BAB LIMA

Jam pulang kantor pun tiba , Aluna bergegas mengganti baju seragam nya dan merapikan loker penyimpanan tas nya . Setelah itu ia segera mencari Riris temannya .

"Al ?" panggil Asraf saat berpapasan dengan gadis itu yang terlihat terburu-buru

"Eh kak Asraf ", sapa Aluna

"Mau pulang ya ?" tanya Asraf

"Iya kak tapi kasih tau Riris dulu takut dia nanti nyariin ", jawab Aluna

"Mau ku antar ?" tawar nya

Aluna menggeleng-gelengkan kepala ."Gak usah kak , aku bawa motor kok " .

"Ya sudah aku juga tidak bisa memaksa , pulanglah biar nanti aku yang bilang sama Riris kalo kamu udah pulang duluan". Ucap Asraf

"Tapi kak , aku malah repotin Kak Asraf lagi ". Ujar Aluna tak enak hati

"Udah gapapa , santai aja . Kamu mau langsung kerumah sakit kan jenguk ibu kamu ?" tukas Asraf

Aluna mengangguk ."Iya kak ".

"Ya sudah , hati-hati dijalan . Jangan ngebut-ngebut ", Kata Asraf mengingatkan

"Iya kak , kalau begitu aku duluan ya kak Asraf . Makasih dan maaf kalo udah Aluna repotin ". Ucap nya

Asraf mengangguk seraya tersenyum tipis ,setelah itu ia bergegas melangkahkan kaki nya pergi .

Asraf menatap kepergian Aluna , sampai tubuh nya tak lagi terlihat . Hingga sebuah tepukan dipundak kiri nya mengagetkan nya .

"Heii , senyum-senyum sendiri macam orang gila ". Ledek Rudi teman Asraf

"Bikin kaget aja Lo ah ", Sentak Asraf sambil mengelus dad* nya

"CK! Lagian ngapain sih Lo ngelamun begitu ? Mikirin apa ? Mina ?" tebak Rudi

"Cih ngapain mikirin Mina . Gue udah gak ada hubungan apa-apa lagi sama dia ". Sahut Asraf

"Kalian putus ?"

"Hm .."

"Astaga , padahal kelihatan udah cocok banget jadi suami istri ". Cerocos Rudi

"Udah lah , balik kerja lagi . Nanti Mis Linda marah-marah karena kerjaan gak kelar-kelar lagi ". Ucap Asraf lalu menarik tangan Rudi

.

.

Aluna mengendari motor matic nya dengan kecepatan sedang membelah jalanan sore hari itu . Bertepatan dengan jam pulang kantor , jadi tidak heran jika jalanan sedikit macet .

Beruntung Aluna pandai mengendarai sepeda motor nya , ia menyalip dan menyelinap diantara mobil-mobil yang tengah berhenti menunggu lampu merah .

Tak butuh waktu lama , akhir nya Aluna telah sampai dirumah sakit tempat ibu nya dirawat . Setelah memarkirkan motor nya , Aluna bergegas berlari menuju meja resepsionis .

"Permisi mbak , mau tanya atas nama pasien ibu Mala dirawat diruangan apa ya ?" tanya Aluna dengan sopan pada perawat jaga yang bertugas dimeja depan resepsionis .

"Sebentar ya mbak saya carikan dulu data nya ". Ucap perawat jaga tersebut seraya melihat layar komputer dihadapannya .

Aluna mengangguk

"Atas nama pasien ibu Mala dirawat dibangsal bougenvile kamar 13 ". Kata perawat jaga memberitahu Aluna

"Baik , terimakasih mbak ". Setelah mendapatkan informasi tentang ruang rawat ibu nya , Aluna bergegas melangkahkan kaki nya menuju bangsal yang sudah disebutkan perawat tadi .

Sesampai nya disana , Aluna melihat mang Lukman tengah duduk didepan ruang rawat ibu nya bersama seorang wanita yang tak lain adalah istri nya .

"Mang Lukman .." teriak Aluna memanggil nya

Mang Lukman dan istri nya sontak menoleh menatap Aluna yang berlari menghampiri mereka .

"Syukurlah kamu udah datang Lun ", ucap Mang Lukman

"Mang bagaimana cerita nya ibu ku bisa dilarikan kerumah sakit ? Apa yang terjadi ?" cecar Aluna sembari mengatur nafas nya

"Duduk dulu Lun ", pinta istri Mang Lukman lalu menarik tangan Aluna agar duduk dikursi besi panjang depan ruang rawat Ibu Mala .

Sejenak Mang Lukman dan istri nya saling lirik sebelum menjawab pertanyaan Aluna .

"Begini Lun , tadi setelah kamu berangkat kerja . Mamang sama Mbak Iyas ( istri Mang Lukman ) , gak sengaja lihat tiga orang berbadan besar tengah marah-marah dengan ibu mu . Saat mamang tanya , ternyata mereka adalah seorang rentenir yang menagih hutang almarhum ayah mu sebesar 100 juta Lun. Ibu mu yang syok mendengar itu seketika langsung jatuh terkena serangan jantung". Ucap Mang Lukman menjelaskan nya dengan hati-hati takut menyinggung perasaan gadis kecil disamping istri nya itu .

"Ya Allah ... Aku sama ibu gak tau kalo ayah punya hutang sebanyak itu ", Mata Aluna seketika berkaca-kaca mendengar penjelasan Mang Lukman . Ia juga tak kalah syok nya dari sang ibu.

"Terus keadaan ibu ku sekarang bagaimana mang ?" tanya Aluna

"Tadi dokter yang menangani ibu mu bilang , kalo pihak keluarga pasien diminta datang keruangannya untuk meminta persetujuan menindaklanjuti penangangan selanjutnya ", kata Mang Lukman

"Ya Allah ..." Air mata Aluna seketika luruh dari pelupuk mata nya , ia sandarkan tubuh rapuh nya disandaran kursi besi itu . Aluna tutupi wajah cantiknya yang tanpa polesan make up itu dengan jemari lentik nya .

Tubuh nya bergetar sejalan dengan air mata yang terus berlelehan dari mata indah nya .

Mbak Iyas yang tidak tega melihat itu segera menarik Aluna dan memeluk nya erat .

"Kamu yang sabar ya Lun , ini ujian dari Allah ". Ucap Mbak Iyas menenangkan Aluna .

"Kenapa hidup Luna sama ibu jadi seperti ini mbak , Luna gak tau kalo ayah ternyata punya hutang sama rentenir. Ayah juga gak pernah cerita .." Aluna menceritakannya dengan sesegukan dipelukan mbak Iyas

"Nanti kita coba bantu cari jalan keluar nya ya Lun , sementara mamang sama Mbak cuma bisa bantu doa ". Kata Mbak Iyas

Aluna mengurai pelukan itu lalu segera menghapus lelehan air mata nya yang membasahi pipi nya yang mulus .

"Mbak , mang .. Luna titip ibu bentar yaa .. Luna mau keruangan dokter dulu ". Ujar nya pada Mbak Iyas dan Mang Lukman

"Iya Lun , mbak sama mamang tungguin disini . Kamu temuin dokter nya dulu ". Ucap Mbak Iyas

"Makasih mbak ".

Mbak Iyas mengangguk ,setelah itu Aluna bergegas melangkahkan kakinya menuju ruangan dokter yang menangani ibu nya .

Tok ..

Tok ..

Tok ..

"Masuk!"

Ceklek

"Permisi dok , saya putri dari pasien atas nama ibu Mala ", ucap Aluna sopan

"Ah silahkan masuk nona ". Kata dokter wanita paruh baya ber-name tag Santi

"Duduklah " dokter Santi mempersilahkan Aluna duduk dikursi yang bersebrangan dengan meja kerja nya .

"Terimakasih dok ", ujar Aluna seraya menarik kursi tersebut lalu segera mendudukkan dirinya .

"Begini nona ?"

"Aluna dok " , sahut Aluna

"Begini nona Aluna , ibu ada mengalami serangan jantung tiba-tiba . Dan setelah kami melakukan pemeriksaan ternyata jantung beliau juga mengalami masalah , detak jantung nya pun melemah . Kami meminta persetujuan dari pihak keluarga untuk melakukan tindakan operasi segera ". Kata dokter Santi menjelaskan

"Maaf Dok , kira-kira biaya operasi nya berapa ya ?" tanya Aluna

"Sekitar lima puluh juta nona ". Jawab Dokter Santai

"L-lima puluh juta dok ?"

.

.

.

Haii , jangan lupa tinggalkan jejak vote , like dan komen ... Terimakasih 🌹♥️

Terpopuler

Comments

Aprilia Hadiwasana

Aprilia Hadiwasana

Emang engga di ksh tau sm mang Lukman ya Aluna, knp harus nnya ke resepsionis.???

2025-01-02

0

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

astaga naga, bisa stres tingkat tinggi Luna, dari mana cari uang 150 jt 😔

2025-02-06

0

Isna Vania

Isna Vania

semoga ada jln keluar nya , wat biaya operasi jantung ibu nya Aluna 🥺

2025-01-24

0

lihat semua
Episodes
1 BAB SATU
2 BAB DUA
3 BAB TIGA
4 BAB EMPAT
5 BAB LIMA
6 BAB ENAM
7 BAB TUJUH
8 BAB DELAPAN
9 BAB SEMBILAN
10 BAB SEPULUH
11 BAB SEBELAS
12 BAB DUABELAS
13 BAB TIGABELAS
14 BAB EMPAT BELAS
15 BAB LIMA BELAS
16 BAB ENAM BELAS
17 BAB TUJUH BELAS
18 BAB DELAPAN BELAS
19 BAB SEMBILAN BELAS
20 BAB DUA PULUH
21 BAB DUA PULUH SATU
22 BAB DUA PULUH DUA
23 BAB DUA PULUH TIGA
24 BAB DUA PULUH EMPAT
25 BAB DUA PULUH LIMA
26 BAB DUA PULUH ENAM
27 BAB DUA PULUH TUJUH
28 BAB DUA PULUH DELAPAN
29 BAB DUA PULUH SEMBILAN
30 BAB TIGA PULUH
31 BAB TIGA PULUH SATU
32 BAB TIGA PULUH DUA
33 BAB TIGA PULUH TIGA
34 BAB TIGA PULUH EMPAT
35 BAB TIGA PULUH LIMA
36 BAB TIGA PULUH ENAM
37 BAB TIGA PULUH TUJUH
38 BAB TIGA PULUH DELAPAN
39 BAB TIGA PULUH SEMBILAN
40 BAB EMPAT PULUH
41 BAB EMPAT PULUH SATU
42 BAB EMPAT PULUH DUA
43 BAB EMPAT PULUH TIGA
44 BAB EMPAT PULUH EMPAT
45 BAB EMPAT PULUH LIMA
46 BAB EMPAT PULUH ENAM
47 BAB EMPAT PULUH TUJUH
48 BAB EMPAT PULUH DELAPAN
49 BAB EMPAT PULUH SEMBILAN
50 BAB LIMA PULUH
51 BAB LIMA PULUH SATU
52 BAB LIMA PULUH DUA
53 BAB LIMA PULUH TIGA
54 BAB LIMA PULUH EMPAT
55 BAB LIMA PULUH LIMA
56 BAB LIMA PULUH ENAM
57 BAB LIMA PULUH TUJUH
58 BAB LIMA PULUH DELAPAN
59 BAB LIMA PULUH SEMBILAN
60 BAB ENAM PULUH
61 BAB ENAM PULUH SATU
62 BAB ENAM PULUH DUA
63 BAB ENAM PULUH TIGA
64 BAB ENAM PULUH EMPAT
65 BAB ENAM PULUH LIMA
66 BAB ENAM PULUH ENAM
67 BAB ENAM PULUH TUJUH
68 BAB ENAM PULUH DELAPAN
69 BAB ENAM PULUH SEMBILAN
70 BAB TUJUH PULUH
71 BAB TUJUH PULUH SATU
72 BAB TUJUH PULUH DUA
73 BAB TUJUH PULUH TIGA
74 BAB TUJUH PULUH EMPAT
75 BAB TUJUH PULUH LIMA
76 BAB TUJUH PULUH ENAM
77 BAB TUJUH PULUH TUJUH
78 BAB TUJUH PULUH DELAPAN
79 BAB TUJUH PULUH SEMBILAN
80 BAB DELAPAN PULUH
81 BAB DELAPAN PULUH SATU
82 BAB DELAPAN PULUH DUA
83 BAB DELAPAN PULUH TIGA
84 BAB DELAPAN PULUH EMPAT
85 BAB DELAPAN PULUH LIMA
86 BAB DELAPAN PULUH ENAM
87 BAB DELAPAN PULUH TUJUH
88 BAB DELAPAN PULUH DELAPAN
89 BAB DELAPAN PULUH SEMBILAN
90 BAB SEMBILAN PULUH
91 BAB SEMBILAN PULUH SATU
92 BAB SEMBILAN PULUH DUA
93 BAB SEMBILAN PULUH TIGA
94 BAB SEMBILAN PULUH EMPAT
95 BAB SEMBILAN PULUH LIMA
96 BAB SEMBILAN PULUH ENAM
97 BAB SEMBILAN PULUH TUJUH
Episodes

Updated 97 Episodes

1
BAB SATU
2
BAB DUA
3
BAB TIGA
4
BAB EMPAT
5
BAB LIMA
6
BAB ENAM
7
BAB TUJUH
8
BAB DELAPAN
9
BAB SEMBILAN
10
BAB SEPULUH
11
BAB SEBELAS
12
BAB DUABELAS
13
BAB TIGABELAS
14
BAB EMPAT BELAS
15
BAB LIMA BELAS
16
BAB ENAM BELAS
17
BAB TUJUH BELAS
18
BAB DELAPAN BELAS
19
BAB SEMBILAN BELAS
20
BAB DUA PULUH
21
BAB DUA PULUH SATU
22
BAB DUA PULUH DUA
23
BAB DUA PULUH TIGA
24
BAB DUA PULUH EMPAT
25
BAB DUA PULUH LIMA
26
BAB DUA PULUH ENAM
27
BAB DUA PULUH TUJUH
28
BAB DUA PULUH DELAPAN
29
BAB DUA PULUH SEMBILAN
30
BAB TIGA PULUH
31
BAB TIGA PULUH SATU
32
BAB TIGA PULUH DUA
33
BAB TIGA PULUH TIGA
34
BAB TIGA PULUH EMPAT
35
BAB TIGA PULUH LIMA
36
BAB TIGA PULUH ENAM
37
BAB TIGA PULUH TUJUH
38
BAB TIGA PULUH DELAPAN
39
BAB TIGA PULUH SEMBILAN
40
BAB EMPAT PULUH
41
BAB EMPAT PULUH SATU
42
BAB EMPAT PULUH DUA
43
BAB EMPAT PULUH TIGA
44
BAB EMPAT PULUH EMPAT
45
BAB EMPAT PULUH LIMA
46
BAB EMPAT PULUH ENAM
47
BAB EMPAT PULUH TUJUH
48
BAB EMPAT PULUH DELAPAN
49
BAB EMPAT PULUH SEMBILAN
50
BAB LIMA PULUH
51
BAB LIMA PULUH SATU
52
BAB LIMA PULUH DUA
53
BAB LIMA PULUH TIGA
54
BAB LIMA PULUH EMPAT
55
BAB LIMA PULUH LIMA
56
BAB LIMA PULUH ENAM
57
BAB LIMA PULUH TUJUH
58
BAB LIMA PULUH DELAPAN
59
BAB LIMA PULUH SEMBILAN
60
BAB ENAM PULUH
61
BAB ENAM PULUH SATU
62
BAB ENAM PULUH DUA
63
BAB ENAM PULUH TIGA
64
BAB ENAM PULUH EMPAT
65
BAB ENAM PULUH LIMA
66
BAB ENAM PULUH ENAM
67
BAB ENAM PULUH TUJUH
68
BAB ENAM PULUH DELAPAN
69
BAB ENAM PULUH SEMBILAN
70
BAB TUJUH PULUH
71
BAB TUJUH PULUH SATU
72
BAB TUJUH PULUH DUA
73
BAB TUJUH PULUH TIGA
74
BAB TUJUH PULUH EMPAT
75
BAB TUJUH PULUH LIMA
76
BAB TUJUH PULUH ENAM
77
BAB TUJUH PULUH TUJUH
78
BAB TUJUH PULUH DELAPAN
79
BAB TUJUH PULUH SEMBILAN
80
BAB DELAPAN PULUH
81
BAB DELAPAN PULUH SATU
82
BAB DELAPAN PULUH DUA
83
BAB DELAPAN PULUH TIGA
84
BAB DELAPAN PULUH EMPAT
85
BAB DELAPAN PULUH LIMA
86
BAB DELAPAN PULUH ENAM
87
BAB DELAPAN PULUH TUJUH
88
BAB DELAPAN PULUH DELAPAN
89
BAB DELAPAN PULUH SEMBILAN
90
BAB SEMBILAN PULUH
91
BAB SEMBILAN PULUH SATU
92
BAB SEMBILAN PULUH DUA
93
BAB SEMBILAN PULUH TIGA
94
BAB SEMBILAN PULUH EMPAT
95
BAB SEMBILAN PULUH LIMA
96
BAB SEMBILAN PULUH ENAM
97
BAB SEMBILAN PULUH TUJUH

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!