Bab 19 - Kekeliruan

"Kenapa belum tidur?"

Suara Bibi Sarah membuyarkan lamunan Naomi, saat ini dia sedang duduk menyendiri di gazebo. Dia pun menggeleng sebagai jawaban.

"Bibi belum tidur?" ucap Naomi balik bertanya. Sekarang memang sudah jam 11 malam, tapi Naomi tidak bisa tidur, jadi dia memutuskan untuk melihat bulan yang sedang bersinar terang.

Bibi Sarah ikut duduk di samping Naomi, "Semakin bertambah usia, Bibi jadi sulit tidur."

Naomi tersenyum tipis dan memainkan jemarinya, biasanya setelah meminum teh chamomile dia akan tertidur pulas. Tapi untuk saat ini dia tidak menginginkannya, biarkan rasa kantuk menyerangnya sendiri.

"Kalian sedang ada masalah?" celetuk Bibi Sarah.

Naomi hanya diam mendengar pertanyaan itu. "Beberapa hari ini Bibi merasa ada yang berbeda dari kalian," jelas Bibi Sarah.

"Kalian" yang dimaksud Bibi Sarah tentu saja Gama dan Naomi. Sudah 3 hari sejak ajakan Gama ke kantor, pria itu sedikit menghindari Naomi.

Tidak ada sapaan selamat pagi, tidak ada perintah membuat teh, bahkan tidak ada obrolan di antara mereka.

"Bibi sudah mengenal Tuan Muda dari lahir. Saat melihat bagaimana perlakuan dia padamu, Bibi tau kau mempunyai tempat istimewa di hatinya."

Naomi menarik senyum sendu, dia memang tidak menolak semua perlakuan serta kebaikan Gama, tapi sebenarnya dia terus mewanti-wanti dirinya sendiri. Dia dan Gama sangat berbeda dari segala sisi.

"Aku tidak ingin berharap lebih, Bi," jawabnya.

Gama adalah pria yang sudah bertemu banyak wanita, dan semua wanita itu pasti bukan orang biasa. Gama juga suka berganti-ganti wanita, bisa saja dia hanya penasaran padanya.

"Tuan Gama memang suka berganti-ganti wanita, tapi setelah kedatanganmu, dia hampir tidak pernah membawa wanita pulang."

Memang benar, setelah Gama gencar mendekatinya, pria itu tidak pernah membawa wanita pulang. Pria itu lebih suka mengobrol atau menggodanya.

"Maka dari itu Bibi bertanya kalian sedang ada masalah atau tidak. Karena 3 hari ini Tuan muda kembali membawa pulang wanita yang berbeda-beda, " lanjut Bibi Sarah.

Hal itu jugalah yang membuat Naomi kembali berpikir. Gama adalah seseorang yang selalu mendapatkan kepuasan seksual, dia tau dari gosip yang ia dengar dari pelayan lain. Jika begitu, untuk apa dia membuang waktu untuk mendekatinya?

Dapat diambil kesimpulan jika Gama hanyalah penasaran sesaat padanya. Karena kata pria itu dia berbeda dari wanita lain, entah apa yang membedakan dia tidak tau.

"Bibi sangat senang saat Tuan muda mulai mendekatimu, karena hal itu dia menahan kebiasaan buruknya. Bibi sangat berharap padamu untuk bisa merubahnya menjadi lebih baik."

"Mungkin Bibi terdengar lancang karena mengatakan ini, tapi tidak ada yang bisa menghentikan tuan muda jika dia sudah menginginkan sesuatu, bahkan Tuan Bara sudah angkat tangan," jelas Bibi Sarah.

Naomi bimbang, dia bukanlah siapa-siapa. Tuan Bara yang notabennya adalah ayah biologis saja tidak mampu, apalagi dirinya.

Sifat seseorang itu sangat sulit untuk di rubah kecuali pribadi itu sendiri yang mau berubah.

"Aku tidak tau, Bi."

Bibi Sarah menatap Naomi teduh dan mengambil tangan Naomi untuk dia genggam. "Tuan muda hidup tanpa arahan Ibunya sejak kecil, Tuan Bara selalu sibuk dengan pekerjaannya. Mungkin hal itu yang membuat tuan muda seperti itu."

"Terima kasih, karena dirimu akhirnya Bibi bisa melihat senyum tuan muda lagi. Semua berkat dirimu," tambahnya diiringi senyum teduh.

Rasa bersalah seketika menghampiri Naomi, besok dia akan meminta maaf pada Tuan Gama atas ucapannya hari itu.

"Tidak perlu berterima kasih, Bi. Besok aku akan berbicara dengan Tuan Gama," ucapnya yakin.

Bibi Sarah tersenyum dan menepuk pelan punggung tangan Naomi. "Bibi lebih suka jika kau memanggil Tuan muda dengan sebutan "Mas"," goda Bibi Sarah.

Tanpa keduanya sadari, Gama sudah memperhatikan Naomi dari balkon kamar sejak wanita itu duduk di gazebo sendiri. Dia ingin menghampiri tapi rasa gengsinya lebih besar.

Dia memang kembali membawa wanita pulang dan tidur di kamarnya, tapi dia sama sekali tidak menyentuh wanita-wanita itu. Dia memberikan minuman yang sudah di campur dengan obat tidur agar wanita-wanita itu tidak menganggunya.

Dia melakukan semua itu hanya untuk membuat Naomi cemburu. Memang di luar nalar pemikiran seorang Gama Maharaja ini.

...****************...

Seperti yang sudah diniatkan Naomi semalam, dia akan meminta maaf pada Gama hari ini. Jadi setelah menyiapkan pakaian kerja, dia akan menunggu tuan mudanya itu hingga bangun.

Yang tidak dia sadari selama 3 hari adalah, setiap paginya Gama tidak ada di atas kasurnya. Selama ini Naomi memang tidak pernah melihat ke arah kasur dan berjalan langsung ke tempat pakaian, karena ia tau jika ada seorang wanita di sana.

Tapi pagi ini Naomi memberanikan diri untuk melihat ke atas kasur, dan di sana hanya ada seorang wanita yang masih tertidur pulas. Tidak ada Gama di sampingnya, begitupun dengan kamar mandi yang tidak ada suara gemericik air.

Naomi bingung, kemana perginya tuan mudanya sepagi ini?

Tak ingin memusingkan hal itu, dia segera menyiapkan pakaian Gama dan keluar dari kamar tersebut. Tapi saat ia akan menuruni tangga, dia mendengar suara pintu terbuka. Saat ia menoleh, dia melihat Gama yang keluar dari ruang kerja dengan muka bantalnya.

Dia tidur di ruang kerja? batinnya.

Gama masih belum menyadari kehadirannya, sedangkan Naomi sendiri menelan ludahnya kasar. Haruskah ia menghampiri tuan mudanya sekarang?

"Tuan," panggilnya dengan gugup.

Gama yang baru menutup pintu menoleh cepat, dia mengerjabkan matanya berulang kali untuk memastikan jika wanita yang berdiri di depannya benar-benar wanita yang membuatnya seperti ini.

Melihat Gama yang tidak bergerak di tempatnya, Naomi segera menghampirinya. "Tuan tidur di ruang kerja?" tanyanya dengan raut khawatir.

Ruang kerja Gama hanya ada meja, kursi, rak penyimpanan serta sofa yang tidak terlalu besar ukurannya. Jika Gama tidur di ruang kerja, lalu di mana pria itu berbaring?

Setelah nyawa Gama benar-benar terkumpul semua, dia kembali membuka pintu ruang kerjanya dan menarik Naomi untuk masuk ke dalam.

Dia tidak bisa lagi menahan semua ini.

Bersambung

Terima kasih sudah membaca 🤗

Episodes
1 Bab 1 - Suami yang tega menjual istrinya sendiri
2 Bab 2 - Kediaman Bara Maharaja
3 Bab 3 - Tuan Muda Maharaja
4 Bab 4 - Teh Chamomile
5 Bab 5 - Kolam renang
6 Bab 6 - Pelajaran untuk Clara
7 Bab 7 - Kamar Gama
8 Bab 8 - Jam tangan
9 Bab 9 - Secangkir teh dan obrolan tengah malam
10 Bab 10 - Sifat asli
11 Bab 11 - Makan malam dan taman
12 Bab 12 - Pertemuan
13 Bab 13 - Pertikaian
14 Bab 14 - Tamu
15 Bab 15 - Sebuah ungkapan
16 Bab 16 - Teh Chamomile 2
17 Bab 17 - Tidak tahan
18 Bab 18 - Ajakan ke kantor
19 Bab 19 - Kekeliruan
20 Bab 20 - Baikan
21 Bab 21 - Sakit
22 Bab 22 - Kantor
23 Bab 23 - Kejadian di ruangan Gama
24 Bab 24 - Tidur di kamar yang sama
25 Bab 25 - Cerita masa lalu dan panggilan video
26 Bab 26 - Keraguan yang mendalam
27 Bab 27 - "Kau percaya aku menyukaimu?"
28 Bab 28 - Datangnya pelayan baru
29 Bab 29 - "Hanya ingin"
30 Bab 30 - Mas dan Adek
31 Bab 31 - "Dia kekasih saya"
32 Bab 32 - Trending 1
33 Bab 33 - Ungkapan yang tidak direncanakan
34 Bab 34 - Terlalu takut
35 Bab 35 - Memikirkan apa yang perlu dipikirkan
36 Bab 36 - Sebuah penawaran
37 Bab 37 - Apa yang akan kau lakukan untuk melindungiku?
38 Bab 38 - Penjelasan tentang Kakak dan Adik
39 Bab 39 - "Demi kebaikan kita"
40 Bab 40 - Sama-sama gila
41 Bab 41 - Taman Bermain
42 Bab 42 - Kisah lama yang terulang kembali
43 Bab 43 - Hadiah : Semoga kau selalu mengingatku
44 Bab 44 - Tempat baru
45 Bab 45 - Perubahan
46 Bab 46 - Bertemu
47 Bab 47 - Mengikis rasa "dingin"
48 Bab 48 - Tidak ada yang perlu ditakutkan
49 Bab 49 - Lega
50 Bab 50 - Mari hidup dengan bahagia
51 Bab 51 - Terima kasih sudah menerimaku dengan baik
52 Bab 52 - Berita hangat
53 Bab 53 - H-1 Pernikahan
54 Bab 54 - Semuanya akan baik-baik saja
55 Bab 55 - SAH
56 Bab 56 - Melayang di atas awan
57 Bab 57 - Honeymoon
58 Bab 58 - Oleh-oleh
59 Bab 59 - Layaknya kucing yang diberikan ikan asin
60 Bab 60 - Pemeriksaan
61 Bab 61 - Kebahagiaan itu nyata (END)
62 Cerita baru - Bukan pilihan gila
Episodes

Updated 62 Episodes

1
Bab 1 - Suami yang tega menjual istrinya sendiri
2
Bab 2 - Kediaman Bara Maharaja
3
Bab 3 - Tuan Muda Maharaja
4
Bab 4 - Teh Chamomile
5
Bab 5 - Kolam renang
6
Bab 6 - Pelajaran untuk Clara
7
Bab 7 - Kamar Gama
8
Bab 8 - Jam tangan
9
Bab 9 - Secangkir teh dan obrolan tengah malam
10
Bab 10 - Sifat asli
11
Bab 11 - Makan malam dan taman
12
Bab 12 - Pertemuan
13
Bab 13 - Pertikaian
14
Bab 14 - Tamu
15
Bab 15 - Sebuah ungkapan
16
Bab 16 - Teh Chamomile 2
17
Bab 17 - Tidak tahan
18
Bab 18 - Ajakan ke kantor
19
Bab 19 - Kekeliruan
20
Bab 20 - Baikan
21
Bab 21 - Sakit
22
Bab 22 - Kantor
23
Bab 23 - Kejadian di ruangan Gama
24
Bab 24 - Tidur di kamar yang sama
25
Bab 25 - Cerita masa lalu dan panggilan video
26
Bab 26 - Keraguan yang mendalam
27
Bab 27 - "Kau percaya aku menyukaimu?"
28
Bab 28 - Datangnya pelayan baru
29
Bab 29 - "Hanya ingin"
30
Bab 30 - Mas dan Adek
31
Bab 31 - "Dia kekasih saya"
32
Bab 32 - Trending 1
33
Bab 33 - Ungkapan yang tidak direncanakan
34
Bab 34 - Terlalu takut
35
Bab 35 - Memikirkan apa yang perlu dipikirkan
36
Bab 36 - Sebuah penawaran
37
Bab 37 - Apa yang akan kau lakukan untuk melindungiku?
38
Bab 38 - Penjelasan tentang Kakak dan Adik
39
Bab 39 - "Demi kebaikan kita"
40
Bab 40 - Sama-sama gila
41
Bab 41 - Taman Bermain
42
Bab 42 - Kisah lama yang terulang kembali
43
Bab 43 - Hadiah : Semoga kau selalu mengingatku
44
Bab 44 - Tempat baru
45
Bab 45 - Perubahan
46
Bab 46 - Bertemu
47
Bab 47 - Mengikis rasa "dingin"
48
Bab 48 - Tidak ada yang perlu ditakutkan
49
Bab 49 - Lega
50
Bab 50 - Mari hidup dengan bahagia
51
Bab 51 - Terima kasih sudah menerimaku dengan baik
52
Bab 52 - Berita hangat
53
Bab 53 - H-1 Pernikahan
54
Bab 54 - Semuanya akan baik-baik saja
55
Bab 55 - SAH
56
Bab 56 - Melayang di atas awan
57
Bab 57 - Honeymoon
58
Bab 58 - Oleh-oleh
59
Bab 59 - Layaknya kucing yang diberikan ikan asin
60
Bab 60 - Pemeriksaan
61
Bab 61 - Kebahagiaan itu nyata (END)
62
Cerita baru - Bukan pilihan gila

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!