Kuras isi ATM ini !

"Sudah merasa lebih baik?"

Pria yang sedari tadi mendekap Kalila dengan penuh kesabaran itu kini mulai bertanya dengan nada pelan. Hampir setengah jam Kalila menangis dalam pelukannya. Ia takut, wanita itu akan mengalami dehidrasi.

"Mau minum?" ia bertanya lagi saat Kalila akhirnya mengurai pelukan mereka.

"Boleh," angguk Kalila.

"Sebentar!" Kalandra berdiri. Bergerak mengisi gelas kaca dengan air minum kemudian memberinya untuk Kalila.

"Terimakasih," ucap Kalila dengan senyuman. Diteguknya air putih itu hingga benar-benar tandas tak bersisa.

"Sekarang, bisa kamu cerita, apa yang sebenarnya terjadi, Kalila?"

"Firman selingkuh."

Jawaban Kalila membuat Kalandra sejenak mematung. Tanpa sadar, telapak tangan pria itu mengepal dengan sangat erat.

"Dia berani mengkhianati kamu?"

"Iya. Aku sendiri yang memergoki pria berengsek itu tadi pagi, Bang." Kalila tersenyum miris.

"Sudah, jangan menangis lagi!" Kalandra mengusap puncak kepala wanita itu. "Kamu sudah di sini. Itu artinya, kamu sudah siap untuk melepaskan laki-laki itu, kan?"

"Iya, Bang," angguk Kalila. "Lila sudah siap. Lila akan menceraikan laki-laki pengkhianat itu!"

"Bagus! Abang dukung keputusan kamu."

"Kak..." lirih Kalila pelan.

"Ada apa? Apa kamu butuh sesuatu yang lain?"

"Maaf!" ucap Kalila. "Maaf, karena sudah mengecewakan dan menyakiti hati Abang. Lila menyesal. Andai waktu itu Lila mendengarkan peringatan dari Abang, nggak mungkin hal seperti ini bakalan terjadi."

"Sudah. Nggak ada gunanya kamu menyesal. Yang sudah terjadi, biarkan saja berlalu. Sekarang, yang lebih penting adalah menata kembali hati kamu. Jangan buang-buang waktu dengan menyesali sesuatu yang tidak bisa kita putar ulang kembali. Sia-sia, Kalila!"

"Padahal... Abang keluarga satu-satunya yang Lila miliki. Tapi, bisa-bisanya Lila malah ninggalin Abang dan memilih untuk bersama pria berengsek macam Firman."

Mendengar itu, Kalandra hanya tersenyum kecil. Ya, dulu hatinya pernah sangat sakit karena adiknya lebih memilih lelaki yang baru ia kenal dibanding dirinya yang merupakan kakak kandung Kalila.

Namun, seiring waktu, kesibukan yang Kalandra miliki perlahan membuat dia belajar ikhlas tentang menghormati keputusan sang adik.

Kalandra menyingkir. Mencoba menepi dan menepati janji untuk tidak muncul dihadapan sang adik lagi usai mengucapkan sebuah taruhan yang malah disetujui tanpa pikir panjang oleh sang adik lima tahun yang lalu.

"Aku cinta sama Mas Firman, Bang! Dia satu-satunya lelaki yang bisa bikin aku ngerasa hidup dan nggak kesepian. Bersama dia, Lila pasti bisa bahagia."

Lima tahun yang lalu, Kalila memohon restu kepada kakak kandungnya Kalandra untuk menikahi Firman. Sayang, Kalandra menolak mentah-mentah permintaan sang adik.

"Sampai mati pun, restu Abang tidak akan pernah kamu dapatkan," ucap Kalandra dengan penuh penekanan.

"Kenapa, Bang? Tolong kasih aku alasan yang logis!"

"Dia tidak sepadan dengan keluarga kita, Kalila!"

"Mas Firman pria yang baik. Dia pantas berada di keluarga kita."

Kalandra mendengkus kasar. Adiknya yang sedang jatuh cinta benar-benar susah untuk dinasehati.

"Ini yang bikin aku malas punya adik perempuan. Selalu mengedepankan perasaan dibanding logika!" ucap Kalandra frustasi. "Orang miskin yang tiba-tiba diberi kemewahan suatu saat pasti akan langsung lupa diri, Kalila. Awalnya, mereka akan berpura-pura menerima semuanya dengan penuh rasa syukur dan terimakasih. Tapi, semakin hari, mereka justru akan menginginkan hal yang lebih lagi. hingga akhirnya, mereka berhasil menggerogoti dan mencuri semua hal yang kita miliki."

"Mas Firman orang baik. Mana mungkin dia seperti itu."

"Kamu terlalu dibutakan cinta, Kalila. Apa kamu mau, seluruh harta kita direbut oleh pengemis yang kamu pungut dari jalanan itu?" tanya Kalandra dengan nada meninggi.

"Mas Firman bukan pengemis."

"Ya, dia pengemis."

Keduanya saling bertatapan dengan sangat sengit. Ego keduanya sama-sama tinggi. Tak ada yang mau mengalah.

"Kalau Abang terlalu takut harta Abang akan dirampas, ya sudah..." Kalila menjeda kalimatnya. "Abang boleh ambil semua harta yang orangtua kita tinggalkan. Abang nggak usah peduliin aku. Nikmati aja semua harta itu sendirian!" lanjutnya penuh penekanan.

"Abang tidak seserakah itu, Kalila!" geleng Kalandra. "Bagianmu akan tetap Abang jaga. Tapi, kamu hanya boleh menikmatinya setelah berhasil membuktikan bahwa lelaki pengemis itu bukanlah pria matre. Pergilah! Hiduplah dengan dia tanpa sokongan dana dari keluarga kita! Lagian, Abang juga penasaran, bagaimana reaksi pengemis itu jika dia tahu bahwa kamu ternyata tak punya apa-apa untuk dia manfaatkan."

"Oke. Lila akan keluar dari rumah ini!" angguk Kalila.

"Jangan lupa! Kamu juga tidak boleh membawa-bawa nama keluarga kita dimana pun kamu berada! Hiduplah sebagai orang baru tanpa bayang-bayang nama Hardian dibelakang nama kamu. Mengerti?"

"Oke. Lila akan lakukan semua yang Abang minta. Tapi, Lila punya satu pertanyaan."

Kalandra terdiam, menunggu lanjutan kalimat dari mulut sang adik.

"Apa yang akan Lila dapatkan jika Lila berhasil membuktikan bahwa Mas Firman bukanlah orang serakah dan jahat?"

"Ambil sepuluh persen saham milikku!" ucap Kalandra tanpa berpikir panjang.

"Oke, aku setuju."

"Jangkanya sepuluh tahun, Kalila. Jika kau berhasil membuktikan bahwa Firman adalah pria baik-baik yang tidak haus akan harta dalam waktu sepuluh tahun, maka sepuluh persen sahamku akan benar-benar jadi milikmu."

"Baik. Aku akan pastikan kalau Abang benar-benar salah dalam menilai Mas Firman."

"Sebaliknya, jika kamu yang kalah, maka Abang berhak mendapatkan lima persen saham milik kamu. Bagaimana?"

"Oke," angguk Kalila. "Aku bakal buktiin kalau tuduhan Abang ke Mas Firman adalah salah. Dan, mulai hari ini, Lila akan pergi dari rumah ini. Lila janji, Lila nggak akan menemui Abang sampai sepuluh tahun ke depan. Selamat tinggal! Semoga Abang betah hidup kesepian untuk selamanya."

Kata-kata itu sungguh menyakitkan hati Kalandra. Ia tak pernah mengira bahwa jatuh cinta akan membuat adiknya buta sampai-sampai tak bisa membedakan mana pria baik dan mana pria yang buruk.

Selang beberapa detik, Kalila berbalik. Ia benar-benar pergi meninggalkan Kalandra yang seketika ambruk dan jatuh terduduk di lantai.

Ia telah merawat Kalila sendirian selama tujuh belas tahun terakhir. Masa mudanya benar-benar ia habiskan hanya demi menemani tumbuh kembali Kalila. Dan, kini saat Kalila telah dewasa, Kalila malah pergi bersama lelaki lain tanpa pernah berpikir dua kali.

"Semoga kamu bahagia, Lila! Abang benar-benar berharap bahwa penilaian Abanglah yang salah."

*

"Abang?"

Suara Kalila membuyarkan lamunan Kalandra tentang masa lalu.

"Ya, ada apa?"

"Abang dengar, apa yang Lila bilang tadi?"

"Ya, Abang dengar, kok."

"Bang... Sekali lagi, maaf!"

"It's oke, Lila! Abang paham, kalau saat itu kamu masih sangat muda. Emosi kamu masih labil. Wajar, kalau kamu melakukan kesalahan."

Mata Kalila kembali meneteskan air mata. Buru-buru, wanita itu menghapusnya dengan telapak tangan.

"Jadi, kapan kamu akan menggugat cerai pengemis itu, Lila?"

"Nanti, Bang. Tunggu sampai aku puas bermain-main dengan dia dan keluarganya."

"Kamu punya rencana apa?"

Kalila menyeringai sinis. "Aku ingin bersenang-senang dulu dengan mereka, Bang. Aku ingin sekali melihat mereka menangis darah. Dan, untuk itu... aku butuh bantuan Abang."

"Apa yang bisa Abang bantu?"

"Kuras habis isi ATM ini!" ucap Kalila seraya mengeluarkan dua lembar kartu ATM dari dalam dompet pria yang sempat ia curi sebelum pergi.

Ya, itu memang dompet milik Firman.

"Masalah gampang. Biar Abang yang lakukan." Kalandra turut tersenyum sinis.

Terpopuler

Comments

Lisa Icha

Lisa Icha

bagus Kalila kuras habis biar miskin si brengswk Firman ma keluarga nya

2025-03-21

0

Maria Magdalena Indarti

Maria Magdalena Indarti

mantap. jadikan keluarga tosix kismin kembali

2025-03-07

1

3sna

3sna

baru bang ini udh kk gk konsist di othornya

2025-03-26

0

lihat semua
Episodes
1 Awal
2 Memergoki
3 Pelajaran pertama
4 Rancangan balas dendam
5 Adik kecil
6 Kuras isi ATM ini !
7 Dulu dan sekarang
8 Amarah Kalandra
9 Tuduhan
10 Kalila mengamuk
11 Kelakuan si miskin
12 Surat perjanjian
13 Rasa kehilangan
14 Firman pusing
15 Pasti bisa!
16 Cemburu si pelakor
17 Dimana uangku?
18 Shopping
19 Jendral
20 Fitnah teman kantor
21 Rencana Firman dan Fika
22 Gagal
23 Salah satunya?
24 Menginginkan Kalila
25 Masuk jebakan
26 Jendral yang mana?
27 Siapa Kalandra Hardian?
28 Perubahan rencana Kalila
29 Meminta perhiasan kembali
30 Harapan Firman
31 Menantang cerai
32 Alasan mempertahankan Kalila
33 Senjata baru
34 Ada rahasia?
35 Kebakaran
36 Meminjam kembali
37 Berusaha menghasut
38 Zonk
39 Ancaman Firman
40 Bukan Kakak kandung Kalila?
41 Talak aku!
42 Rencana selanjutnya
43 Vivi si manipulatif
44 Dugaan perselingkuhan
45 Rekaman video
46 Tuntutan di persidangan nanti
47 Pembalasan untuk Sindi bag. 1
48 Pembalasan untuk Sindi bag. 2
49 Percaya diri
50 Tak mau membantu
51 Tanah harapan terakhir
52 Ditagih hutang
53 Permintaan Firman
54 Main keroyokan
55 Masukan sesat
56 Selingkuh yang sebenarnya
57 Talak untuk istri kedua
58 Siapa!?
59 Tamu
60 Toko milikku
61 Keadaan Bu Midah
62 Fika dan misinya
63 Jadi makmum saya, mau?
64 Kehadiran Fika
65 Firman pasrah
66 Mendatangi Firman
67 Video yang hilang
68 Dadakan
69 Aku... kangen
70 Modus
71 Penyelamat
72 Selingkuhan yang lain
73 Klarifikasi
74 Mendatangi Lia
75 Nasib Firman
76 Lumpuh
77 menghadapi kenyataan
78 Rekomendasi Kalila
79 Diandra menang
80 Siapa yang ganteng?
81 Saat jatuh
82 Dijenguk Kalila
83 Pertengkaran
84 Memangnya, bisa apa?
85 Aksi Riko
86 Fika ikut-ikutan
87 Istri harus patuh!
88 Jebakan Jendral
89 Kebangkitan Diandra
90 Rapat keluarga Jendral
91 Sebuah pilihan
92 Diusir?
93 Hari terburuk Firman
94 Ingin bantuan Kalila
95 Mau jadi menantu Tante?
96 Bertemu mereka lagi
97 Mengerjai mereka
98 Menyiksa mertua
99 Keluar dari rumah
100 Benalu di rumah Vivi
101 Obat
102 Tekad Firman
103 Gagal traktir
104 Dua wanita
105 Kembali teringat mantan
106 Riko ketahuan selingkuh
107 Inikah rasanya?
108 Kedatangan Tamu
109 Izinkan!
110 Ayo, klarifikasi!
111 Ketakutan
112 Jadi pengemis
113 Perlawanan Fika
114 Kehilangan akal sehat
115 Mengusir anak-anak
116 Ancaman untuk pasangan selingkuh
117 Permintaan Kakak
118 Hasil ngemis
119 Menjelang akad
120 Misi menjodohkan Kalandra
121 Ketiban sialnya saja
122 Terpaksa memilih
123 Fika pergi
124 Mencari tumpangan
125 Bukan perkara sepele
126 Ipar
127 Dihina ternyata menyakitkan
128 Firman pergi
129 Mulai dari awal
130 Kehidupan Riko
131 Harus kemana?
132 Babak bahagia
133 Percaya diri Riko
134 Ingin cerai saja
135 Mengusir mereka
136 Tidak diakui
137 Bukan anakku?
138 Hasil test DNA
139 Merebut segalanya
140 Kena tipu
141 Menolak membantu
142 Ending
Episodes

Updated 142 Episodes

1
Awal
2
Memergoki
3
Pelajaran pertama
4
Rancangan balas dendam
5
Adik kecil
6
Kuras isi ATM ini !
7
Dulu dan sekarang
8
Amarah Kalandra
9
Tuduhan
10
Kalila mengamuk
11
Kelakuan si miskin
12
Surat perjanjian
13
Rasa kehilangan
14
Firman pusing
15
Pasti bisa!
16
Cemburu si pelakor
17
Dimana uangku?
18
Shopping
19
Jendral
20
Fitnah teman kantor
21
Rencana Firman dan Fika
22
Gagal
23
Salah satunya?
24
Menginginkan Kalila
25
Masuk jebakan
26
Jendral yang mana?
27
Siapa Kalandra Hardian?
28
Perubahan rencana Kalila
29
Meminta perhiasan kembali
30
Harapan Firman
31
Menantang cerai
32
Alasan mempertahankan Kalila
33
Senjata baru
34
Ada rahasia?
35
Kebakaran
36
Meminjam kembali
37
Berusaha menghasut
38
Zonk
39
Ancaman Firman
40
Bukan Kakak kandung Kalila?
41
Talak aku!
42
Rencana selanjutnya
43
Vivi si manipulatif
44
Dugaan perselingkuhan
45
Rekaman video
46
Tuntutan di persidangan nanti
47
Pembalasan untuk Sindi bag. 1
48
Pembalasan untuk Sindi bag. 2
49
Percaya diri
50
Tak mau membantu
51
Tanah harapan terakhir
52
Ditagih hutang
53
Permintaan Firman
54
Main keroyokan
55
Masukan sesat
56
Selingkuh yang sebenarnya
57
Talak untuk istri kedua
58
Siapa!?
59
Tamu
60
Toko milikku
61
Keadaan Bu Midah
62
Fika dan misinya
63
Jadi makmum saya, mau?
64
Kehadiran Fika
65
Firman pasrah
66
Mendatangi Firman
67
Video yang hilang
68
Dadakan
69
Aku... kangen
70
Modus
71
Penyelamat
72
Selingkuhan yang lain
73
Klarifikasi
74
Mendatangi Lia
75
Nasib Firman
76
Lumpuh
77
menghadapi kenyataan
78
Rekomendasi Kalila
79
Diandra menang
80
Siapa yang ganteng?
81
Saat jatuh
82
Dijenguk Kalila
83
Pertengkaran
84
Memangnya, bisa apa?
85
Aksi Riko
86
Fika ikut-ikutan
87
Istri harus patuh!
88
Jebakan Jendral
89
Kebangkitan Diandra
90
Rapat keluarga Jendral
91
Sebuah pilihan
92
Diusir?
93
Hari terburuk Firman
94
Ingin bantuan Kalila
95
Mau jadi menantu Tante?
96
Bertemu mereka lagi
97
Mengerjai mereka
98
Menyiksa mertua
99
Keluar dari rumah
100
Benalu di rumah Vivi
101
Obat
102
Tekad Firman
103
Gagal traktir
104
Dua wanita
105
Kembali teringat mantan
106
Riko ketahuan selingkuh
107
Inikah rasanya?
108
Kedatangan Tamu
109
Izinkan!
110
Ayo, klarifikasi!
111
Ketakutan
112
Jadi pengemis
113
Perlawanan Fika
114
Kehilangan akal sehat
115
Mengusir anak-anak
116
Ancaman untuk pasangan selingkuh
117
Permintaan Kakak
118
Hasil ngemis
119
Menjelang akad
120
Misi menjodohkan Kalandra
121
Ketiban sialnya saja
122
Terpaksa memilih
123
Fika pergi
124
Mencari tumpangan
125
Bukan perkara sepele
126
Ipar
127
Dihina ternyata menyakitkan
128
Firman pergi
129
Mulai dari awal
130
Kehidupan Riko
131
Harus kemana?
132
Babak bahagia
133
Percaya diri Riko
134
Ingin cerai saja
135
Mengusir mereka
136
Tidak diakui
137
Bukan anakku?
138
Hasil test DNA
139
Merebut segalanya
140
Kena tipu
141
Menolak membantu
142
Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!