Dua telur

Ele segera keluar dari persembunyian, ia bersikap biasa seolah tidak mendengar apa-apa.

Nyonya Toro tampak frustrasi seraya meremas ponsel di genggaman, menatap puluhan kelopak bunga lily yang mekar pada malam itu.

"Nyonya Toro." Ele  memanggil wanita tua itu yang tengah duduk di kursi roda.

Nyonya Toro menoleh, kedua matanya menyipit melihat kedatangan gadis itu. "Sejak kapan kau berada di situ?" tanyanya dengan nada sinis dan penuh curiga, takut kalau gadis itu mendengar percakapannya.

"Aku baru saja tiba, ada apa?" Ele tersenyum tipis, lalu mendekat pada Nyonya Toro. "Mommy menyuruhku mengantarkan bingkisan natal untukmu," kata Ele mengulurkan goodie bag besar pada Nyonya Toro.

Nyonya Toro menatap bingkisan itu sejenak sebelum menerimanya. "Terima kasih."

Ele mengangguk, "kalau begitu aku pamit pulang, permisi." Gadis cantik itu segera beranjak dari sana, tidak lupa menundukkan kepala sejenak bertanda memberikan hormat kepada Nyonya Toro.

"Hei, kau tidak ingin mampir ke dalam rumahku?" Nyonya Toro hanya berbasa-basi saja karena tidak ingin di anggap jahat oleh gadis kecil itu.

Ele menghentikan langkahnya, menoleh ke belakang, "tidak, Nyonya. Aku harus segera pulang karena hari sudah malam," kata Ele seraya melanjutkan langkahnya keluar dari area rumah tersebut.

Ele bernafas lega, ketika sudah sampai di depan gerbang rumah mewah itu. Dia segera masuk ke mobil, lalu berkata pada sopirnya untuk segera melajukan mobil ke rumah.

"Aku harus memberitahu hal ini kepada Daddy," ucap Ele di dalam hati, tapi dirinya takut kalau ayahnya tidak percaya kepadanya, terlebih lagi ia tahu kalau Nyonya Toro adalah orang yang sangat licik, dan bisa saja wanita tua itu akan berkilah.

"Tidak, aku tidak bisa memberitahukan hal ini kepada Daddy, karena jika Daddy tahu maka Nyonya Toro pun akan tahu, dan wanita itu tua itu pasti akan mengincarku," ucap Ele masih di dalam hati.

"Ayo berpikir Ele, gunakan otak cerdasmu untuk menemukan jalan keluar!" Ele menggigit ujung jarinya dengan perasaan tidak karuan, seketika kedua matanya membulat sempurna ketika mendapatkan jalan keluar dari masalah ini.

"Pak, bisa antarkan aku ke rumah Anna?" kata Ele pada sopirnya.

"Bukankah Nona Anna malam ini bermalam di rumah utama?" jawab sopir seraya menatap anak majikannya dari spion tengah.

"Ah, kau benar. Baiklah kalau begitu, percepat laju mobilnya aku tidak sabar bertemu dengan Anna," ucap Ele, terlihat sangat antusias.

"Baik, Nona."

*

*

Glam menyisir rambutnya di depan meja rias. Bibirnya cemberut, kedua matanya berkaca-kaca ketika memandang rambutnya. Ingatannya berputar di masa kecilnya, di mana sang mommy selalu menyembunyikan warna rambut aslinya menjadi hitam legam.

"Aku rindu Mommy, aku rindu Daddy," lirih Glam, seraya mengusap air matanya dengan cepat. Tiba-Tiba, ia mengusap perutnya yang terasa keroncongan. Ia sampai lupa kalau belum makan dari tadi siang.

"Aku lapar sekali. Aku akan keluar kamar dan mencari makanan di dapur," gumam Glam seraya beranjak dari tempatnya, menatap jam dinding di kamar itu dan waktu sudah menunjukkan jam 9 malam. "Aku harap masih ada makanan yang tersisa," lirihnya, berjalan lesu keluar kamar menuju dapur.

*

Di dapur.

Glam menoleh ke kiri dan ke kanan, rumah mewah dan luas itu tampak sepi, tidak ada satupun orang yang terlihat di sana.

"Rumah mewah tapi terlihat seperti rumah berhantu, sangat sepi dan sunyi," gumam Glam, seraya melanjutkan aksinya mencari makan malam. "Ah, tidak ada apapun yang bisa di makan. Meja makan kosong. Aku lapar sekali!" rengek Glam, sembari menghentakkan kedua kakinya kesal. Kemudian dia menatap kulkas besar yang ada di dapur itu. Kedua mata Glam berbinar senang, berharap di dalam kulkas itu banyak harta karun makanan, tapi sayangnya ketika dia membuka kulkas tidak ada apapun kecuali telor dan beberapa bungkus mie instan.

"Astaga! Rumah sebesar ini kenapa hanya ada mie dan telur ayam di dalam kulkasnya!" gerutu Glam seraya mengambil dua butir telur dan satu bungkus mie instan. "Eh, tunggu dulu, bagaimana cara memasaknya?" Glam menatap mie dan telur yang ia pegang di kedua tangannya.

"Apa yang kau lakukan di sana!!!" suara dingin dan datar itu mengejutkan Glam yang sedang berpikir keras. Hampir saja telur yang di pegang Glam lepas dari genggamannya.

Terpopuler

Comments

Mrs.Riozelino Fernandez

Mrs.Riozelino Fernandez

ya ampun nenek...
disaat keluarga lain berkumpul bersama disaat natal kamu justru sendirian,masih gengsi Nerima Glo jadi menantu...🤦🏻‍♀️

2025-01-04

6

Entang Sukmawati

Entang Sukmawati

ayo ele kasih tau ka anna tapi jangan ribut nanti takutnya nenek lampir tau malah ele yang dicelakai

2025-01-04

3

Mrs.Riozelino Fernandez

Mrs.Riozelino Fernandez

cucu sendiri pun kayak dengan orang lain...bukannya grandma tapi nyonya...🤦🏻‍♀️😤

2025-01-04

4

lihat semua
Episodes
1 Awal
2 Kalung berlian
3 Kenapa membawaku ke Bandara?
4 Italia
5 Sobekan kain
6 15 tahun kemudian
7 Blood!!!
8 Aku ingin bersenang-senang
9 Dilelang
10 Dua juta dolar!
11 Berapapun jumlahnya
12 Aku tidak bisa
13 Seratus Juta Dolar
14 Tidak tahan lagi
15 Hei, botak!
16 Menjadi Penari Panas Tuan Mafia
17 Terungkap
18 Dua telur
19 Gara-Gara mie instan
20 Ada timbal baliknya!
21 Terlalu Volos
22 Di sekap belasan tahun
23 Sangat indah!
24 Seperti di Antartika!
25 Berhenti menjadi manusia Egois!
26 Jangan pernah menyukainya!
27 Mati, aku!
28 Istri Tuan Damon?
29 Kesakitan
30 Mulai menikmati
31 Nona Glam yang malang
32 Istri?
33 Dalang dibalik semua ini?
34 Satu Ranjang!
35 Mimpi buruk itu?
36 Siap salah, Tuan!
37 Manis sekali
38 Tindakan Ben
39 Kepanikan Nyonya Toro
40 Balasan Ben!
41 Bertemu Glam
42 Kelemahan Tuan Damon
43 Alat pelacak?
44 Tuan ... Ahh!
45 Singa Betina?
46 Berbunga-bunga
47 Menjadi Pelayan Nona Glam?
48 Penderitaan Nyonya Toro!
49 On The Way
50 Lagi dan lagi?
51 Kelicikan Damon!
52 Selesai!
53 Adegan hiyak-hiyak
54 Aku tidak suka tersenyum!
55 Mana kutahu?
56 Ponsel jadul
57 Gelisah
58 Anda jatuh cinta?
59 Apa itu cinta?
60 Janji Kelingking!
61 Coklat kesukaan
62 Empat kali lipat
63 Yang penting rasa
64 Badai cinta
65 Aku rindu
66 Kedatangan polisi
67 Pertemuan Nero dan Ele
68 Terluka
69 Meredakan amarah
70 Kematian Nyonya Toro
71 Di bawah sana
72 Aku? Kenapa aku?
73 Kembali membuat ulah
74 Telur asin
75 Ceritakan masa kecil Anda
76 Pesan dari Anna
77 Beberapa helai rambut
78 Membajak kebun
79 Berdebar
80 Dia hamil?
81 Nyawa dibalas Nyawa!
82 Sadis!
83 Kuret?
84 Hah?!
85 Bisa mati aku
86 Kembali bertaruh
87 Bertemu Ben
88 Psikopat?
89 Akan aku kabulkan
90 Ulah Glam
91 Bau rokok
92 Demi keamanan
93 Bertemu Tuan Damon
94 Di dalam sana
95 Kuras hartaku, Sayang!
96 Aroma Parfum
97 Masih mencari
98 Kamera pengawas
99 Kalian sudah selesai?
100 Fakta besar
101 Senyuman Damon
102 Budak cinta
103 Istriku
104 Bertemu, Ben
105 Kesalahpahaman
106 Rumah impian
107 Kejutan lagi
108 Tamu yang ditunggu
109 Pingsan
110 Sama-Sama terkejut
111 Terima kasih, Ele
112 Eh, apa ini?
113 Segera nikahi Ele!
114 Jadi kau adikku?!
115 Bahagia
116 Ingin membawa Glam pergi.
117 Masa lalu Nero
118 Jadi gugup
119 Demi Glam
120 Karya Baru Emak (Simpanan Tuan Douglas)
121 Ben tahu
122 Kau menodai putriku!
Episodes

Updated 122 Episodes

1
Awal
2
Kalung berlian
3
Kenapa membawaku ke Bandara?
4
Italia
5
Sobekan kain
6
15 tahun kemudian
7
Blood!!!
8
Aku ingin bersenang-senang
9
Dilelang
10
Dua juta dolar!
11
Berapapun jumlahnya
12
Aku tidak bisa
13
Seratus Juta Dolar
14
Tidak tahan lagi
15
Hei, botak!
16
Menjadi Penari Panas Tuan Mafia
17
Terungkap
18
Dua telur
19
Gara-Gara mie instan
20
Ada timbal baliknya!
21
Terlalu Volos
22
Di sekap belasan tahun
23
Sangat indah!
24
Seperti di Antartika!
25
Berhenti menjadi manusia Egois!
26
Jangan pernah menyukainya!
27
Mati, aku!
28
Istri Tuan Damon?
29
Kesakitan
30
Mulai menikmati
31
Nona Glam yang malang
32
Istri?
33
Dalang dibalik semua ini?
34
Satu Ranjang!
35
Mimpi buruk itu?
36
Siap salah, Tuan!
37
Manis sekali
38
Tindakan Ben
39
Kepanikan Nyonya Toro
40
Balasan Ben!
41
Bertemu Glam
42
Kelemahan Tuan Damon
43
Alat pelacak?
44
Tuan ... Ahh!
45
Singa Betina?
46
Berbunga-bunga
47
Menjadi Pelayan Nona Glam?
48
Penderitaan Nyonya Toro!
49
On The Way
50
Lagi dan lagi?
51
Kelicikan Damon!
52
Selesai!
53
Adegan hiyak-hiyak
54
Aku tidak suka tersenyum!
55
Mana kutahu?
56
Ponsel jadul
57
Gelisah
58
Anda jatuh cinta?
59
Apa itu cinta?
60
Janji Kelingking!
61
Coklat kesukaan
62
Empat kali lipat
63
Yang penting rasa
64
Badai cinta
65
Aku rindu
66
Kedatangan polisi
67
Pertemuan Nero dan Ele
68
Terluka
69
Meredakan amarah
70
Kematian Nyonya Toro
71
Di bawah sana
72
Aku? Kenapa aku?
73
Kembali membuat ulah
74
Telur asin
75
Ceritakan masa kecil Anda
76
Pesan dari Anna
77
Beberapa helai rambut
78
Membajak kebun
79
Berdebar
80
Dia hamil?
81
Nyawa dibalas Nyawa!
82
Sadis!
83
Kuret?
84
Hah?!
85
Bisa mati aku
86
Kembali bertaruh
87
Bertemu Ben
88
Psikopat?
89
Akan aku kabulkan
90
Ulah Glam
91
Bau rokok
92
Demi keamanan
93
Bertemu Tuan Damon
94
Di dalam sana
95
Kuras hartaku, Sayang!
96
Aroma Parfum
97
Masih mencari
98
Kamera pengawas
99
Kalian sudah selesai?
100
Fakta besar
101
Senyuman Damon
102
Budak cinta
103
Istriku
104
Bertemu, Ben
105
Kesalahpahaman
106
Rumah impian
107
Kejutan lagi
108
Tamu yang ditunggu
109
Pingsan
110
Sama-Sama terkejut
111
Terima kasih, Ele
112
Eh, apa ini?
113
Segera nikahi Ele!
114
Jadi kau adikku?!
115
Bahagia
116
Ingin membawa Glam pergi.
117
Masa lalu Nero
118
Jadi gugup
119
Demi Glam
120
Karya Baru Emak (Simpanan Tuan Douglas)
121
Ben tahu
122
Kau menodai putriku!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!