Chapter 20: Dendam di Balik Asap Hitam

Carlos berdiri di tengah kegelapan yang pekat, tubuhnya perlahan berubah menjadi wujud seekor kucing hitam yang lincah, bulunya berkilat di bawah cahaya bulan samar. Matanya berkilauan, penuh kemarahan dan dendam yang membara saat ia menatap Arham, yang kini berdiri dengan senyum tipis penuh kebencian.

Carlos melompat dengan kecepatan yang mematikan, cakarnya terarah tepat ke arah dada Arham. Namun, sebelum cakarnya sempat menyentuh kulit Arham, asap hitam yang melingkari tubuh Arham menyergap Carlos dengan cepat, mendorongnya mundur. Carlos mendesis, bulu kucingnya berdiri, tapi dia tak menyerah. Serangannya yang berikutnya lebih kuat, lebih cepat, dan kali ini berhasil mencakar bahu Arham, meninggalkan luka mendalam.

Arham meringis, namun senyum liciknya tidak menghilang. "Kau pikir bisa menang, kucing kecil? Apa kau lupa bagaimana aku membuat Ruri menderita?" ucap Arham dengan nada mengejek. Carlos mendengus marah, namun Arham terus berbicara, seakan menikmati setiap kata yang keluar dari mulutnya. "Aku-lah yang diam-diam merekayasa situasi Ruri dikucilkan teman-teman kampusnya, mendorongnya lebih kuat dengan rumor konyol di internet, membuat semua orang menjauh darinya. Aku juga yang memanggil hantu phyton itu, walaupun aku kecewa dengan para kuntilanak bodoh itu yang malah menyerang Akasha sehingga si hantu monyet malah ikut terlibat.  Hahahaha. Tahukah kamu mengapa aku melakukan semua itu?  Semua itu, hanya untuk membuat hidup Ruri menjadi neraka."

Carlos membeku sesaat, matanya terbelalak mendengar pengakuan tersebut. Amarahnya makin berkobar. "Kenapa? Kenapa kau melakukan ini pada Ruri? Apa salah wanita yang mati-matian berjuang dalam keterbatasannya itu?!" tanya Carlos dengan gigi terkatup rapat, suaranya bergetar.

Arham tertawa rendah. "Kau sungguh tidak tahu? Kau yang menjadi alasan semua ini! Aku adalah gagak, ingat? Dulu, aku hampir berhasil memangsamu saat kau masih bayi, sebelum Ruri datang dan menyelamatkanmu. Sejak saat itu, aku bersumpah akan membuatnya menderita, karena ia menghalangi takdirku!"

Carlos tersentak mendengar pengakuan tersebut. Semua penderitaan yang dialami Ruri selama ini, semua karena dia! Ruri terjebak dalam kemalangan hanya karena ia pernah menyelamatkan nyawanya di masa lalu. Hatinya tercabik-cabik oleh rasa bersalah yang mendalam.

Carlos memekik, "Dasar hantu psikopat gila!" lalu dengan seluruh kekuatan yang tersisa, ia melesat ke arah Arham, menerjang dengan cakarnya yang tajam. Serangan bertubi-tubi ia lancarkan, namun Arham melepaskan wujud manusianya, berubah menjadi manusia gagak. Sayap hitam besarnya mengepak keras, menciptakan hembusan angin yang membuat Carlos terhempas jauh.

Namun Carlos bangkit lagi. Setiap kali tubuhnya terpental, salah satu dari tiga koin nyawa yang menggantung di atasnya retak. "Tiga koin nyawaku mungkin pecah, tapi aku akan bangkit lagi, dengan dendam yang lebih besar!" seru Carlos dengan suara menggema.

Perkelahian berlanjut dengan intens. Setiap kali Carlos mencakar, Arham melawan dengan sayap dan asap hitamnya. Namun, sesuatu yang tidak diharapkan terjadi. Asap hitam dari tubuh Arham perlahan masuk ke tubuh Carlos setiap kali mereka bertarung, mempercepat keretakan koin nyawa Carlos.

Setelah pertarungan yang sengit, hanya tiga koin yang tersisa, dan satu di antaranya sudah hampir hancur. Namun, Carlos tidak menyerah. "Inilah mengapa hantu kucing bisa bertahan di dunia gaib! Kamu tahu?!  Setiap kali kami bangkit, dendam kami makin besar yang menjadikan kami lebih kuat dari sebelumnya!" Dengan serangan terakhirnya, Carlos menancapkan cakarnya ke dada manusia gagak itu. Cahaya hitam memancar, dan wujud Arham yang besar lenyap, berubah kembali menjadi asap hitam, raungan kesakitan menggema sebelum akhirnya sirna. "Dasar kucing sialan! Ini belum selesai, kau akan menyesal telah menantangku!" Suaranya menggema di udara sebelum akhirnya hilang bersama asap yang menghilang ke dalam kegelapan.

___

Carlos terengah-engah, berdiri dengan susah payah, tubuhnya kembali ke wujud manusia. Ia berpikir bahwa pertarungan telah usai, namun tanpa ia sadari, sedikit asap hitam masih tersisa, tersembunyi di balik batu, melarikan diri dalam ketakutan.

Klutak klutuk

Carlos berjalan menuju rumah Ruri dengan tertatih-tatih. Lalu ajaibnya di tengah jalan, seorang ibu-ibu yang biasanya gemar mengusik dirinya dan Ruri bertemu pandang dengannya, kini menatap Carlos dengan khawatir.

"Hei, kamu kenapa, Nak?" tanya si ibu dengan nada yang jauh lebih lembut. Melihat Carlos yang nyaris pingsan, ibu itu memapahnya menuju rumah Ruri.

Sesampainya di sana, ibu itu membantu Carlos berbaring di tempat tidur Ruri. "Kamu tahu nomor telepon temanmu itu kan? Berikan Ibu nomornya biar ibu kabari kondisimu."

Carlos, dengan cepat menahan tangan ibu itu. "Jangan... biarkan Ruri fokus pada perlombaannya," ucapnya lirih sebelum akhirnya tak sadarkan diri.

"Hei, Nak! Hei, Nak, bangun!!! "

Ibu itu panik, mengguncang tubuh Carlos, memanggil-manggil, namun tak ada respon.

Episodes
1 Chapter 1: Kehilangan dan Pertemuan
2 Chapter 2: Kenangan yang Terlupakan
3 Chapter 3: Manusia Baru
4 Chapter 4: Petualangan Kampus
5 Chapter 5: Sebuah Nama untuk Carlos
6 Chapter 6: Awal Kompetisi
7 Chapter 7: Penyelidikan yang Menegangkan
8 Chapter 8: Nyawa yang Dipertaruhkan
9 Chapter 9: Misteri di Balik Jalan Rusak dan Luka di Tubuh Carlos
10 Chapter 10: Hari Baru, Cinta Lama
11 Chapter 11: Pilihan yang Tak Terduga
12 Chapter 12: Malam yang Terlupakan
13 Chapter 13: Ketika Kebenaran Terungkap dan Pertarungan Dimulai
14 Chapter 14. Bayang-Bayang di Balik Asap
15 Chapter 15: Kepulangan yang Tak Terduga
16 Chapter 16: Kepanikan yang Tak Terduga
17 Chapter 17: Akar Kebencian yang Mengintai
18 Chapter 18. Pengungkapan dan Kenyataan
19 Chapter 19: Pertemuan yang Tak Terhindarkan
20 Chapter 20: Dendam di Balik Asap Hitam
21 Chapter 21: Beban Rasa Bersalah
22 Chapter 22: Dalam Kegelapan Terlihat Harapan
23 Chapter 23: Pengorbanan Emas
24 Chapter 24. Nyawa yang Tersisa
25 Chapter 25: Pemuda di Balik Layar
26 Chapter 26. Melodi Ombak dan Bayang-Bayang
27 Chapter 27. Tersedot dalam Kegelapan
28 Chapter 28: Malam yang Dipenuhi Teror
29 Chapter 29: Pertarungan Hidup dan Mati
30 Chapter 30. Di Ujung Harapan Kemenangan
31 Chapter 31. Senandung Terakhir
32 Chapter 32. Kesetiaan Seekor Kucing
33 Chapter 33. Hilang dalam Kenangan
34 Chapter 34. Jejak yang Pudar
Episodes

Updated 34 Episodes

1
Chapter 1: Kehilangan dan Pertemuan
2
Chapter 2: Kenangan yang Terlupakan
3
Chapter 3: Manusia Baru
4
Chapter 4: Petualangan Kampus
5
Chapter 5: Sebuah Nama untuk Carlos
6
Chapter 6: Awal Kompetisi
7
Chapter 7: Penyelidikan yang Menegangkan
8
Chapter 8: Nyawa yang Dipertaruhkan
9
Chapter 9: Misteri di Balik Jalan Rusak dan Luka di Tubuh Carlos
10
Chapter 10: Hari Baru, Cinta Lama
11
Chapter 11: Pilihan yang Tak Terduga
12
Chapter 12: Malam yang Terlupakan
13
Chapter 13: Ketika Kebenaran Terungkap dan Pertarungan Dimulai
14
Chapter 14. Bayang-Bayang di Balik Asap
15
Chapter 15: Kepulangan yang Tak Terduga
16
Chapter 16: Kepanikan yang Tak Terduga
17
Chapter 17: Akar Kebencian yang Mengintai
18
Chapter 18. Pengungkapan dan Kenyataan
19
Chapter 19: Pertemuan yang Tak Terhindarkan
20
Chapter 20: Dendam di Balik Asap Hitam
21
Chapter 21: Beban Rasa Bersalah
22
Chapter 22: Dalam Kegelapan Terlihat Harapan
23
Chapter 23: Pengorbanan Emas
24
Chapter 24. Nyawa yang Tersisa
25
Chapter 25: Pemuda di Balik Layar
26
Chapter 26. Melodi Ombak dan Bayang-Bayang
27
Chapter 27. Tersedot dalam Kegelapan
28
Chapter 28: Malam yang Dipenuhi Teror
29
Chapter 29: Pertarungan Hidup dan Mati
30
Chapter 30. Di Ujung Harapan Kemenangan
31
Chapter 31. Senandung Terakhir
32
Chapter 32. Kesetiaan Seekor Kucing
33
Chapter 33. Hilang dalam Kenangan
34
Chapter 34. Jejak yang Pudar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!