M'sDL — BAB 05

TATAPAN SEORANG PEMBURU

Lampu ruangan meredup saat Almo dan para tamu VIP undangan lainnya juga sudah datang. Tak satu orang saja yang menyambut sekaligus menyapa Almo Da Costa, hampir semua tamu undangan akan bersalaman dengan pria itu.

“Saya sangat menyukai pertunjukan pole dancer!” ucap salah tamu yang berbisik di sebelah Almo duduk.

Pria itu hanya menyeringai kecil, hingga sebuah lampu khusus pun memperlihatkan beberapa penari tiang yang sudah berdiri di panggung, dan salah satunya adalah Biel.

Sungguh, mereka semua terlihat seksi dengan pakaian yang hampir terbuka dengan sebuah topeng mata yang menambah kesan menarik. Tak berselang lama, beberapa pelayan pun masuk dengan membawa nampan minuman sesuai perintah.

“This is so amazing!!!” ucap salah satu pria paruh baya yang benar-benar menikmati pertunjukan malam ini. Para pelayan di sana pun mengenakan dress hitam di atas lutut dengan bagian dada berlubang hingga memperlihatkan belahan dada.

Luna dengan rambut pendek tergerai, wanita itu sangat tidak nyaman, meski dia memakai topeng warna hitam, tetap saja para pria itu melihatnya.

Luna yang meletakkan botol minuman pun langsung disentuh tangannya oleh salah satu pria bermata biru. Dengan cepat wanita itu langsung pergi dan berbaris ke tempatnya bersama yang lain.

Karena lampu di sana masih redup, hingga pertunjukan dimulai, Luna melirik ke arah para tamu dan melihat satu diantara mereka yang paling mencolok. Deg! -‘Pria itu.... ’

Bibir Luna sedikit terbuka saat napasnya mulai tak karuan. Melihat keberadaan Almo yang saat ini duduk santai dikalangan pria kaya, dengan setelan jas hitamnya.

(“I love your moans! (Aku menyukai desahanmu)! I love our fuck you (Aku suka bercinta denganmu)!”)

Luna mengingat bagaimana pria itu melontarkan kata-kata yang menjijikan. Paksaan yang dilakukan walaupun tanpa kekerasan, tetap saja dia sudah memperkosanya.

Menyadari dipandang oleh seseorang. Almo melirik ke arah para pelayan yang berdiri sejajar hingga Luna langsung berpaling ke arah Biel yang masih sibuk menari seksi di tiang bersama rekannya yang lain.

Suara sorak dan kegirangan para tamu membuat keadaan di sana semakin hot. Berbeda dengan dua orang yang tengah terikat batinnya.

“Tuan Almo! Boleh aku tahu siapa penari yang memakai pakaian putih itu?!” tanya salah satu tamu yang tertarik dengan Biel.

“I don't know. Tapi kau bisa bertanya kepada manager di sini.” Balas Almo.

Di saat para tamu lainnya sibuk memperhatikan para penari seksi tadi. Almo malah sibuk memperhatikan salah satu pelayan dengan rambut pendek yang seolah-olah menghindari kontak matanya dengan sengaja.

Tatapan tajam Almo benar-benar membuat jantung Luna berdegup. -‘Aku harap dia tidak mengenaliku.’ Batinnya benar-benar berharap.

Kedua tangan Luna meremas ujung dress yang dia pakai. Tak sesekali dia mencoba mencuri pandang untuk sekedar memeriksa apakah pria itu sudah berpaling? Namun kenyataannya tidak.

“You!” tunjuk Almo ke arah Luna hingga wanita itu terkejut setengah mati.

Sementara para pelayan lainnya tetap berdiri tegap tanpa berani bergerak. Karena manager sempat bilang, kalau bos pemilik club' sangatlah mengerikan dan sangat membenci kesalahan dan kecerobohan.

“Dia memanggilmu.” Bisik salah satu pelayan kepada Luna.

Wanita itu menarik napas dalam-dalam sembari menutup matanya. Dia berjalan tenang ke arah Almo duduk hingga beberapa tamu di sana pun ikut memperhatikannya dengan mata telanjang mereka.

Biel yang melenggak-lenggok kan tubuhnya, dia terkejut saat melihat bos pemilik club' memanggil temannya. -‘Oh, tidak! Luna...’

“Pour the drink. (Tuangkan minumannya).” Pinta Almo dengan suara beratnya sembari memperhatikan lekat wanita dengan bibir merah dan tipis. Sorot mata tenang namun tegas dan gugup.

Almo berkerut alis saat dia mencoba mengingatnya.

Saat Luna berlutut dan hendak menuangkan minuman. “Siapa yang menyuruhmu berlutut?”

Wanita itu menatap Almo dengan bingung, sedangkan pria itu masih penasaran dengan pelayan di depannya saat ini. “Berdiri dan tuangkan minumannya.” Pintanya yang sungguh membuat Luna terhina.

Begini kah para pria hidung belang kaya raya memperlakukan pelayan club. Luna sedikit ragu hingga dadanya naik turun,

“Why?” suara berat nan serak itu kembali mengalun.

Tak ada jawaban, Luna segera menuangkan minuman wine di gelas yang tergeletak di atas meja, dan kalian pasti tahu bagaimana Luna harus sedikit membungkuk agar bisa menuangkan wine tersebut ke gelas tanpa berceceran.

Namun, dia harus menahan malu karena belahan dadanya terlihat. Sebisa mungkin wanita itu bersikap tenang meski ia begitu tak setenang yang ia inginkan.

Almo memerhatikan nya, kalian juga harus tahu, Almo Da Costa— pria itu sangat mengenali apapun yang pernah berhubungan dengannya, bukan tentang seks saja, melainkan yang lainnya juga.

Setelah selesai menuangkan, Luna pamit pergi namun dia tak melontarkan sedikit kata-kata karena dia takut Almo mengenali suaranya.

“Bergabunglah di sini. Duduklah di sebelah mu, pelayan!” pinta pria yang duduk di sebelah Almo.

pria tak menunjukkan reaksinya, hanya menatap lekat dengan pikirannya sendiri.

Luna menggeleng dengan sedikit tertunduk.

Hendak marah karena ta terima dengan penolakan itu, Almo yang berada di sebelah tamunya tadi, langsung membuka suara. “Itu peraturan di sini, jika kau ingin bermain dengan pelayan, maka lakukanlah di luar di ruangan lain.” Jelas Almo yang berhasil membuat tamunya bungkam.

Ya! Tak ada yang berani melawan pria itu jika ingin selamat.

Luna segera kembali ke tempatnya dengan lega, meski dia ingin segera keluar dari ruang itu.

-‘Syukurlah!’ batin Biel yang kembali fokus.

Tak berselang lama, Almo tiba-tiba beranjak dari duduknya dan keluar ruangan dengan langkah panjangnya. Sungguh, Luna melihatnya seperti seseorang yang berbeda kasta saat pria itu memperkosanya dulu.

.

.

.

“Tuan Almo! Ke-kenapa Anda keluar? Apakah Anda kurang nyaman??” tanya Denzel si manager bencong yang panik sendiri melihat bosnya keluar dengan tatapan tegas.

“Setelah pertunjukan selesai, kau panggil para pelayan yang ada di dalam sana. Suruh mereka datang ke ruangan ku.” Pinta Almo.

“Se-semuanya Tuan??!”

Almo menatap tajam dengan kerutan di kedua alis tebalnya hingga Denzel langsung terdiam dan tertunduk. “Sesuai keinginan mu, Tuan Almo!” ucapnya.

Setelah mengatakannya, Almo kembali masuk ke ruangan dan duduk di kursinya menatap ke arah pertunjukan. Kini para penari sudah turun dan menari tepat di depan para tamu dengan sesekali membelai wajah mereka penuh godaan.

Saat salah satu penari hendak mendekati Almo. Pria itu menolaknya karena dia masih menatap ke arah pelayan bernama Luna yang kini hanya menatap lurus.

Almo meraih gelasnya, meneguknya tanpa memalingkan pandangannya ke arah Luna. Sungguh, dia seperti mengenalnya, tapi ia masih tak yakin apakah tebakannya benar?

Terpopuler

Comments

Yuni Herwani

Yuni Herwani

iya bisa gawat kalau ketahuan /Pooh-pooh/

2025-02-05

1

Hamimah Jamal

Hamimah Jamal

aaah Luna kamu masuk ke kandang singa😔

2025-03-15

1

Tiara Bella

Tiara Bella

almo ini bener" ya mata elangnya merhatiin Luna trs....mudah"an gk bakal dikenalin.....pliss Thor....

2024-10-28

4

lihat semua
Episodes
1 M'sDL — BAB 01 ; Season 1
2 M'sDL — BAB 02
3 M'sDL — BAB 03
4 M'sDL — BAB 04
5 M'sDL — BAB 05
6 M'sDL — BAB 06
7 M'sDL — BAB 07
8 M'sDL — BAB 08
9 M'sDL — BAB 09
10 M'sDL — BAB 10
11 M'sDL — BAB 11
12 M'sDL — BAB 12
13 M'sDL — BAB 13
14 M'sDL — BAB 14
15 M'sDL — BAB 15
16 M'sDL — BAB 16
17 M'sDL — BAB 17
18 M'sDL — BAB 18
19 M'sDL — BAB 19
20 M'sDL — BAB 20
21 M'sDL — BAB 21
22 M'sDL — BAB 22
23 M'sDL — BAB 23
24 M'sDL — BAB 24
25 M'sDL — BAB 25
26 M'sDL — BAB 26
27 M'sDL — BAB 27
28 M'sDL — BAB 28
29 M'sDL — BAB 29
30 M'sDL — BAB 30
31 M'sDL — BAB 31
32 M'sDL — BAB 32
33 M'sDL — BAB 33
34 M'sDL — BAB 34
35 M'sDL — BAB 35
36 M'sDL — BAB 36
37 M'sDL — BAB 37
38 M'sDL — BAB 38
39 M'sDL — BAB 39
40 M'sDL — BAB 40
41 M'sDL — BAB 41
42 M'sDL — BAB 42
43 M'sDL — BAB 43
44 M'sDL —BAB 44
45 M'sDL — BAB 45
46 M'sDL — BAB 46
47 M'sDL — BAB 47
48 M'sDL — BAB 48
49 M'sDL — BAB 49
50 M'sDL — BAB 50
51 M'sDL — BAB 51
52 M'sDL — BAB 52
53 M'sDL — BAB 53
54 M'sDL — BAB 54
55 M'sDL — BAB 55
56 M'sDL — BAB 56
57 M'sDL — BAB 57
58 M'sDL — BAB 58
59 M'sDL — BAB 59
60 M'sDL — BAB 60
61 M'sDL — BAB 61
62 M'sDL — BAB 62
63 M'sDL — BAB 63
64 M'sDL — BAB 64
65 M'sDL — BAB 65
66 M'sDL — BAB 66
67 M'sDL — BAB 67
68 M'sDL — BAB 68
69 M'sDL — BAB 69
70 M'sDL — BAB 70
71 M'sDL — BAB 71
72 M'sDL — BAB 72
73 M'sDL — BAB 73
74 M'sDL — BAB 74
75 M'sDL — BAB 75
76 M'sDL — BAB 76
77 M'sDL —BAB 77
78 M'sDL — BAB 78
79 M'sDL — BAB 79
80 M'sDL — BAB 80
81 M'sDL — BAB 81 ; SEASON 2
82 M'sDL — BAB 82
83 M'sDL — BAB 83
84 M'sDL — BAB 84
85 M'sDL — BAB 85
86 M'sDL — BAB 86
87 M'sDL — BAB 87
88 M'sDL — BAB 88
89 M'sDL — BAB 89
90 M'sDL — BAB 90
91 M'sDL — BAB 91
92 M'sDL — BAB 92
93 M'sDL — BAB 93
94 M'sDL — BAB 94
95 M'sDL — BAB 95
96 M'sDL — BAB 96
97 M'sDL — BAB 97
98 M'sDL — BAB 98
99 M'sDL — BAB 99
100 M'sDL — BAB 100
101 M'sDL — BAB 101
102 M'sDL — BAB 102
103 M'sDL — BAB 103
104 M'sDL — BAB 104
105 M'sDL — BAB 105
106 M'sDL — BAB 106
107 M'sDL — BAB 107
108 M'sDL — BAB 108
109 M'sDL — BAB 109
110 M'sDL — BAB 110
Episodes

Updated 110 Episodes

1
M'sDL — BAB 01 ; Season 1
2
M'sDL — BAB 02
3
M'sDL — BAB 03
4
M'sDL — BAB 04
5
M'sDL — BAB 05
6
M'sDL — BAB 06
7
M'sDL — BAB 07
8
M'sDL — BAB 08
9
M'sDL — BAB 09
10
M'sDL — BAB 10
11
M'sDL — BAB 11
12
M'sDL — BAB 12
13
M'sDL — BAB 13
14
M'sDL — BAB 14
15
M'sDL — BAB 15
16
M'sDL — BAB 16
17
M'sDL — BAB 17
18
M'sDL — BAB 18
19
M'sDL — BAB 19
20
M'sDL — BAB 20
21
M'sDL — BAB 21
22
M'sDL — BAB 22
23
M'sDL — BAB 23
24
M'sDL — BAB 24
25
M'sDL — BAB 25
26
M'sDL — BAB 26
27
M'sDL — BAB 27
28
M'sDL — BAB 28
29
M'sDL — BAB 29
30
M'sDL — BAB 30
31
M'sDL — BAB 31
32
M'sDL — BAB 32
33
M'sDL — BAB 33
34
M'sDL — BAB 34
35
M'sDL — BAB 35
36
M'sDL — BAB 36
37
M'sDL — BAB 37
38
M'sDL — BAB 38
39
M'sDL — BAB 39
40
M'sDL — BAB 40
41
M'sDL — BAB 41
42
M'sDL — BAB 42
43
M'sDL — BAB 43
44
M'sDL —BAB 44
45
M'sDL — BAB 45
46
M'sDL — BAB 46
47
M'sDL — BAB 47
48
M'sDL — BAB 48
49
M'sDL — BAB 49
50
M'sDL — BAB 50
51
M'sDL — BAB 51
52
M'sDL — BAB 52
53
M'sDL — BAB 53
54
M'sDL — BAB 54
55
M'sDL — BAB 55
56
M'sDL — BAB 56
57
M'sDL — BAB 57
58
M'sDL — BAB 58
59
M'sDL — BAB 59
60
M'sDL — BAB 60
61
M'sDL — BAB 61
62
M'sDL — BAB 62
63
M'sDL — BAB 63
64
M'sDL — BAB 64
65
M'sDL — BAB 65
66
M'sDL — BAB 66
67
M'sDL — BAB 67
68
M'sDL — BAB 68
69
M'sDL — BAB 69
70
M'sDL — BAB 70
71
M'sDL — BAB 71
72
M'sDL — BAB 72
73
M'sDL — BAB 73
74
M'sDL — BAB 74
75
M'sDL — BAB 75
76
M'sDL — BAB 76
77
M'sDL —BAB 77
78
M'sDL — BAB 78
79
M'sDL — BAB 79
80
M'sDL — BAB 80
81
M'sDL — BAB 81 ; SEASON 2
82
M'sDL — BAB 82
83
M'sDL — BAB 83
84
M'sDL — BAB 84
85
M'sDL — BAB 85
86
M'sDL — BAB 86
87
M'sDL — BAB 87
88
M'sDL — BAB 88
89
M'sDL — BAB 89
90
M'sDL — BAB 90
91
M'sDL — BAB 91
92
M'sDL — BAB 92
93
M'sDL — BAB 93
94
M'sDL — BAB 94
95
M'sDL — BAB 95
96
M'sDL — BAB 96
97
M'sDL — BAB 97
98
M'sDL — BAB 98
99
M'sDL — BAB 99
100
M'sDL — BAB 100
101
M'sDL — BAB 101
102
M'sDL — BAB 102
103
M'sDL — BAB 103
104
M'sDL — BAB 104
105
M'sDL — BAB 105
106
M'sDL — BAB 106
107
M'sDL — BAB 107
108
M'sDL — BAB 108
109
M'sDL — BAB 109
110
M'sDL — BAB 110

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!