Chapter 11: Pilihan yang Tak Terduga

Pagi itu, Carlos bangun dengan gerakan yang menggambarkan sensualitas dan keanggunan seekor kucing dalam wujud manusia. Ia berbaring di atas tempat tidur dengan posisi malas, lalu meregangkan tubuhnya dengan cara yang sangat menggoda—punggungnya melengkung sempurna, otot-otot di tubuhnya tampak bergerak halus seiring dengan gerakannya. Ia menguap pelan, bibirnya sedikit terbuka, mata sayunya setengah tertutup sebelum kembali bersinar tajam. Dia bangun perlahan, berjalan menuju jendela dengan langkah luwes, hampir seperti penari, menampilkan keindahan tubuhnya dalam setiap gerakan. Cara Carlos beralih dari tidur ke bangun tampak alami, namun memancarkan aura yang bisa membuat siapa pun terpikat.

Di teras lantai satu, Ruri sedang menjemur pakaian. Angin pagi menyapa lembut, membawa aroma segar tanah basah. Ketika Carlos mendekatinya dari belakang, tanpa peringatan, dia berbisik dengan suara rendah yang dingin, namun menggoda, "Baju-baju ini akan lebih menarik jika dipakai olehmu... bukan hanya digantung seperti ini."

Ruri terperanjat sesaat, namun kemudian tersenyum, merasa geli dengan cara Carlos menggoda. “Kau benar-benar tahu cara membuatku terkejut, ya?”

Carlos, dengan senyum kecil di sudut bibirnya, menjawab tenang, "Aku hanya berkata yang sejujurnya."

Sebelum percakapan mereka berlanjut, tiba-tiba suara sinis terdengar dari seorang ibu-ibu yang kebetulan lewat di depan rumah. Ruri terkejut melihatnya—lagi-lagi ibu-ibu yang sama seperti saat pertama kali mereka bertemu Carlos, dan juga yang sama yang pernah memergoki mereka di warung Bu Zakiah. Dengan tatapan menghina, ibu-ibu itu berkomentar, "Dasar anak zaman sekarang, ck, ck. Lakukan hal begitu setidaknya di dalam ruangan!"

Ruri ingin menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi, namun seperti biasanya, sebelum dia sempat berkata apa-apa, ibu-ibu tersebut sudah menghilang dengan cepat, seolah-olah datang hanya untuk memberikan komentar pedas.

Carlos tertawa pelan, tapi tetap dengan nada dingin yang khas. "Orang-orang selalu senang menilai apa yang mereka tak tahu."

Ruri hanya menghela napas panjang, mengabaikan ibu-ibu itu, dan melanjutkan kegiatannya. Ketika waktu berangkat ke kompetisi tiba, Carlos, seperti biasa, ingin ikut, dan Ruri mencoba mencegahnya.

"Kau tak perlu ikut, Carlos. Ini hanya kompetisi, aku bisa mengurusnya sendiri," Ruri berusaha meyakinkannya.

Tapi Carlos dengan tegas menjawab, "Aku tetap akan ikut." Nada suaranya tak memberi ruang untuk negosiasi.

Ruri mendesah, akhirnya menyerah dan membiarkan Carlos ikut bersamanya ke lokasi kompetisi eliminasi kedua.

 ___

Saat mereka tiba di tempat kompetisi, suasana tegang langsung menyelimuti ruangan. Pembawa acara dengan suara lantang mengumumkan bahwa kali ini, para peserta akan berkompetisi dalam tim. Panitia telah menetapkan susunan tim, dan Ruri yang berada di peringkat ketiga ditempatkan bersama Akasha, peringkat 21, dan Ian, peringkat 32.

Ketika saatnya tiba bagi Ruri untuk memilih tema, dia memandangi layar yang berisi sembilan pilihan. "Aku tidak ingin melawan tim peringkat 1 atau 2," gumamnya pelan, berusaha mencari tema yang menurutnya lebih mudah dihadapi. Pilihan hatinya jatuh pada tema pergeseran budaya generasi muda yang tak lagi mencintai budaya lokal.

Namun, tiba-tiba Carlos yang berada di belakangnya berteriak, "Pilih yang berhantu, Ruri!" Suaranya tajam, membuat Ruri terkejut dan tanpa sadar memencet tombol yang salah—tema nomor 6, tentang penurunan harga perumahan karena rumor hantu.

Ruri terkejut. “Kenapa aku memencet ini?” pikirnya dengan rasa penyesalan.

Tak lama setelah itu, mereka mengetahui bahwa lawan tim mereka adalah tim yang dipimpin oleh Aditya, peringkat 10. Ketika Ruri melirik Aditya, ia mendengar gumaman sinis, "Dasar orang udik!" meskipun suara itu pelan.

Namun, perhatian Ruri segera teralihkan ketika Carlos berdiri di sampingnya, membuatnya merasa lebih tenang. Ia pun memperkenalkan diri kepada rekan-rekan satu timnya, Akasha dan Ian.

Akasha adalah gadis berwajah manis dengan senyum yang selalu tulus. "Senang bisa bekerja sama denganmu, Ruri," kata Akasha, suaranya lembut namun penuh kepercayaan diri. "Aku sudah mendengar banyak tentang kehebatanmu."

Ian, yang tampak sedikit lebih pendiam namun ramah, menambahkan, "Aku juga sangat menantikan kerja sama ini. Semoga kita bisa saling melengkapi kekuatan masing-masing."

Mereka segera larut dalam obrolan ringan tentang tantangan yang akan mereka hadapi, tetapi suasananya tetap hangat dan bersahabat. Carlos, yang hanya berdiri di belakang, diam-diam mengamati. Ketika Ian melihat Carlos, ia bertanya, "Siapa orang di belakangmu, Ruri?"

"Oh, itu Carlos. Temanku," jawab Ruri santai.

Carlos hanya menatap Ian dengan pandangan tajam. "Jangan terlalu banyak bertanya," katanya dingin.

Ruri langsung memarahi Carlos. "Carlos, jangan bersikap seperti itu!"

Namun, bukan Ian yang membuat Carlos merasa tidak nyaman. Tatapannya tertuju pada Akasha, yang meskipun tampak bersahaja dan polos, ada sesuatu yang membuat Carlos waspada terhadapnya.

Ketika Carlos melotot tajam ke arah Akasha, wanita itu menatap balik dengan senyum yang tampak ramah, bahkan bersahaja. Mata cokelatnya berbinar lembut, seolah-olah dia adalah orang yang sepenuhnya terbuka dan hangat. Namun, di balik senyumannya yang tenang, ada sesuatu yang dingin, hampir tak terlihat—sesuatu yang tak bisa ditangkap oleh orang lain kecuali Carlos.

Ian dan Ruri tidak menyadari apa-apa, mereka terus bercanda ringan tentang tema yang akan mereka kerjakan, tetapi Carlos merasakan hal berbeda. Pandangan Akasha tidak sekadar tatapan bersahabat. Ia menangkap getaran dingin yang samar-samar, seakan ada sisi tersembunyi yang diselubungi oleh keramahan yang dia tunjukkan. Carlos mempersempit matanya sedikit, namun ia tetap tak bersuara, membiarkan rasa waspadanya tetap terjaga.

 ___

Ketika mereka tiba di lokasi kompleks perumahan yang terkenal karena rumor hantunya, suasana mencekam langsung menyergap mereka. Rumah-rumah di sekitar tampak suram dan terabaikan. Mereka masuk ke salah satu rumah yang dikatakan paling berhantu, sementara Carlos mengawasi dari belakang.

"Tugas kita adalah mencari strategi untuk menghentikan rumor ini," kata Ruri dengan serius kepada timnya.

Mereka memulai diskusi tentang langkah-langkah yang akan diambil, dengan sesekali bersenda gurau untuk mencairkan suasana. Ian terlihat sangat metodis dalam menyusun argumen, sementara Akasha memberikan wawasan tentang bagaimana rumor bisa menyebar melalui media sosial. Keduanya terlihat sangat cerdas dan terpelajar, tetapi juga ramah dan bersahaja, membuat Ruri merasa nyaman bekerja sama dengan mereka.

Kameramen yang merekam kegiatan mereka sempat kebingungan dan bertanya, "Kenapa ada empat orang di sini? Ini seharusnya tim tiga orang, bukan?"

Carlos dengan tenang menjawab, "Anggap aku hanya kucing peliharaan Ruri. Aku di sini hanya sebagai handyman."

Wajah Ruri seketika memerah karena ucapan Carlos yang konyol, namun dia berusaha mengabaikannya.

Namun, ketika mereka mulai masuk lebih dalam ke rumah yang dikabarkan berhantu, Carlos tiba-tiba berseru, "Hati-hati, ada yang tak terlihat di sini."

Semua orang heran, tetapi mengabaikannya. Carlos melihat ke arah langit-langit dan menyipitkan matanya. Di sana, di atas tiang listrik di luar rumah, tergantung lebih dari sepuluh kuntilanak, tertawa dengan suara yang hanya bisa didengar oleh Carlos.

Episodes
1 Chapter 1: Kehilangan dan Pertemuan
2 Chapter 2: Kenangan yang Terlupakan
3 Chapter 3: Manusia Baru
4 Chapter 4: Petualangan Kampus
5 Chapter 5: Sebuah Nama untuk Carlos
6 Chapter 6: Awal Kompetisi
7 Chapter 7: Penyelidikan yang Menegangkan
8 Chapter 8: Nyawa yang Dipertaruhkan
9 Chapter 9: Misteri di Balik Jalan Rusak dan Luka di Tubuh Carlos
10 Chapter 10: Hari Baru, Cinta Lama
11 Chapter 11: Pilihan yang Tak Terduga
12 Chapter 12: Malam yang Terlupakan
13 Chapter 13: Ketika Kebenaran Terungkap dan Pertarungan Dimulai
14 Chapter 14. Bayang-Bayang di Balik Asap
15 Chapter 15: Kepulangan yang Tak Terduga
16 Chapter 16: Kepanikan yang Tak Terduga
17 Chapter 17: Akar Kebencian yang Mengintai
18 Chapter 18. Pengungkapan dan Kenyataan
19 Chapter 19: Pertemuan yang Tak Terhindarkan
20 Chapter 20: Dendam di Balik Asap Hitam
21 Chapter 21: Beban Rasa Bersalah
22 Chapter 22: Dalam Kegelapan Terlihat Harapan
23 Chapter 23: Pengorbanan Emas
24 Chapter 24. Nyawa yang Tersisa
25 Chapter 25: Pemuda di Balik Layar
26 Chapter 26. Melodi Ombak dan Bayang-Bayang
27 Chapter 27. Tersedot dalam Kegelapan
28 Chapter 28: Malam yang Dipenuhi Teror
29 Chapter 29: Pertarungan Hidup dan Mati
30 Chapter 30. Di Ujung Harapan Kemenangan
31 Chapter 31. Senandung Terakhir
32 Chapter 32. Kesetiaan Seekor Kucing
33 Chapter 33. Hilang dalam Kenangan
34 Chapter 34. Jejak yang Pudar
Episodes

Updated 34 Episodes

1
Chapter 1: Kehilangan dan Pertemuan
2
Chapter 2: Kenangan yang Terlupakan
3
Chapter 3: Manusia Baru
4
Chapter 4: Petualangan Kampus
5
Chapter 5: Sebuah Nama untuk Carlos
6
Chapter 6: Awal Kompetisi
7
Chapter 7: Penyelidikan yang Menegangkan
8
Chapter 8: Nyawa yang Dipertaruhkan
9
Chapter 9: Misteri di Balik Jalan Rusak dan Luka di Tubuh Carlos
10
Chapter 10: Hari Baru, Cinta Lama
11
Chapter 11: Pilihan yang Tak Terduga
12
Chapter 12: Malam yang Terlupakan
13
Chapter 13: Ketika Kebenaran Terungkap dan Pertarungan Dimulai
14
Chapter 14. Bayang-Bayang di Balik Asap
15
Chapter 15: Kepulangan yang Tak Terduga
16
Chapter 16: Kepanikan yang Tak Terduga
17
Chapter 17: Akar Kebencian yang Mengintai
18
Chapter 18. Pengungkapan dan Kenyataan
19
Chapter 19: Pertemuan yang Tak Terhindarkan
20
Chapter 20: Dendam di Balik Asap Hitam
21
Chapter 21: Beban Rasa Bersalah
22
Chapter 22: Dalam Kegelapan Terlihat Harapan
23
Chapter 23: Pengorbanan Emas
24
Chapter 24. Nyawa yang Tersisa
25
Chapter 25: Pemuda di Balik Layar
26
Chapter 26. Melodi Ombak dan Bayang-Bayang
27
Chapter 27. Tersedot dalam Kegelapan
28
Chapter 28: Malam yang Dipenuhi Teror
29
Chapter 29: Pertarungan Hidup dan Mati
30
Chapter 30. Di Ujung Harapan Kemenangan
31
Chapter 31. Senandung Terakhir
32
Chapter 32. Kesetiaan Seekor Kucing
33
Chapter 33. Hilang dalam Kenangan
34
Chapter 34. Jejak yang Pudar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!