
113
Kebijakan Aurora
114
Kembar
115
Susu hamil
116
Mood ibu hamil
117
Ngidamnya bumil
118
Kesepakatan
119
Teloooong!
120
Duda baru
121
Harus menerima
122
Pasrahnya Mars menghadapi mood bumil
123
Pinjam Mommy
124
Mendadak Operasi
125
Lahirnya si kembar
126
Bayi kembar yang di nanti
127
Pulang
128
Ci kembal
129
Begadang
130
Tingkah Arkan
131
Sama-sama jaaiil
132
Tuan Mark
133
Kesenangan Arkan
134
Mommy nya gak rindu?
135
Kejailan Aurora
136
Ada apa?
137
Perasaan Zeeya
138
Terlambat
139
Tingkah memggemaskan si kembar
140
Menerima
141
Si kembar yang menggemaskan
142
Adek lagi?
143
Lamaran Zeeya
144
Happy End
145
Bonus Chapter
146
Bonus Chapter
147
UNDANGAN!
148
Bonus Chapter
149
Bonus Chapter
150
Bonus Chapter
151
Bonus Chapter
152
Bonus chapter
153
Bonus Chapter
154
Bonus Chapter
155
Bonus Chapter
156
Bonus Chapter
157
Bonus Chapter
158
Bonus Chapterr
159
Bonus Chapter
160
Bonus Chapter
161
Bonus Chapter
162
Bonus Chapter
163
Bonus Chapter
164
Bonus Chapter
165
Bonus Chapter
166
Bonus Chapter
167
Bonus Chapter
168
BONCHAP HABIS
169
Cinta yang kamu pilih~

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!