BAB 6.

     Setelah mereka berdua sampai di kamar, merekapun berbincang-bincang terlebih dahulu sebelum kembali melanjutkan istirahat mereka.

   " Dari kapan kamu kerja di perpustakaan itu?" tanya balik Fajar dengan sekilas yang langsung mengalihkan fokusnya dari layar ponsel nya.

    " Awal masuk SMA." jawab singkat Amira.

    Jawaban itu menjadi akhir dari percakapan mereka saat mereka kembali terdiam selama beberapa menit, sampai akhirnya Amira kembali bertanya dan memulai percakapan.

    " Oh ya, selama aku bekerja disana aku belum pernah ngeliat kamu datang."

    " Saya sering kesana." jawab singkat Fajar.

    " Tapi kenapa kita gak pernah ketemu?"

    " Emangnya mau ketemu?" tanya Fajar sekilas menatap Amira.

     Dan Amira langsung menggelengkan kepalanya.

    " Bukan gitu maksudnya...."

    " Terus?" potong Fajar.

    " Yah aneh aja kalau kamu sering kesana tapi kita jarang sekali ketemu." ungkap Amira dengan jujur.

    " Tempat itu luas, kamu enggak mungkin bisa ngenalin satu persatu orang yang berkunjung kesana." jelas Fajar.

     Dia langsung kembali mengalihkan pandangannya dari layar ponsel untuk menatap Amira.

    " Iyah juga, ya." ucap Amira yang langsung mengangguk setuju.

    Perpustakaan MUSTIKA adalah perpustakaan sekaligus toko buku besar di Bandung yang dimiliki oleh keluarga nya Fajar, semua buku tersedia disana dengan komplit.

    Bahkan, buku yang sulit dicari sekalipun, kemungkinan besar ada disana.

    Perpustakaan itu juga sangat terkenal di seluruh jawa barat karena perpustakaan itu adalah yang pertama, terbesar dan terkomplit di jawa barat termasuk Bandung, tetapi tidak sembarang orang yang bisa datang masuk ke tempat itu.

     orang yang bisa datang kesana harus memiliki identitas dan tujuan jelas yang menjadi alasan mereka bisa berkunjung kesana, atau bisa dibilang harus memiliki member ke anggotaan.

    Dan disana jugalah Amira mengenal keluarga Fajar, karena Amira bekerja disana sebagai pekerja part time.

    " Saya masih ngantuk." ucap Fajar yang langsung meletakkan ponselnya di atas nakas, tepat disamping tempat tidurnya.

    " Yaudah tidur aja, mau dibangunin kapan?" tanya Amira yang masih duduk santai di sofa panjang itu, dengan sebuah buku kecil ditangannya.

    " Nanti siang." jawab Fajar.

    " Waktu Dhuhur, ya?"

    " Ya, Amira."

    Amira pun langsung tersenyum, dia langsung tidak bertanya lagi dan akhirnya membiarkan Fajar untuk beristirahat dengan tenang, sama hal nya dengan dirinya, acara kemarin malam benar-benar sudah menguras seluruh tenaga sepasang muda pasutri itu.

...🖤🖤🖤🖤🖤🖤...

    Siang harinya ketika mereka sudah membereskan perlengkapan mereka dan juga sudah melaksanakan shalat Dzuhur, mereka pun kini langsung chek-out dan pergi dari hotel itu, dan langsung segera pergi kerumah nya keluarga Fajar.

    Setelah menempuh perjalanan jauh yang sangat melelahkan, malam harinya, akhirnya mereka pun sampai di perumahan yang sangat elit karena Amira bisa melihat banyaknya rumah-rumah yang tampak begitu besar dan juga mewah.

    " Masya Allah, besar banget rumahnya, ini rumah apa istana" batin Amira.

    Dia tampak terkesima melihat keindahan rumah yang ada dihadapannya itu, padahal dia baru melihat dari luarnya saja dan belum melihat bagaimana keindahan yang ada didalamnya.

    " Masuk." ajak Fajar kepada Amira, setelah dia menyerahkan kunci mobilnya kepada penjaga rumah yang selalu siaga disana.

    " Barang-barangnya?"

    Amira langsung menatap ke arah Fajar dengan heran, karena barang-barang mereka masih ada didalam bagasi mobil, sementara Fajar dia malah langsung mengajak nya untuk segera masuk.

    " Biar mereka yang bawa." jawab Fajar, dengan gerakan matanya yang menunjuk ke beberapa pelayan yang selalu siap menyambutnya.

    " Emang gak papa?." tanya kembali Amira yang merasa sungkan dan tidak yakin, dia merasa sangat tidak enak hati kepada pelayan-pelayan itu, karena harus membawa barang-barang mereka yang bisa terbilang lumayan banyak itu.

    Hal itu dikarena sejak kecil Amira tidak pernah dilayani seperti itu karena kehidupannya bersama almarhumah ibunya sangat terbilang sederhana.

    " Itu sudah menjadi tugas mereka, Amira!." jelas Fajar menegaskan.

    Amira pun langsung mengangguk pelan, walaupun masih merasa tidak enak, dia hanya memilih dan mengikuti perintah Fajar saja.

    " Assalamu'alaikum." ucap Amira berucap salam, begitu dia memasuki rumah besar itu.

    Sesuai seperti dugaannya, begitu dia masuk kedalam rumah itu, isi dari ruangan itu terlihat jauh lebih indah dibanding penampilan luarnya, Amira pun kembali terpukau untuk yang kesekian kalinya.

    " Wa'alaikumsalam, selamat datang, Nona Amira!."

   Mendengar itu sontak Amira langsung kaget, karena melihat sambutan dari beberapa para pelayan rumah itu yang sudah bersiap dan berbaris menyambut kedatangan Amira.

    " Berapa banyak orang sebenarnya yang bekerja dirumah ini?" tanya Amira didalam hatinya, dia tidak habis pikir melihat saking banyaknya pelayan dirumah keluarga suaminya ini.

    " Mari Bibi antar ke kamar, Non!." ucap salah satu pelayan, yang diketahui berposisi sebagai ketua pelayan dirumah ini.

    Sebelum menerima ajakannya, Amira melirik ke Fajar terlebih dahulu, Fajar yang paham dengan tatapan Amira itu langsung memberikan anggukan tanda setuju kepada Amira untuk ikut bersama pelayan itu mengantarkan nya ke kamar yang sudah disiapkan untuk Amira.

     Setelah mendapat persetujuan dari Fajar, Amira langsung kembali menatap ke arah pelayan perempuan itu.

    " Makasih, Bi." ucap Amira berbicara dengan sopan-santun.

    Amira dan pelayan itu yang diketahui bernama Bi Surti itu langsung berjalan lebih dulu menaiki anak tangga, sementara Fajar. mengikuti mereka dari belakang.

    " Ini kamar milik Non dan yang sebelah merupakan kamar milik Den Fajar." ujar Bi Surti memberitahunya kepada Amira dengan sopan.

    Sedangkan Amira hanya merespon nya dengan anggukan dan juga senyuman di balik cadarnya.

    " Ini kuncinya, Non."

    Amira lantas langsung menerima kunci itu dari tangan nya Bi Surti.

    " Selain kunci ini, Non Amira juga bisa menggunakan pin yang ada di pintu itu." jelas Bi Surti kembali, sambil menunjukan pintu kamar yang sudah canggih dan dipenuhi oleh banyaknya angka itu.

   Dan Amira kembali menjawab nya dengan sebuah anggukan saja.

    " Apa Non Amira suka dengan kamar ini?" tanya Bi Surti kembali hanya sekadar untuk memastikan saja.

    Jika Amira tidak menyukai konsep kamar itu maka mereka akan mengganti konsep kamarnya dengan keinginan Amira.

    " Suka, Bi, ini sangat indah dan juga nyaman." jawab Amira jujur.

    Bi Surti pun tampak senang mendengar jawaban dari Amira itu.

    Namun, saat mereka tengah asik mengobrol, tiba-tiba saja Fajar muncul dan sudah berdiri di ambang pintu.

    " Kalau begitu Bibi tinggal dulu, ya."

    Bi Surti yang mengerti pun langsung memilih pergi dari sana dan meninggalkan tuan dan nyonya muda nya itu berduaan.

    Amira tentu saja langsung mengijinkan Bi Surti pergi, mana mungkin juga dia melarangnya.

    " Gimana?" tanya Fajar, dengan kedua tangannya yang dia masukan kedalam saku celananya.

    Fajar masuk begitu saja kedalam kamarnya Amira, tanpa meminta izin dari pemilik baru kamarnya itu.

    Namun, sah-sah saja sih kalau dia langsung masuk seperti itu, karena secara tidak langsung, itu juga merupakan kamarnya.

    " Kamarnya luas banget, aku rasa ini terlalu berlebihan." jawab Amira.

    Hanya kepada fajar sajalah dia bisa mengungkapkan adanya rasa tidak nyaman di hatinya, dia merasa sangat tidak pantas mendapatkan semua fasilitas mewah yang ada disana.

    Kedua bola mata indahnya itu tak henti-hentinya mengamati setiap penjuru di kamar itu.

    " Gak ada yang berlebihan, memang harusnya kayak gini." sahut Fajar.

    Dia membiarkan Amira yang masih mengamati sambil mengelilingi kamarnya itu.

    Sementara dirinya langsung melangkah ke arah tempat tidur, kemudian menjatuhkan dirinya di atas tempat tidur itu.

    Dia duduk di tepi ranjang itu, dengan kedua tangannya yang dia letakkan ke belakang, sebagai tumpuan.

    " Oh, ya, apa sebelumnya ini kamar kaka kamu?" tanya Amira yang entah dia tiba-tiba saja mengingat hal itu.

    " Bukan, ini kamar saya." jawab Fajar dengan dinginnya.

    " Kamu punya dua kamar?" tanya Amira yang mendadak penasaran.

    " Hm" gumam Fajar pelan.

    Amira yang sudah puas mengamati seisi kamar itu, memilih untuk ikut duduk di tepi ranjang, dengan jarak mereka yang bisa dibilang masih saling berjauhan.

    Dari awal masuk hingga sekarang, Amira tidak henti-hentinya dibuat terkejut oleh hal-hal yang harus dia ketahui tentang rumah dan juga keluarga suaminya itu.

    " Ada berapa lantai dirumah ini?"

    " Tiga." jawab Fajar yang selalu menjawab tanpa ada ekspresi sedikitpun di wajahnya.

    Hal itu membuat Amira kembali dibuat terkejut oleh sebuah fakta mengenai rumah dari suaminya itu.

    Dirasa sudah cukup pembicaraan diantara mereka, Fajar memilih bangkit dari tepi ranjang itu.

    " Langsung istirahat, barang-barang kamu biar Bibi yang beresin besok." perintah Fajar, sebelum dia benar-benar keluar dari kamar Amira.

    Sedangkan Amira ia hanya patuh saja dan diam melihat punggung Fajar yang kini sudah menjauh dan menghilang dari kamarnya.

    TO BE CONTINUE.

    

Episodes
1 BAB 1.
2 BAB 2.
3 BAB 3.
4 BAB 4.
5 BAB 5.
6 BAB 6.
7 BAB 7.
8 BAB 8.
9 BAB 9.
10 BAB 10.
11 BAB 11.
12 BAB 12.
13 BAB 13.
14 BAB 15.
15 BAB 16.
16 BAB 17.
17 BAB 18.
18 BAB 19.
19 BAB 20.
20 BAB 21.
21 BAB 22.
22 BAB 23.
23 BAB 24.
24 BAB 26.
25 BAB 27.
26 BAB 28.
27 BAB 29.
28 BAB 30.
29 BAB 32.
30 BAB 33.
31 BAB 34.
32 BAB 35.
33 BAB 36.
34 BAB 37.
35 BAB 38.
36 BAB 39.
37 BAB 40.
38 BAB 41.
39 BAB 42.
40 BAB 43.
41 BAB 44.
42 BAB 45.
43 BAB 46.
44 BAB 47.
45 BAB 48.
46 BAB 49.
47 BAB 50.
48 BAB 51.
49 BAB 52.
50 BAB 53.
51 BAB 54.
52 BAB 55.
53 BAB 56.
54 BAB 57.
55 BAB 58.
56 BAB 59.
57 BAB 60.
58 BAB 61.
59 BAB 62.
60 BAB 63.
61 BAB 64.
62 BAB 65.
63 BAB 66.
64 BAB 67.
65 BAB 68.
66 BAB 69.
67 BAB 70.
68 BAB 71.
69 BAB 72.
70 BAB 73.
71 BAB 74.
72 BAB 75.
73 BAB 76.
74 BAB 77.
75 BAB 78.
76 BAB 79.
77 BAB 80.
78 BAB 81.
79 BAB 82.
80 BAB 83.
81 BAB 84.
82 BAB 85.
83 BAB 86.
84 BAB 87.
85 BAB 88.
86 BAB 89.
87 BAB 90.
88 BAB 91.
89 BAB 92.
90 BAB 93.
91 BAB 94.
92 BAB 95.
93 BAB 96.
94 BAB 97.
95 BAB 98.
96 BAB 99.
97 BAB 100.
98 BAB 101.
99 BAB 102.
100 BAB 103.
101 BAB 104.
102 BAB 105.
103 21+
104 21+
105 BAB 108.
106 BAB 109.
107 21+
108 BAB 111.
109 BAB 112.
110 BAB 113.
111 BAB 114.
112 BAB 115.
113 BAB 116.
114 BAB 117.
115 BAB 118.
116 BAB 119.
117 BAB 120.
118 BAB 121.
119 BAB 122.
120 BAB 123.
121 BAB 124.
122 BAB 125.
123 BAB 126.
124 BAB 127.
125 21+
126 BAB 129.
127 BAB 130.
128 BAB 131.
129 BAB 132
130 BAB 133.
131 BAB 134.
132 BAB 135.
133 BAB 136.
134 BAB 137.
135 BAB 138.
136 BAB 139.
137 CEMBURU!.
138 CEMBURU 2.
139 BAB 142.
140 BAB 143.
141 BAB 144
142 BAB 145.
143 ACARA ULTAH.
144 MENYAKITKAN.
145 BAB 148.
146 PEKAN OLAHRAGA.
147 BAB 150.
148 BAB 151.
149 BAB 152.
150 MENEGANGKAN!.
151 BANGGA!.
152 BAB 155.
153 BAB 156.
154 RANGGA DAN IRMA.
155 PENYUSUP!.
156 BAB 156.
157 MENGOBATI.
158 BAB 158.
159 RAPUHNYA FAJAR RUDIANTO.
160 BAB 160.
161 SALING MENCINTAI.
162 BAB 162.
163 LEMBANG.
164 TEMPAT RAHASIA YANG INDAH.
165 NENEK KHODIJAH.
166 MENGUKIR CINTA.
Episodes

Updated 166 Episodes

1
BAB 1.
2
BAB 2.
3
BAB 3.
4
BAB 4.
5
BAB 5.
6
BAB 6.
7
BAB 7.
8
BAB 8.
9
BAB 9.
10
BAB 10.
11
BAB 11.
12
BAB 12.
13
BAB 13.
14
BAB 15.
15
BAB 16.
16
BAB 17.
17
BAB 18.
18
BAB 19.
19
BAB 20.
20
BAB 21.
21
BAB 22.
22
BAB 23.
23
BAB 24.
24
BAB 26.
25
BAB 27.
26
BAB 28.
27
BAB 29.
28
BAB 30.
29
BAB 32.
30
BAB 33.
31
BAB 34.
32
BAB 35.
33
BAB 36.
34
BAB 37.
35
BAB 38.
36
BAB 39.
37
BAB 40.
38
BAB 41.
39
BAB 42.
40
BAB 43.
41
BAB 44.
42
BAB 45.
43
BAB 46.
44
BAB 47.
45
BAB 48.
46
BAB 49.
47
BAB 50.
48
BAB 51.
49
BAB 52.
50
BAB 53.
51
BAB 54.
52
BAB 55.
53
BAB 56.
54
BAB 57.
55
BAB 58.
56
BAB 59.
57
BAB 60.
58
BAB 61.
59
BAB 62.
60
BAB 63.
61
BAB 64.
62
BAB 65.
63
BAB 66.
64
BAB 67.
65
BAB 68.
66
BAB 69.
67
BAB 70.
68
BAB 71.
69
BAB 72.
70
BAB 73.
71
BAB 74.
72
BAB 75.
73
BAB 76.
74
BAB 77.
75
BAB 78.
76
BAB 79.
77
BAB 80.
78
BAB 81.
79
BAB 82.
80
BAB 83.
81
BAB 84.
82
BAB 85.
83
BAB 86.
84
BAB 87.
85
BAB 88.
86
BAB 89.
87
BAB 90.
88
BAB 91.
89
BAB 92.
90
BAB 93.
91
BAB 94.
92
BAB 95.
93
BAB 96.
94
BAB 97.
95
BAB 98.
96
BAB 99.
97
BAB 100.
98
BAB 101.
99
BAB 102.
100
BAB 103.
101
BAB 104.
102
BAB 105.
103
21+
104
21+
105
BAB 108.
106
BAB 109.
107
21+
108
BAB 111.
109
BAB 112.
110
BAB 113.
111
BAB 114.
112
BAB 115.
113
BAB 116.
114
BAB 117.
115
BAB 118.
116
BAB 119.
117
BAB 120.
118
BAB 121.
119
BAB 122.
120
BAB 123.
121
BAB 124.
122
BAB 125.
123
BAB 126.
124
BAB 127.
125
21+
126
BAB 129.
127
BAB 130.
128
BAB 131.
129
BAB 132
130
BAB 133.
131
BAB 134.
132
BAB 135.
133
BAB 136.
134
BAB 137.
135
BAB 138.
136
BAB 139.
137
CEMBURU!.
138
CEMBURU 2.
139
BAB 142.
140
BAB 143.
141
BAB 144
142
BAB 145.
143
ACARA ULTAH.
144
MENYAKITKAN.
145
BAB 148.
146
PEKAN OLAHRAGA.
147
BAB 150.
148
BAB 151.
149
BAB 152.
150
MENEGANGKAN!.
151
BANGGA!.
152
BAB 155.
153
BAB 156.
154
RANGGA DAN IRMA.
155
PENYUSUP!.
156
BAB 156.
157
MENGOBATI.
158
BAB 158.
159
RAPUHNYA FAJAR RUDIANTO.
160
BAB 160.
161
SALING MENCINTAI.
162
BAB 162.
163
LEMBANG.
164
TEMPAT RAHASIA YANG INDAH.
165
NENEK KHODIJAH.
166
MENGUKIR CINTA.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!