Bab 9 - Secangkir teh dan obrolan tengah malam

"Tidak perlu dipikirkan. Aku tau kau tidak mengambilnya."

Naomi hanya diam mendengar ucapan Gama yang terdengar tengah menyemangatinya. "Aku tau kau bukan wanita seperti itu," tambah pria itu.

Seperti malam-malam sebelumnya, mereka akan mengobrol bersama di temani secangkir teh saat tengah malam.

"Apa yang membuat tuan yakin? Semua orang percaya aku mencurinya, kenapa tuan tidak? Kita bahkan belum lama kenal."

Hah!

Gama menghela napas dan menyandarkan punggungnya di kursi, "Hanya yakin," balasnya dengan singkat.

"Saat pertama kali melihatmu, aku yakin kau tidak seperti wanita-wanita yang aku kenal sebelumnya," jelasnya.

Gama belum pernah jatuh cinta, dia tidak pernah berkencan dengan siapapun. Hubungannya dengan banyak wanita hanyalah tentang urusan ranjang, tidak lebih.

Banyak dari partner ranjangnya yang menyatakan perasaan padanya, dan semuanya ia tolak mentah-mentah. Dia tidak pernah mencari wanita untuk ditiduri, semuanya menyerahkan diri dengan suka rela padanya.

Jika boleh jujur, saat ini ia tertarik dengan pelayannya sendiri.

Naomi tersenyum tipis mendengarnya, "Terima kasih karena sudah mempercayai orang rendahan ini," ucapnya dengan tulus.

Gama berdecih pelan dan meniup tehnya sebelum ia minum. Kakinya menyilang menyamping, tatapan matanya mengarah pada Naomi yang menunduk dengan dua tangan yang memegang cangkir teh.

"Aku ingin mendengar ceritamu," celetuk Gama.

Naomi mendongak dan menatap tuan mudanya dengan bingung. "Ceritaku? Cerita apa?" balasnya.

"Cerita kenapa kau bisa menikah dengan si brengsek itu," jawab Gama. Dia seolah-olah lupa, bahwa dia juga termasuk kategori pria brengsek seperti yang ia ucapkan sendiri.

"Kecelakaan," balas Naomi singkat. Gama tidak bodoh untuk tidak memahami apa yang wanita di depannya ucapkan.

"Sayangnya alasan yang membuat kami harus menikah pergi lebih dulu," lanjut Naomi dengan suara kecil.

Gama mengerutkan keningnya, "Maksudmu?"

Tatapan Naomi berubah sendu, "Saat usia kandunganku berusia 5 bulan, saya terpeleset dan keguguran."

Seperti mengorek luka lama, Naomi kembali merasa bersalah pada calon anaknya yang tidak bisa melihat dunia karena kecerobohannya.

Saat itu umurnya masih sangat muda, di saat teman-temannya bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, ia hanya bisa berdiam diri di rumah. Usaha dari ibunya yang menyekolahkannya terbuang sia-sia.

Aryo juga putus sekolah, pria itu juga bukan dari kalangan orang berada. Dia hanya bisa bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan Naomi yang menjadi tanggung jawabnya.

"Maaf."

Naomi menggeleng dan tersenyum tipis, "Tidak perlu meminta maaf, lagipula itu sudah menjadi bagian dari masa lalu."

"Jadi kau tidak tau dijadikan jaminan hutang olehnya?" tanya Gama lagi. Dia benar-benar tertarik dengan kehidupan Naomi.

Sekali lagi Naomi menggeleng, "Kehidupan kami memang di bawah rata-rata, kebutuhan membengkak karena harga yang terus naik, tapi dia tidak pernah berbicara masalah hutang ini," jelasnya.

"Bahkan dia memiliki wanita lain di belakangku hingga memiliki anak, selama ini aku seperti keledai dungu."

Dalam beberapa kasus banyak alasan yang menjadikan nikah muda berakhir dengan perceraian, apalagi yang menikah karena hamil di luar pernikahan.

Kesiapan mental dan ekonomi harus benar-benar di pikirkan sebelum melangsungkan pernikahan.

Pernikahan bukan hanya tentang cinta, tetapi bagaimana kita akan menjalani kehidupan yang berbeda, menyatukan dua orang yang memiliki sifat berbeda. Belum lagi masalah ekonomi yang harus di pikirkan kedepannya.

Dalam kasus Naomi, dia belum memiliki keduanya, mentalnya belum siap, apalagi ekonomi. Dia hanya anak berusia 17 tahun yang dengan paksa harus terikat benang pernikahan.

Tapi yang sangat miris adalah, sang suami yang dia anggap mencintainya justru tega menjualnya. Mungkin ini karma dari Tuhan karena tidak menuruti ucapan Ibunya dulu.

Ibu Naomi sudah meninggal dunia 3 tahun lalu, sedangkan Ayahnya sudah meninggal saat ia duduk di kelas 4 sekolah dasar.

"Kau ingin aku memberikan pelajaran padanya?" celetuk Gama.

"Tidak perlu, saya sudah tidak ingin berurusan dengannya. Biarkan dia menikmati hidupnya saat ini sebelum karma menjemputnya," balas Naomi.

Tanpa wanita itu ketahui, Aryo selalu datang setiap minggu ke kediaman Maharaja. Pria itu selalu menanyakan keberadaan Naomi, tapi satpam selalu mengusirnya.

Setelah mendengar kisah Naomi, Gama bertekad untuk memberikan kebahagian kepada wanita itu. Dia memang pria brengsek, tapi dia memiliki komitmen bahwa ia tidak akan menyakiti siapapun wanita yang akan menjadi jodohnya sehidup semati.

Ini mungkin terdengar aneh, tapi dia ingin berterima kasih kepada mantan suami Naomi yang sudah membuat pilihan tersebut.

Karena dengan begitu, ia bisa bertemu dan mengenal wanita seperti Naomi. Wanita yang berhasil menarik perhatiannya di saat pertemuan pertama mereka.

"Sudah semakin larut, kau pergilah tidur dulu," perintah Gama. Jam memang sudah menunjukkan pukul 1 malam, tak terasa mereka sudah berbincang selama 2 jam.

Naomi segera menghabiskan tehnya yang sudah dingin, "Saya akan mencuci cangkirnya dulu sebelum tidur," balasnya.

Dia berdiri dan mengambil cangkir teh milik Gama yang sudah habis lebih dulu, "Selamat malam Tuan Gama, senang bisa mengobrol dengan anda," ucapnya diiringi senyum tipis.

Gama mengangguk, "Selamat malam, semoga mimpi indah."

Naomi menuju dapur untuk mencuci cangkir kosong, sedangkan Gama melangkah menuju kamarnya dengan senyum tipis yang menghiasi wajahnya.

Tak berbeda dengan Gama, Naomi juga tersenyum lega. Mungkin jika ada pelayan lain yang memergokinya, dia akan di rundung lagi.

Mengobrol dengan tuan mudanya, membuat perasaanya membaik. Tidak ada yang bisa ia ajak mengobrol di sini, meskipun masih ada Bibi Sarah yang baik padanya, ia merasa tidak enak hati.

Katakanlah dia tidak tau diri, tapi dia juga butuh menyalurkan apa yang ia rasakan selama ini.

Bersambung

Terima kasih sudah membaca 🤗

Episodes
1 Bab 1 - Suami yang tega menjual istrinya sendiri
2 Bab 2 - Kediaman Bara Maharaja
3 Bab 3 - Tuan Muda Maharaja
4 Bab 4 - Teh Chamomile
5 Bab 5 - Kolam renang
6 Bab 6 - Pelajaran untuk Clara
7 Bab 7 - Kamar Gama
8 Bab 8 - Jam tangan
9 Bab 9 - Secangkir teh dan obrolan tengah malam
10 Bab 10 - Sifat asli
11 Bab 11 - Makan malam dan taman
12 Bab 12 - Pertemuan
13 Bab 13 - Pertikaian
14 Bab 14 - Tamu
15 Bab 15 - Sebuah ungkapan
16 Bab 16 - Teh Chamomile 2
17 Bab 17 - Tidak tahan
18 Bab 18 - Ajakan ke kantor
19 Bab 19 - Kekeliruan
20 Bab 20 - Baikan
21 Bab 21 - Sakit
22 Bab 22 - Kantor
23 Bab 23 - Kejadian di ruangan Gama
24 Bab 24 - Tidur di kamar yang sama
25 Bab 25 - Cerita masa lalu dan panggilan video
26 Bab 26 - Keraguan yang mendalam
27 Bab 27 - "Kau percaya aku menyukaimu?"
28 Bab 28 - Datangnya pelayan baru
29 Bab 29 - "Hanya ingin"
30 Bab 30 - Mas dan Adek
31 Bab 31 - "Dia kekasih saya"
32 Bab 32 - Trending 1
33 Bab 33 - Ungkapan yang tidak direncanakan
34 Bab 34 - Terlalu takut
35 Bab 35 - Memikirkan apa yang perlu dipikirkan
36 Bab 36 - Sebuah penawaran
37 Bab 37 - Apa yang akan kau lakukan untuk melindungiku?
38 Bab 38 - Penjelasan tentang Kakak dan Adik
39 Bab 39 - "Demi kebaikan kita"
40 Bab 40 - Sama-sama gila
41 Bab 41 - Taman Bermain
42 Bab 42 - Kisah lama yang terulang kembali
43 Bab 43 - Hadiah : Semoga kau selalu mengingatku
44 Bab 44 - Tempat baru
45 Bab 45 - Perubahan
46 Bab 46 - Bertemu
47 Bab 47 - Mengikis rasa "dingin"
48 Bab 48 - Tidak ada yang perlu ditakutkan
49 Bab 49 - Lega
50 Bab 50 - Mari hidup dengan bahagia
51 Bab 51 - Terima kasih sudah menerimaku dengan baik
52 Bab 52 - Berita hangat
53 Bab 53 - H-1 Pernikahan
54 Bab 54 - Semuanya akan baik-baik saja
55 Bab 55 - SAH
56 Bab 56 - Melayang di atas awan
57 Bab 57 - Honeymoon
58 Bab 58 - Oleh-oleh
59 Bab 59 - Layaknya kucing yang diberikan ikan asin
60 Bab 60 - Pemeriksaan
61 Bab 61 - Kebahagiaan itu nyata (END)
62 Cerita baru - Bukan pilihan gila
Episodes

Updated 62 Episodes

1
Bab 1 - Suami yang tega menjual istrinya sendiri
2
Bab 2 - Kediaman Bara Maharaja
3
Bab 3 - Tuan Muda Maharaja
4
Bab 4 - Teh Chamomile
5
Bab 5 - Kolam renang
6
Bab 6 - Pelajaran untuk Clara
7
Bab 7 - Kamar Gama
8
Bab 8 - Jam tangan
9
Bab 9 - Secangkir teh dan obrolan tengah malam
10
Bab 10 - Sifat asli
11
Bab 11 - Makan malam dan taman
12
Bab 12 - Pertemuan
13
Bab 13 - Pertikaian
14
Bab 14 - Tamu
15
Bab 15 - Sebuah ungkapan
16
Bab 16 - Teh Chamomile 2
17
Bab 17 - Tidak tahan
18
Bab 18 - Ajakan ke kantor
19
Bab 19 - Kekeliruan
20
Bab 20 - Baikan
21
Bab 21 - Sakit
22
Bab 22 - Kantor
23
Bab 23 - Kejadian di ruangan Gama
24
Bab 24 - Tidur di kamar yang sama
25
Bab 25 - Cerita masa lalu dan panggilan video
26
Bab 26 - Keraguan yang mendalam
27
Bab 27 - "Kau percaya aku menyukaimu?"
28
Bab 28 - Datangnya pelayan baru
29
Bab 29 - "Hanya ingin"
30
Bab 30 - Mas dan Adek
31
Bab 31 - "Dia kekasih saya"
32
Bab 32 - Trending 1
33
Bab 33 - Ungkapan yang tidak direncanakan
34
Bab 34 - Terlalu takut
35
Bab 35 - Memikirkan apa yang perlu dipikirkan
36
Bab 36 - Sebuah penawaran
37
Bab 37 - Apa yang akan kau lakukan untuk melindungiku?
38
Bab 38 - Penjelasan tentang Kakak dan Adik
39
Bab 39 - "Demi kebaikan kita"
40
Bab 40 - Sama-sama gila
41
Bab 41 - Taman Bermain
42
Bab 42 - Kisah lama yang terulang kembali
43
Bab 43 - Hadiah : Semoga kau selalu mengingatku
44
Bab 44 - Tempat baru
45
Bab 45 - Perubahan
46
Bab 46 - Bertemu
47
Bab 47 - Mengikis rasa "dingin"
48
Bab 48 - Tidak ada yang perlu ditakutkan
49
Bab 49 - Lega
50
Bab 50 - Mari hidup dengan bahagia
51
Bab 51 - Terima kasih sudah menerimaku dengan baik
52
Bab 52 - Berita hangat
53
Bab 53 - H-1 Pernikahan
54
Bab 54 - Semuanya akan baik-baik saja
55
Bab 55 - SAH
56
Bab 56 - Melayang di atas awan
57
Bab 57 - Honeymoon
58
Bab 58 - Oleh-oleh
59
Bab 59 - Layaknya kucing yang diberikan ikan asin
60
Bab 60 - Pemeriksaan
61
Bab 61 - Kebahagiaan itu nyata (END)
62
Cerita baru - Bukan pilihan gila

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!