Episode 9

Tok tok tok..

"Masuk."

Mama Bella masuk kamar anak satu-satunya yang tampak sedang bersiap-siap dengan setelan jas.

"Ini teh hangat kesukaan kamu." Bella meletakkan teh di atas meja.

"Terimakasih ma."

"Tentu."

Mama Bella memperhatikan putranya, ia meraih dasi membantu mengenakannya pada kerah Kageo. "Makanya cepat cari istri biar nanti ada yang pasangin."

Kageo menghela nafas berat. "Mulai.."

"Mama pengen banget?."

"Iya dong! seru kalau misalkan mama sama papa punya cucu." Timpal Bella penuh antusias.

"Kan mama bisa menanti cucu dari Amora yang sudah menikah.."

Bella menatap lama wajah putranya, dasi kini sudah terpasang.

"Kenapa ma?."

"Kageo, mama sangat menyayangi adikmu mama juga berharap Amora memberikan cucu tapi..." Wanita itu tak langsung melanjutkan perkataannya. "Tapi tidak dari keturunan Andre, pernikahan mereka itu hanya sebuah rekayasa yang direncanakan Amora."

Kageo mengerutkan keningnya. "Tapi kemarin mereka tampak seperti mencintai satu sama lain?."

"Itu yang harus dilakukan Mora, dan kami tak bisa menahannya." Balas Bella sambil menceritakan semua apa yang menjadi alasan Amora melangkah sejauh ini.

Pria tampan itu cukup terkejut dengan apa yang terjadi. "Kenapa papa tidak mengambil tindakan? dia berkuasa jika menghendaki."

"Adikmu yang memilih membalas pengkhianatan itu sendirian, Amora tak akan puas jika mereka tiba-tiba langsung masuk jeruji besi tanpa merasakan penderitaan bertahap terlebih dahulu."

"Memang merepotkan!." Dingin Kageo. "Sudah ada cara yang mudah tapi dia memilih menempatkan diri pada posisi yang rumit."

"Shutt! Amora berhak mengambil tindakan ini, jangan bicara seperti itu mama mau kalian akur." Ujar Bella menegaskan.

Tidak ada jawaban lagi dari Kageo, intinya ia tak suka dengan keputusan Amora namun bagaimana pun juga itu sudah terjadi tinggal menunggu hasil antara gagal dan berhasil.

Hari ini Kageo akan masuk ke perusahaan Anggara, sebagai investor saham terbesar ia memiliki peran penting pada perusahaan tersebut.

Untuk sementara Kageo akan bolak-balik Indonesia-Jepang, karena di Jepang juga ia punya tanggung jawab sebagai pemimpin perusahaan Matthew dan hobinya yang jarang diketahui orang, ia merupakan seorang detektif.

"Mama tahu ini sebuah keputusan yang cukup sulit, tapi mama berharap besar kamu pindah ke negara ini." Lirih Bella yang tak mau berjauhan dengan anak-anaknya.

Cup!

Kageo mencium kening mamanya. "Tak perlu khawatir jangan memikirkan apapun, ketika mama butuh aku akan tetap ada."

"Ya sudah, mama butuh cucu Geo!."

Raut wajah pria tampan itu seketika berubah, Kageo menggaruk kepala tak gatal. Sepertinya untuk yang satu itu cukup sulit. "Aku berangkat sekarang." Ujarnya mengalihkan pembicaraan.

"Hei!."

Anaknya berlalu pergi Bella hanya bisa menepuk jidat. "Kageo normal kan? kenapa dia di umurnya yang sekarang belum pernah membawa seorang wanita ke rumah?."

Cukup frustasi bagi Bella, banyak wanita dari setiap kalangan mendekatinya tapi dari sekian banyaknya wanita itu tak ada satupun yang bisa menggerakkan hati sosok Kageo Matthew.

..

Kantor 

Brak!!

Gebrakan meja terdengar begitu nyaring.

"Riana! Andre! dua bulan terakhir ini stabilitas perusahaan menurun!.." Murka salah satu jajaran direksi terhadap CEO Riana dan sekretarisnya Andre.

"Kepemimpinan yang lemah! masalah keuangan! dan bahkan namamu terseret pada penggelapan dana perusahaan."

Deg!

Riana yang mendengar itu tak terima, selama ini tidak ada orang yang tahu karena dirinya memegang posisi tertinggi setelah jajaran direksi. "Pak, saya rasa itu tak benar!."

"Jika kau tak mumpuni dalam kepemimpinan ini tolong lengser saja Riana, persaingan ketat dan stabilitas kita menurun, cukup menjadi jawaban bahwa kinerjamu ternyata berbeda jauh dengan Kaluna." Timpal dewan direksi, setelahnya ia berlalu pergi.

Kaluna (ibu kandung Amora)

"Aaarrgh!!." Teriak Riana sambil melemparkan barang-barang. "Sialan!."

"Kenapa jadi seperti ini Andre! kenapa bisa bocor penggelapan dananya?."

"Ma aku rasa kita tak harus menanyakan itu, kita harus berhenti sebelum semuanya terlambat." Lirih Andre yang merasa posisi mereka sedang terancam.

"Berhenti katamu? ini perusahaan mama! mama berhak atas semua keuntungan, dan kau cepat rebut akta pendirian perusahaan dari anak polos itu agar posisi mama lebih di pandang lagi karena hanya itu yang bisa membungkam semuanya!."

Andre terdiam ia sudah menggeledah rumah Amora tapi akta itu tak ditemukan. "Malam ini akan ku dapatkan!."

"Oke, mama pegang kata-katamu!." 

Andre juga punya rencana lain agar malam ini akta pendirian perusahaan jatuh ke tangannya dari Amora. Bagaimana pun caranya harus bisa!.

.

Bersambung

Terpopuler

Comments

yumna

yumna

eh andre apa mau apa.......?km g tau amora d lindungin kageo

2024-11-08

0

Cicih Sophiana

Cicih Sophiana

jgn sampai si Andre ngasih obat tidur buat Amora...

2024-11-08

0

yuning

yuning

tentang ma,cucumu akan lahir dari perut Amora 😁

2024-11-08

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!