POV Clara Amanda ...
"Seharusnya kamu kasih tau Gala , Cla ". Ujar wanita berpakaian jas putih , dia adalah Lina sahabat ku juga berpofesi sebagai dokter spesialis penyakit dalam .
"Aku belum siap Lin , aku takut membuat Gala kecewa dan sedih". Jawab ku jujur
Ketakutan yang selama ini menghantui ku , sebab usia ku yang sudah tak lama lagi . Lina selalu mengingatkan hal ini pada ku . Penyakit cancer (othor gak mau nyebutin apa jenis cancer yaa ) yang sudah semakin parah . Tapi hanya aku dan Lina yang tahu .
Bukan tanpa alasan aku tak ingin memberitahu Gala , hanya saja tak ingin membuat dia sedih dan kecewa . Terlebih Mama Retta , mertua perempuanku itu juga selalu menanyakan tentang cucu . Sedangkan aku jelas tak bisa memberikannya keturunan . Sebab aku terlambat menangani nya .
"Aku tau Gala Cla , dia pasti akan tetap menerima dan mencintai mu ", ucap Lina
"Hm , nanti saja Lin kalau sudah tiba waktunya . Kamu boleh memberitahu Gala . Aku juga tidak akan melarang Gala untuk menikah lagi . Kamu tau Lin ?" ujar Clara
"Tahu apa ?" sahut Lina penasaran
"Aku bahkan sudah mencarikan Gala calon penggantiku ", tukas ku dengan santai sembari memaksakan senyumku .
"Gila kamu Cla , kalo aku jadi kamu lebih baik aku beritahukan tentang mu ini pada Gala . Aku yakin Gala tak akan semudah itu untuk berpaling darimu . Dia sangat-sangat mencintai mu Cla , kamu gak ngerasain ?" kata Lina
Aku menganggukkan kepala ."Ya aku merasakannya Lin , kalo cinta Gala sebesar itu padaku . Bahkan dia tak pernah menuntutku untuk selalu bisa ini dan itu , apalagi dia tak pernah mendesak ku agar segera hamil ".
"Tapi mau sampai kamu merahasiakan sakitmu ini pada Gala ,Cla . Dia suami mu , dia juga berhak tau ". Desak Lina
Aku menghela nafas panjang , memang benar apa yang dikatakan Lina . Gala berhak dan wajib tau tentang sakitku ini . Tapi demi apapun aku belum siap memberitahukannya . Untuk sementara aku hanya ingin menjadi prioritas nya , aku ingin mengukir kenangan terakhir bersama nya . Selama ini berita tentang ku yang tengah naik daun itu sepenuhnya bukan berita yang sesungguhnya , itu hanya pengalihan ku saja agar wartawan tak mengetahui tentang kondisiku saat ini .
"Terserah mu saja lah Cla , yang terpenting aku sudah sering mengingatkan mu ", Ucap Lina pasrah dengan sifat keras kepala ku ini .
.
.
Aluna melangkahkan kakinya menuju ruang rawat ibu nya . Sepanjang jalan ia terus bergumam sendiri .
"Bukankah tadi itu Clara ya ? Aktris yang tengah naik daun itu ? Astaga buat apa dia kemari ? Apa dia sakit ?" gumam Aluna
"Ah sudahlah itu bukan urusanku , lebih baik aku pamit berangkat kerja saja . Ini sudah hampir jam 8 , aku bisa telat lagi ".
Setelah itu Aluna bergegas berjalan cepat menuju kamar rawat sang Ibu .
"Bu .." panggil Aluna saat itu sudah melangkahkan kakinya masuk keruang rawat tersebut .
Mbak Iyas dan Bu Mala segera menghapus air mata mereka saat Aluna semakin berjalan mendekat .
"Iya nak ", sahut Bu Mala dengan suara serak
Aluna menatap ibunya dan Mbak Iyas bergantian . "Ada apa Bu ? Ibu sama Mbak Iyas seperti habis nangis ".
"Tidak nak , siapa yang nangis . Iya kan Yas ", ucap Bu Mala berbohong
"Iya Lun , tadi mbak Iyas cuma cerita tentang film yang mbak tonton semalam . Sedih banget , sampe kebawa perasaan ". Kata Mbak Iyas menimpali
"Oh ", Aluna hanya membulatkan bibirnya seraya mengangguk-anggukkan kepala .
"Oh iya Bu , Aluna pamit berangkat kerja dulu yaa . Udah hampir telat ini ", ujar Aluna
"Iya nak , hati-hati ya ".
"Iya , assallamuallaikum ", Aluna meraih tangan Bu Mala lalu mencium nya takzim
"Waallaikumsalam ", balas Bu Mala mengucap salam
Setelah itu Aluna berganti mendekati Mbak Iyas .
"Mbak Luna titip Ibu ya , insya Allah nanti Luna usahain pulang cepet ". Kata Aluna
"Santai saja Lun , nanti biar suami mbak kesini gantian jagain Budhe ". Sahut Mbak Iyas
"Makasih ya mbak , maaf Luna terus ngerepotin Mbak sama Mang Lukman ", ucap Aluna sendu
Mbak Iyas mengangkat tangannya mengelus pelan lengan Aluna sembari menyunggingkan senyum ."Sama-sama , ya udah gih sana berangkat kerja . Katanya udah telat ".
"Iya mbak , Luna berangkat dulu ya . Asaallamuallaikum ", Aluna mengucap salam sambil meraih tangan Mbak Iyas dan mencium nya takzim .
"Waallaikumsalam ". Balas Mbak Iyas
Setelah itu Aluna bergegas melangkahkan kakinya keluar dari ruang rawat ibu nya . Aluna berjalan menuju area parkiran halaman rumah sakit tersebut tuk mengambil sepeda motornya . Tapi dari arah belakang ada yang memanggilnya .
"Aluna .."
Aluna berbalik badan menatap orang itu .
"Mbak Clara ?" cicitnya
Clara berjalan cepat menghampiri Aluna .
"Mau kemana ?" tanya Clara
"Mau berangkat kerja mbak " jawab Aluna
"Bareng sama mbak aja ya ". Clara menawari
Aluna menggeleng ."Gak usah mbak , Aluna bawa motor kok ", tolaknya halus
"Udah gapapa , ayo ", Clara menarik tangan Aluna menuju parkiran mobil .
"Tapi mbak -"
"Gak usah sungkan , ayo masuk ", Istri Gala itu membukakan pintu mobil untuk Aluna .
Dengan ragu-ragu Aluna akhirnya terpaksa masuk kedalam mobil milik Clara , sejujurnya ia tak enak hati ingin menolak . Terlebih mereka baru saja mengenal satu sama lain beberapa jam yang lalu .
Setelah Aluna masuk , Clara juga ikut masuk . Dia tak menyetir sendiri , melainkan memakai supir pribadi . Kesehatannya yang makin menurun membuat nya tak bisa fokus lagi berkendara , juga Gala sang suami yang terus memaksanya untuk tidak bepergian sendirian .
"Jalan Pak ", perintah Clara pada sopir pribadi nya .
"Baik non ". Sahut sopir itu , kemudian ia mulai menyalakan mesin mobilnya dan mulai menginjak pedal gas .
"Maaf mbak , Luna malah ngerepotin Mbak ". Ucap Aluna dengan tak enak hati
"Udah gapapa , kamu kerja dimana ?" tanya Clara
"Dikantor Winata Grup mbak ". Jawab Aluna
"Oh iya , suami mbak juga kerja disana . Berarti kita searah dong . Mbak juga mau kesana ". Ucap Clara
Aluna hanya tersenyum mendengar nya .
.
30 menit berlalu , mobil yang mereka tumpangi telah sampai dibasement parkiran gedung perusahaan Winata Grup .
"Makasih ya mbak udah kasih Aluna tumpangan ". Kata Aluna
"Sama-sama ", balas Clara sambil menyunggingkan senyum cantiknya
Kemudian Aluna bergegas turun dari mobil Clara , dan segera melangkahkan kakinya menuju ruang ganti baju .
Tak lama setelah itu Clara juga ikut turun dan langsung berjalan menuju lift yang akan membawa nya keruang kerja Gala .
.
Tok ...
Tok ...
Tok ...
Clara mengetuk ruang kerja Gala .
"Masuk !"
Ceklekk ..
"Hubby ", panggil Clara
Gala yang sedang fokus membaca berkas-berkas pun seketika mendongakkan kepala nya menatap kedatangan sang istri .
"Sayang , kok gak bilang mau kesini ?" ujar Gala , kemudian ia melepas kacamata bening nya dan beranjak dari duduk nya berjalan mendekati Clara .
"Surprise !!" seru Clara , ia langsung merentangkan tangannya pada Gala .
Cup ..
Gala mengecup puncak kepala Clara , lalu mengajak istrinya itu duduk disofa .
"Udah makan ? Atau mau minum ?" tawar Gala pada istrinya
"Mau minum lemon ice boleh ?"
"Tentu , sebentar yaa .."
.
.
.
Haii ,jangan lupa tinggalkan jejak like ,vote dan komen ... Terimakasih 🌹♥️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 97 Episodes
Comments
Nadav Effendy
lahh bukan nya motornya aluna masih di kantor yaa. kan kemarin sore pulangnya diantar asisten nya Gala si Lendra, knp skrang tiba2 aluna mau brgkat krja naik motor 😂 othor nya banyak eror nya nih. next lebih di perhatikan lagi ya thorr, yg fokus
2025-03-04
0
evvylamora
maaf ya thor, kan motornya kmrn ditinggal dikantor kan?? Aluna diantar Lendra kan?? /Frown//Frown//Frown/
2025-02-06
2
🌷💚SITI.R💚🌷
clara sdh cariin calon buat gala,tp klu dia tau gala sdh nikah sm aluna gmn reaksiy.kasian si sm luna
2024-12-28
0