8. Hadiah

Selesai melaksanakan sholat maghrib, Hanung melanjutkan sholat istikharah 2 rakaat. Jika sholat yang ia lakukan sebelumnya meminta petunjuk atas jawaban lamaran, kini Hanung meniatkan sholatnya untuk meminta petunjuk atas keputusan yang ia ambil dengan semua keraguan yang ia miliki. Kemudian ia lanjut dengan membaca Al-Quran.

Ibu Jam yang mengerti kegundahan Hanung pun tidak mengganggu. Bahkan saat makan malam, Iwan dilarang mengetuk pintu kamar Hanung.

Hanung masih diam diatas sajadahnya setelah melaksanakan sholat isya'. Walaupun ia memiliki banyak teman, tak ada satupun teman yang bisa ia ajak berkeluh kesah saat ini karena ia tidak pernah mau membagikan masalahnya dengan mereka. Hanung terbiasa berdiam diri untuk memikirkan masalahnya dan menyelesaikannya sendiri. Sampai ia merasa lapar, barulah Hanung beranjak dari duduknya dan mengganti mukena nya.

"Adik-adik sudah tidur, Bu?" tanya Hanung pada Ibu Jam yang duduk sendiri di dapur.

"Jamal dan Nada, sudah. Iwan sepertinya masih belajar, katanya Mbak Hanung akan memberikan reward kalau dia tembus 3 besar."

"Iya, Bu. Biar Iwan tambah semangat belajar. Hanung juga ada janji dengan anak-anak yang lain, besok mau membagikan hadiah untuk yang mendapat nilai diatas 70."

"Kenapa tidak 100?"

"Yang bisa mendapatkan 100 cuma beberapa, Bu. Kasihan yang lain." Ibu Jam mengangguk.

"Memangnya Mbak Hanung mau kasih hadiah apa?"

"Hanung ada beli buku dan pensil, besok pagi-pagi Hanung akan kepasar beli snack untuk meramaikan."

"Kalau uang Mbak Hanung kurang, bisa bilang ke Ibu. Nanti pembagian bulanan Ibu tambah."

Pembagian bulanan yang dimaksud Ibu Jam adalah uang sewa sawah milik Ayah Hanung. Awal perjanjian, sewa dibayarkan setiap kali panen dengan cara bagi hasil. Tetapi kemudian Ayah Hanung meninggal, perjanjian dirubah menjadi pembayaran perbulan dengan nominal yang sama dengan bagi hasil panen rata-rata.

Hal ini Hanung ajukan karena tidak ada lagi pendapatan bulanan seperti saat Ayahnya masih hidup. Sehingga Hanung membagi biaya sewa 40:60 dengan Ibu Jam. Adapun dana pensiun, semuanya Hanung serahkan kepada Ibu Jam mengingat adik-adik nya masih memerlukan biaya yang banyak.

"Tidak, Bu. Yang sekarang ini sudah cukup, Hanung hanya sendiri sedangkan Ibu berempat. Lagipula ada juga uang dari pembayaran les yang bisa Hanung gunakan."

"Baiklah. Kalau perlu, katakan saja ya Mbak." Hanung tersenyum.

Hanung pun makan malam sendiri di dapur karena Ibu Jam masuk kekamar setelah mendengar suara rengekan Nada.

...****************...

Pagi-pagi sekali Hanung sudah siap untuk pergi kepasar. Selain mau membeli snack untuk anak-anak, Hanung juga membawa catatan belanja dari Ibu Jam yang menitip.

Sekitar 15 menit perjalanan untuk sampai di pasar. Setelah memarkir motor Hanung lebih dulu membelikan titipan Ibu Jam, baru kemudian belanjaannya sendiri. Selesai dengan belanja snack, Hanung membeli peralatan sekolah tambahan dan mampir ke lapak hijab instan. Beberapa hijabnya dirumah sudah mulai berubah warna, ia pun memilih beberapa dan membayarnya setelah meminta diskon dari penjual.

"Mbak Hanung!" sapa anak-anak yang melihat Hanung mendekat, Hanung pun menghentikan motornya.

"Mbak Hanung tidak lupa dengan janjinya kan?" tagih anak-anak.

"Memangnya nilainya sudah keluar?" Hanung menggoda.

"Tentu saja! Mbak Hanung jangan menyesal nanti, ya?"

"Kenapa Mbak Hanung jadi merasa rugi, ya?" Hanung berpura-pura berpikir.

"Benarkan? Mbak Hanung pasti menyesal nanti melihat nilai kami!" anak-anak bersorak gembira.

"Oke-oke. Sepertinya Mbak Hanung harus bersiap nanti."

"Yeay!" anak-anak yang merasa menang bersorak gembira.

Mereka pun satu-satu menyalami Hanung dan melanjutkan perjalanan mereka menuju sekolah. Hanung sendiri kembali melajukan motornya kerumah. Sampai dirumah, Hanung meletakkan belanjaannya di kamar dan membawa belanjaan Ibu Jam ke dapur untuk disimpan.

"Ibu masak apa?" tanya Hanung.

"Ini buat bubur untuk Nada. Kalau kamu mau sarapan, Ibu ada buat nasi goreng tadi."

"Terima kasih. Hanung beli serabi tadi, Bu." Hanung mengeluarkan serabi yang dibelinya.

"Ada ketannya tidak?"

"Ada, Bu. Cuma parutan kelapanya Hanung minta pisah." Ibu Jam mengambil satu serabi yang dibungkus daun pisang.

Beliau membuka tangkupan serabi dan terlihat ketan di tengah-tengah, kemudian beliau menaburkan parutan kelapa dan menyatukannya kembali. Hanung juga melakukan hal yang sama. Mereka pun menikmati serabi bersama sambil menunggu bubur untuk Nada masak.

Sekitar pukul 11 siang, anak-anak sesi pertama berdatangan. Wajah mereka berseri semua saat melihat tumpukan hadiah yang terbungkus kertas cokelat. Sesi dimulai dengan berdoa dan mengumpulkan nilai mereka.

"Hadiahnya Mbak Hanung bagi menjadi 4 kategori. 70 keatas, 80 keatas, 90 keatas dan 100. Jadi kalau hadiah yang didapat berbeda, tidak boleh.."

"Nangis!" jawab anak-anak bersemangat.

"Tidak boleh iri!" Hanung membenarkan yang justru mendapat tawa dari anak-anak.

Hanung pun membagikan hadiah sesuai dengan nilai yang didapat anak-anak. Sesuai tebakannya, nilai terendah yang didapat anak-anak adalah 75 dan tertinggi 100 sebanyak 3 anak. Anak-anak yang sudah tidak sabar pun membuka hadiah mereka dan bersorak kala melihat isi hadiah.

Walaupun hanya buku tulis, pensil, peraut dan penghapus, mereka tetap merasa senang karena hadiah itu diberikan atas hasil belajar mereka. Adapun tambahan snack yang Hanung berikan, mereka saling memamerkannya. Pembagian hadiah itu pun berulang sampai sesi terakhir di jam 7 malam. Anak-anak merasa puas dengan hadiah yang Hanung siapkan, tetapi mereka sedih kala Hanung mengabarkan kalau les diliburkan sementara sampai waktu yang tidak ditentukan.

"Kata Emak, Mbak Hanung mau menikah, apa benar Mbak?" tanya Ranti anak kelas 6.

"Iya. Makanya les nya libur dulu."

"Sampai kapan?"

"Mbak Hanung juga tidak tahu. Karena nanti Mbak Hanung ikut suami."

"Jangan lama-lama, Mbak!" rengek anak-anak.

"Mbak Hanung tidak bisa janji. Maaf ya.."

Anak-anak pun menunduk. Tetapi kemudian mereka ceria kembali saat salah satu dari mereka mengatakan jika Hanung akan mengabari mereka jika sudah bisa les lagi.

"Jangan sampai ulangan kenaikan ya, Mbak?" celetuk salah satu anak.

"Kenapa?" tanya Hanung tidak mengerti.

"Kalau sampai kenaikan, nanti kami tidak mendapat hadiah lagi dari Mbak Hanung!" anak-anak yang lain pun setuju.

"Lihat nanti saja, ya?"

Setelah drama panjang, akhirnya anak-anak pulang pukul 9 malam bersama orang tua mereka yang sudah menunggu.

Hanung mengunci pintu dan membereskan meja anak-anak ke pojokan ruang tamu. Setelah semua beres, Hanung ke kamar mandi mengambil wudhu untuk melaksanakan sholat isya'. Disaat yang bersamaan, ada tamu yang mengetuk pintu rumah.

"Maaf malam-malam, Jam." kata tamu yang datang, yang tak lain adalah Bu Nyai dan Umi Siti.

"Tidak apa Bu Nyai. Tapi kenapa malam sekali?"

"Menunggu Siti ini lama sekali! Seperti biasa dia itu keluar masuk rumah tidak selesai-selesai!" kesal Bu Nyai tetapi hanya ditanggapi Umi Siti dengan senyuman.

"Hanung mana?" tanya Umi Siti tanpa merasa bersalah.

"Ada dikamar, Kak. Mungkin masih sholat, soalnya anak-anak baru saja pulang."

"Apa sudah dikabarkan kalau lesnya libur dulu?" Tanya Bu Nyai.

"Sudah, Bu Nyai. Mulai besok Hanung sudah tidak ada les."

Ketiga perempuan beda usia itupun membahas kedatangan mereka. Bu Nyai mengutarakan ingin membawa Hanung sampai acara berlangsung nanti. Selain memudahkan dalam persiapan, beliau juga ingin Gus Zam terbiasa dengan kehadiran Hanung sampai pernikahan mereka tiba.

Ibu Jam meminta Bu Nyai untuk bertanya langsung kepada Hanung karena semua keputusan ada ditangannya.

Terpopuler

Comments

Yani

Yani

Baru mampir lagi ni

2024-11-28

1

Liana CyNx Lutfi

Liana CyNx Lutfi

lanjut

2024-10-19

1

lihat semua
Episodes
1 1. Hanung
2 2. Menabrak
3 3. Menolak Lamaran
4 4. Kedatangan Bu Nyai
5 5. Les Libur
6 6. Khitbah
7 7. Gus Zam
8 8. Hadiah
9 9. Di Boyong
10 10. Kumat
11 11. Seperti Buntut
12 12. Merubah Kamar
13 13. Gemetar
14 14. Tamu Tak Diundang
15 15. Ikut Hanung
16 16. Humairaku
17 17. Serangan Panik!
18 18. Satu Tahun
19 19. Ukiran
20 20. Doa Baik
21 21. Berangkat
22 22. Jangan Memaksakan Diri
23 23. Kasurnya Terlalu Besar
24 24. Disita
25 25. Sudah Bersuami
26 26. Lalu Siapa?
27 27. Alung
28 28. Sampai Disini
29 29. Tidak Bisa Dihubungi
30 30. Menghilang
31 31. Tunggu Aku!
32 32. Pagatan
33 33. Pasar
34 34. Menyusul
35 35. Cerita Nanti
36 36. Assalamu’alaikum Istriku
37 37. Luka
38 38. Kantor Polisi
39 39. Kecupan Di Bibir
40 40. Keputusanmu Sangat Berani
41 41. Jambi
42 42. Kembali
43 43. Hubungan Kita
44 44. Akhirnya
45 45. Kamar Hanung
46 46. Pikiran Negatif
47 47. Air Panas
48 48. Pelukan Tiba-tiba
49 49. Demam
50 50. Nambah
51 Revisi
52 51. Tidak Memerlukan Bukti
53 52. Kotak Hadiah
54 53. Humaira Berkenan
55 54. Jamu?
56 55. Cucu Perempuan
57 56. Nenek?
58 57. Sepakat
59 58. Pengecut
60 59. Hamil?
61 60. Kasih Sayang Tulus
62 61. Tertekan
63 62. Keturunan Agus
64 63. Bertanya
65 64. Sedang Sedih
66 65. Nenek!
67 66. Selamat
68 67. Umi Ikut!
69 68. Mahar
70 69. Saling Mengerti dan Melengkapi
71 70. Akan Meminang
72 71. Kalian Ini Kemana Saja!
73 72. Jus Pisang dan Pir
74 73. Akad
75 74. Hadiah
76 75. Mie Ayam
77 76. Meminta Maaf
78 77. Tidur Terlalu Lama
79 78. Awas!
80 79. Keguguran
81 80. Pikiran
82 81. Memaafkan
83 82. Menangis
84 83. Rumah Sendiri
85 84. Beli Rumah
86 85. Mengerjai
87 86. Tidak Mengizinkan
88 87. Tidur Siang
89 88. Motor Laki
90 89. Mengajari
91 90. Es Kemangi
92 91. Pelindung
93 92. Berangkat Magetan
94 93. Telaga Sarangan
95 94. Mengikhlaskan
96 95. Pemakaman
97 96. Aku Salut Denganmu
98 97. Jamu Rutin
99 98. Sukarela
100 99. Boleh
101 100. Aku Menyukainya
102 101. Gila
103 102. Merajuk
104 103. Perasaan Lega
105 104. Rendang
106 105. Mencoba Semuanya
107 106. Panen
108 107. Tidak Nyaman
109 108. Kehamilan Kedua
110 109. 4 Bulan
111 110. Daripada Melamun
112 111. Masih Kurang
113 112. Rujak
114 113. Kolam Renang
115 114. Air Ketuban
116 115. Nama
117 116. Bau Bayi
118 117. Ning Zelfa
119 118. Jawaban
120 119. Meminta Restu
121 120. Besok
122 121. Huek!
123 122. Selesai Acara
124 123. Tidak Bisa Dipercaya!
125 124. Memaafkan
126 125. Subur Sekali
127 126. Masa Lalu
128 127. Menggoda
129 128. Komunikasi
130 129. Sakit?
131 130. Mood
132 131. Gus Aidil Sudah Menikah?
133 132. Dua Kali
134 133. Memojokkan
135 134. Aku Percaya
136 135. Zainab Khanza
137 136. Pingsan
138 137. Sadar
139 138. Sudah Benar
140 139. Pamit
141 140. Kelelahan
142 141. Nasi Padang
143 142. Sayang!
144 143. Kabar Baik dan Kabar Buruk
145 144. Diberondong Cucu
146 145. Teka-teki
147 146. Membuntuti
148 147. Ngidam
149 148. Dikejutkan
150 149. Perasaan Hambar
151 150. Mendukung dan Medoakan yang Terbaik
152 151. Siap Pulang
153 152. Menantu Bodoh
154 153. Ibu Santi
155 154. Merasa Benar
156 155. Terminal Lucidity
157 156. Mukena
158 157. Merasa Kehilangan
159 158. Waktu yang Menjawab
160 159. Prematur
161 160. Arshaka Zayyan
162 161. Ngemper
163 162. Kakak Kecil
164 163. Kembar
165 164. Mencintai Kamu
166 Promo novel baru
Episodes

Updated 166 Episodes

1
1. Hanung
2
2. Menabrak
3
3. Menolak Lamaran
4
4. Kedatangan Bu Nyai
5
5. Les Libur
6
6. Khitbah
7
7. Gus Zam
8
8. Hadiah
9
9. Di Boyong
10
10. Kumat
11
11. Seperti Buntut
12
12. Merubah Kamar
13
13. Gemetar
14
14. Tamu Tak Diundang
15
15. Ikut Hanung
16
16. Humairaku
17
17. Serangan Panik!
18
18. Satu Tahun
19
19. Ukiran
20
20. Doa Baik
21
21. Berangkat
22
22. Jangan Memaksakan Diri
23
23. Kasurnya Terlalu Besar
24
24. Disita
25
25. Sudah Bersuami
26
26. Lalu Siapa?
27
27. Alung
28
28. Sampai Disini
29
29. Tidak Bisa Dihubungi
30
30. Menghilang
31
31. Tunggu Aku!
32
32. Pagatan
33
33. Pasar
34
34. Menyusul
35
35. Cerita Nanti
36
36. Assalamu’alaikum Istriku
37
37. Luka
38
38. Kantor Polisi
39
39. Kecupan Di Bibir
40
40. Keputusanmu Sangat Berani
41
41. Jambi
42
42. Kembali
43
43. Hubungan Kita
44
44. Akhirnya
45
45. Kamar Hanung
46
46. Pikiran Negatif
47
47. Air Panas
48
48. Pelukan Tiba-tiba
49
49. Demam
50
50. Nambah
51
Revisi
52
51. Tidak Memerlukan Bukti
53
52. Kotak Hadiah
54
53. Humaira Berkenan
55
54. Jamu?
56
55. Cucu Perempuan
57
56. Nenek?
58
57. Sepakat
59
58. Pengecut
60
59. Hamil?
61
60. Kasih Sayang Tulus
62
61. Tertekan
63
62. Keturunan Agus
64
63. Bertanya
65
64. Sedang Sedih
66
65. Nenek!
67
66. Selamat
68
67. Umi Ikut!
69
68. Mahar
70
69. Saling Mengerti dan Melengkapi
71
70. Akan Meminang
72
71. Kalian Ini Kemana Saja!
73
72. Jus Pisang dan Pir
74
73. Akad
75
74. Hadiah
76
75. Mie Ayam
77
76. Meminta Maaf
78
77. Tidur Terlalu Lama
79
78. Awas!
80
79. Keguguran
81
80. Pikiran
82
81. Memaafkan
83
82. Menangis
84
83. Rumah Sendiri
85
84. Beli Rumah
86
85. Mengerjai
87
86. Tidak Mengizinkan
88
87. Tidur Siang
89
88. Motor Laki
90
89. Mengajari
91
90. Es Kemangi
92
91. Pelindung
93
92. Berangkat Magetan
94
93. Telaga Sarangan
95
94. Mengikhlaskan
96
95. Pemakaman
97
96. Aku Salut Denganmu
98
97. Jamu Rutin
99
98. Sukarela
100
99. Boleh
101
100. Aku Menyukainya
102
101. Gila
103
102. Merajuk
104
103. Perasaan Lega
105
104. Rendang
106
105. Mencoba Semuanya
107
106. Panen
108
107. Tidak Nyaman
109
108. Kehamilan Kedua
110
109. 4 Bulan
111
110. Daripada Melamun
112
111. Masih Kurang
113
112. Rujak
114
113. Kolam Renang
115
114. Air Ketuban
116
115. Nama
117
116. Bau Bayi
118
117. Ning Zelfa
119
118. Jawaban
120
119. Meminta Restu
121
120. Besok
122
121. Huek!
123
122. Selesai Acara
124
123. Tidak Bisa Dipercaya!
125
124. Memaafkan
126
125. Subur Sekali
127
126. Masa Lalu
128
127. Menggoda
129
128. Komunikasi
130
129. Sakit?
131
130. Mood
132
131. Gus Aidil Sudah Menikah?
133
132. Dua Kali
134
133. Memojokkan
135
134. Aku Percaya
136
135. Zainab Khanza
137
136. Pingsan
138
137. Sadar
139
138. Sudah Benar
140
139. Pamit
141
140. Kelelahan
142
141. Nasi Padang
143
142. Sayang!
144
143. Kabar Baik dan Kabar Buruk
145
144. Diberondong Cucu
146
145. Teka-teki
147
146. Membuntuti
148
147. Ngidam
149
148. Dikejutkan
150
149. Perasaan Hambar
151
150. Mendukung dan Medoakan yang Terbaik
152
151. Siap Pulang
153
152. Menantu Bodoh
154
153. Ibu Santi
155
154. Merasa Benar
156
155. Terminal Lucidity
157
156. Mukena
158
157. Merasa Kehilangan
159
158. Waktu yang Menjawab
160
159. Prematur
161
160. Arshaka Zayyan
162
161. Ngemper
163
162. Kakak Kecil
164
163. Kembar
165
164. Mencintai Kamu
166
Promo novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!