nilai

Tapi cukup sepi selama seminggu ini karna raya dan kedua orangtuanya juga ikut di acara itu.

Dan hari ini drama perang keluarga dan sekolah akan di mulai lagi karna semua pemerannya sudah kembali ke tempat mereka masing-masing.

--------------------------------

malam harinya meja makan yang selama seminggu ini sepi kembali ramai di duduki oleh pemiliknya.

Dan ya... Seperti biasa terlihat sebuah keluarga harmonis yang sedang bersenda gurau menceritakan keseruan pesta mereka selama seminggu ini.

Nadine hanya mendatarkan pandangannya menyaksikan itu, tidak terlibat dengan mereka adalah pilihan terbaiknya.

Dia duduk dengan diam dan mulai memakan makanannya dengan tenang.

"Nadine bagiamana sekolah mu?" tanya mama Nadine, walaupun dia membenci Nadine tapi masih terselip sedikit rasa kasih sayang di diri wanita paruh baya itu.

"baik" jawab Nadine dingin

"apakah ada ulangan dalam Minggu ini" tanya papa Nadine kepadanya.

Hanya anggukan yang Nadine berikan.

"baiklah nanti bawa kertas ulangan mu keruangan papa" perintah lelaki paruh baya itu tegas.

"hmmp" hanya deheman yang gadis itu berikan.

"apakah ada berita terbaru di sekolah" tanya Dion yang mencoba mencari topik pembicaraan pada Nadine, dia sungguh heran dengan sikap adiknya yang tidak bermanja dan merengek padanya, seperti ada sesuatu yang hilang dalam dirinya melihat sikap adiknya.

"tidak" jawab Nadine dingin.

"nad......" ucap Dion terpotong saat tiba-tiba Nadine bangun dari kursinya.

"aku selesai" ucap Nadine dingin dan berlalu dari sana.

Keluarganya menatap Nadine heran, kenapa sekarang Nadine seperti sangat menghindari mereka, kemana Nadine yang selalu mencari perhatian dan merengek kepada mereka?, itu sungguh Aneh.

"ma Nadine kenapa jadi dingin seperti itu" tanya Dion pada mamanya heran.

"dia hanya ingin menarik perhatian kita" bukan mama yang menjawab tapi papa Nadine.

"sudah-sudah biarkan saja" jawab mama Nadine menyudahi.

mereka semua terdiam dengan pikiran yang rumit.

.

.

Nadine datang ke ruangan papanya dengan membawa kertas ulangan yang dia peroleh selama seminggu ini, dan tentunya dengan nilai yang lebih bagus dari hasil ulangan dia sebelumnya.

Tok tok tok

"masuk" papa Nadine menyahuti dari dalam.

Nadine masuk dan menyerahkan kertas ulangan di meja papanya dengan tenang.

"aku kembali" ucap Nadine Hendak berlalu dari sana.

"siapa menyuruh mu kembali...tunggu di sana ..akan ada hukuman jika nilaimu jelek" kata papa Nadine memberi perintah.

Nadine hanya diam menuruti, tidak ada habisnya klo menyahuti perkataan papanya itu.

"huh..lumayan juga nilaimu..terus tingkatkan itu supaya tidak membuat aku malu memiliki anak seperti mu dan uang ku menyekolahkan mu tidak sia-sia...dan tidak ada hukuman untuk mu kali ini" ucap papa Nadine tersenyum puas.

baru kali ini anak nya ini memiliki nilai bagus di kertas ulangnya, tidak hanya satu kertas ulangan tapi ada lima dan semuanya bernilai bagus.

Nadine hanya mengepalkan tangannya kasar mendengar ucapan papanya, apakah tidak ada pujian untuknya?? Tapi sekarang dia tidak berharap itu, keluar dari rumah ini adalah harapan nya.

Dia harus sukses dan memiliki banyak uang.

"baiklah hadiah mu akan papa transfer kan ke rekening mu" ucap papa Nadine setelahnya

"aku tidak memerlukan itu" ucap Nadine berlalu dari sana.

papa Nadine tidak menghiraukan nya dan langsung mengirim sejumlah uang kepada anaknya itu.

Anaknya?? Author tidak yakin itu.

Nadine keluar dari ruangan papanya dengan perasaan dongkol, dan sekarang dia bertemu dengan musuhnya yang lain, membuat dia emosi saja.

"kok gak ada luka di tubuh lo" tanya Dion heran, pasalnya kalo adiknya itu sudah keluar dari ruangan papanya, akan terdengar tangisan dari bibir gadis itu, tapi sekarang gadis itu berjalan dengan keadaan segar bugar tapi ada sedikit kemarahan di wajah gadis itu.

Dion sebentar sedikit khawatir dengan keadaan adiknya itu, entah kenapa rasa khawatir itu datang, padahal dia sangat membenci gadis itu, dia selalu ingin berbicara dengan adiknya itu semenjak adiknya mengabaikan mereka.

Nadine hanya diam melewati Dion dengan tatapan dingin.

"hey..kenapa lo ga jawab pertanyaan gue" tanya Dion pada adiknya.

"kita tidak se akrab itu untuk gue memperdulikan lo" ucap Nadine sinis.

"tapi gue Abang Lo" ucap Dion geram.

"Lo tidak pernah memiliki peran Abang dalam hidup gue" ucap Nadine.

"jangan sok akrab dan jadilah diri Lo yang selalu abai akan kehadiran gue" sambung Nadine dan berlalu dari sana menuju kamarnya.

Dion terdiam mencerna perkataan Nadine, apakah dia se abai itu kepada adiknya??

Dia benci gadis itu, tapi kenapa hatinya sakit saat Nadine tidak mengganggap dia abangnya.

TO BE CONTINUE........

Terpopuler

Comments

Fahmi Ardiansyah

Fahmi Ardiansyah

berjuanglah untuk diam biar semua merasa bingung n bikin mereka yang merasa kehilangan mu Nadien.

2025-02-17

1

Novella Amatus

Novella Amatus

Terus berjuang nadin kamu pasti bisa

2025-02-15

0

awesome moment

awesome moment

kamu bisa sndri, Nad

2025-03-19

0

lihat semua
Episodes
1 mimpi itu
2 ingin hidup bahagia
3 pengenalan
4 reaksi tubuh
5 kantin
6 pertengkaran di ruang makan
7 trik
8 rumah kedua
9 nilai
10 reward nilai
11 Rina
12 teman baru
13 rumah sakit
14 drama
15 second family
16 pertengkaran
17 peran abang
18 cafe
19 insiden
20 cowok jurusan sebelah
21 cowok jurusan sebelah 2
22 rencana girls time
23 kantin lagi
24 girls time
25 live music
26 insiden lagi
27 gudang
28 rumah sakit
29 rumah sakit 2
30 pulang
31 menyelidiki
32 pertengkaran
33 minta maaf
34 ujian akhir semester
35 class meeting
36 ketendang
37 pembagian rapor
38 quality time
39 pemeriksaan
40 penyakit
41 perubahan willy
42 pingsan
43 olimpiade
44 pemenang
45 terapi
46 hidup baru
47 pelecehan
48 trauma
49 aku kamu
50 berkunjung
51 rencana Willy
52 wanita paruh baya yang cantik
53 pingsan ll
54 rere
55 gejala baru
56 Winson mansion
57 fakta mengejutkan
58 teater
59 babu
60 memburuk
61 marahan
62 curiga
63 hallo:)
64 pemeriksaan
65 hasil
66 kecewa
67 marah
68 diizinkan
69 berdebar-debar
70 camping
71 berburu bendera
72 kecurigaan raya rina
73 babi hutan
74 sungai
75 kambuh
76 Rere buntung
77 wisuda
78 kritis
79 apa ini?
80 operasi
81 -
82 kehilangan
83 hampa
84 surat
85 kotak hitam
86 S2.. 10 tahun kemudian
87 S2.. berpindah tubuh
88 S2.. bertemu
89 S2.. wanita gila yang menyebalkan
90 S2.. marah
91 S2.. berkunjung
92 S2.. sekamar
93 S2.. pengakuan
94 S2.. end
95 bye
Episodes

Updated 95 Episodes

1
mimpi itu
2
ingin hidup bahagia
3
pengenalan
4
reaksi tubuh
5
kantin
6
pertengkaran di ruang makan
7
trik
8
rumah kedua
9
nilai
10
reward nilai
11
Rina
12
teman baru
13
rumah sakit
14
drama
15
second family
16
pertengkaran
17
peran abang
18
cafe
19
insiden
20
cowok jurusan sebelah
21
cowok jurusan sebelah 2
22
rencana girls time
23
kantin lagi
24
girls time
25
live music
26
insiden lagi
27
gudang
28
rumah sakit
29
rumah sakit 2
30
pulang
31
menyelidiki
32
pertengkaran
33
minta maaf
34
ujian akhir semester
35
class meeting
36
ketendang
37
pembagian rapor
38
quality time
39
pemeriksaan
40
penyakit
41
perubahan willy
42
pingsan
43
olimpiade
44
pemenang
45
terapi
46
hidup baru
47
pelecehan
48
trauma
49
aku kamu
50
berkunjung
51
rencana Willy
52
wanita paruh baya yang cantik
53
pingsan ll
54
rere
55
gejala baru
56
Winson mansion
57
fakta mengejutkan
58
teater
59
babu
60
memburuk
61
marahan
62
curiga
63
hallo:)
64
pemeriksaan
65
hasil
66
kecewa
67
marah
68
diizinkan
69
berdebar-debar
70
camping
71
berburu bendera
72
kecurigaan raya rina
73
babi hutan
74
sungai
75
kambuh
76
Rere buntung
77
wisuda
78
kritis
79
apa ini?
80
operasi
81
-
82
kehilangan
83
hampa
84
surat
85
kotak hitam
86
S2.. 10 tahun kemudian
87
S2.. berpindah tubuh
88
S2.. bertemu
89
S2.. wanita gila yang menyebalkan
90
S2.. marah
91
S2.. berkunjung
92
S2.. sekamar
93
S2.. pengakuan
94
S2.. end
95
bye

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!