Chapter 8: Nyawa yang Dipertaruhkan

Ruri terbaring pingsan di pelukan Carlos, dengan luka-luka kecil di tubuhnya. Meskipun cedera itu tidak terlalu parah, ketidakmampuan Ruri untuk bangun membuat Carlos semakin khawatir. Tempat itu jauh dari kota, dan ambulans tidak mungkin tiba dengan cepat. Tak peduli dengan tawa mengejek hantu ular yang masih menggemakan kegelapan di sekitar lokasi kecelakaan, Carlos memutuskan untuk mencari perlindungan. Dia harus menyelamatkan Ruri.

"Tidak ada waktu", gumam Carlos sambil memandang sekeliling.

Carlos akhirnya memutuskan membawa Ruri ke sebuah rumah terdekat, sebuah rumah yang menyimpan kenangan bagi mereka berdua. Setelah berpamitan singkat kepada kameramen dan para pekerja konstruksi, dia menggendong tubuh Ruri dan berjalan cepat menuju tempat yang aman.

Beberapa jam kemudian, ketika malam tiba, Ruri mulai tersadar. "Apa yang terjadi?" tanyanya, masih bingung dan lemah.

"Kau hampir saja celaka", jawab Carlos lembut. "Truk pengikis itu hampir menyerangmu."

Ruri terdiam sejenak, panik membayangkan dirinya yang hampir mati. Dia memandang Carlos dan mengucapkan terima kasih dengan tulus, menyadari betapa besar pertolongan yang diberikan Carlos. Namun, meskipun Carlos menyuruhnya untuk beristirahat, Ruri memilih untuk berjalan-jalan mengitari rumah. Ketika ia membuka pintu dan melangkah keluar, pemandangan itu menyentaknya.

"Inikan... rumah nenekku?" tanya Ruri sambil memandang sekeliling dengan mata membesar. Tempat ini adalah rumah di mana ia pernah tinggal bersama neneknya ketika kecil.

Carlos hanya tersenyum penuh arti. "Ya, tempat ini penuh dengan kenangan, bukan?"

"Bagaimana kau bisa tahu tentang tempat ini?" Ruri menatapnya tajam, rasa curiga mulai muncul di wajahnya. "Stalker gila..." Ruri tiba-tiba merasa was-was, tapi ingatan tentang pertolongan Carlos mengalahkan rasa curiganya. Dia pun tak mampu berkata lebih dari itu.

Ruri kemudian berjalan masuk ke dalam rumah, melihat-lihat benda-benda yang masih tersisa. Setiap benda yang dilihatnya, dari meja makan hingga tempat tidur tua, membangkitkan ingatan masa lalu. Dia kembali melihat pasir bekas tempat kucing neneknya biasa bermain, bahkan mangkuk makan kucing itu masih ada di sana.

"Kucing..." Ruri menggumam, lalu tiba-tiba melirik ke arah Carlos. Pemuda yang mengaku sebagai reinkarnasi kucing ini semakin membuatnya bingung, tapi entah bagaimana dia mulai merasakan hubungan aneh di antara mereka.

Merasa lelah, Ruri akhirnya tertidur, terlelap dengan tenang di sofa tua neneknya. Carlos, yang duduk di sampingnya, melihat wajah damai Ruri dan tahu bahwa saat ini, dia harus melindunginya lebih dari sebelumnya. Namun, di malam yang gelap itu, Carlos berdiri, matanya penuh dengan tekad dan keseriusan.

Dia melangkah keluar rumah tanpa suara, menuju tempat di mana hantu ular itu masih bersembunyi.

***

Di lokasi konstruksi yang sepi, Carlos kembali berdiri, menatap jalan rusak yang dikerjakan oleh para pekerja. Hantu ular raksasa itu muncul dari kegelapan, tubuhnya melingkar di antara pepohonan, senyum jahat menghiasi wajahnya yang mematikan.

"Kau!" teriak Carlos dengan suara tegas. "Kenapa kau merusak jalan itu? Mengapa kau mencelakai Ruri?"

Hantu ular hanya tertawa kecil, suaranya menyeramkan, menggema di udara malam. "Manusia? Aku hanya bersenang-senang, kucing malang. Kalian semua adalah pion dalam permainan ini."

Carlos menyipitkan mata, menegangkan otot-otot tubuhnya. Namun sebelum bertarung, dia melihat ke langit malam dan merasakan perubahan dalam dirinya. Tubuhnya perlahan menyusut, bulu hitam mulai tumbuh dengan cepat di seluruh tubuhnya, cakar tajam menggantikan tangannya. Dalam hitungan detik, Carlos telah berubah menjadi seekor kucing hitam dengan mata kuning menyala.

"Aku tidak akan membiarkanmu menyakiti Ruri," desis Carlos dalam wujud kucingnya.

Pertarungan yang menegangkan pun dimulai. Ular raksasa itu meluncur cepat, menyerang Carlos dengan ekornya yang panjang dan kuat. Carlos berkelit dengan kecepatan yang luar biasa, namun serangan demi serangan ular itu semakin cepat dan ganas. Sekali, dua kali, tubuh Carlos terpental, dan setiap kali, nyawanya yang berharga semakin berkurang.

Di pertarungan pertama, ular itu berhasil menjepit tubuh Carlos, mematahkan tulang punggungnya. Nyawa pertama Carlos hilang dalam sekejap, dan dia pun jatuh ke tanah. Namun, seperti biasa, dia bangkit kembali, tubuhnya kembali utuh.

Pertarungan kembali berlanjut. Kali ini, ular itu mengayunkan ekornya lebih cepat, memukul Carlos dengan keras ke dinding batu di sisi jalan. Nyawa kedua Carlos hilang dalam sekejap, dan tubuhnya kembali tersentak ke tanah. Namun, lagi-lagi, Carlos bangkit dari kematiannya.

Namun, hantu ular itu belum selesai. Kali ini, dia melilit Carlos dengan tubuhnya yang besar dan berotot, memeras kehidupan dari tubuh kucing hitam itu. Carlos berjuang, menggeram dan mencakar, tapi lilitan ular semakin kuat. Dengan serangan terakhir, ular itu menghantamkan Carlos ke tanah, dan untuk ketiga kalinya, nyawa Carlos hilang. Tubuhnya terbaring diam sejenak di tanah yang dingin.

Sekali lagi, Carlos bangkit. Luka-lukanya masih ada, tapi dia tahu bahwa kali ini dia sudah kehabisan waktu. Ketiga nyawanya telah hilang, dan kini hanya tersisa sedikit kekuatannya.

Di serangan terakhir, ular itu melompat, hendak menggigit Carlos dengan taring-taring tajamnya. Namun, Carlos sudah siap. Dengan sisa tenaganya, dia melompat tinggi ke udara, menyusup di antara lilitan ular, dan mencakar tepat di kepalanya. Dengan satu serangan kuat, hantu ular itu terjatuh dan berteriak kesakitan, lalu perlahan menghilang dalam kabut hitam.

Carlos menang. Namun, dia sudah kelelahan dan terluka parah, kehilangan tiga nyawanya yang berharga. Dengan napas yang terengah-engah, dia berjalan tertatih-tatih kembali ke rumah.

***

Dengan tubuh penuh luka dan kelelahan, Carlos akhirnya tiba di rumah tempat Ruri tertidur. Dia mendekati Ruri yang masih terlelap, memeluknya erat dalam keadaan sekarat. Darah menetes dari luka-luka di tubuhnya.

Ruri, yang merasakan kehadiran Carlos, terbangun dengan panik. "Carlos! Apa yang terjadi?" teriaknya, melihat Carlos yang terluka parah. Wajahnya pucat, dan air mata mulai mengalir deras di pipinya.

Carlos hanya tersenyum lemah, berusaha menenangkan Ruri. Tapi dia tahu, luka-luka yang dia derita kali ini bukanlah hal yang mudah untuk disembuhkan.

Episodes
1 Chapter 1: Kehilangan dan Pertemuan
2 Chapter 2: Kenangan yang Terlupakan
3 Chapter 3: Manusia Baru
4 Chapter 4: Petualangan Kampus
5 Chapter 5: Sebuah Nama untuk Carlos
6 Chapter 6: Awal Kompetisi
7 Chapter 7: Penyelidikan yang Menegangkan
8 Chapter 8: Nyawa yang Dipertaruhkan
9 Chapter 9: Misteri di Balik Jalan Rusak dan Luka di Tubuh Carlos
10 Chapter 10: Hari Baru, Cinta Lama
11 Chapter 11: Pilihan yang Tak Terduga
12 Chapter 12: Malam yang Terlupakan
13 Chapter 13: Ketika Kebenaran Terungkap dan Pertarungan Dimulai
14 Chapter 14. Bayang-Bayang di Balik Asap
15 Chapter 15: Kepulangan yang Tak Terduga
16 Chapter 16: Kepanikan yang Tak Terduga
17 Chapter 17: Akar Kebencian yang Mengintai
18 Chapter 18. Pengungkapan dan Kenyataan
19 Chapter 19: Pertemuan yang Tak Terhindarkan
20 Chapter 20: Dendam di Balik Asap Hitam
21 Chapter 21: Beban Rasa Bersalah
22 Chapter 22: Dalam Kegelapan Terlihat Harapan
23 Chapter 23: Pengorbanan Emas
24 Chapter 24. Nyawa yang Tersisa
25 Chapter 25: Pemuda di Balik Layar
26 Chapter 26. Melodi Ombak dan Bayang-Bayang
27 Chapter 27. Tersedot dalam Kegelapan
28 Chapter 28: Malam yang Dipenuhi Teror
29 Chapter 29: Pertarungan Hidup dan Mati
30 Chapter 30. Di Ujung Harapan Kemenangan
31 Chapter 31. Senandung Terakhir
32 Chapter 32. Kesetiaan Seekor Kucing
33 Chapter 33. Hilang dalam Kenangan
34 Chapter 34. Jejak yang Pudar
Episodes

Updated 34 Episodes

1
Chapter 1: Kehilangan dan Pertemuan
2
Chapter 2: Kenangan yang Terlupakan
3
Chapter 3: Manusia Baru
4
Chapter 4: Petualangan Kampus
5
Chapter 5: Sebuah Nama untuk Carlos
6
Chapter 6: Awal Kompetisi
7
Chapter 7: Penyelidikan yang Menegangkan
8
Chapter 8: Nyawa yang Dipertaruhkan
9
Chapter 9: Misteri di Balik Jalan Rusak dan Luka di Tubuh Carlos
10
Chapter 10: Hari Baru, Cinta Lama
11
Chapter 11: Pilihan yang Tak Terduga
12
Chapter 12: Malam yang Terlupakan
13
Chapter 13: Ketika Kebenaran Terungkap dan Pertarungan Dimulai
14
Chapter 14. Bayang-Bayang di Balik Asap
15
Chapter 15: Kepulangan yang Tak Terduga
16
Chapter 16: Kepanikan yang Tak Terduga
17
Chapter 17: Akar Kebencian yang Mengintai
18
Chapter 18. Pengungkapan dan Kenyataan
19
Chapter 19: Pertemuan yang Tak Terhindarkan
20
Chapter 20: Dendam di Balik Asap Hitam
21
Chapter 21: Beban Rasa Bersalah
22
Chapter 22: Dalam Kegelapan Terlihat Harapan
23
Chapter 23: Pengorbanan Emas
24
Chapter 24. Nyawa yang Tersisa
25
Chapter 25: Pemuda di Balik Layar
26
Chapter 26. Melodi Ombak dan Bayang-Bayang
27
Chapter 27. Tersedot dalam Kegelapan
28
Chapter 28: Malam yang Dipenuhi Teror
29
Chapter 29: Pertarungan Hidup dan Mati
30
Chapter 30. Di Ujung Harapan Kemenangan
31
Chapter 31. Senandung Terakhir
32
Chapter 32. Kesetiaan Seekor Kucing
33
Chapter 33. Hilang dalam Kenangan
34
Chapter 34. Jejak yang Pudar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!