...Tama...
...𓆉𓆝𓆟 𓆞 𓆝 𓆟𓇼...
Enam tahun lalu...
Kita semua lagi makan malam, tapi suasananya canggung.
Tante Ike dan Bokap gue mencoba ajak kita buat bicara, tapi kita berdua lagi enggak mood buat ngomong.
Dari tadi kita cuma menatap piring masing-masing. Kita cuma aduk-aduk makanan pakai garpu. Kita enggak nafsu makan.
Bokap tanya ke Tante Ike mau duduk di belakang atau enggak. Tante Ike jawab iya.
Dia juga minta Yesica bantu gue buat beresin meja. Yesica mengangguk.
Kita berdua bawa piring ke dapur.
Kita diam.
Yesica bersandar di meja, sementara gue taruh piring ke wastafel. Dia memperhatikan gue yang mencoba mati-matian buat terlihat enggak peduli sama dia.
Gue keringkan tangan pakai handuk sebelum gue berbalik menghadap dia.
Tangannya mencengkeram meja di belakangnya. Tangan gue terlipat di dada. "Mereka orang tua paling busuk di dunia ini," bisiknya. Suaranya bergetar. Hati gue ikut bergetar.
"Iya, menjijikkan," balas gue.
Dia ketawa.
Gue seharusnya enggak jatuh cinta sama tawa lo, Yesica.
Dia menghela napas.
"Udah berapa lama mereka pacaran?" tanya gue.
Gue yakin dia pasti jujur.
Dia angkat bahu. "Setahun, mungkin. Awalnya jarak jauh sampai Bokap lo pindahin kita ke sini biar bisa dekat sama dia."
Gue bisa rasakan betapa hancurnya hati Nyokap gue.
Kita berdua benci dia, 'Bokap' gue.
"Setahun?" tanya gue lagi. "Lo yakin?"
Dia mengangguk, tatapannya kosong. Dia enggak tahu soal nyokap gue.
Gue bisa lihat itu.
"Yesica?"
Gue sebut namanya dengan keras, seperti yang gue ingin lakukan sejak pertama kali ketemu dia.
Dia terus tatap gue. Dia telan ludahnya, lalu hembuskan napas pelan, "Iya?"
Gue maju melangkah ke arahnya. Tubuhnya bereaksi. Dia berdiri lebih tegak, napasnya lebih berat, pipinya makin merah, tapi enggak merah-merah amat.
Tangan gue merayap di pinggangnya sedangkan mata gue berusaha untuk mencari-cari jawaban di matanya. Dan, mata kucing itu enggak menolak, jadi gue lanjut.
Waktu bibir gue menyentuh bibirnya, rasanya campur aduk. Baik dan buruk. Benar dan salah. Rasanya gue ingin balas dendam.
Dia menghirup napas, mencuri sebagian dari napas gue. Gue hembuskan lebih banyak napas ke dia. Lid4h kita bersentuhan, rasa bersalah kita saling membelit, dan jari-jari gue menyusup ke rambut yang Tuhan ciptakan khusus buat dia.
Rasa favorit baru gue sekarang adalah Yesica.
Hal favorit baru gue sekarang adalah Yesica.
Gue ingin Yesica jadi kado di ulang tahun gue.
Gue ingin Yesica jadi hadiah Natal gue.
Gue ingin Yesica jadi Buket yang ditujukan khusus buat gue di hari kelulusan gue.
Yesica, Yesica, Yesica.
Gue tetap bakal jatuh cinta sama lo, Yesica, apa pun yang terjadi.
Pintu belakang terbuka. Gue lepaskan Yesica. Dia juga melepaskan gue, tapi cuma secara fisik. Sayangnya gue masih bisa merasakan dia dalam segala hal yang lainnya, dalam batin gue terutama.
Mencoba alihkan pandangan dari dia, tapi ke mana pun mata ini menuju, dia selalu ada di pandangan gue. Sepertinya gue lagi pakai softlens tapi bergambar Yesica.
Tante Ike masuk ke dapur. Dia kelihatan bahagia. Dia punya hak buat bahagia. Iya, dia, kan bukan orang mati.
Dia bilang ke Yesica kalau waktunya pulang. Gue bilang selamat tinggal ke arah mereka berdua, tapi kata-kata gue cuma buat Yesica.
Dia tahu itu.
Gue balik ke belakang dan menyelesaikan cuci piring. Gue bilang ke Bokap kalau Tante Ike baik.
Gue cuma belum bilang kalau gue benci dia, iya, Bokap gue. Mungkin gue enggak akan pernah bilang. Gue enggak tahu apa gunanya kasih tahu dia kalau gue enggak lagi melihat dirinya yang dulu.
Sekarang dia biasa saja. Hanya manusia biasa di mata gue. Mungkin itu adalah tahap sebelum lo jadi dewasa, menyadari kalau Bokap lo enggak lebih paham arti kehidupan daripada lo.
Gue masuk ke kamar. Gue ambil HP, dan chat Yesica.
...📩...
Gue: Gimana besok malam?
^^^Yesica: Kita bohong aja sama mereka.^^^
Gue: Lo bisa ketemu gue jam tujuh?
^^^Yesica: Bisa.^^^
Gue: Yesica?
^^^Yesica: Iya.^^^
Gue: Mimpi indah.
^^^Yesica: Iya, Tama.^^^
Gue matiin HP, karena gue mau chat itu jadi pesan terakhir yang gue terima malam ini.
Gue tutup mata.
Gue jatuh cinta, Yesica.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments