MEMBUKA HATI

Acara pernikahan Nadine berlangsung meriah. Tawa dan obrolan hangat memenuhi ruang acara, yang disulap dengan dekorasi elegan namun sederhana. Para tamu yang hadir adalah keluarga dekat dan teman-teman yang sudah lama tak bertemu, menjadikan hari itu juga sebagai ajang reuni untuk banyak orang, termasuk Annisa.

Annisa tampak anggun mengenakan kebaya pastel yang dipilihnya khusus untuk acara ini. Ia berjalan berkeliling, menyapa teman-teman lama yang sudah jarang ia temui sejak menikah dengan Damian. Sesekali ia berhenti, berbincang dan tertawa mengingat kenangan lama bersama sahabat-sahabatnya.

Damian, yang awalnya hanya berniat menemani Annisa tanpa banyak bersosialisasi, memutuskan untuk berdiri di pojokan ruangan sambil memperhatikan istrinya. Namun, sesuatu menarik perhatiannya ketika ia melihat seorang pria mendekati Annisa dengan senyum yang sangat akrab. Damian langsung mengenali wajah pria itu dari album foto yang dibuka Bunda semalam—Gio, mantan kekasih Annisa, sekaligus teman kecilnya sejak sekolah dasar.

Annisa tersenyum ramah saat Gio menghampiri. Mereka bersalaman dan mulai bercakap-cakap, mengenang masa lalu dengan nada ringan. Gio adalah sosok yang menyenangkan, membuat percakapan mengalir begitu saja.

“Annisa! Sudah lama sekali, ya. Aku bahkan hampir tak mengenalimu tadi,” ujar Gio, mengulas senyum lebar.

Annisa tertawa kecil. “Iya, sudah lama sekali. Rasanya baru kemarin kita main bola di lapangan SD. Gimana kabarmu?”

Gio mengangguk, matanya berbinar seakan tak percaya ia bisa bertemu Annisa lagi. “Baik, baik! Aku dengar kamu sudah menikah. Wah, aku harus mengucapkan selamat. Siapa yang sangka, Annisa kecil yang dulu selalu usil sekarang sudah jadi istri orang.”

Annisa tersenyum, sedikit terkejut dengan komentar Gio yang begitu terang-terangan. “Terima kasih, Gio. Ya, banyak hal yang berubah sejak saat itu. Aku senang kamu bisa hadir.”

Dari kejauhan, Damian mengamati percakapan mereka dengan wajah datar, tetapi di dalam hatinya terasa ada sedikit ketidaknyamanan. Meskipun ia tidak sepenuhnya terbuka dengan perasaannya pada Annisa, melihat istrinya berbicara begitu hangat dengan pria lain membuatnya merasa terganggu.

Tak lama kemudian, Gio melihat Damian yang berdiri agak jauh. Ia mengangguk ramah, dan Annisa menyadari Damian juga tengah memperhatikan mereka.

“Oh, itu suamimu, ya?” tanya Gio dengan nada hormat.

Annisa mengangguk sambil melirik Damian. “Iya, itu Mas Damian. Mungkin kau pernah dengar tentangnya.”

Gio hanya tersenyum simpul. “Iya, sepertinya aku sudah pernah dengar. Kalau begitu, aku tidak akan lama-lama mengganggu. Sekali lagi, selamat ya, Annisa. Semoga kamu bahagia.”

Annisa mengangguk, “Terima kasih, Gio. Senang bisa bertemu lagi.”

Gio pun melangkah pergi, memberikan kesempatan kepada Annisa untuk kembali ke Damian. Ketika Annisa menghampirinya, Damian menyapanya dengan nada biasa, tetapi Annisa bisa merasakan sedikit kekakuan darinya.

“Teman lama, ya?” tanya Damian datar.

Annisa mengangguk sambil tersenyum. “Iya, dia teman lama. Kami kenal sejak SD. Sudah bertahun-tahun tidak bertemu.”

Damian hanya mengangguk tanpa komentar lebih lanjut, namun tatapan matanya terlihat lebih dalam dari biasanya. Ia tidak berkata banyak, tapi Annisa tahu, ada sesuatu yang ia rasakan dalam diamnya.

Annisa mengamati Damian yang tampak sedikit termenung, mungkin masih terpengaruh oleh percakapan singkatnya dengan Gio. Ia memutuskan untuk sedikit mencairkan suasana.

“Mas, kamu mau makan apa?” tanya Annisa lembut, sambil menatap Damian dengan senyum hangat. “Aku bisa ambilkan untukmu.”

Damian mengangkat kepalanya, memperhatikan Annisa sejenak sebelum menjawab, “Terserah saja.”

Annisa tersenyum tipis, merasa ada sedikit celah untuk membuat suasana menjadi lebih nyaman. Ia lalu melangkah menuju meja prasmanan dan mulai memilih beberapa hidangan yang ia tahu Damian mungkin akan suka. Mulai dari sate ayam, beberapa potong rendang, sayur asam, dan sedikit salad segar untuk mengimbangi rasa berat dari hidangan daging.

Sambil meletakkan piring demi piring di nampan, Annisa bergumam pada dirinya sendiri, “Hmm, aku ambil yang ini, dia pasti suka. Oh, dan ini juga. Dia pernah bilang suka sate, kan?” Ia tersenyum sendiri, menikmati momen kecil ini—memilih makanan untuk suaminya.

Setelah beberapa menit, Annisa kembali membawa nampan dengan piring yang penuh berbagai macam makanan. Ia meletakkannya di depan Damian dengan hati-hati. “Nih, Mas, coba semuanya. Aku ambilkan beberapa macam biar kamu bisa coba-coba,” katanya penuh perhatian.

Damian melihat piring yang berjejer di hadapannya, dan tanpa sadar sebuah senyum kecil muncul di sudut bibirnya. “Kamu benar-benar tahu seleraku, ya,” ucapnya pelan, sedikit mengendurkan nada dinginnya.

Annisa hanya mengangguk sambil tersenyum, lalu duduk di sebelahnya, mempersilakan Damian untuk menikmati makanan itu. Sesekali ia menunggu reaksi Damian pada beberapa makanan yang ia pilihkan. Ketika Damian mencicipi sate ayam, ia mengangguk kecil, seolah mengakui bahwa pilihannya memang enak.

“Gimana? Suka?” tanya Annisa pelan, merasa lega melihat Damian tampak lebih tenang.

Damian mengangguk sambil terus menikmati makanannya. “Enak, Nis. Terima kasih.” Sesaat ia memandang Annisa, sedikit lebih lembut dari biasanya.

Annisa merasa ada kehangatan yang perlahan muncul di antara mereka. Ia senang melihat Damian menikmati hidangannya, dan meskipun tak diucapkan, ada rasa syukur dalam hatinya bahwa suaminya akhirnya mau menikmati momen ini bersama.

Sejak ia jatuh sakit beberapa hari yang lalu, Damian menyadari bahwa perasaannya terhadap Annisa perlahan mulai berubah. Ada sesuatu yang membuat hatinya sedikit melunak setiap kali melihat Annisa. Mungkin karena diam-diam ia mulai menghargai kehadiran dan pengorbanan perempuan itu, meski selama ini ia jarang mengakui hal tersebut, bahkan pada dirinya sendiri.

•••

Sorenya, setelah acara pernikahan Nadine, Damian duduk sendirian di beranda rumah, merenung. Ia teringat bagaimana Annisa tanpa lelah selalu ada di sisinya—mulai dari mengurus Clara, menyiapkan keperluannya, hingga sekarang, ketika Annisa bahkan berinisiatif untuk menjaga suasana hati Damian tetap baik di tengah acara keluarga.

Saat itu, Annisa muncul, membawakan secangkir teh hangat untuknya. “Mas, ini tehnya,” katanya lembut sambil menaruh cangkir di meja. Annisa kemudian duduk di sebelahnya, memandangi langit sore yang mulai beranjak senja.

Damian menatap cangkir itu sejenak, lalu menoleh pada Annisa. “Kenapa kamu selalu melakukan ini, Nis?” tanyanya tiba-tiba. Suaranya rendah, namun ada nada serius di dalamnya.

Annisa menoleh, agak terkejut. “Maksud Mas?” tanyanya, bingung.

“Berusaha keras... untuk semuanya. Untuk Clara, untuk aku…” Damian menghela napas. “Bukankah berat buatmu?”

Annisa tersenyum kecil, mencoba menyembunyikan kegugupannya. “Mungkin memang berat, Mas. Tapi... aku sudah berjanji pada diri sendiri untuk menjaga keluarga ini. Mbak Arum sudah menitipkan Clara dan Mas kepada saya. Dan lagipula...” Annisa terdiam sejenak, lalu menunduk. “Mungkin ini caraku menunjukkan rasa sayang.”

Damian terdiam mendengar jawabannya. Jantungnya berdegup tak menentu, tetapi ia berusaha menahan ekspresinya tetap tenang. Entah kenapa kata-kata itu terasa begitu dalam baginya, seolah menyentuh sesuatu yang sudah lama tak ia rasakan.

“Makasih, Nis,” ucapnya lirih, mencoba mengalihkan perhatian.

Annisa tersenyum lembut, merasa sedikit lega dan bahagia mendengar ucapan itu. “Iya, Mas. Selama ini aku hanya ingin yang terbaik untuk keluarga kita.”

Tanpa disadari, Damian mulai melihat Annisa bukan hanya sebagai istri pengganti, tapi sebagai seseorang yang begitu tulus hadir untuknya. Entah kapan perasaan ini mulai tumbuh, tetapi di saat itu, ia mulai menyadari bahwa mungkin ia benar-benar membutuhkan Annisa.

Terpopuler

Comments

☠ᵏᵋᶜᶟ🏘⃝Aⁿᵘ єͬηͦσͬкͧу³º7꙳❂͜͡✯

☠ᵏᵋᶜᶟ🏘⃝Aⁿᵘ єͬηͦσͬкͧу³º7꙳❂͜͡✯

jangan terus menerus teejebak kenangan masa lalu Damian,karena sekarang sudah ada masa depan di hadapanmu, buka hatimu buat Anisa yang tulus menyayangimu dan Clara,dengan melakukan ini bukan berarti kamu melupakan Arum...

2024-12-19

6

Barokah 99ˢ⍣⃟ₛ

Barokah 99ˢ⍣⃟ₛ

mungkinkan damian mulai ada rasa cemburu ketika melihat gio ngobrol sama annisa. padahal mereka hanya bertegur sama dan menanyakan kabar.

2024-12-20

0

☠ᵏᵋᶜᶟ ❤MACAN❤

☠ᵏᵋᶜᶟ ❤MACAN❤

nah gitu... buka hatimu dam.. jgn mengedepankan ego. sedih boleh, terpuruk boleh asal gak trus menerus. lanjutin hidup dg bhgia.

2024-12-19

0

lihat semua
Episodes
1 Salah paham
2 Ketegangan
3 Penjaga ketenangan?
4 Lelucon
5 Terlibat perkelahian
6 Ide Gila!
7 Kehilangan yang tidak pernah dihitung
8 TIDAK DIINGINKAN
9 TERBIASA
10 RASA PENASARAN
11 PATAH YANG KESEKIAN KALI
12 PESTA ANDI
13 BATU
14 RENCANA ZASKIA
15 TIRAMISU CAKE
16 LANGKAH AWAL
17 ALBUM LAMA
18 MEMBUKA HATI
19 TERTAWA LEPAS & AJAKAN DAMIAN
20 MENJADI IMAM MU
21 INISIATIF DAMIAN
22 MENJEMPUT CLARA
23 KESUKSESAN PROYEK
24 GODAAN ZASKIA (1)
25 MENGUBUR PERASAAN
26 CEO BARU
27 RASA YANG BARU
28 ANTUSIAS CLARA
29 KARYAWISATA
30 PERJALANAN PULANG
31 RAPAT DI KANTOR BARU
32 MAKAN SIANG BERSAMA
33 RUMOR
34 SECERCAH HARAPAN
35 LANGKAH AWAL
36 BERMIMPI
37 MENYADARI PERASAAN
38 JENNY YANG MERESAHKAN
39 PERHATIAN KECIL
40 NIAT BUSUK JENNY
41 PERINGATAN DAMIAN
42 BERKELIT
43 GODAAN
44 PENGAKUAN
45 TIDAK TERIMA
46 HASUTAN JENNY
47 DALANG
48 KELUARGA
49 PENCULIKAN CLARA
50 KEKUATAN
51 SADAR
52 MEMBUSUK DI PENJARA
53 SALING MEMILIKI
54 RENCANA DAMIAN
55 MENJENGUK ANNISA
56 KEPULANGAN ANNISA
57 MENGGEBU
58 MENYATAKAN CINTA
59 MALAM PENYATUAN
60 SARAPAN PAGI BERSAMA
61 MALU-MALU
62 MASALALU YANG TIDAK UNTUK DILUPAKAN
63 WARUNG SEDERHANA
64 RUMAH IMPIAN
65 BUCIN?
66 CAKE UNTUK CLARA
67 ULANG TAHUN CLARA
68 REST AREA
69 HARI PINDAHAN
70 ACARA SYUKURAN
71 WANITA YANG DIJODOHKAN UNTUK ANDI
72 SUAMI YANG BAIK
73 KEBAHAGIAAN SEDERHANA
74 PELENGKAP
75 CANDA TAWA PAGI HARI
76 MASUK KANTOR KEMBALI
77 GOMBAL
78 WESTERN DAN LOKAL
79 AKU MENCINTAIMU
80 EUFORIA
81 RASA SYUKUR
82 MAKAN MALAM ROMANTIS
83 RUTINITAS YANG DIINGINKAN
84 GODAAN GINA
85 HONEYMOON 1
86 HONEYMOON 2
87 HONEYMOON 3
88 HONEYMOON 4
89 HONEYMOON 5
90 HONEYMOON 6
91 HONEYMOON 7
92 CINTA TERBESAR
93 KEJUJURAN ANDI PADA DISYA
94 KABAR BAHAGIA
95 PERAN BARU
96 NGIDAM
97 BERPISAH DENGAN REKAN KANTOR
98 AYLA DAN ARGA
99 LENGKAP
100 EXTRA.
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Salah paham
2
Ketegangan
3
Penjaga ketenangan?
4
Lelucon
5
Terlibat perkelahian
6
Ide Gila!
7
Kehilangan yang tidak pernah dihitung
8
TIDAK DIINGINKAN
9
TERBIASA
10
RASA PENASARAN
11
PATAH YANG KESEKIAN KALI
12
PESTA ANDI
13
BATU
14
RENCANA ZASKIA
15
TIRAMISU CAKE
16
LANGKAH AWAL
17
ALBUM LAMA
18
MEMBUKA HATI
19
TERTAWA LEPAS & AJAKAN DAMIAN
20
MENJADI IMAM MU
21
INISIATIF DAMIAN
22
MENJEMPUT CLARA
23
KESUKSESAN PROYEK
24
GODAAN ZASKIA (1)
25
MENGUBUR PERASAAN
26
CEO BARU
27
RASA YANG BARU
28
ANTUSIAS CLARA
29
KARYAWISATA
30
PERJALANAN PULANG
31
RAPAT DI KANTOR BARU
32
MAKAN SIANG BERSAMA
33
RUMOR
34
SECERCAH HARAPAN
35
LANGKAH AWAL
36
BERMIMPI
37
MENYADARI PERASAAN
38
JENNY YANG MERESAHKAN
39
PERHATIAN KECIL
40
NIAT BUSUK JENNY
41
PERINGATAN DAMIAN
42
BERKELIT
43
GODAAN
44
PENGAKUAN
45
TIDAK TERIMA
46
HASUTAN JENNY
47
DALANG
48
KELUARGA
49
PENCULIKAN CLARA
50
KEKUATAN
51
SADAR
52
MEMBUSUK DI PENJARA
53
SALING MEMILIKI
54
RENCANA DAMIAN
55
MENJENGUK ANNISA
56
KEPULANGAN ANNISA
57
MENGGEBU
58
MENYATAKAN CINTA
59
MALAM PENYATUAN
60
SARAPAN PAGI BERSAMA
61
MALU-MALU
62
MASALALU YANG TIDAK UNTUK DILUPAKAN
63
WARUNG SEDERHANA
64
RUMAH IMPIAN
65
BUCIN?
66
CAKE UNTUK CLARA
67
ULANG TAHUN CLARA
68
REST AREA
69
HARI PINDAHAN
70
ACARA SYUKURAN
71
WANITA YANG DIJODOHKAN UNTUK ANDI
72
SUAMI YANG BAIK
73
KEBAHAGIAAN SEDERHANA
74
PELENGKAP
75
CANDA TAWA PAGI HARI
76
MASUK KANTOR KEMBALI
77
GOMBAL
78
WESTERN DAN LOKAL
79
AKU MENCINTAIMU
80
EUFORIA
81
RASA SYUKUR
82
MAKAN MALAM ROMANTIS
83
RUTINITAS YANG DIINGINKAN
84
GODAAN GINA
85
HONEYMOON 1
86
HONEYMOON 2
87
HONEYMOON 3
88
HONEYMOON 4
89
HONEYMOON 5
90
HONEYMOON 6
91
HONEYMOON 7
92
CINTA TERBESAR
93
KEJUJURAN ANDI PADA DISYA
94
KABAR BAHAGIA
95
PERAN BARU
96
NGIDAM
97
BERPISAH DENGAN REKAN KANTOR
98
AYLA DAN ARGA
99
LENGKAP
100
EXTRA.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!