Kepala Bang Ringgo rasanya pusing tujuh keliling. Ini sudah tiga rumah sakit namun tetap hasil test DNA menunjukan bahwa dirinya adalah 'Ayah biologis' dari Baby Shiena.
Larasati sudah menangis dan menjerit histeris. Istri almarhum Zurman terus berteriak mengatakan bahwa Shiena bukan anak kandung dari Letnan Ringgo.
Kini Bang Ringgo bagai terjebak dalam masalah pelik. Jika dirinya tidak mengakui maka baby Shiena akan terpisah dari ibunya, Larasati. Namun jika dirinya mengakui maka dirinya bisa saja kehilangan Niken.
"Jadi bagaimana tanggapan Pak Ringgo?" Tanya ibu almarhum Zurman berada di atas angin.
Bang Ringgo masih berpikir keras namun saat itu Laras yang sudah kalut langsung menyambar vas bunga, ia memecahkan vas bunga tersebut dan hendak menusuk dirinya sendiri dan bayi yang masih ada dalam gendongannya.
"Kalian mau memisahkan aku dan anakku, bukan???? Ambilah semua harta Bang Zurman..!! Aku tidak butuh..!!!!!!! Aku akan mati bersama anakku..!!!!!!" Pekik Laras kuat dengan tagusnya yang begitu pilu.
Para anggota yang berada di ruangan sampai kelabakan dengan apa yang terjadi hari ini.
Secepatnya Bang Ringgo mengambil pecahan vas bunga hingga melukai tangannya sendiri. Di peluknya Laras bersama putri kecilnya. Kesehatan Laras yang belum sepenuhnya pulih pasca persalinan membuat Larasati semakin down. "Sudah, dek..!! Jangan nangis..!! Tidak akan ada yang memisahkanmu dan Shiena. Ikhlaskan, sekarang Shiena anak Letnan Ringgo..!!"
...
Pak Ahlam menampar dan menghajar Bang Ringgo habis-habisan namun tidak ada kata keluar dari bibir Bang Ringgo. Disana Pak Rama hanya bisa melihat putranya dengan tatapan pilu.
"Untung saja kau belum apa-apakan putriku. Beraninya kau mentalaknya setelah seenak jidatmu meminta saya untuk menikahkan kalian malam itu. Saya menikahkan kamu atas dasar kepercayaan bahwa kamu adalah laki-laki yang bijaksana, tapi tetap saja 'putra' seorang b******n akan tetap menjadi b******n. Tidak ingatkah kamu atas perjuangan Pak Rama dan Bu Dilan??? Mereka membesarkanmu tanpa mengharapkan balas jasamu..!!!!" Bentak Papa Ahlam.
"Baaang.. tolong jangan bicara seperti itu..!!!" Tegur Papa Rama.
Tangan Bang Ringgo mengepal gemetar, beban hatinya di ingatkan dan di bongkar kembali. Ia harus menelan pil pahit atas segala yang di perbuatnya.
"Saya salah, saya harap bapak bisa memaafkan kesalahan terbesar saya..!!!" Ucap Bang Ringgo.
"Kamu saya berhentikan dari 'dinasmu'..!! Keluar dari rumah saya sekarang..!!!" Bentakan kuat Papa Ahlam menggelegar di seisi ruangan.
Bang Ringgo pun segera pamit, Papa Ahlam yang masih geram sampai enggan melihat Bang Ringgo.
"Astaghfirullah..!!" Papa Ahlam sampai mengusap dadanya. "Untung saja Niken belum tau tentang semua ini. Apa jadinya kalau sampai putriku tau." Gumam Papa Ahlam.
Papa Rama yang begitu merasa bersalah sampai nyaris tak bisa berkata-kata. "Mohon maafkan saya, Bang..!! Saya yang tidak bisa mendidik anak-anak..!!"
...
Niken meletakan ponselnya dengan kasar. Bahkan kini pesan singkatnya hanya centang satu saja, tidak ada kabar sama sekali dari Bang Ringgo.
Bang Ribas pun meletakan ponselnya usai memantau info. Wajahnya datar namun sarat akan rasa kesal tertahan. Ia mengalihkan pandangan menatap wajah Niken.
"Semua laki-laki di dunia ini sama saja." Kata Niken.
" Enak saja asal menyamakan orang. Saya ya saya, entah laki-laki lain mau jadi apa???" Sambar Bang Ribas.
"Oohh.. tapi pantas saja kakak ku tidak jadi menikah sama Om Ribas. Siapa juga yang mau nikah sama orang yang tidak pernah bisa senyum dan punya wajah menyebalkan seperti Om Ribas." Jawab Niken selalu merasa jengkel setiap berhadapan dengan Bang Ribas.
Bang Ribas tidak menjawabnya, hanya raut wajahnya yang masih saja datar sambil menghisap batang rokok. "Kalau kamu tidak tau masalahnya, jangan suka menuduh orang."
"Dasar triplek..!!!!!" Ucap gemas Niken karena setiap omelannya tidak pernah di tanggapi Bang Ribas
"Niken..!!!!"
"Apa????" Jawab ketus Niken.
"Bisakah kamu menjadi perempuan yang lebih berani dan tidak bersembunyi di balik tingkahmu yang pecicilan??? Menurut lah hanya pada laki-laki yang sudah memberimu buku hijau. Kamu berhak mendapatkan bahagiamu..!!" Kata Bang Ribas.
Niken menoleh, ia tidak paham apapun ucap pria di sampingnya itu, pria yang tiga kali hampir mati karena melindunginya dari mafia yang selama ini mengancam hidupnya.
"Kenapa??? Om jatuh cinta sama Niken??" Ledek Niken tanpa basi dan berharap Bang Ribas akan ilfeel padanya.
"Laki-laki terlahir ke dunia sudah menanggup beban atas dirinya dan hidupnya. Jika sudah memiliki rasa, sudah tau arti jatuh hati.. mati pun tidak akan jadi hitungan kesekian. Bod*h satu kali atau alasan kemanusiaan mungkin masih wajar. Ibarat jantung ini diminta nya, maka akan di berikannya pula. Menurutmu, untuk apa laki-laki rela melebur tubuhnya untuk seorang wanita??" Tanya Bang Ribas. Kini tatap mata itu begitu lekat membidik kedua bola mata Niken.
"Gi_la??" Balas Niken dengan wajah lugunya.
Bang Ribas kembali menghisap rokoknya, ia menatap lalu lalang kendaraan bermotor melalui sebuah rooftop cafe.
'Kenapa Tuhan memberikan kegilaan ini padaku?? Bagaimana aku harus menata perasaanku??? Dia janda Abangku, tapi............"
.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments
Nining Dwi Astuti
ini parah bgt emakY nurman bs bkn hasil dna jd positif ankY bang Ringgo kasihan bang Ringgo pgn ngerubah image perilaku bapakY yg b*****n mlh jd tmbh down lagi ini sich hrs di usut tuntas sm papa Rama kasihan jd salah paham papa ahlamY mn skrg Niken di cerai sm bang Ringgo pdhl dah jebol gawang tp bakalan hamil g tuch Niken🤔🤔🤔. bang Ribas juga diam2 sebenerY ad rasa sm Niken🤔🤔🤔🤔
2024-11-17
1
sunshine wings
Sabarlaa Ringgo, karma pasti adaaa..
Apa yg ia tabur itulah yg ia tuai malah lebih darì itu.. Untung nasib seseorang adalah takdir.. Jangan mengalah perjuangkan apa yg benar..
Semangat Lettu Ringgo 💪💪💪💪💪
♥️♥️♥️♥️♥️
2024-11-21
1
Miko Celsy exs mika saja
bang ringgo menhesal kau nti,,,,kshan niken klo smpai hamil hmn niken apa tdk kasiham bang ringgo ,
2024-11-18
1