BAB DELAPAN

Aluna mengerjapkan kedua matanya , dilihatnya sang ibu sudah terbangun dan tengah menatap nya dengan tatapan teduh dan senyum yang tulus .

Aluna beranjak dari sofa lalu berjalan mendekati ibunya.

"Ibu sudah bangun ?" ujar Aluna

"Iya , tadi kebangun karena ada dokter yang visit ". Jawab Bu Mala

"Udah jam berapa ini ?" gumam Aluna , kemudian ia mengambil ponsel nya dari dalam tas .

"Astaga aku kesiangan .." pekik nya saat melihat jam yang ada diponsel nya sudah menunjukkan pukul 8 pagi .

Buru-buru Aluna membasuh wajah nya dikamar mandi yang ada diruang rawat ibu nya , setelah itu ia bergegas berpamitan pada Bu Mala .

"Bu , ibu gak papakan Luna tinggal ? Nanti Luna telepon Mbak Iyas minta tolong buat temani ibu ". Kata Aluna

Bu Mala tersenyum tipis lalu menganggukkan kepala nya pelan . "Ibu gapapa nak , nanti ada suster yang akan setiap saat kemari datang untuk mengecek kondisi ibu . Jangan khawatir , fokus lah bekerja ,hm.." ucap Bu Mala dengan lembut

"Luna belikan bubur dulu ya Bu didepan ", ujarnya

Bu Mala menggeleng pelan ,"Gak usah sayang , bentar lagi ada suster yang akan antar jatah makan . Kamu jangan lupa sarapan sebelum berangkat kerja ". tukas Bu Mala

"Ya sudah , biar Luna telepon Mbak Iyas dulu minta tolong buat kesini ", ucap Aluna , kemudian ia mengambil ponsel nya yang tadi ia taruh diatas nakas . Setelah itu Aluna segera menggulir layar ponsel nya mencari nomor telepon Mbak Iyas , setelah ketemu ia langsung menekan tombol panggilan .

Sudah tiga kali panggilan tapi tak kunjung dijawab oleh Mbak Iyas.

"Mbak Iyas kemana sih , tumben gak diangkat teleponnya ". Lirih Aluna

"Nak , ibu gapapa . Gak usah telepon Mbak Iyas ,uhukk .. Uhukk .. ibu gak mau repotin siapa-siapa ". Ujar Bu Mala sambil menutup mulutnya dan terbatuk-batuk .

"Tapi Bu , Luna gak- ibu... Ibu berdarah ?" pekik Aluna panik saat melihat darah ditelapak tangan ibu nya sesaat setelah terbatuk-batuk .

Secepatnya Aluna menekan bel yang ada disamping nakas .

"Ibu , ibu istirahat dulu ya .. Bentar lagi dokter nya datang ". Ucapnya dengan nada penuh kepanikan dan kekhawatiran .

Tak berselang lama dokter Santi datang bertepatan dengan Bu Mala yang memejamkan matanya tak sadarkan diri dan dibelakang Dokter Santi disusul oleh asisten nya

"Dok , tolong periksa ibu saya . Tadi setelah batuk keluar darah .." tukas Aluna pada dokter Santi .

"Baik ya , kami akan segera memeriksa nya ". Sahut dokter Santi

Dengan cekatan dokter Santi segera memasang stetoskop ditelinga lalu memeriksa detak jantung Bu Mala .

"Siapkan ruang operasi sekarang , kita harus melakukan tindakan penanganan lanjut . Hubungi dokter bedah yang tengah berjaga , sekarang ..." perintah Dokter Santi pada asistennya

"Baik dok ". Sahut asisten itu , kemudian ia segera berlari keluar dari ruang rawat Bu Mala menuju untuk menghubungi dokter bedah dan tim medis yang berjaga diruang operasi .

"Dokter , bagaimana kondisi ibu saya ?" tanya Aluna penasaran .

"Kita harus segera melakukan tindakan operasi sekarang nona , jika tidak maka kita semua akan terlambat menyelamatkan nyawa beliau . Kondisi jantung beliau makin melemah ", ucap Dokter Santi menjelaskan

Aluna membulatkan matanya seraya membungkam mulutnya dengan kedua telapak tangannya , ia benar-benar syok mendengar penjelasan dari Dokter Santi .

"Dokter tolong selamatkan ibu saya .." mohon Aluna sambil memegang kedua tangan Dokter Santi .

"Kami akan berusaha sebaik mungkin untuk keselamatan pasien nona , dan tolong nona segera membayar biaya administrasi operasi nya , karena tindakan operasi harus segera kami lakukan secepatnya ", kata Dokter Santi

Tak lama setelah asisten Dokter Santi kembali masuk keruang rawat Bu Mala .

"Dokter , dokter bedah dan tim medis jaga ruang operasi sudah siap dok ", ucap asisten dokter Sinta

"Segera dorong brankar pasien keruang operasi ". Perintah Dokter Sinta

"Baik dok ". Asisten Dokter Sinta bergegas mendorong brankar Ibu Mala dan dibantu oleh salah satu tenaga medis yang ia bawa dari ruang jaga operasi .

Dokter Sinta langsung ikut membantu mendorong brankar tersebut , Aluna mengikuti nya dari belakang .

Sesampainya didepan pintu ruang operasi , Dokter Sinta kembali memberitahu Aluna agar segera mengurus adminstrasi nya selama operasi berlangsung .

"Nona Aluna , mohon anda segera mengurus administrasi nya dan kami akan juga akan segera melakukan tindakan operasi pada ibu anda ". Ucap Dokter Sinta

"Baik dok , akan saya usahakan tapi tolong lakukan yang terbaik untuk ibu saya dok ". Pinta Aluna

"Kami akan melakukan semaksimal mungkin , doa kan saja semua nya berjalan dengan lancar ". Setelah mengatakan itu dokter Sinta segera masuk kedalam ruang operasi dan langsung menutup pintu nya .

"Aluna ..." teriak Mang Lukman memanggil nya

Aluna menoleh menatap kedatangan mang Lukman .

"Mamang ?" seru Aluna

"Gimana kondisi ibu mu ? Maaf tadi kata mbak Iyas kamu telepon , tapi anak mamang lagi demam jadi istri mamang sibuk ngurusin gak sempat pegang ponsel?" ujar Mang Lukman .

"Iya mang gak papa". Ucap Aluna sembari mendudukan dirinya dikursi besi depan ruang operasi . Mang Lukman juga ikut mendudukkan dirinya disamping Aluna .

"Gimana kondisi ibu kamu Lun ?" tanya Mang Lukman

Aluna menghela nafas kasar seraya matanya menatap lurus kearah pintu ruang operasi .

"Ibu drop mang , kata dokter kondisi jantung ibu makin melemah dan harus segera dioperasi . Luna bingung mang , mau cari uang buat bayar biaya operasi ibu kemana ? Sedangkan tabungan Aluna baru ada lima juta ". Ucap nya dengan sendu

Mang Lukman menatap Aluna dengan perasaan tak tega . Dia ingin sekali membantu tapi dia saja tidak punya uang sebanyak itu .

"Maaf ya Lun , mamang gak bisa bantu ". Kata Mang Lukman

"Iya mang gapapa ". sahut Aluna lirih

"Lun , kalo boleh mamang kasih tau .. Saran mamang yang kemarin bisa kamu coba , siapa tau bos kamu mau pinjamin kamu uang .." Saran Mang Lukman

"Tapi Luna gak yakin mang , Luna-"

"Heii , dimana anak sama istri nya si Agung ?!" teriak seorang pria berbadan besar dan berwajah menyeramkan , berjalan mendekati Aluna dan Mang Lukman . Disebelah nya ada dua temannya yang juga berperawakan sama dengannya .

Sontak Mang Lukman dan Aluna menoleh kearah sumber suara .

"Lun , mereka itu yang kemarin nagih uang kerumah yang bikin ibu kamu jadi sakit begini ", bisik Mang Lukman .

Aluna menelan ludah nya susah payah kala melihat tiga lelaki itu berjalan semakin dekat kearah nya .

"Mang Lukman gak salah lihat kan kemarin ?" tanya Aluna lirih

"Enggak Lun , memang benar mereka orang nya ". Sahut Mang Lukman berbisik

Ketiga orang itu tiba dihadapan Aluna , memasang wajah menyeramkan dan menatap tajam Aluna dan Mang Lukman bergantian .

"Kau anak nya Agung ?!" ujar pria yang berteriak tadi .

"Iya saya anak nya Pak Agung , kenapa ?!"

.

.

.

Haii , jangan lupa tinggalkan jejak like , vote dan komen ... Terimakasih ♥️🌹

Terpopuler

Comments

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

lapor polisi. aja, bukannya Rentenir, ngk ada hukumnya y, apalg orgnya udh mati 🥺

2025-02-06

0

anonim

anonim

penagih hutang nih minus akhlak nagihnya di rumah sakit

2025-01-27

0

Femmy Femmy

Femmy Femmy

rentenir babi tidak tau keadaannya orang lagi sekarat...😠

2025-01-21

0

lihat semua
Episodes
1 BAB SATU
2 BAB DUA
3 BAB TIGA
4 BAB EMPAT
5 BAB LIMA
6 BAB ENAM
7 BAB TUJUH
8 BAB DELAPAN
9 BAB SEMBILAN
10 BAB SEPULUH
11 BAB SEBELAS
12 BAB DUABELAS
13 BAB TIGABELAS
14 BAB EMPAT BELAS
15 BAB LIMA BELAS
16 BAB ENAM BELAS
17 BAB TUJUH BELAS
18 BAB DELAPAN BELAS
19 BAB SEMBILAN BELAS
20 BAB DUA PULUH
21 BAB DUA PULUH SATU
22 BAB DUA PULUH DUA
23 BAB DUA PULUH TIGA
24 BAB DUA PULUH EMPAT
25 BAB DUA PULUH LIMA
26 BAB DUA PULUH ENAM
27 BAB DUA PULUH TUJUH
28 BAB DUA PULUH DELAPAN
29 BAB DUA PULUH SEMBILAN
30 BAB TIGA PULUH
31 BAB TIGA PULUH SATU
32 BAB TIGA PULUH DUA
33 BAB TIGA PULUH TIGA
34 BAB TIGA PULUH EMPAT
35 BAB TIGA PULUH LIMA
36 BAB TIGA PULUH ENAM
37 BAB TIGA PULUH TUJUH
38 BAB TIGA PULUH DELAPAN
39 BAB TIGA PULUH SEMBILAN
40 BAB EMPAT PULUH
41 BAB EMPAT PULUH SATU
42 BAB EMPAT PULUH DUA
43 BAB EMPAT PULUH TIGA
44 BAB EMPAT PULUH EMPAT
45 BAB EMPAT PULUH LIMA
46 BAB EMPAT PULUH ENAM
47 BAB EMPAT PULUH TUJUH
48 BAB EMPAT PULUH DELAPAN
49 BAB EMPAT PULUH SEMBILAN
50 BAB LIMA PULUH
51 BAB LIMA PULUH SATU
52 BAB LIMA PULUH DUA
53 BAB LIMA PULUH TIGA
54 BAB LIMA PULUH EMPAT
55 BAB LIMA PULUH LIMA
56 BAB LIMA PULUH ENAM
57 BAB LIMA PULUH TUJUH
58 BAB LIMA PULUH DELAPAN
59 BAB LIMA PULUH SEMBILAN
60 BAB ENAM PULUH
61 BAB ENAM PULUH SATU
62 BAB ENAM PULUH DUA
63 BAB ENAM PULUH TIGA
64 BAB ENAM PULUH EMPAT
65 BAB ENAM PULUH LIMA
66 BAB ENAM PULUH ENAM
67 BAB ENAM PULUH TUJUH
68 BAB ENAM PULUH DELAPAN
69 BAB ENAM PULUH SEMBILAN
70 BAB TUJUH PULUH
71 BAB TUJUH PULUH SATU
72 BAB TUJUH PULUH DUA
73 BAB TUJUH PULUH TIGA
74 BAB TUJUH PULUH EMPAT
75 BAB TUJUH PULUH LIMA
76 BAB TUJUH PULUH ENAM
77 BAB TUJUH PULUH TUJUH
78 BAB TUJUH PULUH DELAPAN
79 BAB TUJUH PULUH SEMBILAN
80 BAB DELAPAN PULUH
81 BAB DELAPAN PULUH SATU
82 BAB DELAPAN PULUH DUA
83 BAB DELAPAN PULUH TIGA
84 BAB DELAPAN PULUH EMPAT
85 BAB DELAPAN PULUH LIMA
86 BAB DELAPAN PULUH ENAM
87 BAB DELAPAN PULUH TUJUH
88 BAB DELAPAN PULUH DELAPAN
89 BAB DELAPAN PULUH SEMBILAN
90 BAB SEMBILAN PULUH
91 BAB SEMBILAN PULUH SATU
92 BAB SEMBILAN PULUH DUA
93 BAB SEMBILAN PULUH TIGA
94 BAB SEMBILAN PULUH EMPAT
95 BAB SEMBILAN PULUH LIMA
96 BAB SEMBILAN PULUH ENAM
97 BAB SEMBILAN PULUH TUJUH
Episodes

Updated 97 Episodes

1
BAB SATU
2
BAB DUA
3
BAB TIGA
4
BAB EMPAT
5
BAB LIMA
6
BAB ENAM
7
BAB TUJUH
8
BAB DELAPAN
9
BAB SEMBILAN
10
BAB SEPULUH
11
BAB SEBELAS
12
BAB DUABELAS
13
BAB TIGABELAS
14
BAB EMPAT BELAS
15
BAB LIMA BELAS
16
BAB ENAM BELAS
17
BAB TUJUH BELAS
18
BAB DELAPAN BELAS
19
BAB SEMBILAN BELAS
20
BAB DUA PULUH
21
BAB DUA PULUH SATU
22
BAB DUA PULUH DUA
23
BAB DUA PULUH TIGA
24
BAB DUA PULUH EMPAT
25
BAB DUA PULUH LIMA
26
BAB DUA PULUH ENAM
27
BAB DUA PULUH TUJUH
28
BAB DUA PULUH DELAPAN
29
BAB DUA PULUH SEMBILAN
30
BAB TIGA PULUH
31
BAB TIGA PULUH SATU
32
BAB TIGA PULUH DUA
33
BAB TIGA PULUH TIGA
34
BAB TIGA PULUH EMPAT
35
BAB TIGA PULUH LIMA
36
BAB TIGA PULUH ENAM
37
BAB TIGA PULUH TUJUH
38
BAB TIGA PULUH DELAPAN
39
BAB TIGA PULUH SEMBILAN
40
BAB EMPAT PULUH
41
BAB EMPAT PULUH SATU
42
BAB EMPAT PULUH DUA
43
BAB EMPAT PULUH TIGA
44
BAB EMPAT PULUH EMPAT
45
BAB EMPAT PULUH LIMA
46
BAB EMPAT PULUH ENAM
47
BAB EMPAT PULUH TUJUH
48
BAB EMPAT PULUH DELAPAN
49
BAB EMPAT PULUH SEMBILAN
50
BAB LIMA PULUH
51
BAB LIMA PULUH SATU
52
BAB LIMA PULUH DUA
53
BAB LIMA PULUH TIGA
54
BAB LIMA PULUH EMPAT
55
BAB LIMA PULUH LIMA
56
BAB LIMA PULUH ENAM
57
BAB LIMA PULUH TUJUH
58
BAB LIMA PULUH DELAPAN
59
BAB LIMA PULUH SEMBILAN
60
BAB ENAM PULUH
61
BAB ENAM PULUH SATU
62
BAB ENAM PULUH DUA
63
BAB ENAM PULUH TIGA
64
BAB ENAM PULUH EMPAT
65
BAB ENAM PULUH LIMA
66
BAB ENAM PULUH ENAM
67
BAB ENAM PULUH TUJUH
68
BAB ENAM PULUH DELAPAN
69
BAB ENAM PULUH SEMBILAN
70
BAB TUJUH PULUH
71
BAB TUJUH PULUH SATU
72
BAB TUJUH PULUH DUA
73
BAB TUJUH PULUH TIGA
74
BAB TUJUH PULUH EMPAT
75
BAB TUJUH PULUH LIMA
76
BAB TUJUH PULUH ENAM
77
BAB TUJUH PULUH TUJUH
78
BAB TUJUH PULUH DELAPAN
79
BAB TUJUH PULUH SEMBILAN
80
BAB DELAPAN PULUH
81
BAB DELAPAN PULUH SATU
82
BAB DELAPAN PULUH DUA
83
BAB DELAPAN PULUH TIGA
84
BAB DELAPAN PULUH EMPAT
85
BAB DELAPAN PULUH LIMA
86
BAB DELAPAN PULUH ENAM
87
BAB DELAPAN PULUH TUJUH
88
BAB DELAPAN PULUH DELAPAN
89
BAB DELAPAN PULUH SEMBILAN
90
BAB SEMBILAN PULUH
91
BAB SEMBILAN PULUH SATU
92
BAB SEMBILAN PULUH DUA
93
BAB SEMBILAN PULUH TIGA
94
BAB SEMBILAN PULUH EMPAT
95
BAB SEMBILAN PULUH LIMA
96
BAB SEMBILAN PULUH ENAM
97
BAB SEMBILAN PULUH TUJUH

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!