Permaisuri

Erlan menatap manik istrinya, menunggu jawaban dari sang istri. Ketenangan nya langsung terganggu ketika mendengar kabar dari temannya yang sedang perjalanan bisnis di tempat negara yang dikunjungi oleh putrinya.

Hotel yang sama dengan Nessa, membuat Erlan mengatakan pada rekannya melihat putrinya yang menginap di sana. Tapi temannya justru tidak menemukan keberadaan putrinya, dan menunjukkan secara langsung bukti checkout Nessa.

"Bagaimana mungkin aku tau? Nessa lebih dekat dengan mu Erlan. Kau adalah cinta pertama nya, aku ini yang kedua." Jelas Shera, hal seperti ini kerap terjadi, hubungan romantis mereka tentu tidak aman-aman saja. Ada perdebatan yang menghampiri mereka, terlebih berkaitan dengan anak-anak mereka. Terlebih, setelah apa yang menimpa Nessa, membuat protektif Erlan semakin menjadi.

"Kalau kau masih tutup mulut aku bungkam kau selamanya! Katakan!" Dengan marah, Erlan menjawab panggilan dari salah satu bodyguard yang bersama putrinya.

"Maaf tuan, tapi memang Nona Nessa memutuskan untuk tidak menginap lagi di hotel." Ucapnya.

"Aku tau itu! Apa alasan putriku! Kenapa kau tidak mengatakan apapun padaku! Kau bosan hidup?"

"Maaf tuan, tapi...."

"Lihat, putrimu menelpon." Ucap Shera sambil memperlihatkan panggilan dari Nessa.

"Kita lanjutkan nanti!" Erlan mematikan panggilan dan beralih pada ponsel istrinya.

"Kenapa tidak menjawab panggilan Daddy."

"Daddy... Aku menelpon mommy karena ponsel Daddy sibuk."

"Daddy yang sibuk atau kau yang sibuk Nessa? Tidak ingin menjelaskan sesuatu?" Shera membiarkan suaminya mewawancarai putrinya itu.

Nessa menampilkan deretan giginya. Dia tau arah pembicaraan Daddy nya, tentu saja... Cepat atau lambat, Daddy nya juga tau.

"Daddy....."

"Katakan! Kau mulai berbohong pada Daddy Nessa?" Nessa menggeleng.

"Tidak Daddy, maksud ku.... Itu kan tidak terlalu penting."

"Tidak penting?" Sela Erlan dengan tatapan tajam nya. Nessa menelan ludah nya, ini pertama kali Nessa melihat tatapan mata itu.

"Maaf Daddy. Aku memilih apartemen, bagiku itu jauh lebih efektif." Jelas Nessa.

"Daddy memilihkan mu hotel terbaik sayang. Kenapa kau berpikiran untuk pindah ke apartemen?"

"Maaf Daddy, aku hanya ingin lebih bebas. Maksudnya... Mengatur diriku sendiri, biasanya aku selalu disediakan, dilayani oleh maid Daddy. Aku hanya ingin melihat kemampuan ku sendiri Daddy. Apa itu salah?" Jelas Nessa.

Erlan menarik napas nya, melihat raut wajah putrinya. "Kau tau kesalahan mu Nessa?" Tanya Erlan.

"Ya Daddy, aku tau. Aku tidak akan ulangi lagi." Jawab Nessa.

"Kau tau betapa khawatirnya Daddy?" Nessa mengangguk lemah.

"Apartemen mana kau berada princess?" Erlan mulai melunakkan suaranya.

"Aku akan kirimkan alamat nya Daddy."

"Daddy tunggu sampai jam 3 sore disini." Nessa mengerucutkan bibirnya, karena Daddy nya memberikan waktu kurang dari 3 menit.

Senyum Erlan merekah ketika melihat pesan dari putrinya. Nessa sudah mengirimkan alamat apartemen nya.

"Good princess."

"Daddy..."

"Apa?"

"Apa aku boleh minta sesuatu?" Erlan menaikkan alisnya mendengar pertanyaan putrinya.

"Apa princess?"

"Bisakah aku tidak menggunakan bodyguard selama liburan? Aku tau permintaan ku terdengar nya sulit bagi Daddy. Tapi Daddy.... Aku tidak memerlukan nya, maksudnya.. aku bisa menjaga diriku sendiri Daddy. Percayalah padaku Daddy." Pinta Nessa.

"Lupa perjanjian kita princess?"

"No Daddy, tapi aku sungguh baik-baik saja. Aku merasa tidak bebas diikuti kemanapun Daddy. Daddy percaya padaku, sungguh."

"Kalau tidak, begini saja. Daddy boleh meletakkan bodyguard untuk ku, tapi..... mereka pantau aku dari jauh saja. Bagaimana Daddy?"

"Baiklah, tidak ada bodyguard untuk mu..."

"Daddy yang terbaik!" Sela Nessa cepat.

"Jangan senang dulu... Daddy punya aturan sendiri untuk mu. Mengerti?"

"Aku mengerti, aku sayang Daddy! I love you Daddy! Bye!" Nessa mematikan panggilan nya dan senyum Erlan menyurut seiring dengan panggilan yang berakhir.

"Sudah merasa lega?" Tanya Shera pada suaminya. Terlihat Shera kembali dengan segelas es krim di tangannya.

"Erlan!" Pekik Shera ketika segelas es krim nya diambil oleh suaminya.

"Segar sekali."

"Itu punyaku, ambil sendiri di dapur." Ucap Shera dengan wajah cemberutnya.

"Masih marah?"

"Apanya?"

"Maafkan aku."

"Iya, aku sudah tau akhirnya."

"Jangan marah, aku merasa cemas sayang..."

"Dan aku tidak?"

"Sungguh maafkan aku." Shera menghela napasnya.

"Aku maafkan, tapi biarkan putri kita menikmati waktunya."

"Iya, dan sekarang... Biarkan aku menikmatinya es krim yang manis."

"Ambillah, aku akan ambil lagi...."

"Aku bilang es krim yang manis, bukan asam manis!"

"Erlan!" Tubuh Shera langsung melayang dan suaminya membawa tubuhnya ke ranjang untuk menuju puncak kenikmatan bersama.

****************

"Bagaimana nona? Mau yang ini? Atau yang ini?" Seorang wanita berambut boob memegang dua hanfu di tangannya.

"Aku ingin yang ini." Nessa memilih hanfu dengan warna ungu bercampur putih dan berhiaskan bunga-bunga putih.

"Baik nona, saya akan merias wajah nona dulu." Nessa menuju sebuah tempat dengan bangunan China dengan arsirektur masa lampau yang masih berdiri kokoh dan indah serta terdapat air terjun, yang tak jauh dari sana. Melihat orang-orang yang berfoto di sana dengan hanfu yang indah, Nessa jadi ingin.

Sedangkan Zain, dia menunggu di luar, mengamati bangunan yang ada di depannya.

"Zain!" Panggilan itu membuat Zain langsung menoleh, matanya tak lepas dari sosok yang ada di hadapannya.

'Permaisuri.'

Bersambung......

Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiah nya ya terimakasih banyak 🥰 🙏 🙏

Terpopuler

Comments

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

ho..ho..ho....posesifnya deddy erlan...hmmm nessa akan mengingat nya jd xiu ya

2024-11-19

1

Lyvia

Lyvia

berasa lihat istrinya dmasa lampau 😀

2024-11-01

1

Shai'er

Shai'er

cakep

2024-12-19

1

lihat semua
Episodes
1 Sadar dan Kebingungan
2 Tekad!
3 Kebebasan
4 Pergi
5 Liburan Pertama
6 Tertangkap Basah
7 Pertemuan
8 Surat
9 Dunia Kita Berbeda
10 Permohonan
11 Apartemen
12 Diantara Ribuan Cahaya
13 Permata Kecil
14 Berjalan Di Samping ku
15 Jutaan Kupu-kupu
16 Pagi Yang Bersemu
17 Masakan Spesial
18 Permaisuri
19 Pangeran Kerajaan
20 Foto
21 Perasaan apa ini?
22 Aku Bingung
23 Setara dengan Ku
24 Apakah Mungkin?
25 Tidak Goyah
26 Ksatria
27 Kencan?
28 Tujuh Kehidupan
29 Aku Percaya
30 Mommy!
31 Konsekuensi
32 Kembali
33 Ujian Dimulai!
34 Tidak Mungkin!
35 Bagaimana Bisa?
36 Tantangan berikutnya!
37 Gelang Rindu
38 Memantau
39 Buaian Mimpi
40 Kaisar Ku!
41 Halaman Yang mana?
42 Melupakan Sejenak
43 Janji
44 Pengorbanan dan Perjuangan
45 Antrian apa?
46 Pangeran Sayur
47 1001 Cara
48 Penelitian Cinta
49 Apa?
50 Hampir Saja!
51 Kaca yang Pecah
52 Aku suaminya!
53 Tidak Waras
54 Sebuah Janji
55 Pilihlah!
56 Wisuda
57 Wedding Day!
58 Bora-Bora
59 Kau suka?
60 Jeritan yang Dirindukan
61 Diantara Pasir
62 Badai
63 Singa Betina
64 Perjalanan Kita
65 Beres-beres Dengan mu
66 Rusak
67 Ide dan Paket
68 Lalat dan Gajah
69 Apa yang Terjadi?
70 Mawar Merah
71 Menyala
72 Kaisar Lelet
73 Menjawab Keraguan
74 Selamat!
75 Apa aku merepotkan?
76 Periksa
77 Penuh Haru
78 Hadiah Terindah
79 Extra Chapter 1
80 Extra Chapter 2
81 Extra Chapter 3
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Sadar dan Kebingungan
2
Tekad!
3
Kebebasan
4
Pergi
5
Liburan Pertama
6
Tertangkap Basah
7
Pertemuan
8
Surat
9
Dunia Kita Berbeda
10
Permohonan
11
Apartemen
12
Diantara Ribuan Cahaya
13
Permata Kecil
14
Berjalan Di Samping ku
15
Jutaan Kupu-kupu
16
Pagi Yang Bersemu
17
Masakan Spesial
18
Permaisuri
19
Pangeran Kerajaan
20
Foto
21
Perasaan apa ini?
22
Aku Bingung
23
Setara dengan Ku
24
Apakah Mungkin?
25
Tidak Goyah
26
Ksatria
27
Kencan?
28
Tujuh Kehidupan
29
Aku Percaya
30
Mommy!
31
Konsekuensi
32
Kembali
33
Ujian Dimulai!
34
Tidak Mungkin!
35
Bagaimana Bisa?
36
Tantangan berikutnya!
37
Gelang Rindu
38
Memantau
39
Buaian Mimpi
40
Kaisar Ku!
41
Halaman Yang mana?
42
Melupakan Sejenak
43
Janji
44
Pengorbanan dan Perjuangan
45
Antrian apa?
46
Pangeran Sayur
47
1001 Cara
48
Penelitian Cinta
49
Apa?
50
Hampir Saja!
51
Kaca yang Pecah
52
Aku suaminya!
53
Tidak Waras
54
Sebuah Janji
55
Pilihlah!
56
Wisuda
57
Wedding Day!
58
Bora-Bora
59
Kau suka?
60
Jeritan yang Dirindukan
61
Diantara Pasir
62
Badai
63
Singa Betina
64
Perjalanan Kita
65
Beres-beres Dengan mu
66
Rusak
67
Ide dan Paket
68
Lalat dan Gajah
69
Apa yang Terjadi?
70
Mawar Merah
71
Menyala
72
Kaisar Lelet
73
Menjawab Keraguan
74
Selamat!
75
Apa aku merepotkan?
76
Periksa
77
Penuh Haru
78
Hadiah Terindah
79
Extra Chapter 1
80
Extra Chapter 2
81
Extra Chapter 3

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!