M'sDL — BAB 10

BERTEMU ALMO DA COSTA

Seharian Luna memandu anak-anak panti yang dia ajak berkeliling Sisilia. Terkadang mereka juga bersepeda bersama. Tentu, mereka tak sebanyak yang kalian pikirkan— mungkin sekitar 8 anak-anak saja.

Seolah Luna melupakan segala sesuatu yang membuat pikirannya stress, wanita itu memilih menikmatinya saat membuat anak-anak panti itu tertawa senang.

.

.

.

Tok! Tok! Sebuah ketukan dua kali dari Enzo. Tak berselang lama, seorang wanita dengan pakaian seksinya membuka pintu dan melenggang pergi sambil mengusap bibirnya.

Itu hal biasa bagi Enzo. Pria itu melangkah masuk dan melihat Almo baru saja mengikat tali jubah tidurnya berwarna hitam bergaris gold. “Quali sono le novità? (Ada berita apa)?" tanya Almo sembari meraih segelas beer dan meneguknya sambil berdiri.

“Anda akan senang mendengarnya. Saya menemukan keberadaan Luna Diaz!" ucap Enzo langsung membuat pria bernama Almo itu terdiam hingga meletakkan kembali gelas kosongnya tadi.

Pria dengan tatapan tajam pemilik safir mata hijau kemiri itu berjalan mendekati Enzo.

“Dov'è lei? (Dimana dia)?”

...***...

“Kalian akan kembali bersama ibu panti. Aku akan membeli camilan untuk kalian!" ucap Luna tersenyum lebar ke anak-anak tadi.

Karena malam tahun baru, mungkin Luna akan mengajak anak-anak menonton film Home Alone!

“Berhati-hatilah!" kata ibu panti kepada Luna. Wanita cantik yang memakai dress simpel berlengan panjang hingga ke siku. “Baiklah!" jawab wanita itu mulai melangkah pergi. Sendirian!

Di sisi lain, tepatnya berada di kediaman Mansion Da Costa yang ada di kota Milan. Sebuah pesta pertunangan tengah terjadi, dan terlihat keluarga Rebecca datang dan berbincang baik dengan Lorella.

“Apa Tuan Almo Da Costa ada di sini?" tanya ayah dari Rebecca yang memang lebih menghormati Almo dripada Sergio dan itu membuat Lorella sangat muak.

“Dia tidak suka menghadiri pesta seperti ini, apalagi hubungan kami tidak begitu baik. Maksudku— Almo yang tidak menyukai hubungan ini!" jelas Lorella dengan senyuman palsu seraya membawa segelas wine.

“Ya... Dia sedikit angkuh, tapi bisnisnya sangat lancar. Juga... Dia penerus Da Costa setelah kematian Tuan Morrone!” ujar salah satu tamu pria yang juga pernah menjalin bisnis bersama Almo dan juga Morrone.

“Dia tidak akan menjadi penerus Da Costa. Morrone memiliki keinginan lain yang tidak mungkin Almo lakukan seumur hidupnya!" balas Lorella menyeringai kecil.

Sergio dan Rebecca yang juga ikut berkumpul pun hanya diam dengan senyuman licik mereka.

“Kenapa?”

“Karena dia tidak akan menikah apalagi memberikan keturunan lanjutan untuk Da Costa!" jawab Lorella begitu senang saat dia mengatakannya.

Dia sudah lama mengenal Almo, bagaimana pria itu mengabdi kepadanya selama 3 tahun. Hingga gelapnya kehidupan pria itu sampai-sampai jiwa setannya lebih besar dari hati lembutnya.

...***...

Beberapa menit setelah kembali dari toko camilan yang tak jauh dari arah penginapan nya. Luna berjalan santai sembari membawa sekantong pelastik penuh berisi camilan ringan hingga dia menaiki anak tangga dan terhenti ketika canda tawa anak-anak panti terdengar keras sampai dia melihatnya sendiri.

Deg! Seorang pria berjas hitam dengan kemeja putih tanpa dasi, rambut rapi tersisir kebelakang dengan brewok dan kumis tipis serta mata indahnya yang tak akan Luna lupakan untuk kenangan buruknya.

“Aku juga mau, Paman!!!” seru anak-anak tadi yang meminta hadiah dari dua paman.

Dua paman yang mereka maksud adalah, Enzo dan Almo.

-‘Ba-bagimana bisa dia di sini?’ pikir Luna tak percaya dengan apa yang dia lihat sehingga refleks, ia pun mundur perlahan dengan napas memburu.

Luna segera berbalik pergi menjauh sebisa mungkin sampai pria itu benar-benar akan pergi. Namun sialnya, Almo menoleh, melirik sinis saat dia rupanya menyadari akan kehadiran Luna barusan.

Pria itu menyeringai kecil hingga menatap tajam penuh amarah. “Kau tidak akan bisa kabur.” Gumam Almo begitu yakin.

Sementara Luna yang masih berjalan cepat dengan membawa sekantong camilan. Dia benar-benar terlihat panik dan mencari tempat persembunyian yang aman.

“Terima kasih banyak atas hadiah yang Anda berikan!!" ucap sang ibu panti tersenyum lebar kepada Almo si pria dengan senyum palsu.

“Kau yakin tidak ada pengawas lainnya yang bisa kuberi hadiah?” tanya Almo sengaja memancing.

Kedua ibu panti tadi saling memandang heran. “Iya, seharusnya dia sudah datang sejak tadi. Mungkin toko nya antri!” balas sang ibu panti asuhan yang memakai kacamata.

“Atau mungkin dia menghindar dari sesuatu.” Balas Almo seraya menatap ke arah kakinya dengan santai. Ucapannya barusan tak didengar jelas oleh kedua wanita tua tadi sampai Almo memutuskan pergi.

“Tuan Almo! Tidak ada anak-anak lagi selain mereka.” Ucap Enzo yang kini berjalan berdampingan bersama Almo.

“I know.” Balasnya.

.

.

.

“Aku harap dia sudah pergi, aku harap dia sudah pergi." Gumam Luna berulang kali, sembari menyusuri jalanan dengan sangat waspada.

Bahkan saat dia sampai di tangga yang sama pun, Luna mengintip untuk memastikan sudah tak ada lagi pria bernama Almo itu. “Hhffuu!” Luna melihat ke arah belakang dan kiri. “Anak-anak malang itu pasti sudah menunggu camilannya cukup lama.”

“Pria sialan!" umpat kesal Luna.

“Chi intendi? (Siapa yang kau maksud)?”

Deg! Kedua mata Luna terbelalak bukan main hingga kantong yang dia pegang mulai mengerat. Tak sempat berlari saat Almo langsung menariknya paksa dan menahannya ke dinding bebatuan kramik hingga kantong yang Luna bawa pun terjatuh di tanah.

Almo menahan kedua tangan Luna di dinding dan mendekatinya dengan jarak wajah yang sangat dekat, sampai Luna bisa merasakan hembusan napas panas Almo di area pipi kirinya ketika ia berpaling untuk menghindarinya.

“Where is my child? (Di mana anakku)?”

Suaranya begitu serak nan berat hingga membuat Luna bergetar dan berdegup kencang. “I don't know.” Jawab Luna yang masih memalingkan wajahnya saat Almo mendekatinya hingga hidung mancungnya hampir mengenai pipi Luna saking dekatnya.

“Jangan berbelit dan katakan dimana kau sembunyikan anakku?”

Seketika Luna menatapnya tajam dengan penuh kemarahan yang ia tahan hingga dadanya naik turun tak karuan.

“Aku tidak menyembunyikan apapun. Bahkan aku tidak sudi jika harus memiliki anak dari mu.” Ucap Luna dengan berani namun dia langsung berpaling.

Tak bisa menahan amarahnya, Almo menyatukan kedua tangan Luna dan menariknya ke atas, menguncinya di dinding hanya dengan satu tangan kiri saja.

Pria itu mencengkram rahang mungil Luna dan memaksanya untuk bertatap muka.

“Jika kau berani membohongi ku, maka aku tak segan akan membunuhmu. Aku akan membawanya pergi." Ancam Almo yang masih tak dimengerti oleh Luna.

Wanita itu mengernyit dan mencoba meronta melepaskan diri.

Tanpa pikir panjang, Luna langsung meludahi wajah Almo sehingga pria itu memejamkan matanya dan Luna pun terlepas, namun saat ia mencoba lari. Brugh! Tanpa segan Almo memukul tengkuk Luna hingga wanita itu terkulai pingsan.

Terpopuler

Comments

Hamimah Jamal

Hamimah Jamal

astagah almo kamu perlakukan wanita kek musuh yg akan kamu eksekusi

2025-03-15

1

Tiara Bella

Tiara Bella

yah ms Luna diculik SM almo trs anaknya gimana nnti....apa langsung dicari SM almo ya .. sangat" pinisirin Thor ....

2024-10-31

1

Makaristi

Makaristi

terus anak nya almo Da costa sm luna kmn thor?
kyk nya luna bakal di simpen di mansion sm almo 😀😁😍🫢🤭

2024-10-31

2

lihat semua
Episodes
1 M'sDL — BAB 01 ; Season 1
2 M'sDL — BAB 02
3 M'sDL — BAB 03
4 M'sDL — BAB 04
5 M'sDL — BAB 05
6 M'sDL — BAB 06
7 M'sDL — BAB 07
8 M'sDL — BAB 08
9 M'sDL — BAB 09
10 M'sDL — BAB 10
11 M'sDL — BAB 11
12 M'sDL — BAB 12
13 M'sDL — BAB 13
14 M'sDL — BAB 14
15 M'sDL — BAB 15
16 M'sDL — BAB 16
17 M'sDL — BAB 17
18 M'sDL — BAB 18
19 M'sDL — BAB 19
20 M'sDL — BAB 20
21 M'sDL — BAB 21
22 M'sDL — BAB 22
23 M'sDL — BAB 23
24 M'sDL — BAB 24
25 M'sDL — BAB 25
26 M'sDL — BAB 26
27 M'sDL — BAB 27
28 M'sDL — BAB 28
29 M'sDL — BAB 29
30 M'sDL — BAB 30
31 M'sDL — BAB 31
32 M'sDL — BAB 32
33 M'sDL — BAB 33
34 M'sDL — BAB 34
35 M'sDL — BAB 35
36 M'sDL — BAB 36
37 M'sDL — BAB 37
38 M'sDL — BAB 38
39 M'sDL — BAB 39
40 M'sDL — BAB 40
41 M'sDL — BAB 41
42 M'sDL — BAB 42
43 M'sDL — BAB 43
44 M'sDL —BAB 44
45 M'sDL — BAB 45
46 M'sDL — BAB 46
47 M'sDL — BAB 47
48 M'sDL — BAB 48
49 M'sDL — BAB 49
50 M'sDL — BAB 50
51 M'sDL — BAB 51
52 M'sDL — BAB 52
53 M'sDL — BAB 53
54 M'sDL — BAB 54
55 M'sDL — BAB 55
56 M'sDL — BAB 56
57 M'sDL — BAB 57
58 M'sDL — BAB 58
59 M'sDL — BAB 59
60 M'sDL — BAB 60
61 M'sDL — BAB 61
62 M'sDL — BAB 62
63 M'sDL — BAB 63
64 M'sDL — BAB 64
65 M'sDL — BAB 65
66 M'sDL — BAB 66
67 M'sDL — BAB 67
68 M'sDL — BAB 68
69 M'sDL — BAB 69
70 M'sDL — BAB 70
71 M'sDL — BAB 71
72 M'sDL — BAB 72
73 M'sDL — BAB 73
74 M'sDL — BAB 74
75 M'sDL — BAB 75
76 M'sDL — BAB 76
77 M'sDL —BAB 77
78 M'sDL — BAB 78
79 M'sDL — BAB 79
80 M'sDL — BAB 80
81 M'sDL — BAB 81 ; SEASON 2
82 M'sDL — BAB 82
83 M'sDL — BAB 83
84 M'sDL — BAB 84
85 M'sDL — BAB 85
86 M'sDL — BAB 86
87 M'sDL — BAB 87
88 M'sDL — BAB 88
89 M'sDL — BAB 89
90 M'sDL — BAB 90
91 M'sDL — BAB 91
92 M'sDL — BAB 92
93 M'sDL — BAB 93
94 M'sDL — BAB 94
95 M'sDL — BAB 95
96 M'sDL — BAB 96
97 M'sDL — BAB 97
98 M'sDL — BAB 98
99 M'sDL — BAB 99
100 M'sDL — BAB 100
101 M'sDL — BAB 101
102 M'sDL — BAB 102
103 M'sDL — BAB 103
104 M'sDL — BAB 104
105 M'sDL — BAB 105
106 M'sDL — BAB 106
107 M'sDL — BAB 107
108 M'sDL — BAB 108
109 M'sDL — BAB 109
110 M'sDL — BAB 110
Episodes

Updated 110 Episodes

1
M'sDL — BAB 01 ; Season 1
2
M'sDL — BAB 02
3
M'sDL — BAB 03
4
M'sDL — BAB 04
5
M'sDL — BAB 05
6
M'sDL — BAB 06
7
M'sDL — BAB 07
8
M'sDL — BAB 08
9
M'sDL — BAB 09
10
M'sDL — BAB 10
11
M'sDL — BAB 11
12
M'sDL — BAB 12
13
M'sDL — BAB 13
14
M'sDL — BAB 14
15
M'sDL — BAB 15
16
M'sDL — BAB 16
17
M'sDL — BAB 17
18
M'sDL — BAB 18
19
M'sDL — BAB 19
20
M'sDL — BAB 20
21
M'sDL — BAB 21
22
M'sDL — BAB 22
23
M'sDL — BAB 23
24
M'sDL — BAB 24
25
M'sDL — BAB 25
26
M'sDL — BAB 26
27
M'sDL — BAB 27
28
M'sDL — BAB 28
29
M'sDL — BAB 29
30
M'sDL — BAB 30
31
M'sDL — BAB 31
32
M'sDL — BAB 32
33
M'sDL — BAB 33
34
M'sDL — BAB 34
35
M'sDL — BAB 35
36
M'sDL — BAB 36
37
M'sDL — BAB 37
38
M'sDL — BAB 38
39
M'sDL — BAB 39
40
M'sDL — BAB 40
41
M'sDL — BAB 41
42
M'sDL — BAB 42
43
M'sDL — BAB 43
44
M'sDL —BAB 44
45
M'sDL — BAB 45
46
M'sDL — BAB 46
47
M'sDL — BAB 47
48
M'sDL — BAB 48
49
M'sDL — BAB 49
50
M'sDL — BAB 50
51
M'sDL — BAB 51
52
M'sDL — BAB 52
53
M'sDL — BAB 53
54
M'sDL — BAB 54
55
M'sDL — BAB 55
56
M'sDL — BAB 56
57
M'sDL — BAB 57
58
M'sDL — BAB 58
59
M'sDL — BAB 59
60
M'sDL — BAB 60
61
M'sDL — BAB 61
62
M'sDL — BAB 62
63
M'sDL — BAB 63
64
M'sDL — BAB 64
65
M'sDL — BAB 65
66
M'sDL — BAB 66
67
M'sDL — BAB 67
68
M'sDL — BAB 68
69
M'sDL — BAB 69
70
M'sDL — BAB 70
71
M'sDL — BAB 71
72
M'sDL — BAB 72
73
M'sDL — BAB 73
74
M'sDL — BAB 74
75
M'sDL — BAB 75
76
M'sDL — BAB 76
77
M'sDL —BAB 77
78
M'sDL — BAB 78
79
M'sDL — BAB 79
80
M'sDL — BAB 80
81
M'sDL — BAB 81 ; SEASON 2
82
M'sDL — BAB 82
83
M'sDL — BAB 83
84
M'sDL — BAB 84
85
M'sDL — BAB 85
86
M'sDL — BAB 86
87
M'sDL — BAB 87
88
M'sDL — BAB 88
89
M'sDL — BAB 89
90
M'sDL — BAB 90
91
M'sDL — BAB 91
92
M'sDL — BAB 92
93
M'sDL — BAB 93
94
M'sDL — BAB 94
95
M'sDL — BAB 95
96
M'sDL — BAB 96
97
M'sDL — BAB 97
98
M'sDL — BAB 98
99
M'sDL — BAB 99
100
M'sDL — BAB 100
101
M'sDL — BAB 101
102
M'sDL — BAB 102
103
M'sDL — BAB 103
104
M'sDL — BAB 104
105
M'sDL — BAB 105
106
M'sDL — BAB 106
107
M'sDL — BAB 107
108
M'sDL — BAB 108
109
M'sDL — BAB 109
110
M'sDL — BAB 110

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!