Gara-Gara mie instan

"Anda membuatku terkejut, Tuan," ucap Glam seraya balik badan, kedua matanya melotot sempurna ketika melihat penampilan Damon bertelanjang dada dan hampir seluruh permukaan kulit pria itu tertutup  tato. Selain terlihat menyeramkan, pria itu sangat sexy luar biasa. "A-aku lapar, jadi ingin masak mie," ucap Glam terbata-bata, jantungnya berdetak sangat cepat, bukan karena terpesona dengan penampilan pria itu, melainkan ia takut dengan tatapan tajam Damon.

Damon masih diam dengan tatapan tajamnya meski sudah mendengar jawaban gadis itu.

Melihat Damon diam, Glam pikir kalau pria itu tidak mengizinkannya makan malam ini.

"Ah, kalau begitu aku letakkan lagi mie dan telurnya di lemari pendingin," ucap Glam, tersenyum canggung.

Damon menarik nafas kesal. "Masak saja, aku tidak peduli!" jawab Damon seraya berjalan melewati Glam, membuka lemari dapur mengambil sebungkus kopi hitam, Ia akan membuat kopi.

"Baiklah." Glam senang, meski jawaban pria itu ketus tidak membuatnya sakit hati. Ia pun segera berjalan ke dekat kompor, lebih tepatnya berdiri di dekat Damon.

"Emh ... bagaimana caranya ya?" gumam Glam, seraya menatap kompor listrik dengan segala kebingungannya. Seumur hidupnya ia tidak pernah masuk dapur.

Damon hanya melirik gadis itu tanpa suara.  Tapi dalam hati mengumpati kebodohan gadis itu.

"Ah, aku tahu! Mungkin ada petunjuk membuat mie di balik kemasannya," ucap Glam lagi sambil tersenyum riang, lalu mengambil mie tersebut, dan ternyata benar ada petunjuknya. "Tuh 'kan benar, ada petunjuk membuatnya. Pertama-tama panaskan air di atas kompor dengan panci," ucap Glam lagi, seraya mengedarkan pandangan mencari panci yang sama dengan gambar di petunjuk pembuatan mie yang tertera di kemasan itu.

"Tuan, di mana letak pancinya?" tanya Glam, karena sejak tadi mencari tidak ada.

Damon hanya menunjuk dengan ujung dagunya ke arah rak piring di samping mesin pencuci piring, tepatnya di bawah kompor.

Glam paham, lalu segera membuka rak piring. "Tapi, kenapa tidak ada panci yang sama dengan di gambar ini?" tanya Glam dengan bodohnya seraya menunjuk gambar yang tertera di kemasan mie.

Damon sudah tidak tahan dengan tingkah bodoh gadis itu. "Ini, kau bisa menggunakan ini!" sentak Damon, seraya mengambil panci kecil lalu di serahkan pada Glam dengan kasar. "Pakai otakmu! Dasar gadis bodoh!" maki Damon, sangat marah.

"Maaf, dan terima kasih," ucap Glam, dengan sedih menerima panci kecil itu, lalu mengisinya dengan air sampai penuh.

Damon sesak nafas rasanya melihat gadis itu.

"Apa kau benar-benar bodoh atau memang pura-pura bodoh?!" maki Damon, seraya menatap tajam Glam.

"Apa? Memang apa salahku, kenapa Anda selalu memakiku!" jawab Glam, sambil mengerucutkan bibir dengan pandangan berkaca-kaca. "Aku tidak pernah membuat mie instan, jadi aku tidak tahu caranya, apakah aku sebodoh itu?" gerutu Glam seraya meletakkan panci yang penuh dengan air ke atas kompor.

Damon menarik nafas panjang, semakin kesal pada gadis itu, tapi entah kenapa hatinya tergerak untuk membantu Glam.

"Minggir! Lihat caraku memasak mie!" kata Damon, ketus dan dingin.

"Anda bisa memasak mie?" tanya Glam, seraya memandang Damon yang kini membuang setengah air dari panci itu, lalu menyalakan kompor.

Damon tidak menjawab pertanyaan gadis bodoh itu.

"Wah!! Anda hebat sekali!" Glam bertepuk tangan kecil ketika melihat Damon memasukkan mie ke dalam panci.

Damon melirik gadis itu yang terlihat sangat girang. "Apa melihat orang membuat mie bisa membuatnya sebahagia itu? Dasar kuno!" umpat Damon di dalam hati.

Glam benar-benar kagum pada Damon karena bisa memasak mie instan.

Aroma mie instan yang khas mulai menguar ke udara membuat perut Glam semakin keroncongan, bahkan gadis itu sudah menelan ludah berulang kali, tidak sabar menyantap mie tersebut.

Damon sudah menyajikan mie itu ke mangkok, setelah selesai ia pergi begitu saja tanpa mengucapkan satu kata apapun pada gadis itu. Bahkan ia lupa dengan kopinya.

"Terima kasih banyak, Tuan Damon. Anda baik sekali. Dan selamat hari natal," ucap Glam kepada Damon yang sudah menjauh dari area dapur.

Damon menghentikan langkahnya sejenak ketika mendengar gadis itu mengucapkan hari natal padanya. Keduanya terkepal erat, kedua matanya seketik merah dan berkaca-kaca, menahan gejolak di dalam dada. Kemudian ia melanjutkan langkahnya menuju ruang kerja.

Terpopuler

Comments

Sumi afiz

Sumi afiz

kasihan glem dikurung dalam kastil tidak bisa lihat dunia luar dan tidak pernah masuk dapur dan tidak tau cara nyalain kompor buat masak mie instan..miris banget ye

2025-01-04

7

Aku nhaa

Aku nhaa

Mak author...apakah selama di kastil glam belajar calistung?Dari bab awal² pen nanya kek gini,soalnya kan dia dikurung terus gak kemana² apalagi buat sekolah?kebetulan disini ada adegan dia baca cara buat mie instan.

2025-01-25

0

As Lamiah

As Lamiah

wah tour jangan bilang si Damon masih ada hubungan dengan mafia yg rebutan kekuasaan dengan jems dan Anna nih bisa jadi apa nih kisah glamour

2025-01-04

1

lihat semua
Episodes
1 Awal
2 Kalung berlian
3 Kenapa membawaku ke Bandara?
4 Italia
5 Sobekan kain
6 15 tahun kemudian
7 Blood!!!
8 Aku ingin bersenang-senang
9 Dilelang
10 Dua juta dolar!
11 Berapapun jumlahnya
12 Aku tidak bisa
13 Seratus Juta Dolar
14 Tidak tahan lagi
15 Hei, botak!
16 Menjadi Penari Panas Tuan Mafia
17 Terungkap
18 Dua telur
19 Gara-Gara mie instan
20 Ada timbal baliknya!
21 Terlalu Volos
22 Di sekap belasan tahun
23 Sangat indah!
24 Seperti di Antartika!
25 Berhenti menjadi manusia Egois!
26 Jangan pernah menyukainya!
27 Mati, aku!
28 Istri Tuan Damon?
29 Kesakitan
30 Mulai menikmati
31 Nona Glam yang malang
32 Istri?
33 Dalang dibalik semua ini?
34 Satu Ranjang!
35 Mimpi buruk itu?
36 Siap salah, Tuan!
37 Manis sekali
38 Tindakan Ben
39 Kepanikan Nyonya Toro
40 Balasan Ben!
41 Bertemu Glam
42 Kelemahan Tuan Damon
43 Alat pelacak?
44 Tuan ... Ahh!
45 Singa Betina?
46 Berbunga-bunga
47 Menjadi Pelayan Nona Glam?
48 Penderitaan Nyonya Toro!
49 On The Way
50 Lagi dan lagi?
51 Kelicikan Damon!
52 Selesai!
53 Adegan hiyak-hiyak
54 Aku tidak suka tersenyum!
55 Mana kutahu?
56 Ponsel jadul
57 Gelisah
58 Anda jatuh cinta?
59 Apa itu cinta?
60 Janji Kelingking!
61 Coklat kesukaan
62 Empat kali lipat
63 Yang penting rasa
64 Badai cinta
65 Aku rindu
66 Kedatangan polisi
67 Pertemuan Nero dan Ele
68 Terluka
69 Meredakan amarah
70 Kematian Nyonya Toro
71 Di bawah sana
72 Aku? Kenapa aku?
73 Kembali membuat ulah
74 Telur asin
75 Ceritakan masa kecil Anda
76 Pesan dari Anna
77 Beberapa helai rambut
78 Membajak kebun
79 Berdebar
80 Dia hamil?
81 Nyawa dibalas Nyawa!
82 Sadis!
83 Kuret?
84 Hah?!
85 Bisa mati aku
86 Kembali bertaruh
87 Bertemu Ben
88 Psikopat?
89 Akan aku kabulkan
90 Ulah Glam
91 Bau rokok
92 Demi keamanan
93 Bertemu Tuan Damon
94 Di dalam sana
95 Kuras hartaku, Sayang!
96 Aroma Parfum
97 Masih mencari
98 Kamera pengawas
99 Kalian sudah selesai?
100 Fakta besar
101 Senyuman Damon
102 Budak cinta
103 Istriku
104 Bertemu, Ben
105 Kesalahpahaman
106 Rumah impian
107 Kejutan lagi
108 Tamu yang ditunggu
109 Pingsan
110 Sama-Sama terkejut
111 Terima kasih, Ele
112 Eh, apa ini?
113 Segera nikahi Ele!
114 Jadi kau adikku?!
115 Bahagia
116 Ingin membawa Glam pergi.
117 Masa lalu Nero
118 Jadi gugup
119 Demi Glam
120 Karya Baru Emak (Simpanan Tuan Douglas)
121 Ben tahu
122 Kau menodai putriku!
Episodes

Updated 122 Episodes

1
Awal
2
Kalung berlian
3
Kenapa membawaku ke Bandara?
4
Italia
5
Sobekan kain
6
15 tahun kemudian
7
Blood!!!
8
Aku ingin bersenang-senang
9
Dilelang
10
Dua juta dolar!
11
Berapapun jumlahnya
12
Aku tidak bisa
13
Seratus Juta Dolar
14
Tidak tahan lagi
15
Hei, botak!
16
Menjadi Penari Panas Tuan Mafia
17
Terungkap
18
Dua telur
19
Gara-Gara mie instan
20
Ada timbal baliknya!
21
Terlalu Volos
22
Di sekap belasan tahun
23
Sangat indah!
24
Seperti di Antartika!
25
Berhenti menjadi manusia Egois!
26
Jangan pernah menyukainya!
27
Mati, aku!
28
Istri Tuan Damon?
29
Kesakitan
30
Mulai menikmati
31
Nona Glam yang malang
32
Istri?
33
Dalang dibalik semua ini?
34
Satu Ranjang!
35
Mimpi buruk itu?
36
Siap salah, Tuan!
37
Manis sekali
38
Tindakan Ben
39
Kepanikan Nyonya Toro
40
Balasan Ben!
41
Bertemu Glam
42
Kelemahan Tuan Damon
43
Alat pelacak?
44
Tuan ... Ahh!
45
Singa Betina?
46
Berbunga-bunga
47
Menjadi Pelayan Nona Glam?
48
Penderitaan Nyonya Toro!
49
On The Way
50
Lagi dan lagi?
51
Kelicikan Damon!
52
Selesai!
53
Adegan hiyak-hiyak
54
Aku tidak suka tersenyum!
55
Mana kutahu?
56
Ponsel jadul
57
Gelisah
58
Anda jatuh cinta?
59
Apa itu cinta?
60
Janji Kelingking!
61
Coklat kesukaan
62
Empat kali lipat
63
Yang penting rasa
64
Badai cinta
65
Aku rindu
66
Kedatangan polisi
67
Pertemuan Nero dan Ele
68
Terluka
69
Meredakan amarah
70
Kematian Nyonya Toro
71
Di bawah sana
72
Aku? Kenapa aku?
73
Kembali membuat ulah
74
Telur asin
75
Ceritakan masa kecil Anda
76
Pesan dari Anna
77
Beberapa helai rambut
78
Membajak kebun
79
Berdebar
80
Dia hamil?
81
Nyawa dibalas Nyawa!
82
Sadis!
83
Kuret?
84
Hah?!
85
Bisa mati aku
86
Kembali bertaruh
87
Bertemu Ben
88
Psikopat?
89
Akan aku kabulkan
90
Ulah Glam
91
Bau rokok
92
Demi keamanan
93
Bertemu Tuan Damon
94
Di dalam sana
95
Kuras hartaku, Sayang!
96
Aroma Parfum
97
Masih mencari
98
Kamera pengawas
99
Kalian sudah selesai?
100
Fakta besar
101
Senyuman Damon
102
Budak cinta
103
Istriku
104
Bertemu, Ben
105
Kesalahpahaman
106
Rumah impian
107
Kejutan lagi
108
Tamu yang ditunggu
109
Pingsan
110
Sama-Sama terkejut
111
Terima kasih, Ele
112
Eh, apa ini?
113
Segera nikahi Ele!
114
Jadi kau adikku?!
115
Bahagia
116
Ingin membawa Glam pergi.
117
Masa lalu Nero
118
Jadi gugup
119
Demi Glam
120
Karya Baru Emak (Simpanan Tuan Douglas)
121
Ben tahu
122
Kau menodai putriku!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!